Showing posts with label Migas. Show all posts
Showing posts with label Migas. Show all posts
0

Bos Pertamina Beberkan Kegagalan Akuisisi Blok Migas Venezuela


Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Galaila Karen Agustiawan akhirnya angkat bicara mengenai gagalnya rencana perseroan mengakuisisi blok migas di Venezuela. Selama ini Karen memilih tidak bicara terlebih dahulu soal kegagalan itu untuk menjaga kepercayaan dunia Internasional.

"Tidak benar Pertamina itu bungkam. Kita sudah tanda tangan 5 SPA dan kita harus hormati karena ada legal implikasinya. Nantinya Pertamina bisa tidak dipercaya untuk mengakuisisi perusahaan lain. Jadi nanti mereka bilang Pertamina ember, padahal Pertamina bukan ember," ucap Karen dalam konfrensi pers di kantornya, Jakarta (27/2).

Karen menegaskan sudah menandatangani 5 SPA. Namun dia masih merahasiakan negara mana saja yang sudah ditandatanganinya. "Kami menunggu persetujuan negara setempat, sabar dulu," ucap Dahlan.

Karen sedikit menjelaskan, dalam akuisisi blok migas di negara lain, setelah menandatangani SPA belum bisa dipastikan Pertamina bisa masuk. Sebab harus menunggu persetujuan pemegang saham dan persetujuan negara tersebut. Oleh karena itu Pertamina tidak mau mengumbar terlebih dahulu sebelum ada kepastian.

"Setelah ada SPA, ada dua hal lagi yaitu persetujuan pemegang saham dan negara yang ingin kita masuk. Walaupun kita sudah SPA belum tentu kita bisa masuk. SPA yang lain 4 kami masih menunggu negara dan pemerintah setempat," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan akhirnya buka suara mengenai kegagalan Pertamina untuk membeli saham salah satu anak perusahaan asal Amerika Serikat di Venezuela. Dahlan mengaku biaya yang dibutuhkan untuk mengakuisisi aset tersebut tidak layak.

"Pemerintah dalam pengertian pemegang saham, dalam pengertian BUMN, akhirnya tidak menyetujui itu (akuisisi aset di Venezuela), ternyata ada permintaan capex tambahan," ujar Dahlan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/31).

Dahlan mengaku, setelah menunggu lama, Pertamina akhirnya mendapatkan kepastian dari Venezuela perihal pembelian aset tersebut setelah menunggu lebih dari setengah tahun. Namun, pembelian aset tersebut membutuhkan anggaran tambahan sehingga menjadi tidak layak lagi bagi kondisi keuangan Pertamina.

"Semula biayanya katakanlah 400, dengan adanya permintaan tambahan itu menjadi dua kali lipat. Itu menjadi tidak feasible. Sehingga RUPS tidak menyetujui dan saya juga. Tapi kalau harganya sama dengan awal, ini akan jalan terus," jelas dia.(mdk/noe)


  Merdeka  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Pertamina belum berhasil akuisisi blok minyak di Irak

Jakarta | Sejak tahun lalu, Pertamina sudah berambisi mengakuisisi blok minyak yang berada di Irak. Namun, hingga saat ini pihak Irak belum memberi lampu hijau atas rencana tersebut.

"Irak kan memang dari dulu, itu kan goverment to goverment (g to g) dan kami harapkan bekerja sama dengan pihak perusahaan nasional Irak (NOC) tetapi juga tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan Total di sana," ujar Direktur Utama Pertamina Galaila Karen Agustiawan kepada wartawan di Gedung SKK Migas, Jakarta Senin (25/2).

Meski belum berhasil, Karen mengklaim pemerintah Irak memprioritaskan Pertamina untuk mengakuisisi lapangan minyaknya. Besaran share yang akan diakuisisi Pertamina berkisar 10-25 persen.

"Deputi Perdana Menteri Irak dateng ke sini bahwa siapapun yang divestasi, Pertamina mendapatkan prioritas pertama. Besarannya sekitar 10-25 persen," tegas dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan PT Pertamina Persero berencana mengambil alih salah satu perusahaan minyak di Irak pada akhir tahun ini. "Kita bisa ambil porsi 10-20 persen. Kalau 10 persen itu saja sudah berarti 120.000 barel yang kita peroleh," kata Dahlan.

Menurut Dahlan, rencana akuisisi ini dilakukan karena pemerintah Irak tidak ingin memberikan ladang minyak kepada Pertamina dengan begitu saja. Oleh sebab itu, Pertamina akan terjun langsung ke Irak dengan menggarap lapangan-lapangan minyak yang ada.(mdk/noe)


  Merdeka 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_ZZ2dLPaJbhuECW5QOC1eIsQ1G9IkmpOR-vblv8S5Rvc-3dIR3aRNkH8TA4lIYfSROZG7Vcy4HnT9HffBRb4kf7YOy8wAtX8sNKVJoNldeZ6HhzXnIxUWP0ixD13RhVzHwgNoIUs2Zns/s35/RI295.jpg
0

Tahun ini taksi Jabodetabek pakai BBG

Jakarta | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pengusaha transportasi umum jenis taksi untuk menerapkan program konversi bahan bakar minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG). Rencana tersebut mulai berjalan tahun ini sehingga dapat menekan laju konsumsi BBM subsidi sebanyak 46,01 juta kiloliter (kl).

