0

BlackBerry Z10 masih di bawah bayang-bayang Samsung dan Apple

Blackberry Z10
Blackberry Z10

Apabila Samsung mempunyai Galaxy S III, Apple punya iPhone 5, maka BlackBerry mempunyai Z10. Bagaimana tanggapan orang dewasa tentang tiga perangkat ini?

Di akhir bulan Januari lalu. akhirnya perangkat BlackBerry yaitu z10 diluncurkan. Banyak yang menganggap perangkat tersebut biasa saja, namun tidak sedikit yang memberikan apresiasi berlebih.

Seperti dilansir Forbes (07/03), menurut catatan analisis dari Prosper Insights & Analytics, ternyata banyak orang dewasa di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa Galaxy S III masih menjadi perangkat yang keren dibanding keduanya.
Market share blackberry apple dan samsung

Dilihat secara persentase, BlackBerry Z10 mendapatkan hanya 28% dan iPhone 5 meraih 54%. Di peringkat atas dikuasai Galaxy S III dengan perolehan sebesar 59%.

Namun, ketika dibandingkan dengan data hasil analisis dari ComScore, justru iPhone 5 yang lebih mendominasi untuk pasaran Amerika Serikat. Tempat kedua diduduki oleh Galaxy S III dan urutan ketiga tetap diamankan oleh BlackBerry Z10.
smartphone

Nampaknya, hal ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi BlackBerry, kenapa perangkat mereka belum dapat menarik minat pengguna mobile di Amerika Serikat. Bagaimana di Indonesia? Apakah smartphone ini bakal kuasai pasaran mobile di negara ini, sekali lagi?


Merdeka
0

Apple terseret kasus ebook


Apple Terseret Kasus ebook
Dalam sebuah persidangan, nama Apple tercoreng karena diduga melakukan aksi sabotase yang merugikan pihak lain. Untuk mengetahui keterlibatannya, CEO Apple, Tim Cook, pun rencananya akan ikut dimintai keterangan.

Seperti yang dilansir oleh Reuters (8/3), persidangan ini mengangkat isu seputar naiknya harga ebook di pasara Amerika Serikat. Diyakini, kenaikan harga ini akibat ulah bawah tangan Apple dengan beberapa penerbit ebook untuk menaikkan harga jual mereka.

Hal ini sepertinya dilakukan untuk menjatuhkan Amazon. Patut diketahui, Amazon selama ini memang merupakan pemain besar dalam pasar penjualan ebook tersebut.

Atas dugaan tersebut, maka Hakim Denise Cote pun meminta kehadiran seorang saksi dari Apple untuk menjelaskan duduk perkaranya. Sehingga, nama Tim Cook pun dipanggil untuk memberikan testimoni terkait kasus konspirasi ini pada 13 Maret mendatang melalui sambungan telekonferensi dengan sang hakim.

Kasus ini pertama kali didaftarkan oleh pengacara pemerintah ketika menyadari adanya kejanggalan terkait penjualan ebook di Amerika Serikat. Meningkatnya harga ebook ini pun menyeret nama Apple beserta tiga penerbit terkemuka seperti Pearson Plc dari Penguin Group, HarperCollins Publishers Inc dari News Corp dan Simon & Schuster Inc dari CBS Corp.

Dalam persidangan, pihak penuntut tidak meminta adanya ganti rugi secara materiil. Namun, mereka meyakini bahwa Apple telah melanggar undang-undang antitrust.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Apple sendiri belum memberikan konfirmasi. apapun Sementara, pihak yang merasa dirugikan, Amazon, juga seakan enggan untuk ikut campur dalam masalah ini.


Merdeka
0

Jurnalis Media Online Hati-hatilah! Google Tak Bisa Hapus Berita Bermasalah


Google tak bisa hapus berita bermasalah
JAKARTA  - Keliru menulis berita dan dikomplain narasumber? Solusinya tentu Anda harus buru-buru meralat atau mengoreksi berita yang Anda bikin.

Tapi bagaimana kalau berita bermasalah itu sudah terlanjur masuk search engine-nya (mesin pencari data) Yahoo atau Google? Tentu yang terjadi adalah, Anda hanya bisa mengoreksi berita pada domain situs berita tempat Anda bekerja.

