Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts
0

Telkom Mulai Bangun Fiber Optik di Indonesia Timur

Telkom Mulai Bangun Fiber Optik di Indonesia Timur   Banyuwangi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mulai membangun infrastruktur fiber optic untuk meningkatkan layanan teknologi informasi dan komunikasi di wilayah Indonesia bagian timur.

Direktur Enterprise and Whosale Telkom, Muhammad Awaluddin, mengatakan pemasangan fiber optic tersebut berada di Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, hingga Timika. "Kami targetkan semester kedua 2014 pembangunan infrastruktur selesai," kata Awaluddin di Banyuwangi, Kamis, 14 Februari 2013.

Menurut Awaluddin, selama ini sambungan teknologi informasi dan komunikasi di wilayah Indonesia timur masih mengandalkan satelit. Dengan fiber optic, kata dia, selain akan mengurangi beban satelit, juga akan mempercepat layanan teknologi informasi. Dengan demikian, perseroan berharap dapat mengurangi kesenjangan pemanfaatan teknologi informasi antara kawasan Indonesia timur dan barat.

Selain membangun fiber optic, PT Telkom juga mendirikan infrastruktur 20 juta kompass broadband (pita lebar) di seluruh kota di Indonesia hingga 2017 mendatang.


  • Tempo.Co  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Dorong UMKM Berkembang ke Bisnis Online

http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130211_130349/130349_827281_telkom_logo_kecil.jpgJAKARTA | PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) hari ini (11/2) menggelar IndiPreneur Festival 2013 yang disingkat IndiPreneur Fest 2013. Acara ini juga dihadiri para narasumber yang kompeten di bidang enterpreneurship dan e-commerce untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada 100 pengelola usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin menjelaskan maksud kegiatan ini tak lain untuk membekali para pelaku UMKM dengan pengetahuan mengenai implementasi teknologi dan komunikasi untuk mendukung bisnis.

Hal itu dilakukan sebagai komitmen Telkom untuk meningkatkan potensi 100 ribu UMKM Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang efektif.

"Akan kita bentuk penyediaan koneksi internet broadband serta berbagai infrastruktur, platform dan aplikasi untuk pengelolaan bisnis menggunakan teknologi cloud computing. Karena bisnis online sudah mulai menjamur, maka UMKM juga harus kita fasilitasi," ujar Awaluddin di Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta, Senin (11/2).

Selain itu, Telkom juga memberikan akses internet dan berbagai aplikasi bisnis seperti web hosting, domain name dan e-commerce application secara gratis. "Kami berikan secara gratis, agar pelaku UMKM tidak terbebani biaya yang tidak relevan dengan bisnisnya, namun hanya membayar ketika terjadi transaksi bisnis saja," jelasnya.

Dalam program ini, Telkom telah kucurkan dana Rp 10 miliar untuk pengembangan berbagai aplikasi bisnis serta layanan menyeluruh mencakup penyediaan DNA-P (Device, Network, Application dan Platform).

Intinya, kata Awaluddin melalui serangkaian kegiatan ini, Telkom berharap para pelaku UMKM dapat merasakan langsung penggunaan teknologi secara efektif dan dapat bertemu secara langsung dengan para pakar dan praktisi bisnis online yang telah berhasil berkiprah di pasar global.

Setelah Indipreneur Fest 2013, Telkom juga akan menggelar Indipreneur roadshow di 10 kota besar Indonesia. "Yaitu di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makasar dan Bali,". (chi/jpnn)


  • JPNN  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Situs Prostitusi

  Mahasiswa IPB Diduga Kelola Situs Prostitusi 

Mahasiswa IPB Diduga Kelola Situs Prostitusi  
Ilustrasi pelacuran / prostitusi. REUTERS/Edgar Su
Bogor | Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap HFIH, terduga pengelola prostitusi online www.bogorcantik.blogspot.com. Dibekuk di Hotel Papaho, Kota Bogor, pria 24 tahun ini disebut-sebut sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Juru bicara Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan, HFIH tak ditangkap sendiri. Kala peringkusan, ia tengah bersama tiga remaja perempuan.

"Mereka ditangkap Jumat, pukul 18.00," kata Martinus melalui pesan pendek, Jumat, 8 Februari 2013. "Modusnya menyediakan dan memperdagangkan wanita."

Martinus menjelaskan, tiga remaja yang ditangkap bersama HFIH adalah M, 17 tahun; M (16); dan D (18). Keempatnya dicokok dalam kamar nomor 5 di penginapan yang terletak di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, itu.

"Dari hasil pemeriksaan awal, HFIH telah memperdagangkan selama enam bulan," kata Martinus. "Tarifnya berkisar Rp 1,5 juta."

Dalam penggerebekan, polisi menyita barang bukti: komputer jinjing, empat telepon genggam; dan sebuah sepeda motor matic Vario T 3660 UM. Atas tuduhan itu, HFIH dijerat Pasal 30 dan 35 Undang-Undang Antipornografi, Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Perlindungan Anak. "Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," ujar Martinus. 