"Menggerakkan swasta kami sudah berhasil, taksi-taksi nanti akan menggunakan gas," ujar Jero dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/2).

Untuk mempermudah pengemudi taksi mengisi bahan bakar, pihaknya akan membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di pool taksi tersebut. Sehingga nantinya para pengemudi Taksi tersebut tidak terkendala dengan pasokan gas yang dijadikan bahan bakar. "SPBG-nya akan di poolnya jadi taksi itu ngisi dirumahnya sendiri, sehingga dengan mudah mengisinya," jelas dia.

Namun, lanjut Jero, pihaknya banyak menjumpai kendala dalam melaksanakan program yang pelaksanaannya ditargetkan pada 2012 lalu sehingga saat ini program tersebut belum juga berjalan. Jero mengungkapkan kendala pelaksanaan konversi BBM ke BBG di antaranya adalah anggarannya tidak kunjung keluar, infrastruktur yang belum memadai, pasokan gas yang belum jelas, dan pembebasan lahan untuk SPBG yang sulit. "Konversi kendalanya terlalu banyak, infrastrukturnya belum jadi, pembebasannya belum tuntas," pungkas dia. (mdk/rin)

   Merdeka  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Pembangunan Pipa Gas Aceh-Belawan Selesai 2014

JAKARTA   Anak perusahaan PT. Pertamina (Persero), yaitu Pertamina Gas (Pertagas) menargetkan penyelesaian pembangunan pipa gas shouth Lhoksukon Aceh sampai Belawan Sumatera Utara sepanjang 370 KM selesai di Desember 2014.

"Awalnya kita targetkan 2014 awal, namun karena berbagai hal ditargetkan kembali Desember 2014 selesai," ujar Direktur Utama Pertagas, Gunung Sardjono Hadi, di kantor Pertamina Pusat, Rabu (12/2/2013).

Gunung mengatakan, untuk membangun jalur pipa yang mengaliri gas untuk kebutuhan Medan, Pertamina harus menggelontorkan dana sebesar US$ 550 juta dengan 100% biaya langsung dari perseroan.

"Itu hanya pembangunan pipa, dan kompresor," tutur dia.

Lebih jauh ia mengatakan, dalam proyek tersebut, kapasitas gas yang mampu dialiri adalah sebesar 200 mmscfd dengan daya tekan dari kompresor adalah sebesar 400 psi.

"Izin juga sudah kita dapatkan dari Gubernur Aceh dan Sumut, pipa juga sudah ada pemenang, tinggal menunggu Final Investmen Decition dari bu Karen minggu ini sudah," ujarnya.

Gunung juga menegaskan, seluruh kontraktor dari proyek ini diambil dari perusahaan dalam negeri termasuk pengadaan pipa.

"Pipa dari Krakatau Steel, dan perusahaaan nasional lainnya," tuturnya. [mel]


  • Inilah  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Pertamina Siapkan Rp 15 Triliun untuk Bor 200 Sumur CBM

http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20101209135517229.jpgJAKARTA | PT Pertamina (persero) mengalokasikan dana US$ 1,5 miliar (Rp 15 triliun) untuk pengeboran 200 sumur eksplorasi gas metana batubara (coal bed methane/CBM) selama periode 2013 hingga 2017.

"Target produksi gas CBM Pertamina pada 2017 akan mencapai lebih dari 100 Juta Standar Metrik Kaki Kubik per Hari (Million Metric Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD)," kata Direktur Operasi Pertamina Hulu Energi Eddy Purnomo di Jakarta, Senin (11/02).

Eddy mengatakan, untuk ngebor satu sumur CBM memakan biaya berkisar US$ 8-9 juta. Namun, untuk melakukan proses tersebut tidak mudah.

Kendala eksplorasi CBM antara lain izin pembebasan lahan, lantaran daerah yang memiliki potensi berada di wilayah padat penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan sistem clustering, dimana satu cluster terdiri atas 10 sumur.

Pasar CBM, lanjut Eddy, akan diserap oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) sebagai bahan pembangkit energi listrik. Selain itu, dalam jangka panjang, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang serta beberapa perusahaan asing juga tertarik untuk membeli gas ini.

"Wilayah kerja migas Pertamina secara geologis tepat di atas potensi CBM dan shale gas yang akan menguntungkan secara bisnis," jelasnya.

Shale gas merupakan jenis gas yang berasal dari serpihan batu shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Di Indonesia jenis gas ini banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Papua.

Eddy menjelaskan, shale gas memiliki tingkat operasi yang agak rumit dan berbahaya karena bertekanan tinggi serta dibutuhkan modal operasional 20 kali dari CBM atau sekitar US$ 15-20 juta untuk satu sumur.

