0

Presiden: Teknologi Solusi Sejahterakan Masyarakat

Yogyakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa penguasaan dan pemanfaatan teknologi merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

"Berkaitan dengan hal itu, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional 2010 diharapkan dapat mendorong hal itu," katanya dalam sambutan yang dibacakan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Radjasa di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia pada pembukaan Gelar TTG Tingkat Nasional 2010 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, kegiatan itu dapat mendorong inovasi dalam penguasaan teknologi untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Kegiatan bertema Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat itu sangat tepat dan relevan dengan upaya kita mendorong peran teknologi sebagai solusi meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi dapat mendukung transformasi nasional terutama dalam kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, menurut dia, juga dapat meningkatkan kemandirian daya saing bangsa dan memperkokoh fondasi pembangunan nasional.

"Gelar TTG Tingkat Nasional penting karena memiliki keunggulan kompetitif yang sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan, serta bermanfaat untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat," katanya.

Gelar TTG Tingkat Nasional 2010 yang berlangsung hingga 26 September 2010 itu diikuti 386 gerai pameran dari pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dunia usaha, dan perguruan tinggi yang menampilkan berbagai jenis teknologi tepat guna.

Berbagai jenis teknologi tepat guna yang dipamerkan antara lain mesin perontok padi, mesin pengupas kulit melinjo, mesin produksi pupuk granul, mesin pengupas kopi, dan mesin penggiling kopi.(ANT/S026)


• antaranews
0

Indonesia Raih Tiga Perak di Olimpiade Internasional Astronomi

TANGERANG--MI: Tim olimpiade astronomi dan astrofisika Indonesia mendulang sukses manis. Mereka berhasil membawa pulang tiga perak dan dua perunggu pada ajang Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika di China yang diikuti 20 negara.

Rombongan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/9) pagi. Tim Indonesia diwakili lima siswa SMS, masing-masing Raymond Djajalaksana dari SMA Ipeka Jakarta, Anas Maulidi Utama (SMA Negeri 5 Surabaya), dan Hans Triar Sutanto ( SMAK 2 Surabaya).

Dua lainnya adalah Ahmad Raditya Cahya (SMAN I Yogyakarta) dan Widya Ageng Setyo Tetuko (SMA Taruna Nusantara Magelang).

Ahmad Raditya, peraih perunggu, mengatakan kesulitan paling dasar dalam olimpiade adalah faktor waktu yang diberikan sangat singkat. Sementara tim yang paling tangguh adalah China dan Polandia. (Metrotvnews/OL-9)


• mediaindonesia
0

Tifatul Undang Pengusaha China ke Indonesia

Indonesia, kata Tifatul, membutuhkan investor untuk menyelesaikan "Indonesia Connecting."

VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring berkunjung ke China menghadiri seminar Indonesia-China Business Opportunity in IT & Communication Industry Meeting. Dalam pemaparan di seminar, Tifatul mengundang pengusaha-pengusaha China berinvestasi di Indonesia.

Tifatul mengatakan bahwa dalam pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, Indonesia masih membutuhkan investor dari luar untuk membantu penyelesaian proyek-proyek. Sekilas Menkominfo menggambarkan mengenai kepulauan Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau, penduduk 237 juta jiwa, rentangan lebih dari 5.400 kilometer dari barat ke timur, dan letak strategis antara Asia dan Australia.

Indonesia berusaha menyatukan semua keragaman itu dalam proyek "Indonesia Connecting." Saat ini, pengguna telepon seluler di Indonesia saat ini berjumlah 178 juta dan pengguna internet berkembang mencapai 45 juta. Dan ini masih kurang.

"Kami masih terus menuntaskan pembangunan proyek Palapa Ring, kabel fiber optik bawah laut, yang masih tersisa 20 persen lagi di wilayah Indonesia timur," kata Tifatul dalam acara bertempat di Hotel Shangri-La, Shanghai, Rabu 22 September 2010.

Indonesia, kata Tifatul, bertekad jaringan komunikasi ini akan diteruskan sampai ke tingkat Cyber City, bahkan Last Miles. "Kami ingin memperkecil digital divide, mengembangkan dunia penyiaran, telekomunikasi dan internet," kata mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu. "Kami ingin meningkatkan edukasi teknologi informasi dan komunikasi, aplikasinya di bidang pemerintahan, kesehatan, bisnis dan lain-lain."

Seminar ini dihadiri lebih dari 150 perserta yang bersal dari Kominfo, Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi China, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi Indonesia seperti Telkom, Telkomsel, Axis, MNC dan perusahaan-perusahaan China seperti China Telecom, China Mobile, China Unicom, Huawei, dan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam asosiasi industri perangkat komunikasi, radio dan televisi.

