Showing posts with label UNY. Show all posts
Showing posts with label UNY. Show all posts
0

Mahasiswa UNY Raih Juara NIC ITB

Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian UNY yang terdiri dari Syafiq (Pendidikan Teknik Mesin FT), Nurlaila Khurnia (Teknik Elektronika FT) dengan memperoleh juara III dalam National Inovation Contest (NIC) yang merupakan rangkaian acara Mechanical Festival 2013 di ITB.

Kontes inovasi itu dimaksudkan sebagai wadah untuk menyalurkan ide dan inovasi para mahasiswa dalam merancang suatu teknologi. Inovasi dan teknologi yang dirancang harus dapat mendukung konsep sustainable development, yaitu pengembangan teknologi yang dapat mempertahankan ketersediaan sumberdaya alam dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi di masa mendatang.

Kontes inovasi teknologi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin ITB dengan tema 'Engineering for Sustainable Development'.

Dalam kontes itu dipilih 20 finalis yang berhak lolos ke tahap penjurian kedua. Universitas yang berpartisipasi dalam lomba itu antara lain UNY, UI, ITB, UB, ITS, PENS Surabaya, Unri, UPI. Tim UNY membawakan karya ''Prototype Mesin Pengering Tipe Single-Rotary Drum Dryer Berbasis Solar Thermal dengan Tracking Compound Parabolic Concentrators (CPC)'.

Karya tersebut berhasil memperoleh juara III yang diumumkan saat gala dinner di restoran The Centrum Bandung. Sementara juara I diraih oleh tim Universitas Airlangga dan juara II diraih oleh tim dari ITB.

Hasil penentuan juara tersebut berasal dari penilaian karya yang didasarkan pada presentasi dan prototype yang dibuat.

Syafiq menjelaskan bahwa inovasi teknologi yang dibuat merupakan teknologi terbarukan dan ramah lingkungan yang difungsikan untuk mengeringkan produk biji-bijian dan hasil perkebunan. Alat itu berbasis energi solar termal dengan menggunakan tracking compound parabolic concentrator dan elemen pemanas sehingga alat itu memiliki kemampuan untuk mengurangi pengguanaan bahan bakar fosil dan konsumsi energi listrik berlebih.

Rancangan alat itu juga berorientasi pada kualitas produk yang unggul dan kuantitas yang cukup besar sehingga akan berpengaruh terhadap harga jual produk supaya produk atau komoditas tersebut mampu bersaing dan memiliki keunggulan kompetitif.


  • itoday  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Wahyu Ubah Ponsel Android Jadi Robot Pemantau

YOGYAKARTA Mahasiswa Program Studi Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Wahyu Privantoro melakukan inovasi mengubah smartphone android menjadi alat pemantau yang diberi nama "mobile robot pemantau".

"Robot pemantau benda mencurigakan itu memanfaatkan android smartphone sebagai IP Webcam dengan komunikasi bluetooth dan Wi-Fi berbasis mikrokontroler ATmega8," kata Wahyu di Yogyakarta, Selasa (6/2).

Menurut dia dirinya memanfaatkan perangkat smartphone Android karena saat ini hampir semua orang memilikinya sebagai perangkat telekomunikasi.

"Telepon seluler atau handphone semacam itu memiliki kemampuan Wi-Fi thetering sebagai IP Webcam yang kemudian dihubungkan dengan Wi-Fi laptop operator oleh pengguna sehingga mampu menampilkan audio video secara realtime," katanya.

Ia mengatakan cara kerjanya adalah fitur bluetooth dan Wi-Fi pada laptop itu digunakan untuk mengirimkan perintah pergerakan "mobile robot pemantau" yang kemudian dikirim melalui bluetooth ke modul bluetooth yang ada pada sistem mikrokontroler.

"Sistem tersebut selanjutnya akan menampilkan hasil pantuan berupa visual dan dikirim ke laptop melalui komunikasi Wi-Fi dan ditampilkan pada browser yang ada pada laptop," katanya.

Menurut dia berdasarkan pengujian yang dilakukan, robot pemantau tersebut dapat melakukan pengiriman video yang direkam menggunakan kamera smartphone dengan baik.