"Ada satu shale gas di Sumatera Utara yang tertunda penandatangannya karena BP Migas dibubarkan," jelas Eddy. (BeritaSatu/Rangga)


  • Investor  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Investasi Indonesia di Nigeria Mulai Mie Instan hingga Migas

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa
Jakarta Usai rapat internal terbatas hari ini, Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan investasi perusahaan Indonesia di Nigeria saat ini semakin pesat. Tercatat ada 17 perusahaan yang sudah mengembangkan bisnis ke negara Afrika tersebut. Beberapa di antaranya adalah perusahaan lain mie instan, farmasi, petrokimia, hingga minyak dan gas.

"Nigeria juga negara yang kaya akan minyak dan tentu concern kita salah satunya adalah minyak," kata Hatta Radjasa di kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat siang (8/2).

Untuk membalas kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Nigeria maka, pemimpin Nigeria juga akan mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat. Kedua negara diharapkan bisa melakukan kerjasama yang lebih erat khususnya dalam bidang ekonomi.

Nigeria merupakan salah satu negara yang paling berkembang secara ekonomi di benua Afrika dengan potensi migas yang patut diperhitungkan.

"Kita juga tentu ingin mengajak BUMN kita terutama farmasi dan obat-obatan. Ekspor kita yang harus ditingkatkan," lanjutnya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menambahkan, penduduk Nigeria saat ini sekitar 170 juta jiwa dan merupakan negara dengan penduduk terbesar di Afrika.

"Di sana marketnya banyak khususnya bidang farmasi, BUMN farmasi kita bisa kesana mengekspor segala macem," kata dia lagi.


  ● Berita Satu  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Cadangan Minyak Indonesia Paling Sedikit!

Jakarta   Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut cadangan minyak mentah Indonesia menempati urutan ke-29 dari 30 negara. Cadangan minyak mentah Indonesia hanya sebesar 3,6 miliar barel.

Menurut Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan cadangan minyak mentah Indonesia tertinggal jauh dari negara Venezuela yang di posisi pertama dengan cadangan sekira 400 miliar barel. Rudi menambahkan, saat ini negara yang paling banyak mempunyai cadangan minyak mentah termasuk Venezuela adalah negara timur tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE) mempunyai cadangan minyak sebesar 300 miliar barel.

"Lalu, Norwegia mempunyai cadangan minyak sebesar 10 miliar barel. Walaupun kecil cadangannya tetapi penduduk Norwegia hanya empat juta lebih kecil dibanding penduduk yang ada di Jakarta. Namun, cadangan kita menang dari Inggris yang hanya tiga miliar barel," ungkap Rudi, di Jakarta, Jumat (1/2/2013).

Sebelumnya, SKK Migas menyatakan cadangan minyak Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada 2012, rasio cadangan minyak terhadap produksi (reverse replacement ratio/RRR) hanya 52 persen dari total produksi. Padahal tahun sebelumnya, rasionya mencapai 82 persen.

Cadangan terbukti pada awal 2012  mencapai 3,742 miliar metric barel oil (MMBO) sehingga di Januari ini, perkiraan cadangan turun jadi 3,6 MMBO. Sementara produksinya pada 2012 sebesar 314 MMBO.

"Parahnya, cadangan minyak Indonesia masih kalah dari negara Malaysia yang mempunyai cadangan minyak mencapai delapan miliar barel," pungkasnya.(gnm)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Negara lain takut 'kehilangan' gas dari Indonesia

Jakarta Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan energi dunia terus meningkat. Di berbagai pertemuan internasional, Indonesia selalu menyuarakan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai pengganti energi fosil.

"Saya katakan Indonesia tidak setuju dengan pemenuhan energi dunia melalui minyak. Kalau negara-negara penghasil minyak mengatakan begitu silakan, tetapi harus ditemukan teknologi yang mampu mengurangi gas karbondioksida (CO2)," ujar Menteri ESDM Jero Wacik dalam rapat kerja dengan DEN di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta Selasa (29/1).

Jero menceritakan, beberapa waktu lalu dia melakukan pertemuan dengan menteri energi dari beberapa negara untuk membahas kebutuhan energi. Keinginan Indonesia menjadikan EBT sebagai pengganti energi fosil membuat beberapa negara pengimpor gas panik dan khawatir tidak dipasok gas lagi dari Indonesia.

"Yang dipermasalahkan oleh mereka adalah Indonesia akan menutup keran ekspor untuk gas maupun batubara," tegasnya.

Dari kondisi itu, Jero mengajak beberapa investor asing untuk melakukan investasi EBT di Indonesia agar sama-sama tidak ketergantungan terhadap energi fosil.

"Kau punya teknologi, punya uang, investasi lah di sini sehingga kita punya EBT dan bisa berbagi kita," katanya.(mdk/noe)


Merdeka
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Ini Dia Objek Vital Nasional di Sektor Migas 2013

http://m.itoday.co.id/timthumb.php?src=http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/20120327_022923_kilang2.jpg&h=auto&w=140&a=tlJakarta Dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 3407/2012. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 241 fasilitas minyak dan gas (migas) sebagai objek vital nasional (obvitnas) di sektor ESDM, seperti dikutip situs Kementerian ESDM, Senin (7/1).

