0

PAL Incar Proyek Kapal Selam Rp3,6 Triliun

Selain kapal selam, PAL memperoleh kontrak pembuatan kapal perang perusak kawal rudal.

VIVAnews - PT PAL Indonesia (Persero) sedang mengincar kontrak pembangunan kapal selam milik Kementerian Pertahanan. Nilai proyek kapal bawah laut itu diperkirakan mencapai US$350-400 juta atau sekitar Rp3,1-3,6 triliun.

"Saya kira TNI Angkatan Laut sudah mulai pengadaan tender tahun ini," kata Direktur Utama PAL, Hersusanto, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis 23 September 2010.

Menurut Hersusanto, PAL akan mengikuti tender pembuatan kapal selam milik TNI AL tersebut kendati harus bersaing dengan sejumlah produsen dari negara-negara lain.

Jika PAL memenangi tender kapal selam itu, untuk pertama kali perusahaan pelat merah ini bakal menggarap kapal bawah laut tersebut.

Mengaku belum banyak memiliki pengalaman, PAL berencana menggandeng perusahaan pembuat kapal selam dari negara lain. Mitra bisnis itu nantinya bertugas melakukan supervisi dari proses pembuatan kapal.

"Untuk kapal selam yang beberapa modul tidak bisa kami tangani, akan dibangun di luar (negeri)," ujar Hersusanto.

Selain kapal selam, Hersusanto mengungkapkan PAL telah memperoleh kontrak pembuatan kapal perang perusak rudal dari Kemenhan. Nilai kontrak dari pembuatan kapal itu mencapai US$220 juta (Rp1,9 triliun) yang akan dibiayai dari kredit ekspor.

Untuk membuat kapal perang yang kabarnya menggunakan teknologi canggih tersebut, perusahaan bakal menggandeng produsen asal Belanda, Demen Schelde Netherland's Shipyard (DSNS). Namun, seluruh proses pembuatan kapal akan dilakukan di Tanah Air.

Kapal perang tersebut direncanakan selesai dikerjakan pada 2014 atau membutuhkan proses pembangunan selama 44 bulan.

"Saat ini kami masih mengerjakan satu unit dan ada opsi (menambah) karena kebutuhannya lebih dari satu," katanya.

Selain kontrak-kontrak baru, PAL juga dijadwalkan bakal mengirimkan empat unit kapal escort ke BP Tangguh pada akhir tahun ini. Kapal dengan bobot sebesar 3.000 DWT itu menghabiskan dana investasi hingga US$26 juta. (umi)



•
VIVAnews
0

ITS Kembangkan Kursi Donor Elektrik

Yogyakarta (ANTARA News) - Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya mengembangkan kursi donor elektrik yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada pendonor darah.

"Kursi donor tersebut dirancang untuk menghasilkan kenyamanan maksimal bagi para pendonor sehingga mereka dapat mendonorkan darahnya dalam kondisi rileks," kata salah seorang anggota tim pengembangan kursi donor elektrik, Nasrul Arief di sela-sela Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XII di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan produksi kursi donor elektrik diawali dengan datangnya permintaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Surabaya untuk dibuatkan kursi donor yang memenuhi standar kenyamanan tinggi.

"Selama ini PMI Cabang Kota Surabaya selalu mendatangkan kursi donor dari luar negeri dengan harga yang sangat tinggi," katanya.

Menurut dia kursi donor elektrik yang 90 persen komponennya menggunakan produk dalam negeri tersebut dipasarkan dengan harga Rp15 juta per unit.

"Harga jual tersebut jauh lebih murah dibanding produk impor yang harga satuannya dapat mencapai Rp30 juta, meskipun jauh lebih murah, secara kualitas produk kami tidak kalah dengan produk luar negeri," katanya.

Nasrul mengatakan kursi donor elektrik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya produksi bersama dengan produsen alat-alat penunjang medis asal Sidoarjo, Jawa Timur tersebut sudah mulai dijual di pasaran lokal.