"Setelah itu dikirim ke laptop melalui komunikasi Wi-Fi yang menghubungkan laptop dengan smartphone dan ditampilkan melalui browser Mozilla Firefox sebagai output 'mobile robot pemantau`yang realtime," katanya.

Namun demikian, kata dia, alat itu masih memerlukan beberapa pengembangan. Salah satunya adalah kamera tidak bisa merekam situasi di bawah dan di atas karena posisi kamera tidak dapat bergerak ke atas dan ke bawah.

"Selain itu output video masih kurang baik karena spesifikasi kamera smartphone yang digunakan masih rendah," katanya.


 ● Republika 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Mahasiswa UNY ubah "smartphone" jadi robot pemantau

Yogyakarta | Mahasiswa Program Studi Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Wahyu Privantoro melakukan inovasi mengubah telepon seluler android "smartphone" menjadi alat pemantau yang diberi nama "mobile robot pemantau".

"Robot pemantau benda mencurigakan itu memanfaatkan android `smartphone` sebagai IP Webcam dengan komunikasi bluetooth dan Wi-Fi berbasis mikrokontroler ATmega8," kata Wahyu di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia dirinya memanfaatkan perangkat andorid "smartphone" karena saat ini hampir semua orang memilikinya sebagai perangkat telekomunikasi.

"Telepon seluler atau handphone semacam itu memiliki kemampuan Wi-Fi thetering sebagai IP Webcam yang kemudian dihubungkan dengan Wi-Fi laptop operator oleh pengguna sehingga mampu menampilkan audio video secara `realtime`," katanya.

Ia mengatakan cara kerjanya adalah fitur bluetooth dan Wi-Fi pada laptop itu digunakan untuk mengirimkan perintah pergerakan "mobile robot pemantau" yang kemudian dikirim melalui bluetooth ke modul bluetooth yang ada pada sistem mikrokontroler.

"Sistem tersebut selanjutnya akan menampilkan hasil pantuan berupa visual dan dikirim ke laptop melalui komunikasi Wi-Fi dan ditampilkan pada browser yang ada pada laptop," katanya.

Menurut dia berdasarkan pengujian yang dilakukan, robot pemantau tersebut dapat melakukan pengiriman video yang direkam menggunakan kamera "smartphone" dengan baik.

"Setelah itu dikirim ke laptop melalui komunikasi Wi-Fi yang menghubungkan laptop dengan `smartphone` dan ditampilkan melalui browser Mozilla Firefox sebagai `output` `mobile robot pemantau` yang `realtime`," katanya.

Namun demikian, kata dia, alat itu masih memerlukan beberapa pengembangan. Salah satunya adalah kamera tidak bisa merekam situasi di bawah dan di atas karena posisi kamera tidak dapat bergerak ke atas dan ke bawah.

"Selain itu `output` video masih kurang baik karena spesifikasi kamera `smartphone` yang digunakan masih rendah," katanya. (ANT)


Antara
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Mahasiswa UNY ciptakan bak sampah otomatis

http://img.antaranews.com/new/2012/09/small/20120901UNY.jpgYogyakarta |  Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Febri Megantara menciptakan pembuka dan penutup bak sampah otomatis.

"Saya menciptakan inovasi itu untuk memudahkan orang yang ingin membuang sampah tanpa perlu menyentuh tutup tempat sampahnya," kata Febri di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia selama ini banyak orang membuang sampah tidak pada tempatnya. Saat ditanya, berbagai alasan mereka kemukakan, salah satunya yang paling sering digunakan untuk berkilah adalah malas.

Rasa malas muncul karena jika ingin membuang sampah pada bak sampah harus terlebih dulu membuka tutup tempat sampah. Fakta yang ada, menurut mereka tutup tempat sampah sangat kotor dan bau.

"Oleh karena itu saya menciptakan pembuka dan penutup bak sampah otomatis berbasis mikrokontroler ATMega 8 yang terdiri atas tiga elemen penting, yakni input, proses, dan output," katanya.