Untuk subsektor migas, fasilitas yang termasuk obvitnas di antaranya adalah fasilitas Blok B Offshore dan Onshore di Aceh yang dikelola ExxonMobil Oil Indonesia, Inc, Fasilitas Blok Corridor di Jambi dan Sumater Selatan yang dikelola ConocoPhilips (Grisikk) Ltd, Fasilitas Blok Offshore North West Java serta Onshore Receiving Facility di Laut Jawa, Jawa Barat, dikelola PHE ONWJ dan area Cepu di Jawa Tengah yang dikelola PT Pertamina EP.

Selain itu, fasilitas Blok Pangkah di Laut Jawa dan Gresik, Jawa Timur, dikelola oleh Hess (Indonesia- Pangkah) Ltd, fasilitas Blok East Kalimantan termasuk fasilitas Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Chevron Indonesia Company.

Juga termasuk fasilitas Blok Mahakam dan Tengah Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Total E&P Indonesie, fasilitas Lapangan dan Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni.

Untuk Obvitnas di Papua Barat, adalah fasilitas yang dikelola BP Berau Ltd dan fasilitas Blok Kepala Burung di Sorong, Papua, dikelola PetroChina Internasional (Bermuda) Ltd.

Sedangkan fasilitas kegiatan hilir migas yang termasuk obvitnas, antara lain Kilang LNG Arun di Aceh yang dikelola PT Arun NGL, Depot LPG Pangkalan Brandan di Sumatera Utara, dikelola PT Pertamina. Unit Bisnis Strategik 3 (SBU-3) Medan, Batam dan Pekan Baru di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau yang dikelola PT PGN,

Selain itu masih ada Kilang Pengolahan LPG Prabumulih di Sumatera Selatan yang dikelola PT Titis Sampurna. Pipa transmisi gas alam Grissik, Pagardewa-Lampung-Banten-Bekasi yang dikelola PT PGN dan fasilitas penyimpanan AKR Lampung yang dikelola PT AKR Corporindo, Tbk.

Fasilitas lainnya adalah, Regasing Fasilities Unit di Lepas Pantai Tanjung Priok Jakarta yang dikelola PT Nusantara Regas, Depo Pengisian Pesawat Udara Soekarno Hatta yang dikelola PT Pertamina (Persero), Kilang LNG Badak Bontang yang dikelola PT Badak NGL. Ada Kilang Methanol Bunyu di Kalimantan Timur yang dikelola PT Pertamina (Persero). Instalasi Biak di Biak, Papua, dikelola PT Pertamina (Persero) dan Jober Timika yang dikelola PT Pertamina (Persero).*


itoday
0

Pertamina Temukan Sumur Baru di Sangatta

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQTj5y_Ajl7xqEI-1TokmBFhmrkonkZhF225nRBOwa6z_FMIw-sAMk65TCkngJakarta | PT Pertamina EP kembali menemukan sumur eksplorasi minyak dan gas (migas) baru, yakni sumur eksplorasi Tapah-1 di Sangatta, Kalimantan Timur.

Sumur ini menghasilkan minyak menembus angka 1.000 barel minyak per hari (BOPD) dan gas 1 standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan keberhasilan pembuktian cadangan minyak di kompartemen sebelah timur lapangan Sangatta ini diharapkan menjadi momen kebangkitan untuk peningkatan produksi di lapangan Sangatta.

"Hasil uji kandungan lapisan ke-6 dari lapisan batupasir formasi Lower Balikpapan pada kedalaman 1551-1554 m didapatkan laju alir minyak sebesar 1.017 BOPD, dan laju alir gas 1 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD)," ujar Agus dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Minggu (30/12).

Agus menjelaskan sebelumnya pada awal 2012 Pertamina telah ditemukan cadangan minyak di area Sangatta dari sumur eksplorasi Salmon Biru-1 yang terletak 2 km disebelah barat Lapangan Sangatta. Dari sumur tersebut, didapat minyak total 50 barel dan laju alir gas 0.08 MMSCFD. Menurutnya, kegiatan eksplorasi di Salmon Biru berdampak pada temuan di sumur Tapah -1.

"Kegiatan eksplorasi Salmon Biru menerapkan konsep eksplorasi baru pada batupasir formasi Pulubalang yang terbukti menghasilkan hidrokarbon di Lapangan Sangatta," kata dia.

Lebih jauh Agus menjelaskan, kegiatan eksplorasi yang dilakukan tahun 2012 tidak hanya pemboran tetapi juga Survei Seismik 2D West Sangatta (41 Km), 2D North Sangatta (52 Km) ,dan 3D Sturisoma (157 Km2) yang nantinya di harapkan dapat menelurkan prospek-prospek siap bor yang dapat dieksekusi dalam 2 tahun ke depan.