"Kursi donor elektrik tersebut mendapat respon baik, saat ini produk tersebut telah dijual empat unit ke PMI Sidoarjo, dan akan disusul dengan pengiriman produk tersebut ke PMI lainnya," katanya.

Ia mengatakan pihaknya kini tengah membangun jaringan pemasaran ke seluruh PMI yang ada di Indonesia. "Produk kami tergolong masih baru, oleh karena itu kami berusaha untuk terus memperluas jaringan pemasaran," katanya.

Selain itu, menurut Arief, kursi donor elektrik juga telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk mendapatkan hak paten.(*)(ANT/R009)


• antaranews
0

Jepang Kalahkan Indonesia dalam Jumlah Pengguna Twitter?

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia selama ini dikenal sebagai pengguna Twitter terbesar di Asia. Namun, berita terbaru yang dilansir Asian Correspondent menyebutkan bahwa posisi itu telah diambil alih Jepang. Bukannya bergeser ke nomor dua, Indonesia malah terpuruk ke urutan tiga karena pengguna di India meningkat pesat sehingga menyalip Indonesia.

"Beberapa minggu lalu saya melaporkan bahwa menurut data comScore, Indonesia adalah pengguna Twitter terbesar. Namun, menggunakan data yang sama, saya menghitung perkiraan jumlah pengguna Twitter di 11 negara kunci di Asia, dan hasilnya adalah Jepang saat ini merupakan pengguna Twitter terbesar, mengambil alih posisi Indonesia yang turun ke peringkat ketiga di bawah India," tulis Jon Russell dalam laporannya, Rabu (22/9/2010).

Menurut data comScore, pengguna Twitter di Jepang mencapai 16.124.472 akun yang merupakan 16,8 persen dari populasi online-nya dan 12,69 persen populasi Jepang. Sedangkan India memiliki 6.480.000 pengguna atau 8 persen dari populasi online-nya dan 0,56 persen populasi penduduknya, di atas Indonesia dengan 6.240.000 pengguna atau 20,8 persen dari populasi online dan 2,60 persen populasi penduduknya.

Melihat data tersebut, Indonesia merupakan negara pengguna Twitter terbesar di antara populasi orang yang menggunakan internet. Sementara Jepang memiliki pengguna Twitter terbanyak di antara populasi penduduknya, atau lebih dari satu pengguna banding 10 penduduk.

Meski demikian, data itu tidak bisa dijadikan acuan yang paling akurat karena disebutkan bahwa comScore tidak menghitung data pengguna dari peranti mobile ataupun kafe internet.


• KOMPAS
0

UGM Kembangkan Olahan Pangan Berbahan Sukun

Yoyakarta (ANTARA News) - Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (FK UGM) mengolah sukun (artocarpus altilis) menjadi tepung sukun yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan beraneka macam makanan.

"Buah sukun merupakan bahan pangan lokal yang banyak dijumpai di Indonesia, namun pemanfaatannya masih belum maksimal karena selama ini sukun hanya dikonsumsi dalam bentuk digoreng, direbus, maupun dibuat keripik," kata salah seorang mahasiswa UGM yang mengembangkan tepung sukun, Gentur Adiprabawa, di Yogyakarta, Jumat.

Empat mahasiswa UGM lainnya adalah Inna Rachmawai dan Ridwan Ansari yang merupakan mahasiswa program studi Ilmu Gizi Kesehatan, serta Diah Nurpratami dan Dewi Masyitoh Mubarok mahasiswa program studi Pendidikan Kedokteran.

"Dipilihnya sukun sebagai bahan dasar berbagai macam makanan adalah untuk meningkatkan nilai jual dan nilai guna buah tersebut, usaha ini berawal dari kegiatan program kreativitas mahasiswa yang diselenggarakan oleh UGM," katanya.

Selain itu, produk makanan berbahan sukun tersebut, baik bagi kesehatan karena kaya akan serat sekitar 2 persen dan kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 35,5 persen.