Menurut dia sensor jarak ultrasonik sebagai input, bagian proses menggunakan mikrokontroler ATMega 8, sedangkan motor servo sebagai outputnya.

"Tiga elemen tersebut tidak terlepas dari catu daya menggunakan tegangan DC dari konverter dan tegangan AC dari PLN," katanya.

Ia mengatakan cara kerja pembuka dan penutup bak sampah otomatis itu berdasarkan inputan dari sensor jarak ultrasonik.

Jika sensor jarak ultrasonik menangkap suatu aktivitas di dekat bak sampah, dalam hal ini tangan seseorang dengan jarak lebih dari 35 cm maka motor servo akan bergerak dan membuka tutup bak sampah.

"Setelah terbuka akan ditunda selama lima detik, tetapi jika lima detik di sekitar bak sampah tidak ada aktivitas maka motor servo akan bergerak untuk menutup bak sampah," katanya.

Menurut dia alat yang menghabiskan dana sekitar Rp600.000 itu diharapkan akan membantu seseorang membuang sampah, agar tangan tidak kotor dan bau saat membuang sampah karena harus membuka tutup bak sampahnya terlebih dulu.

Kelebihan lainnya adalah alat itu dikendalikan oleh sensor yang tidak terlihat, dan antiair sehingga dapat diletakkan di berbagai tempat.

"Inovasi itu di bawah bimbingan dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Herlambang Sigit Pramono," katanya. (B015*H010/N002)


Antara
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Mahasiswa UMY Ciptakan Kunci Otomatis Bagi Tunanetra

Foto : Kharrik Ngibad Mukhlashin/UMYJakarta | Kejahatan timbul bukan hanya karena ada niat tapi juga terbukanya kesempatan. Untuk itu, salah satu bentuk proteksi yang dapat kita lakukan adalah menjaga pintu rumah maupun kamar yang berisi barang berharga selalu terkunci.

Namun, bagi tunanetra hal ini tidak mudah dilakukan. Sebab, mereka kesulitan untuk menggunakan kunci konvensional. Beruntung mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kharrik Ngibad Mukhlashin menemukan solusi dengan menghadirkan "Alat Bantu Tunanetra Berbasis Micro Controller."

Kharrik berhasil mengembangkan alat bantu tunanetra dalam bentuk kunci pintu untuk mempermudah mereka membuka maupun menutup pintu. Pada alat tersebut terdapat pengendali mikro atau micro controller yang akan mengeluarkan suara.

Menurut Kharrik, sebenarnya kunci pintu ini sama dengan kunci pintu yang menggunakan micro controller lain yang sudah berkembang di tengah masyarakat. “Kami memang sengaja membuat inovasi baru dengan kunci pintu ini, karena memang tujuannya untuk para tunanetra, sehingga perbedaannya adalah alat ini akan mengeluarkan suara “membuka dan menutup” yang menandakan pintu itu sudah terbuka atau tertutup,” tutur Kharrik, seperti disitat dari situs UMY, Selasa (15/1/2013).

Selain itu, lanjutnya, alat ini dikembangkan dengan Radio Frekuensi ID (RFID). “Jadi dalam alat ini hanya terdapat satu ID yang telah tersistem dan akan dihubungkan dengan reader dari alat tersebut. Kemudian akan menuju sistem mikro, sistem mikro inilah yang nanti akan membaca perintah dan akan menghasilkan suara membuka atau menutup,” paparnya.

Kharrik menjelaskan, penggunaan dari alat ini pun begitu mudah dan sangat praktis. Alat tersebut cukup dipasang di dalam pintu. Kemudian pengguna hanya perlu mendekatkan ID dengan jarak 4 cm di depan atau di belakang pintu.

"Setelah keluar suara “pintu terbuka” maka tandanya pintu tersebut tidak terkunci. Sebaliknya jika keluar suara “pintu tertutup” otomatis pintu tersebut sudah terkunci,” urai Kharrik.