Adapun pada tahun 2013, Pertamina EP pada tahun 2013 menargetkan melakukan pemboran sebanyak 28 sumur dengan target survey seismic 2D eksplorasi adalah sebanyak 817 km serta Survey Seismik 3D adalah 1.488 km2. "Jumlah studi yang akan dilaksanakan pada tahun 2013 adalah 6 studi," ujar Agus.

Ditambahkannya, target produksi minyak Pertamina EP pada tahun 2013 sekitar 137 ribu barel per hari dan gas sekitar 1.160 MMSCFD dengan estimasi Anggaran Biaya Investasi pada tahun 2013 sekitar Rp 10,3 Triliun. "Estimasi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan prognosa ABI tahun 2012 sebesar Rp.7,2 Triliun," tukasnya. (Aim/OL-3)


Micom
0

Awali Pergantian Tahun, Pertamax Naik Rp 200/liter

pertamaxJakarta ¤ Mengawali pergantian tahun, Pertamina menaikkan harga jual Pertamax Rp 200 per liter.

“Memang pada 1 Januari 2013 harga Pertamax naik,” kata Vice President Komunikasi Korporat Pertamina, Ali Mundakir, saat dikonfirmasi Sabtu (29/12).

Harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang semula Rp 9.100 naik menjadi Rp 9.300/liter.

Sedangkan harga jual Pertamax plus masih bertahan di posisi Rp 9.900/liter.

Ia mengaku kenaikan harga Pertamax ini, seiring harga pasar minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah di penghujung tahun.

Saat ditanya kemungkinan turunnya penjualan terkait naiknya BBM non subsidi ini, ia optimis penjualan Pertamax tidak akan menurun.

“Tidak berpengaruh, karena Pertamax punya segmen pasar tersendiri,” terang Ali Mundakir.(setiawan)


¤ Poskota
0

Pertamina Temukan Cadangan Migas di Langkat

Langkat PT Pertamina menemukan cadangan minyak dan gas di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, yang mencapai 13,2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan kondesat 857,5 BCPD dengan kedalaman 3.150 MD. 

Itu dikatakan Manajer Hubungan Masyarakat Pertamina Agus Amperianto di Dusun VII Desa Tanjung Jati Kecamatan Binjai, Kamis (27/12). 

Disampaikannya bahwa pengeboran sumur eksplorasi Benggala (BGL) 1 sangat membanggakan. Dari hasil uji produksi pada sumur BGL 1 diperoleh kandungan migas dari gas bumi 13,2 juta standar kaki kubik per hari dan kondesat 857,5 BCPD. 

Secara terpisah Bupati Langkat Ngogesa Sitepu yang langsung meninjau sumur minyak temuan Pertamina tersebut menjelaskan rasa senangnya atas temuan kandungan minyak dan gas bumi itu. 

"Selaku pimpinan pemerintahan di Langkat, saya merasa senang dan siap mendukung proses eksplorasi ini," ungkapnya. 

Ngogesa juga berharap tim dari Pertamina tetap menjaga kestabilan alam dalam proses eksploitasi tersebut. 

Kedatangan bupati untuk meninjau sejauh mana eksplorasi yang telah dilakukan tim Pertamina sekaligus berharap tim dapat memberikan laporan terhadap hasil pelaksanaan eksplorasi sampai saat ini. 

Dirinya berharap ke depan Pertamina EP dapat menemukan lagi sumur migas di lokasi lain wilayah Langkat. (Ant/OL-5)

0

Konversi BBM ke Gas Hadapi Kendala

ANTARA/Rosa Panggabean/wtJakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengakui menghadapi kendala teknis dan nonteknis dalam pelaksanaan program konversi bahan bakar minyak ke gas.

"Kami menghadapi kendala teknis dan nonteknis pada 2012. Misalnya kendala teknis konversi mobil perlu konverter kit yang harus diimpor, dan teknisnya masih sulit," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dalam konferensi pers kinerja satu tahun menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Rabu (26/12).

Ia mengatakan kendala teknis juga terkait penyiapan bengkel dan mempersiapkan sumber daya manusia dalam menjalankan kebijakan tersebut. Kendala itu menurut dia menyebabkan program itu hingga Oktober 2012 belum berhasil, sehingga anggarannya tidak bisa dimasukkan dalam multiyear.

Kendala nonteknis menurut Jero adalah terkait perijinan dalam pembukaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Dia mengatakan perijinan tidak bisa dilakukan secara cepat karena menyangkut lahan untuk SPBG tersebut. "Tahun depan akan kami terapkan model swasta, sehingga bengkel bisa menangani kendaraan berbahan bakar gas," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jero menjelaskan beberapa kinerja yang belum berhasil dicapai Kementerian ESDM, selain konversi BBM ke gas. Dia mengatakan pertama penghematan BBM subsidi sudah berhasil, namun belum terlalu besar dan akan ditingkatkan tahun 2013. Saat ini, kuota BBM Bersubsidi untuk tahun 2012 sebesar 44,04 juta KL telah jebol dan terpaksa harus menambah kuota BBM sebesar 1,23 juta KL.  "Saya mengakui bahwa sulit sekali masyarakat untuk menghemat BBM," katanya.