"Selain kaya kandungan gizi, produk makanan berbahan sukun juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena bahan makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah," katanya.

Ia mengatakan, produk olahan sukun tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga bervariasi, mulai dari Rp1.500 untuk harga eceran hingga Rp50.000.

"Tepung yang dihasilkan dari buah sukun dapat diolah menjadi roti bolu sukun, donat, muffin, tart, blackforest, pukis, pizza, seledristick, cheesestick, brownies, cake, dan aneka kue kering lainnya," katanya.

Gentur mengatakan omzet yang dihasilkan dari penjualan produk olahan sukun dapat mencapai Rp13 juta per bulan. "Untuk memperluas pasar, kami akan membuka gerai di sekitar kampus Universitas Negeri Yogyakarta pada bulan Oktober mendatang," katanya.(U.ANT-158/I007/P003)


• antaranews
0

Berca Siap Luncurkan WiMax di Indonesia

Berca melayani Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara.

VIVAnews
- Berca dalam waktu dekat akan meluncurkan produk WiGO yang merupakan layanan koneksi internet berbasis teknologi 4G WiMax. Teknologi ini memungkinkan pengguna dapat menikmati layanan broadband dengan kecepatan akses yang tinggi secara konstan.

Selain itu, WiMax memungkinkan operator memberikan garansi Quality of Service (QoS) kepada pengguna, yang tidak bisa dilakukan oleh layanan broadband lain.

“Dengan hadirnya WiGO yang menyediakan layanan broadband nirkabel 4G WiMax diharapkan kesenjangan digital bisa dikurangi,” kata Murdaya Widyawimarta Poo, Chairman Berca Group, pada keterangannya, Selasa 21 September 2010.

Selain itu, Widyawimarta menyebutkan, WiMax diharapkan bisa berperan dalam upaya pencerdasan kehidupan masyarakat, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di luar Jawa.

WiGO akan mulai tersedia di Medan dan Balikpapan pada Oktober 2010, selanjutnya menyusul Batam dan kota-kota besar lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Dalam penggelaran jaringan 4G WiMax tersebut, Berca menggandeng beberapa mitra strategis, di antaranya produsen perangkat WiMax, ICT terkemuka, dan perusahaan telekomunikasi lainnya,” kata Widyawimarta.

Sebagai informasi, pada 2009, Berca mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan layanan “Broadband Wireless Access” (BWA) atau WiMax di frekuensi 2.3 GHz. Dengan alokasi lebar pita sebesar 30MHz, Berca dipercaya untuk menangani 8 zona layanan.

Adapun kawasan yang dilayani Berca tersebar di sebagian besar daerah-daerah di luar Jawa, yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara. Berca memenangi lisensi tersebut melalui tender e-auction, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pos dan Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika. (art)



•
VIVAnews
0

RI Jajaki Pesawat Tempur Generasi 4,5

KFX is Next Gen Indonesia-Korea Fighter (Sumber: Kaskus Formil)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, Indonesia menjajaki pengembangan pesawat tempur generasi 4,5. “Kalau F-16 itu generasi ke 4, kalau F-35 buatan Amerika itu generasi 5, ini ditengah-tengahnya, Sukhoi itu masih generasi 4,” katanya di sela perhelatan Bandung Air Show, Kamis (23/9).

Menurutnya, rencana pengembangan pesawat itu masih menunggu hasil lanjutan MoU antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Negara ginseng itu menawarkan Indonesia ikut nimbrung mengembangkan pesawat tempur yang berkode Korean Fighter X Programme (KFX).

Budi mengatakan, pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya, dan pemerintah Indonesia 20 persen. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.

Nasib rencana itu, papar Budi, bergantung dari hasil negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang masih berlangsung. ”Diharapkan dalam 10 tahun, pada 2020 sudah ada suatu prototype jadi, nanti akan diproduksi bersama,” katanya.