Sementara yang sudah masuk Yahoo atau Google tak bisa dikoreksi. Artinya, ribuan pembaca nun jauh di sana tetap bisa mengakses berita yang salah akurasi, atau salah mengutip narasumber, dan dikomplain pihak tertentu.

Nah, siapa yang bertanggungjawab dengan berita bermasalah yang terlanjur masuk Yahoo, Google atau mesin pencari data lainnya itu?

Inilah bahasan yang tak terpecahkan dalam diskusi tentang media online bertajuk, "Pertumbuhan Pengakses, Bisnis dan Problem Etika" yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersama Ford Foundation di Hotel Morrissey Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Pihak Google Indonesia yang hadir dalam diskusi mengakui, betapa sulitnya menghapus berita bermasalah dari situs berita lain yang masuk ke Google. "Karena kami hanya bisa filtering berita, tapi bukan soal menyensor. Jadi sangat sulit bagi kami menghapus (berita bermasalah)," kata Shinto Nugroho, Kepala Kebijakan Publik Google Indonesia, salah satu pembicara.

"Karena yang dilakukan Google itu hanya agregasi berita, bukan menyensor," tutur Shinto. Lantas siapa bertanggungjawab dengan berita bermasalah yang secara 'abadi' terekam mesin pencari data itu?
Heru J Margianto, peneliti media online dari AJI Indonesia menuturkan, kewajiban mengoreksi berita yang bermasalah itu bagi jurnalis atau editor hanya sebatas pada domain media di mana mereka memproduksi dan menayangkan berita tersebut.

"Setelah dikoreksi beritanya di media dia bekerja, sudah. Di luar itu, memang belum jelas regulasinya, siapa yang bertanggungjawab," kata Heru Margianto.

Karena itu, perlu disusun regulasi yang jelas mengenai permasalahan spesifik ini. Heru menyebut beberapa contoh jatuhnya korban dari pihak obyek berita, akibat berita bermasalah yang tidak bisa dikoreksi di mesin pencari data Google.

Heru bertutur adanya kisah seorang pemuda yang dulunya berprofesi gigolo dan penjual VCD porno. Setelah tobat dan menjauh dari dunia itu, ia protes kisah-kisah lamanya itu masih 'tayang' secara 'abadi' di mesin pencari data Google.

Padahal di situs asal muasal berita itu sudah sejak lama dikoreksi.
"Nah, masalah seperti ini akan terus berulang dan belum jelas siapa yang bertanggungjawab," tutur Heru. Peneliti yang juga masih berkarir sebagai jurnalis di sebuah media online ini tentu tidak bermaksud menyalahkan Google, karena tidak dalam kapasitas memproduksi berita.

"Saya kira memang harus ada tata kelola, harus ada SOP (Standar Operating Procedure) mengenai problem ini," timpal Sammy Pangerapan, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia yang juga jadi pembicara dalam diskusi itu.

Sammy malah balik bertanya, kalau di situs video Youtube saja bisa dilaporkan kepada pengelola munculnya rekaman-rekaman bermasalah yang kemudian bisa dihapus oleh Youtube, mengapa hal yang sama sulit bagi Google?

"Seperti film 'Innocence of Muslims" itu kan dihapus oleh pengelola Youtube setelah dikomplain banyak orang," tuturnya.

Jurnalisme Dangkal dan Kelas Dua
Sementara Nezar Patria, Managing Editor Vivanews.co.id, menyebutkan, tuntutan kecepatan penyajian berita di media online harusnya tidak bisa dijadikan pembenaran terjadinya kesalahan fatal yang berujung komplain.

Sebab, tuntutan kecepatan sebenarnya juga terjadi di media TV dan radio. "Justru media online itu masih ada jeda produksi. Harusnya bisa lebih hati-hati. Sementara teman-teman di radio dan TV itu terkadang menyajikan berita tidak ada jedanya. Wawancara live, langsung ditayangkan. Risiko keliru juga tidak kalah besar," kata Nezar.