Dan usai seminar, beberapa pengusaha China mendapat kesempatan waktu untuk berkomunikasi langsung dengan Menkominfo. Mereka ingin dapatkan informasi peluang bisnis teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, serta berkenalan dengan pengusaha besar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia.(ywn)



• VIVAnews
0

KKIP segera Formulasikan Grand Strategy Industri Pertahanan

JAKARTA--MI: Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) akan memformulasikan koridor-koridor industri pertahanan ada awal Oktober nanti.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun industri pertahanan dari dalam negeri. Grand Strategy itu turut membahas anggaran pertahanan serta regulasi sistem koordinasi pertahanan dan keamanan maritim.

Demikian disampaikan pada konferensi pers KKIP usai kunjungan ke PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/9).

Sekretaris KKIP yang juga Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengemukakan pihaknya bersama kementerian terkait yang tergabung di dalam komite akan membangun grand strategy dan road map pada awal oktober nanti.

"Supaya tidak terpusat kepada TNI AL saja, tetapi sinergis," tuturnya.

Sekjen Kementerian Perindustrian Agus Tjahjana berharap pada masa mendatang, penyuplai bahan baku dalam negeri untuk Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL dapat dimaksimalisasikan. Dengan begitu, ketergantungan industri pertahanan terhadap supplier dari luar negeri dapat semakin berkurang sesuai target KKIP pada tahun 2024.

Sementara Deputi RIPTEK Kementerian Riset dan Teknologi Teguh Rahardjo menandaskan pihaknya siap mengakomodir keterlibatan perguruan tinggi dan tim-tim penelitan dan pengembangan (litbang) untuk mengatur grand design tersebut, termasuk penyediaan beasiswa, pelatihan, dan lain sebagainya.

Koordinasi untuk melindungi pertahanan dan keamanan maritim juga menjadi fokus utama di dalam kebijakan tersebut. Kepada para wartawan, Kemenhan mengaku kebijakan pertahanan dapat mendukung perekonomian dan sektor-sektor lainnya. Untuk itu, dibutuhkan patroli yang terkoordinasi baik untuk mendeteksi hal-hal yang ilegal.

Di sisi lain, Kemenhan mengakui pihaknya masih membutuhkan tambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pertahanan. Mereka pun memproyeksikan pada 2011 nanti, anggaran tersebut akan bertambah sekitar Rp10 triliun hingga Rp11 triliun. Hal ini guna memenuhi kebutuhan alutsista dan lain sebagainya. (*/OL-3)


• mediaindonesia
0

Pembangunan Kapal Perusak Rudal Libatkan 35 Desainer

Surabaya - Pembangunan kapal perang jenis perusak kawal rudal pesanan Kementerian Pertahanan di PT PAL Indonesia senilai Rp2,2 triliun melibatkan sedikitnya 35 desainer handal dan 435 tenaga produksi.

"Kami punya 64 desainer di PT PAL ini, sebanyak 35 desainer terpilih yang kami libatkan dalam pembangunan kapal PKR (perusak kawal rudal). Mereka akan didukung 443 tenaga produksi," kata Direktur Utama PT PAL Indonesia, Harsusanto, di Surabaya, Selasa.

Dari 35 desainer tersebut, tiga orang di antaranya telah dikirim ke Belanda untuk magang di mitra kerja Pal.

"Kebetulan mitra kami di Belanda sedang mengerjakan lima unit "fregat" pesanan Maroko," katanya.

Dalam merealisasikan pesanan Kemhan itu, pemerintah menunjuk perusahaan perkapalan asal Belanda, Demen Schelde Netherlands Shipyard (DSNS), sebagai mitra PAL.

Dengan mengirimkan tiga desainer itu, Harsusanto berharap ada transfer ilmu yang diperoleh sehingga ketergantungan terhadap negara asing dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) bisa diminimalisasi.
"Kami sudah memiliki kesepakatan dengan DSNS bahwa pembangunan kapal tersebut 40 persen kami yang menangani dan kami berharap dukungan industri strategis nasional sehingga komponen-komponen yang kami butuhkan tidak perlu kami dapatkan dari luar negeri," katanya.

Kesepakatan tersebut, lanjut dia, harus segera ditindaklanjuti oleh Kemhan sehingga kapal itu sudah bisa dioperasikan TNI AL pada Agustus 2014, dengan catatan kontrak efektif Kemhan dengan DSNS terealisasi pada awal November 2010.

DSNS berniat menginvestasikan dananya sekitar 220 juta dolar AS untuk membangun kapal PKR di PT PAL melalui sistem kredit ekspor. Pemerintah bersedia mengalokasikan dana sebesar 15 persen dari nilai investasi itu yang diambilkan dari APBN selama empat tahun anggaran.