Kedua, menurut dia, penggunaan BBM nonsubsidi di kalangan pemerintah sudah berjalan namun masih ada yang membandel menggunakan BBM subsidi dan akan terus diberbaiki tahun depan.

Ketiga, pencurian dan penyelundupan BBM masih terus terjadi dengan berbagai macam modus operandi. Menurut dia selama ini Kementerian ESDM sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI AL untuk mencegah dan menindak tindakan tersebut.

"Mohon pengertian masyarakat karena sulit menangkap penyelundup, dan susah juga mengajak hidup hemat BBM. Namun tahun 2013 kami tetap optimistis," katanya.(Ant/OL-2)

0

RI Raup Rp 342 Triliun Dari Pengeboran Migas

http://m.itoday.co.id/timthumb.php?src=http://www.itoday.co.id/http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/YSC_409.jpg&h=auto&w=140&a=tlJakarta Tahun 2012 ini pemerintah yakin bakal meraup penerimaan US$ 36 miliar atau sekitar Rp 342 triliun dari kegiatan hulu migas. Target APBN-P 2012 sebesar US$ 33,48 miliar, meskipun produksi minyak turun.

Produksi minyak pada tahun ini juga berhasil dicapai sebesar 92,47 persen dari target APBN-P 2012 atau sebesar 860.000 barel minyak per hari dari target sebesar 930.000 barel minyak per hari, ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Rabu (26/12/2012).

Dikatakan Jero, target penerimaan negara hulu migas tahun depan adalah US$ 31,75 miliar, cost recovery US$ 15,5 miliar, sedangkan pendapatan bagian kontraktor migas adalah US$ 9,7 miliar.

Banyak kendala dalam pencapaian produksi minyak pada tahun ini disebabkan antara lain tidak kembalinya produksi Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebagai akibat pecahnya pipa anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (TGI) di lapangan Duri, Sumatera.

Selain itu, kata Jero, kendala pencapaian produksi minyak juga karena tertundanya keputusan operator baru di blok West Madura Offshore (WMO). Namun kebakaran Floating Storage Offshore (FSO) Lentera Bangsa di lepas pantai Jawa juga menjadi kendala produksi minyak pada tahun lalu.

Asumsi volume lifting minyak tahun depan ditetapkan sebesar 900.000 barel minyak per hari dan asumsi produksi gas sebesar 7.890 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).

"Kami optimistis dapat mencapai target produksi minyak dan gas yang ditetapkan pada tahun depan, kami akan bekerja keras untuk mencapai target tersebut," kata Jero.


0

BPH Migas Setuju Ahok Hapus BBM Premium di Jakarta

Setiap tahun warga DKI Jakarta nikmati subsidi BBM Rp 15 triliun.

Jakarta Rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Premium, di Jakarta didukung oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

"Itu kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng kepada VIVAnews beberapa waktu lalu.

Menurut Andy, BPH Migas selalu mendukung inisiatif pemeritah daerah yang akan mengurangi volume BBM bersubsidi di masing-masing daerahnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komite BPH Migas, Fahmi Harsandono Matori. "Apapun itu jika tujuannya penghematan BBM bersubsidi dan meringankan beban APBN, kami setuju," katanya kepada VIVAnews.


Fahmi menjelaskan alokasi BBM bersubsidi untuk DKI Jakarta adalah 3 juta kiloliter yang terdiri dari 2,2 juta kiloliter Premium dan 800 ribu kiloliter solar. Nilai subsidi BBM yang harus dibayar oleh negara kepada warga DKI Jakarta mencapai Rp 15 triliun per tahun.

"Lebih dari Rp 1 triliun per bulan atau lebih dari Rp 30 miliar per hari. Ini bukan jumlah kecil, dan bisa dialokasikan untuk mengembangkan sarana publik seperti pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) tanpa ada pinjaman dari luar negeri," katanya.

0

Ditemukan Cadangan Minyak di Binjai

http://statik.tempo.co/data/2010/11/23/id_54598/54598_275.jpgJakarta - Setelah tujuh tahun tanpa kegiatan eksplorasi, PT Pertamina EP menemukan kembali cadangan minyak dan gas bumi dari wilayah Binjai, Sumatera Utara dan Prabumulih, Sumatera Selatan. Dari sumur Benggala (BGL-1) di Binjai, dalam uji produksi pada didapatkan 13,2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan kondensat sebesar 857,5 BCPD.

Manajer Humas Pertamina EP, Agus Amperianto, mengatakan, eksplorasi ini adalah salah satu upaya untuk mengaktifkan Blok Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Selama tujuh tahun terakhir tidak ada kegiatan eksplorasi di blok tersebut.

"Penemuan minyak dan gas di Formasi Tampur, Parapat, dan Belumai diharapkan menjadi trigger untuk melakukan evaluasi yang lebih intesif dalam mencari potensi dan peluang eksplorasi hidrokarbon serupa di area Sumatera Utara," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 25 Desember 2012.