Yang dia sesalkan, tuntutan mengejar tingginya traffif pembaca akhirnya membuat berita-berita di media online dangkal. "Muncul citra bahwa jurnalisme online di Indonesia itu dangkal dan kelas dua," kata Nezar.
Aktifis gerakan reformasi '98 ini merujuk pada trend berita online di negara-negara benua Eropa dan Amerika yang tidak selalu beradu cepat sehingga mengorbankan akurasi dan kelengkapan berita.

"Contohnya Huffington Post, itu dulunya cuma blog, tapi karena dikelola menjadi media online yang akurasi datanya bagus, sekarang banyak jadi rujukan," ujarnya.


Tribunnews
0

Ingin ke Mars? Menikahlah

Menikah di planet Mars
Planet Mars

Beranjangsana ke luar angkasa benar-benar bukan lagi sebuah mimpi manusia, melainkan misi di depan mata yang sebentar lagi akan terwujud.

Sebuah perusahaan swasta, The Insipiration Mars, secara resmi menyatakan pengiriman manusia ke Mars pada Januari 2018.

Waktu tersebut dianggap tepat, karena Bumi dan Mars berada pada posisi terdekatnya dalam siklus 15 tahunan.

"Kita sudah lama tidak mengirim manusia melewati Bulan selama 40 tahun. Sudah waktunya kita mengakhiri rentang waktu itu," ujar miliuner Dennis Tito, turis pertama ke luar angkasa, dalam jumpa pers, Rabu (27/2/2013).

Menurut Tito, ini adalah waktu bagi manusia untuk menyamai perkembangan teknologi yang sudah menyentuh Mars.

Teknologi yang dimaksud tidak lain adalah Teleskop Hubble dan si robot serba bisa, Curiosity. Namun, syarat yang diajukan untuk menjadi manusia perdana ke Mars cukup berat.

The Insipiration Mars mensyaratkan, calon astronotnya harus lah sepasang pria dan wanita, berusia di awal atau pertengahan 50-an, lebih disukai pasangan menikah.

Keduanya harus lah petualang, mau menghabiskan waktu bersama, dan bersedia berbagi pengalaman perjalanan selama 501 hari di kapsul seluas 0,93 kubik meter.

Peringatan utamanya adalah terpapar risiko yang tidak diketahui sebelumnya. Kesehatan jangka panjang juga bisa dikompromikan. Tapi, jika semua lancar, maka keduanya tercatat dalam sejarah sebagai manusia perdana di Mars. Karena lamanya perjalanan ini, maka lebih disukai pasangan yang sudah menikah.

"Dalam kondisi perjalanan ke Mars, Anda harus punya kolega yang juga pasangan. Sebab, jika tidak, tekanan kondisinya jadi terlalu berat," jelas Taber MacCallum, Chief Technical Officer dari The Inspiration Mars. (*)


tribunnews
0

Minggu, komet Pan-STARRS dapat dilihat dari Indonesia

Komet Pan-STARRS
Orang-orang yang hidup di belahan bumi utara akan mendapatkan sajian menarik di angkasa hari ini (08/03). Ada kemungkinan, masyarakat Indonesia juga dapat melihatnya pada hari Minggu (10/03) besok.

Sejak ditemukan pada bulan Juni 2011 lalu, akhirnya komet yang dinamakan Pan-STARRS atau C/2011 L4 dapat dilihat dengan mata telanjang di belahan bumi utara.

Seperti dilansir National Geographic (07/03), 2 tahun lalu, Pan-STARRS masih terlihat di lintasan orbit antara Jupiter dan Saturnus, namun beberapa minggu kemarin, arah laju komet satu ini semakin mendekati bumi.

Para peneliti mengatakan bahwa tidak ada yang perlu ditakuti, karena Pan-STARRS tidak akan menabrak bumi walaupun jaraknya hanya sekitar 147 juta kilometer dari planet ini.

Sayangnya, Indonesia bukanlah negara yang tepat untuk melihat melintasnya komet yang memiliki cahaya terang ini ketika benda langit itu berada di titik ekuator.

Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara kemungkinan baru dapat menikmati pemandangannya ketika Pan-STARRS mencapai titik perihelion atau garis lintas yang menuju matahari sekitar tanggal 10 Maret nanti.