"Kalau industri strategis nasional, seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Krakatau Steel, PT LEN, PT Inti, PT Texmaco, PT Maspion, dan PT Tadakara bisa memenuhi kebutuhan kami, maka dana kredit ekspor yang diberikan DSNS itu tidak akan kembali lagi ke luar negeri," katanya di depan Wakil Menham Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dan anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

Sigma 10514 : Light frigates yang diajukan oleh Damen dalam tender kapal PKR (image : Damen)

Missi operasi
Kapal PKR yang dirancang PT Pal dapat digunakan TNI-AL untuk menjalankan misi operasi, di antaranya peperangan elektronika, peperangan antiudara, peperangan antikapal selam, peperangan antikapal permukaan, dan bantuan tembakan kapal.

Panjang kapal itu 105 meter, lebar 14 meter, kedalaman 8,8 meter, dan kecepatan maksimum 30 knot dengan dilengkapi rudal SAM, SSM, dan rudal antikapal selam.
Kapal yang memiliki landasan helikopter hingga kapasitas 10 ton itu juga dilengkapi radar untuk mendeteksi kapal selam dan pesawat udara serta dipersenjatai meriam kaliber 76-100 mm dan kaliber 20-30 mm, peluncur rudal, dan senjata torpedo.

Meskipun bermitra dengan DSNS, Kemhan dan Pal memiliki hak menjual kapal sejenis ke negara-negara di Asia tanpa dibebani kewajiban membayar royalti.

Sementara itu, anggota KKIP, Teguh Rahardjo, menyatakan Kementerian Riset dan Teknologi siap membantu PAL di bidang pelatihan sumber daya manusia melalui pemberian bea siswa.

"Kami mendukung sepenuhnya peningkatan kualitas manajemen di PAL, kalau diberi kewenangan penuh karena untuk mendidik tenaga "engineering" itu sebenarnya tidak butuh waktu lama," kata Deputi Kemristek Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek itu.

Sekjen Kementerian Perindustrian, Agus Cahyono, yang juga anggota KKIP, mengingatkan PAL agar pandai bersiasat dalam transformasi teknologi dengan pihak asing, seperti DSNS itu.

"Ini namanya "ongkos bodoh". Kita punya modal sedikit, tapi harus pandai-pandai memanfaatkan kepandaian dan kelebihan orang lain," katanya.

Ia juga meminta PAL mewaspadai hal-hal sekecil apa pun terkait proyek kerja sama pembangunan kapal PKR dengan DSNS itu.

"Pengalaman kami di industri migas saat bekerja sama dengan pihak asing bisa jadi pelajaran, seperti halnya biaya parkir sampai urusan sandal jepit pun mereka bebankan pada kita," katanya.

Oleh sebab itu, KKIP meminta PAL fokus pada divisi yang memiliki kekuatan.

"Jangan sampai kehabisasn stamina di tengah jalan. untuk mengantisipasi ini kami akan memberikan "time saving" sehingga jika terjadi dinamika, proyek ini tetap jalan terus," kata Sjafrie Sjamsoeddin yang menjabat Sekretaris KKIP itu.

KKIP dibentuk melalui peraturan presiden dengan menunjuk Menhan sebagai ketua dan beberapa sekjen serta deputi sejumlah kementerian terkait sebagai anggota.*


• antaranews
0

Bakteri Indonesia Raih Penghargaan di Yunani

JAKARTA--MI: Seorang peneliti Indonesia Ingrid S Surono berhasil meraih penghargaan internasional di Yunani sebagai hasil penelitiannya tentang bakteri.

Perwakilan dari Indonesia itu melakukan presentasi lisan pada hari pertama mengenai probiotik asli Indonesia, yaitu bakteri baik Enterococcus faecium IS-27526, yang berasal dari dadih, makanan tradisional fermentasi susu kerbau dari Sumatra Barat.

Probiotik ini dapat meningkatkan respons kekebalan tubuh pada anak balita Indonesia. Ini sudah terbukti aman dikonsumsi melalui percobaan dengan hewan percobaan tikus dan mencit. Dilanjutkan pada anak balita kurang gizi di enam puskesmas di Tangerang, Sukabumi, dan Cianjur.

Enterococcus faecium di Eropa merupakan spesies bakteri probiotik yang tidak biasa dikonsumsi karena diragukan keamanannya. Nyatanya, Enterococcus faecium IS-27526 strain asli Indonesia telah terbukti aman.

Bakteri baik Indonesia meraih penghargaan di Yunani di acara XXXIII International Congress on Microbial Ecology in Health & Disease. Ingrid S Surono berasal dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Tropical Medicine (TROPMED) Regional Center for
Community Nutrition (RCCN) Universitas Indonesia.