Sedangkan uji produksi di sumur Hibiscus Selatan (HBS-1), Sumatera Selatan menghasilkan minyak sebesar 111,9 barel per hari dan gas 0,2 MMSCFD. Agus mengatakan, dengan dukungan data seismik di area tersebut, Pertamina EP optimistis melanjutkan eksplorasi intra field di Sumatera Selatan.

Pada 2012, Pertamina EP mengebor 22 sumur eksplorasi dan delapan sumur operasi pengeboran. Pada 2013, Pertamina EP merencanakan untuk mengebor 28 sumur eksplorasi.


 
0

Penggunaan Komponen Lokal di Sektor Migas Lampaui Target

Jakarta Hingga November 2012 nilai komitmen pengadaan barang dan jasa di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$ 13,74 miliar. Dari jumlah tersebut, nilai tingkat kandungan dalam negeri (TDKN) sebesar US$ 8,5 miliar atau 63%.

Deputi Umum, Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKMIGAS), Gerhard M. Rumeser menjelaskan pencapaian ini meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2011, komitmen pengadaan barang dan jasa sebesar US$ 11,81 miliar dengan TKDN sebesar 61%. Meski begitu, ia menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan TKDN tiap tahunnya.


"Penggunaan komponen dalam negeri untuk pengadaan jasa mencapai US$ 7,06 miliar, sedangkan untuk pengadaan barang sebesar US$ 1,53 miliar. Kami terus berkomitmen meningkatkan TKDN setiap tahunnya,” ujar Gerhard seperti dikutip dari siaran pers yang diterima
Media Indonesia, Selasa (25/12).

Untuk lebih meningkatkan TKDN, telah menetapkan aturan pengadaan barang dan jasa yang hanya boleh dilakukan oleh perusahaan nasional, atau perusahaan asing yang bermitra dengan penyedia nasional. "Peraturan ini terbukti efektif memagari kepentingan nasional," kata dia.


Paralel dengan itu, SK MIGAS akan terus mendorong keterlibatan badan usaha milik Negara (BUMN). Hal ini terbutkti dari nilai pengadaan barang dan jasa melalui BUMN juga terus meningkat. Hingga November 2012 nilai pengadaan mencapai US$ 1,69 miliar atau naik lebih dari 2 kali lipat dari nilai tahun sebelumnya yang sebesar US$ 630 juta.


Ditambahkan Gerhard, sejak 2008 industri hulu migas diwajibkan untuk menggunakan jasa perbankan nasional dalam transaksi pengadaan barang dan jasa. Sejak kebijakan tersebut diberlakukan, nilai transaksi pembayaran pengadaan melalui perbankan nasional terus meningkat setiap tahunnya.


Jika pada tahun 2009, tercatat transaksi hanya sebesar US$ 3,97 miliar. HIngga November 2012, meningkat pesat mencapai US$ 7,21 miliar. Secara total, mulai 2009 hingga November 2012, perbankan nasional sudah menangani transaksi pengadaan hulu migas sebesar US$ 22,15 miliar atau sekitar Rp 220 triliun.


Gerhard melanjutkan pemanfaatan perbankan nasional juga dilakukan melalui kewajiban kontraktor menyimpan dana cadangan untuk pemulihan kondisi lapangan setelah operasi (dana Abandonment and Site Restoration/ASR).


Penambahan dana ASR yang disimpan di Bank BUMN tahun 2012 mencapai US$ 69 juta, meningkat dibanding tahun 2011 yang sebesar US$ 65 juta. Secara total, dana yang disimpan di perbankan nasional per 30 November 2012 mencapai US$ 301 juta. (Aim/X-13)

0

Pertamina akan Kembali Aktifkan Kilang di Irak

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Ilustrasi
Jakarta PT Pertamina (Persero) berencana melakukan ekspansi ke Irak. Untuk itu, Pertamina akan mengaktifkan kembali lapangan minyak yang dulu pernah ditutup di daerah Irak.

"Waktu mau ekspansi kita mikir, dulu kita sudah punya di Irak, kenapa enggak reaktifasi saja. Kita lihat Irak berkembang pesat setelah perang," ujar SVP Corporate Investment and Business Development Pertamina Gus Rizal, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (19/12/2012).

Akan tetapi, melakukan ekspansi ke Irak tidak semudah itu. Rizal melanjutkan, kendala pembangunan di Irak berada pada infrastruktur. Kendala itu membuat Pertamina tidak bisa booming walaupun Irak sedang dalam pembangunan.

"Jadi selain kita berusaha ke Venezuela, Aljazair, dan Angola, kita coba juga dekati pemerintah Irak. Maka kita ajak pemerintah bisa enggak berbicara dengan pemerintah Irak, mungkin apa enggak reaktifasi," ujar Rizal.

Rizal mengatakan, akan memulai secara government to government terlebih dahulu, walaupun nantinya akan tetap business to bussiness. Pertamina akan mencoba meminta kembali supaya bisa dikelola lagi.