Selain itu, alat bantu tunanetra dalam bentuk kunci ini hanya akan cocok dengan satu ID yang telah disesmatisasi khusus dengan alat tersebut. “Kalau ID lain yang digunakan, maka sistem mikro dalam alat ini tidak akan dapat membaca perintah dan menghasilkan suara “pintu terbuka” atau “pintu tertutup”. Jadi alat ini bisa membantu pemilik rumah khususnya tunanetra dalam menjaga barang-barang berharga di dalam rumahnya,” imbuhnya.

Penelitian ini menghabiskan waktu sekira enam bulan dari penelitian awal. Mulai dari melakukan penelitian di Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) Yogyakarta sampai alat ini berhasil digunakan. "Memang butuh waktu yang lumayan lama karena kita juga harus mencoba kembali saat alat ini belum bekerja sesuai harapan,” jelasnya.

Dia berharap, alat inovasinya ini bisa dimanfaatkan oleh tunanetra seluruh Indonesia dan juga bisa disempurnakan lagi. “Inovasi alat bantu kunci pintu ini masih perlu disempurnakan lagi. Untuk bisa digunakan pada lima hingga enam pintu lain cukup dengan menggunakan satu ID yang telah tersistem,” kata Kharrik.(mrg)


Okezone
0

Mahasiswa UNY kembangkan mesin ketik braille

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/5/54/Logo_uny.gifYogyakarta |  Mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Zaenal Mutaqin mengembangkan mesin ketik huruf braille dengan memanfaatkan printer bekas.

"Mesin ketik itu membantu orang awam membuat huruf braille dengan mudah, tanpa harus menghapal setiap motif huruf. Kelebihan lain adalah harga relatif terjangkau, sekitar Rp700.000 per unit," kata Zaenal di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, semua perintah kerja pada mesin ketik itu terdapat pada keyboard. Beberapa tombol utama seperti F9 berfungsi menarik kertas ke bawah dan tombol F10 untuk menarik kertas ke arah sebaliknya.

Tombol F11 dan F12 berfungsi untuk menggeser solenoid ke kiri dan ke kanan untuk mendapatkan posisi yang tepat pada kertas.

"Untuk menghentikan perintah dari tombol-tombol tersebut kita dapat menggunakan tombol spasi, sedangkan untuk menurunkan solenoid satu baris kita dapat menggunakan tombol F8," katanya.

Ia mengatakan pada mesin ketik tersebut setiap tombol huruf, angka, dan tanda baca yang ditekan akan menghasilkan output berupa gerakan dua buah motor stepper dan solenoid sehingga akan menghasilkan motif huruf braille yang dimaksud pada kertas.

"Mesin ketik huruf braille elektronik itu berbasis mikrokontroler ATmega16 yang terdiri atas tiga bagian," katanya.

Bagian pertama terdiri atas sebuah keyboard dengan spesifikasi votre sturdy ps2. Keyboard tersebut menghasilkan data serial pada setiap tombol yang ditekan.

Bagian kedua adalah sistem minimum. Pada rangkaian itu terdapat sebuah mikrokontroler ATmega16 sebagai pengontrol kerja seluruh bagian mesin ketik.

Bagian ketiga adalah tiga buah output mekanik yang terdapat dua buah motor stepper dan sebuah solenoid, motor stepper pertama berfungsi untuk menarik kertas, sedangkan motor stepper kedua berfungsi menggeser posisi solenoid.

"Pengembangan mesik ketik huruf braille itu di bawah bimbingan dosen Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY Putu Sudira," katanya.(B015*H010/H008)


Antara
0

Sereal ubi jalar UNY

http://img.antaranews.com/new/2012/12/thumb/20121201serubi.jpgYogyakarta - Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan mengembangkan sereal berbahan ubi jalar.

"Sereal berbahan ubi jalar atau Ipomoea batatas Poir itu kami beri nama Serubi. Serubi merupakan minuman seduh berenergi tinggi untuk meningkatkan nilai ekonomi ubi jalar," kata ketua tim, Nopi Yudi Pramono, di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, sereal untuk sarapan itu akan dapat meningkatkan nilai ekonomi ubi jalar yang menyehatkan dan mudah dibuat.

"Kandungan gizi yang dimiliki ubi jalar sangat melimpah, antara lain karohidrat, protein, vitamin, dan berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tubuh," katanya.