Kerjasama itu pengembangan itu tidak sebatas share teknologi, tapi juga sampai ke tataran produksi masal. Pemeirntah Korea sebagai penanggung dana terbesar akan mendapat pembagian 80 persen dari produksi, dan Indonesia 20 persen.

Dia berharap kerjasama itu bisa terwujud. Lewat kerjasama itu, lanjutnya, Indonesia punya kesempatan untuk mengembangkan teknologi pesawat tempur dari dasarnya. ”Kalau dalam bidang industri penerbangan, Indonesia tidak kalah dengan Koera, sekarang Korea banyak beli pesawat dan industrinya menjadi subkontraktor, kaya kita bikin komponen buat Airbus,” kata Budi.

Budi menjelaskan, dalam teknologi pesawat tempur yang terpenting adalah penguasaan teknologi Avianik, seperti piranti lunak untuk kontrol pesawat. Sejumlah riset untuk pengembangan software itu sudah dikembangkan sebatas simulasi. ”Kita belu punya yang sampai proven, tapi kita teruskembangkan, ini kesempatan kita untuk melakukan yang real,” katanya.

Korea Selatan sendiri, menurutnya, jagonya untuk membuat hardware. Menurutnya, Korea Selatan terhitung negara yang serius dalam mengembangkan sesuatu. Dia mencontohkan, 15 tahun lalu negara itu mencanangkan riset pengembangan LCD dan saat ini hampir seluruh produk barang itu berasal dari Korea Selatan.

Budi mengatakan, ajakan kerjasama semacam itu bukan kali pertama. Sebelumnya negara itu sempat mengajak Indonesia untuk mengembangkah helikopter. Sayangnya, lanjutnya, tawaran itu tidak bisa diambil karean situasi PT DI yang tidak memungkinkan. Saat ini negara itu sudah mengganti semua helikopternya dengan buatan mereka sendiri.(AHMAD FIKRI)


• tempointeraktif
0

Tiga BUMN Bersinergi Bangun Kapal

VIVAnews - PT PAL Indonesia, PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bekerja sama membangun satu kapal pesanan dari Italia senilai US$ 7 Juta. Timah akan berperan sebagai subkontraktor melalui anak perusahaannya, sedangkan BNI menyediakan fasilitas pembiayaan.

"Timah mempunyai dok galangan kapal dan ingin belajar bagaimana membuat kapal, kemudian kami bersinergi melalui kerja sama ini," ujar Direktur Utama PT PAL, Harsusanto, di kantor Kementerian BUMN, Senin 22 Desember 2008.

Menurut Harsusanto, nantinya akan ada tim dari Timah dan PAL yang mempelajari pembuatan kapal. Untuk satu kapal tanker hull number 242 pembiayaan diperkirakan mencapai US$ 7 juta. "Untuk sementara dikerjakan satu kapal dulu, sebagian sudah dijalankan," ujarnya.

Setelah kerja sama tersebut, Timah akan menyelesaikan pembangunan kapal sendiri. Timah juga memiliki visi untuk menjadikan galangan kapalnya berkembang.

Sementara itu, keterlibatan BNI dalam proyek tersebut karena komitmennya untuk terlibat dalam pembiayaan, khususnya di industri strategis.

Harsusanto mengungkapkan, produksi kapal PAL hingga akhir 2009 diperkirakan mencapai 16 unit. Untuk sementara, perusahaan belum menerima kontrak baru dan menunggu penyelesaian kontrak yang sudah ada.

"Kami punya empat kontrak baru. Bulker 50.000 DWT, tapi sekarang kita tahan. Jangan sampai ini menjadi burden (beban). Begitu ada jalan keluar akan kami ambil," ujar dia.



• VIVAnews
0

Tim Robot PENS - ITS Surabaya Kalah di Mesir

Surabaya (ANTARA News) - Tim Robot Mio_rEi" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya kalah dalam kontes robot tingkat dunia di Kairo, Mesir pada 19-23 September.