Ingrid S Surono berhasil meraih penghargaan ketiga dengan judul presentasi Safety And Immunomodulatory Properties Of Enterococcus Faecium IS-27526 In Indonesian Young Children," ujar Pelaksana Fungsi Pensosbud Jani Sasanti dalam keterangannya, Sabtu (18/9).

Pada upacara penutupan, ditetapkan empat orang yang memberikan presentasi lisan terbaik, yaitu perwakilan dari Inggris, Italia, Indonesia, dan Iran. (Ant/OL-5)


• mediaindonesia
0

Banyak Peneliti Indonesia ke Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi X DPR (Bidang Pendidikan) dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh, mengaku sedih dengan informasi semakin banyaknya peneliti Indonesia yang "lari" ke Malaysia.

"Satu-satunya cara yang tercepat untuk mengatasi hal ini adalah anggaran penelitian harus ditingkatkan, beri kesejahteraan lebih kepada para peneliti ini," katanya di Jakarta, Sabtu (18/9/2010) malam.

Angelina Sondakh menilai aspek kesejahteraan merupakan faktor yang sangat memengaruhi eksistensi para peneliti itu sehingga akhirnya banyak di antara mereka yang lebih suka bekerja di luar negeri, terutama di Malaysia.

"Saya akan berjuang di Dewan untuk menaikkan anggaran penelitian yang tergerus dengan anggaran rutin, terutama di Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti)," tandasnya.

Mantan Puteri Indonesia ini mengatakan, keberadaan peneliti bagi Indonesia sangat penting karena merekalah SDM bermutu yang amat diharapkan mempercepat transformasi bangsa.

"Kan sedih sekali mendengar laporan, banyak riset tidak sampai selesai karena kekurangan atau ketiadaan biaya. Padahal, mestinya semua riset harus tuntas dan ada tindak lanjutnya untuk diadopsi bagi keperluan publik atau komersial. Sayang sekali jika hal semacam ini terus berulang," katanya lagi.

Angelina Sondakh lalu menambahkan, dia akan mengajak semua rekannya di Komisi X DPR dari lintas fraksi agar sama-sama memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para peneliti serta memperbanyak anggaran penelitian.


• KOMPAS
0

Energi Listrik Tenaga Gelombang Dapat Hak Paten

Sungailiat, Bangka (ANTARA News) - Metode energi listrik tenaga gelombang air laut karya mahasiswa dan dosen Politeknik Manufaktur (Polman) Timah Provinsi Bangka Belitung, mendapat hak paten dari Kementrian Hukum dan HAM RI.

"Metode energi gelombang air laut yang kami ciptakan sebelumnya dilakukan pengujian yang ketat oleh tim penguji dari pusat di Jakarta dan hasilnya layak dipatenkan," kata pembantu Direktur I, bidang elektronik Polman Timah I. Made Andik Setiawan di Sungailiat, Kamis.

Ia mengatakan, semua persyaratan dan pembiayaan hak paten metode energi listrik tenaga gelombang air laut dilakukan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

"Kami sangat bersyukur sekali dimana karya para mahasiswa dan dosen Polman Timah dipatenkan," katanya.

Apalagi, tambahnya, hak paten karya mahasiswa jumlahnya masih sedikit sekali di Indonesia terlebih di Provinsi Bangka Belitung, belum ada satupun karya mahasiswa yang dipatenkan kecuali karya mahasiswa Polman Timah.

Ia mengatakan, keunggulan dalam metode energi gelombang air laut ini dimana tidak terpangaruh dengan kondisi gelombang air laut saat itu, besar kecilnya kondisi gelombang perangkat mesin tetap bisa bekerja.

"Kami sengaja mencari inovasi teknologi energi listrik karena saat sekarang Pemerintah Indonesia sedang mengalami krisis energi listrik, dan mudah-mudahan setelah metode ini mendapatkan hak paten maka akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik," katanya.

Ia mengatakan, meskipun dalam metode tersebut hanya mampu memproduksi tenaga listrik sebesar 400 watt, namun bisa dikembangkan sesuai kebutuhannya.

"Produksi listrik dalam metode ini bisa dikembangkan sesuai kebutuhan berdasarkan pada kemampuan mesin penggeraknya," katanya.

I.Made mengaku sudah ada perusahaan dalam negeri yang berminat menawar metode listrik tenaga gelombang air laut untuk dikembangkan menjadi produksi mesin pembangkit listrik.

"Tahun depan kami akan mencoba kembali masalah energi listrik ini dengan metode yang lebih canggih lagi," katanya. (KMN/K004)


• antaranews