Ia mengatakan, jenis produk yang dihasilkan Serubi adalah minuman dalam kemasan terbuat dari bahan ubi jalar yang mudah disajikan, sehat, dan mengenyangkan dengan harga terjangkau.

"Kandungan karbohidrat yang terkandung dalam 100 gram ubi jalar merah mencapai 27,9 gram. Ubi jalar merah mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan beberapa zat tubuh lainnya," katanya.

Dengan kandungan gizi ubi jalar tersebut, kata dia, akan dihasilkan produk sereal yang dapat digunakan sebagai pengganti sarapan.

Menurut dia, Serubi dipasarkan melalui warung-warung dan toko-toko, agar masyarakat dapat secara mudah memperoleh produk tersebut.

"Selain itu, kami juga mengadakan kerja sama dengan koperasi mahasiswa di UNY yang dapat dijadikan tempat mahasiswa berlatih berwirausaha. Produk yang sudah jadi dijual di koperasi mahasiswa agar mahasiswa dan masyarakat dapat memperoleh Serubi dengan mudah," katanya.

Ia mengatakan, pembuatan sereal ubi jalar dengan bahan baku tepung ubi jalar. Tepung ini kemudian disangrai sampai matang kemudian dicampur dengan susu dan gula agar siap dihidangkan.

"Perbandingan untuk tepung ubi jalar, gula, dan susu adalah 2:2:1. Dengan perbandingan ini diperoleh rasa sereal yang pas tanpa kehilangan rasa khas ubi jalar," katanya.

Menurut dia ,setelah dicampur kemudian dikemas dengan berat 30 gram setiap bungkus. Beratnya sudah disesuaikan dengan penyajian untuk 150 mililiter air hangat.

"Biaya produksi untuk satu bungkus Serubi sebesar Rp780 sehingga dapat dijual dengan harga Rp1.000 per bungkus. Biaya produksi tersebut terdiri atas pembelian tepung ubi, gula, susu, dan biaya untuk pembuatan kemasan," katanya.

Anggota tim yang mengembangkan Serubi, antara lain Suhufa Alfarisa, Tri Nugroho, dan Dwi Ana Rizki.(L.B015*H010/H008)


0

UNY buat duri bandeng, biji ketapang jadi nugget bergizi

http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/01/logo_uny.gif?w=293&h=300Yogyakarta - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan duri ikan bandeng dan biji ketapang sebagai bahan pembuatan makanan alternatif nugget yang bergizi karena mengandung protein dan kalsium.

"Duri bandeng kaya kalsium yang baik untuk pertumbuhan tubuh, sedangkan biji ketapang banyak mengandung asam lemak, protein, dan asam amino yang diperlukan tubuh," kata Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Niar Suhartini di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia tingkat kebutuhan konsumen terhadap ikan bandeng tidak sinergis dengan durinya sehingga duri bandeng yang tidak dimanfaatkan akan terbuang sebagai limbah. Begitu pula dengan pemanfaatan ketapang yang masih kurang optimal sehingga banyak biji ketapang yang hanya dibiarkan jatuh dan membusuk.

"Oleh karena itu kami memanfaatkan duri bandeng dan biji ketapang sebagai bahan untuk membuat suatu ragam makanan olahan yang unik, lezat, dan kaya zat gizi. Makanan olahan itu berupa nugget duri ikan bandeng yang dimodifikasi dengan biji ketapang," katanya.

Dengan tambahan duri ikan bandeng dan variasi biji ketapang, kata dia, nugget duri ikan bandeng dan biji ketapang itu dijadikan makanan yang kaya protein dan kalsium yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Ia mengatakan hasil pengujian kadar protein menunjukkan nugget yang dimodifikasi dengan duri ikan bandeng dan biji ketapang memiliki kadar protein lebih tinggi sekitar 2,7 persen dibandingkan dengan nugget yang tidak dimodifikasi.

Kadar kalsium pada nugget yang dimodifikasi dengan duri ikan bandeng dan biji ketapang juga lebih tinggi, yakni sekitar 0,433 persen dibandingkan dengan nugget yang tidak dimodifikasi.