"Kami mohon maaf karena pada ABU Robocon 2010 hanya mampu bertahan hingga babak penyisihan," kata Direktur PENS Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD melalui sambungan saluran telepon internasional dari Mesir, Kamis.

Ia menyatakan, Tim PENS-ITS Surabaya hanya mampu membawa penghargaan khusus ("special award") dari Mobuchi Motor. "Semoga kita dapat menampilkan robot-robot yang lebih baik di tahun-tahun mendatang," katanya.

Dalam pertandingan yang diikuti 17 tim dari 16 negara (tuan rumah berhak mengirimkan dua tim) itu, para peserta terbagi dalam enam grup.

Tim Mio_rEi masuk dalam Grup C, satu grup dengan China dan Nepal. Berada di Grup C bersama lawan berat seperti China merupakan hal yang tidak terduga.

Pada pertandingan awal di babak penyisihan, enam yang bertanding yaitu Egypt 1 vs Fiji (skor 53-0), Thailand vs Pakistan (skor 47-3), China vs Nepal (skor 120-1), Jepang vs Malaysia (28- 51), Egypt 2 vs Srilanka (33-1), dan Hongkong vs Mongolia (36-12).

Hasil yang dicapai Tim China dengan skor 120 alias "pharaoh" (sempurna/menang telak) dalam waktu 1 menit 39 detik menunjukkan keunggulan tim dari "Negeri Tirai Bambu" itu.

Sesi berikutnya di babak penyisihan juga ada enam tim yakn Egypt 1 vs Saudi Arabia (skor 12-0), Thailand vs India (skor 64-1), China vs Indonesia (skor 120-7), Jepang vs Vietnam (skor 22-7), Egypt 2 vs Brunai (skor 26-0), dan Hongkong vs Mongolia (skor 3-26).

Tim China tetap meraih kemenangan sempurna (pharaoh) pada sesi kedua, sedangkan skor 7 yang diperoleh tim Mio_rEi melalui perjuangan keras.

"Itu karena robot otomatis Mio_rEi tidak stabil pada saat menyusun piramida tengah (khafraa). Hal ini sangat berbeda dengan latihan dan running test yang berjalan sempurna," katanya.

Untuk memperoleh wild card supaya masuk ke perdelapan final, tim Mio_rEi berusaha keras untuk memperbaiki perolehan nilainya saat melawan Nepal, namun dengan robot yang kurang stabil akhirnya hanya memenangi pertandingan dengan skor 22-3, sehingga kandas untuk mendapatkan wild card.

Bahkan, nilai yang dikumpulkan oleh tim dari Jepang dan Malaysia lebih tinggi, sehingga kedua tim itulah yang mendapatkan wild card.

Hasil selengkapnya:

  1. Juara umum : University of Electronic Science and Technology of China (robot Fighters.UESTC)
  2. Runner up pertama Lac Hong University Vietnam (robot LH LED)
  3. Runner up kedua (1) : Higher Technological Institute Tenth of Ramadan City, Mesir (robot El Sedeek)
  4. Runner up kedua (2) : Hong Kong Institute of Vocational Education, Hong Kong (robot Tsing Yi)
  5. Best Idea Award : Thailand Dhurakij Pundit University (robot LUK JAO MAE KHLONG PRAPA THE OMEGA 3)
  6. Best Engineering Award : Japan Kanazawa Institute of Technology (robot SOTEN)
  7. Best Design Award : Universiti Teknologi Malaysia (robot UTM Malaysia)
  8. Special Award: Panasonic Award (Vietnam)
  9. Special Award: Toyota Award (Mongolia)
  10. Special Award: Mabuchi Motor Award (Indonesia)

Tim mahasiswa ITS berkiprah dalam Kontes Robot Dunia sejak tahun 1991, bahkan tim robot B-CAK dari PENS ITS pernah menjadi juara pada Kontes Robot Dunia di Jepang pada tahun 2000, kemudian menjadi runner up pada tahun 2007 dan 2008. (E011/B010)


• antaranews