Merdeka
0

Apple persilakan user iTunes untuk jualan konten milik mereka


Apple Itunes
Apabila di tahun-tahun lalu, konten di account iTunes hanya boleh dimiliki dan digunakan oleh seorang saja, kini Apple persilakan pemiliknya untuk pinjamkan atau jual konten tersebut ke orang lain.

Seperti yang dilansir oleh Tech Spot (07/03), sistem baru sedang digulirkan Apple untuk lebih mengembangkan fungsi dari setiap account iTunes.

Dalam hal ini, Apple persilakan pemilik account untuk menjual atau menyewakan konten yang mereka miliki di iTunes kepada pihak lain. Contohnya, sebuah film yang sudah ditonton dan sayang untuk dibuang, maka film tersebut dapat dijual ke orang lain.

Setelah transaksi berhasil, maka pemilik konten lama, tidak akan mempunyai hak untuk mendapatkan kembali konten tersebut. Sistem ini mengadopsi sistem perdagangan yang terjadi di dunia nyata.

Namun, sebelum Apple menggulirkan sistem ini, Amazon juga telah terlebih dahulu menggunakan cara seperti itu. Agar tidak mendapatkan permasalahan di kemudian hari, akhirnya Apple mendaftarkan proses jual-beli konten tersebut kepada U.S Patent and Trademark Office.


Merdeka
0

Android adalah 'rumah' yang nyaman bagi malware


Rumah favorit MAlware adalah android
Apabila menurut Appthority, aplikasi gratis untuk iOS rentan terhadap serangan, menurut F-Secure, Android adalah 'rumah' bagi mayoritas malware untuk perangkat mobile.

Boleh saja, Android menjadi raja untuk urusan operating system di dunia mobile, namun seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon, maka semakin keras pula angin yang menerpanya.

Seperti dilansir Venture Beat (07/03), F-Secure melaporkan bahwa sekitar 79% perangkat Android sangat rentan terhadap serangan malware. Menjadi suatu yang cukup masuk akal karena dengan popularitasnya yang ada menjadikan banyak pencipta malware yang ingin 'melumpuhkan' operating system milik Google tersebut.
Malware Android

Sayangnya, F-Secure hanya menyebutkan persentasenya saja dan tidak mengatakan malware jenis apa saja serta dari mana asal virus-virus tersebut.

Dalam ini, urutan kedua diduduki oleh perangkat berbasis Symbian. Perangkat iOS seperti iPhone dan iPad justru menduduki peringkat ketiga.

So, seperti saran-saran sebelumnya, kenali dahulu aplikasi yang akan diunduh dan diinstal ke dalam perangkat Android sekaligus meneliti track record dari pengembangnya. Jangan sembarangan mengunduh aplikasi apabila tidak jelas asal-usulnya.


souirce: merdeka
0

Google Play rayakan ulang tahun pertamanya dengan bagi hadiah


google play berulang tahun
Apabila hari ini (08/03) banyak wanita di seluruh dunia yang merayakan International Women's Day, 2 hari lalu, salah satu produk Google juga merayakan ulang tahun pertamanya.

Tanggal 06 Maret kemarin, Google Play genap berusia 1 tahun. Sejak pertama kali diluncurkan tahun lalu, perkembangan Google Play boleh dibilang sangat pesat.

Sampai sekarang, kurang lebih sudah ada sekitar 700 ribu aplikasi dan game di dalamnya. Tidak hanya itu saja, untuk lebih menekankan pada orisinalitas, pihak Google Play juga bekerja sama dengan perusahaan industri musik, studio film, penerbit sampai dengan televisi dan pengembang lokal.

Seperti yang dituliskan dalam blog resminya, Googlebolg.blogspot.com, tim Google Play tidak mengadakan pesta perayaan ulang tahun yang meriah.

Pihak Google Play mengganti perayaan ulang tahun pertamanya tersebut dengan memberikan hadiah menarik bagi pengunjung serta penggunanya. Bagi yang ingin mengetahui seperti apa hadiah tersebut, silakan mengakses laman khusus yang telah disediakan.

[das]