"Dari hasil itu dapat disimpulkan bahwa penambahan duri ikan bandeng dan biji ketapang mampu meningkatkan kadar protein dan kalsium pada nugget," kata Niar.

Anggota Tim PKMP UNY yang ikut dalam kegiatan itu adalah Dwi Prihastuti dan Laela Mukaromah. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNY. (ANT)


© Antara
0

UNY manfaatkan tembelek untuk lotion anti nyamuk

Yogyakarta - Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan tanaman tembelek (Lantana camara) untuk bahan pembuatan lotion antinyamuk yang aman bagi kulit.

"Tembelek merupakan tanaman liar yang banyak ditemui dan mudah ditanam di Indonesia. Daun dan bunga tembelek berpotensi sebagai insektisida nabati," kata Ketua Tim Maisel Priskila Sisilia di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, daun dan bunga tembelek mengandung lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, humule (minyak atsiri), b caryophyllene, g terpidene, a pinene, dan rcymene.

"Serangga tidak menyukai itu, sehingga tanaman tembelek berpotensi sebagai penolak serangga," kata mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA UNY itu.

Ia mengatakan tahap pembuatan lotion antinyamuk berbahan tembelek meliputi persiapan, ekstraksi, dan pembuatan lotion. Tahap ekstraksi tanaman tembelek dilakukan dengan memetik daun dan bunga tembelek.

Daun dan bunga tembelek kemudian dicuci dengan aquades. Bahan yang sudah dicuci selanjutnya dihancurkan atau dihaluskan dan diperas menggunakan kain kasa, sehingga diperoleh larutan ekstrak daun dan bunga tembelek.

Hasil ekstraksi tanaman tembelek langsung digunakan untuk membuat lotion. Pembuatan lotion dilakukan dengan mencampurkan hasil ekstraksi dengan minyak kayu putih dan "cleansing milk".

Selanjutnya semua bahan diaduk hingga rata dan ditambah "parfume aromatic". Kemudian diaduk kembali hingga tercampur dan ditunggu beberapa saat.

Menurut dia, langkah berikutnya adalah memasukkan hasil eksperimen (lotion nyamuk) ke dalam botol, dan menutup rapat untuk menghindari pengeringan.

"Berdasarkan hasil eksperimen secara keseluruhan, lotion antinyamuk yang mengandung ekstrak tanaman tembelek sebanyak 20 persen memiliki kualitas yang paling baik dari segi keefektifan, tekstur, warna, bau, dan tampilan," kata Maisel.

Anggota tim yang mengembangkan penelitian pemanfaatan tembelek sebagai bahan pembuatan lotion antinyamuk adalah Dwi Sutanti, dan Arief Noviartara. (B015/M008)
(Antara)
0

UNY Kembangkan Bio-Baterai Alternatif Energi Listrik

http://www.beritasatu.com/media/images//medium/19092012075105.jpg
Ilustrasi
Berasal dari lumpur aktif yang mengandung lebih dari 300 jenis bakteri yang ramah lingkungan.

Tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), berhasil mengembangkan bio-baterai dari lumpur aktif sebagai alternatif energi listrik di masa depan.

Terobosan ini dibuat, karena baterai kering dan litium yang beredar di pasaran mempunyai kelemahan, yakni memiliki komponen elektrolit yang rentan bocor dan bisa menjadi limbah beracun dan mencemari lingkungan.

"Oleh karena itu, diperlukan alternatif komponen baterai yang ramah lingkungan dan mudah diperoleh, yakni lumpur aktif," kata Ketua Tim, Atini Wahyu Utami di Yogyakarta, Rabu (19/9).

Lumpur aktif, lanjut dia, mengandung lebih dari 300 jenis bakteri. Kandungan mikroorganisme itu dapat mengantarkan arus listrik, sehingga memungkinkan lumpur aktif dimanfaatkan sebagai elektrolit bio-baterai," imbuhnya.

Menurut Atini, lumpur aktif adalah flok yang terbentuk oleh mikroorganisme terutama bakteri, partikel inorganik, dan polimer exoselular yang mengendap di tangki penjernihan. Lumpur aktif biasa digunakan dalam pengolahan air limbah.