Selain itu, Pertamina akan mengajak BUMN karya untuk membantu pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Pasalnya, Irak merupakan negara yang juga berpotensi tinggi untuk produksi minyak.

"Irak butuh bangun infrastruktur RS, listrik, jalan raya, air bersih, maka kita ajak BUMN karya jadi kita lapor menteri BUMN. Kementerian BUMN minta ajaklah itu Adhi Karya, Hutama Karya, Wijaya Karya, dan BUMN. Kalau ada potensi lain baru ajak Kadin," jelas dia.

Menurutnya, dalam beberapa waktu ke depan, Irak akan menghasilkan lebih dari minyak 10 juta barel per hari. Dengan tingginya produksi ini, Irak diyakini dapat menyaingi Saudi Arabia.

"Sekarang masih tiga juta dia terkendala abis perang hancur. Kita pernah diberikan konsesi dulu, maka kita ingin hidupkan lagi. Daripada harus keliling dunia padahal kita sudah punya, kenapa enggak dihidupkan lagi. Kita tinggalkan dulu, karena perang kan," tukasnya.(mrt)

0

Pertamina Akuisisi Blok di Algeria

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/pertamina-_110630122508-102.jpgJakarta � PT Pertamina (Persero) semakin gencar mengekspansi sejumlah blok migas di luar negeri. Tak tanggung-tanggung, kali ini, Pertamina juga membidik blok migas di Algeria, Afrika.

Pertamina mengaku telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi blok 405a lewat pengambilalihan anak usaha perusahaan asal AS Conoco Philips di negara tersebut. Pertamina masuk ke blok itu dengan membeli saham ConocoPhilips Algeria.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Ali Mundakir mengatakan blok 405a terdiri dari tiga lapangan minyak utama. "Yaitu Menzel Lejmat North, Ourhoud dan EMK," katanya, Rabu (19/12). 

Di lapangan Menzel Lejmat North Conoco Philips Algeria menguasai 65 persen hak partisipasi dan sekaligus bertindak selaku operator. Sementara itu di Ourhoud dan EMK, perusahaan ini memiliki hak partisipasi masing-masing sebesar 3,7 persen dan 16,9 persen.

Ia mengatakan saat ini kesepakatan masih terus dilakukan. Pertamina, ujar dia, masih harus menunggu hak membeli pertama (first right) oleh mitra Conoco Philips di blok tersebut dan tentunya restu dari pemerintah Aljazair.

"Untuk itu, diharapkan transaksi dapat dituntaskan semester pertama 2013," katanya. Di 2012 ini, Blok 405a memproduksi lebih dari 35 ribu barel minyak per hari dengan porsi untuk ConocoPhilips mencapai  23.000 barel per hari. 

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan optimis akuisisi ini bisa menambah produksi Pertamina secara signifikan. "Dari 23 ribu barel per hari saat ini akan menjadi sekitar 35 ribu barel per hari tahun depan," tegasnya.


● Republika
0

Ditemukan Cadangan Gas Baru di Mamuju

Mamuju  Bupati Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Ir. H. Agus Ambo Djiwa, menyampaikan, PT Tately NV yang melakukan pengeboran telah menemukan cadangan gas pada blok Budong-Budong.

"PT Tately yang melakukan pengeboran hingga kedalamam 3.000 meter di bawah perut bumi telah menemukan cadangan gas. Namun, saat itu dihentikan karena tekanan gas dari perut bumi sangat kencang," kata Agus Ambo Djiwa di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, PT Tateli kembali melakukan pengeboran kedua di Kecamatan Baras Kabupaten sekitar 50 kilometer dari kota Mamuju Utara dan hasilnya telah ada potensi cadangan gas.

"Berdasarkan keterangan pihak Tately menyimpulka ada potensi gas bernilai ekonomis. Kita harapkan, tetesan gas yang ditemukan ini dapat dikelola sehingga menjadi potensi penopang percepatan pembangunan di daerah kami," jelasnya.

Bupati meyakini, kandungan gas di daerahnya bisa dikelola dengan baik oleh perusahaan yang telah melakukan investasi besar-besaran di daerahnya.

"Kita berdoa saja, semoga tetesan migas itu benar-benar bisa berproduksi. Ini akan menjadi potensi unggulan untuk menopang bertambahnya sektor pendapatan daerah dan pendapatan negara," jelas Agus.

Ia menyampaikan, sekarang ini daerah Sulbar termasuk Mamuju Utara menjadi lahan sejumlah perusahaan asing untuk melakukan pengelolaan migas.

Selain PT Tately NV sejumlah perusahaan migas lainnya di Sulbar masih melakukan eksplorasi di antaranya PT Exon Mobil yang melakukan eksplorasi di block Suremana dan block Mandar serta PT Marathon Indonesia di block Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara serta Chonoco Philips juga sedang melakukan eksplorasi.

"PT Exon Mobil yang mengelola blok Suremana membubarkan diri karena tidak menemukan migas melainkan menemukan gunung merapi didasar laut, termasuk PT Marathon juga gagal," kata dia.