"Tahapan pengembangan dimulai dengan mengambil sampel lumpur aktif pada kolam fakultatif I Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Sari Husada Tbk Yogyakarta. Sampel yang diperoleh telah diuji secara kualitatif di laboratorium tersebut," katanya.

Atini mengatakan dari uji karakterisasi jenis bakteri, fungi, protozoa, cilliata, dan rotifiers dalam lumpur aktif tersebut terbukti sampel mengandung bakteri-bakteri aerob yakni pseudomonas, alkaligenes, dan paracoccus.

Tahap selanjutnya adalah pembuatan larutan induk lumpur aktif dan varian konsentrasi elektrolit lumpur aktif. Larutan induk lumpur aktif diperoleh dengan melakukan penyaringan dengan kertas saring hingga terpisah antara lumpur aktif pekat dan filtrat.

Menurut dia, agar bakteri-bakteri yang berada dalam lumpur aktif tidak mati, maka baik lumpur aktif yang telah disaring maupun yang belum disaring diaerasi. Aerasi bertujuan agar kandungan oksigen dalam lumpur tetap terjaga, sehingga kehidupan bakteri aerob dalam lumpur tetap berjalan baik.

Selama ini, lanjut Atini, lumpur aktif yang telah digunakan dalam pengolahan air limbah dikeluarkan dan digunakan sebagai tanah perkebunan. Padahal lumpur aktif memiliki potensi yang besar untuk dijadikan bio-baterai.

"Dengan pemanfaatan lumpur aktif sebagai bio-baterai, selain dapat mengatasi kebutuhan alternatif energi listrik juga dapat mengatasi masalah lumpur aktif yang menjadi limbah setelah digunakan," katanya.

Anggota tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY yang mengembangkan bio-baterai itu adalah Novika Indriyani, dan Dwi Meyliana.

0

Mahasiswa UNY Buat Pewarna Tekstil Antibakteri

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Bukan hanya tubuh yang harus terhindar dari bakteri, tetapi pakaian yang menempel di tubuh kita juga harus bebas dari bakteri. Mandi merupakan salah satu cara membersihkan badan dari bakteri, namun untuk membersihkan pakaian, bisa dengan cara mencucinya. Hanya, bakteri di pakaian sendiri sering datang ketika pakaian tersebut kita pakai.

Hal ini menginspirasi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk membuat sebuah bahan khusus yang bermanfaat mencegah bakteri menempel di pakaian. Mereka adalah Rimma Hilda Kusumaningtyas, Senja Dewi UN, dan Danar.

Mereka bahkan memenangkan Program Kreativitas Mahasiswa yang digelar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2012 ini. Melalui penelitian dengan judul Titanium Dioksida (TiO2) Teremban Pewarna Tekstil sebagai Zat Warna Pakaian Antibakteri, ketiga mahasiswa ini berhasil menciptakan zat warna tekstil antibakteri.

Rimma mengatakan, salah satu bahan yang memiliki aktivitas antibakteri adalah titanium dioksida. "Kemampuan fotoaktif titanium dioksida terbukti efektif sebagai bahan antibakteri. Interaksi titanium dioksida terhadap bakteri yang melekat pada pakaian terbukti cukup kuat untuk mereduksi jumlah bakteri itu sendiri," terangnya, Jumat (27/7).

Dalam jumlah yang sangat kecil, kata dia, aktivitas fotokatalitik titanium dioksida mampu menurunkan kadar bakteri hingga di bawah 10 persen. Penurunan kadar bakteri itu dengan bantuan penyinaran panjang gelombang >324 nanometer (nm) (merupakan fraksi panjang gelombang sinar matahari selama 15 menit.

“Interaksi titanium dioksida dengan pakaian biasanya hanya berlangsung tidak lebih dari 2 jam, yaitu pada saat perendaman pakaian dengan deterjen. Setelah dibilas, titanium dioksida tersebut akan terlarut bersama air. Hal ini disayangkan karena sebenarnya titanium dioksida tersebut masih bisa digunakan kembali meski sudah digunakan berulangkali," lanjutnya

Sumber : Republika