 Polisi Jebak Mahasiswa IPB Pengelola Situs Prostitusi 

Polisi Jebak Mahasiswa IPB Pengelola Situs Prostitusi
Ilustrasi prostitusi online. asiaone.com
Kepolisian Daerah Jawa Barat telah menangkap HFIH, pengelola situs prostitusi online www.bogorcantik.blogspot.com, Jumat, 8 Februari 2013. Sebelum melakukan peringkusan, polisi terlebih dulu menjebak HFIH dan kaki tangannya, tiga remaja putri: M, 17 tahun; M (16); serta D (18).

"Pelaku ditangkap dengan cara dijebak supaya mereka datang ke suatu tempat, kamar Hotel Papaho," kata Kepala Polda Jawa Barat Tubagus Anis Angkawijaya, Sabtu, 9 Februari 2013. "Setelah mereka berkumpul, barulah kami gerebek."

Polisi menangkap HFIH dan ketiga remaja perempuan itu kala mereka berada dalam kamar nomor 5, Hotel Papaho, Kota Bogor. Namun, menurut Tubagus, ketiga perempuan itu hanya korban perdagangan yang dilakukan HFIH. Dan rencananya, polisi bakal memberikan pembinaan kepada ketiganya. "Yang sudah jelas kami tindak itu si pelaku mahasiswa, pengelola situs," ujar dia.

Soal kabar bahwa HFIH adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Tubagus pun membenarkannya. Bahkan, menurut penyidik, HFIH jago bermain Internet. "Ya, dia mahasiswa sebuah perguruan tinggi terbaik dan terkenal di Bogor," jawab Tubagus kala ditanya soal status pendidikan HFIH di IPB.

Kini, HFIH dan tiga remaja perempuan itu tengah meringkuk di ruang tahanan Polda Jawa Barat. Dan dari hasil pemeriksaan awal, HFIH diduga menyediakan serta memperdagangkan perempuan secara online sejak enam bulan lalu dengan tarif berkisar Rp 1,5 juta.

Pada saat penggerebekan, polisi menyita barang bukti: komputer jinjing, empat telepon genggam, dan sebuah sepeda motor matic Vario T-3660-UM. Pelaku dijerat Pasal 30 dan 35 Undang-Undang Antipornografi, Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Perlindungan anak, dengan ancaman penjara 12 tahun.

 Seks Online, IPB Belum Pastikan HFI Mahasiswanya 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Yoni Koesmaryono belum dapat memastikan dugaan keterlibatan mahasiswanya, Hemud Farhan Ibnu Hasan (HFIH), dalam bisnis seks secara online. Alasannya, IPB belum mendapat konfirmasi dari Kepolisian Daerah Jawa Barat.

"Sejauh ini belum bisa dipastikan karena belum ada konfirmasi dari pihak Polda Jabar tentang sejatinya identitas yang bersangkutan (HFIH)," kata Yoni melalui pesan singkat kepada Tempo, Sabtu malam, 9 Februari 2013.

Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat yang menangkap Hemud Farhan Ibnu Hasan, 24 tahun di Hotel Papaho, Bogor, bersama tiga gadis ABG yang masih berstatus pelajar SMA. Tersangka diduga mahasiswa Fakultas Agrobisnis IPB.

Yoni mengatakan, pihaknya juga belum mendapat kejelasan peranan Hemud dalam bisnis seks secara online karena diduga menjadi pengelola blog www.bogorcantik.blogspot.com sekaligus germo dari jaringan ini.

"Kita kedepankan azas praduga tidak bersalah dan kemungkinan juga ketidaksesuaian orang atau nama. Saya masih menunggu konfirmasi dari Polda Jabar tersebut," ujar Yoni.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, pengakuan sementara Hemud Farhan Ibnu Hasan yang ditangkap di kamar nomor 5 Hotel Papaho,mendapatkan jatah 500 ribu dari tarif Rp 1,5 juta untuk setiap ABG. "Sementara gadisnya hanya mendapatkan Rp 1 juta."

Saat ditangkap, Hemud bersama tiga gadis ABG yang masih bersatsus pelajar SMA, yakni Me (17), Ma (16), dan Dv (18). Ketiga ABG ini diduga menjadi gadis penggilan dan kini masih diamankan di Polda Jabar.

Kepala Polres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Bahtiar Ujang Purnama mengungkapkan, jajaranya akan melakukan menyelidikan dan pendalaman kasus esek-esek secara online tersebut. Polisi menduga kasus serupa masih ada dan terdapat di wilayah hukumnya. "Kita akan bentuk tim kusus untuk menyelidiki dan mengembangkan kasus serupa seperti ini," ujar Bahtiar.

  • Tempo  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkomsel Perluas Layanan Wifi di Kampus

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/layanan-telkomsel-flashzone-di-kampus-_130209182455-226.jpgJakarta | Telkomsel bekerja sama dengan Telkom menggelar akses WiFi FlashZone di 100 perguruan tinggi dan WiFi Indischool di 1.000 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Telkomsel dan Telkom berharap dengan akses WiFi yang merambah lingkungan kampus dan sekolah, maka akan membantu generasi muda bangsa untuk semakin mudah mendapatkan akses informasi," kata Head of Strategic Marketing Group Telkomsel Ririn Widaryani, dalam keterangan, Sabtu.

Akses informasi yang mudah itu akan membantu pelajar dan mahasiswa dalam peningkatan pengetahuan sehingga diharapkan generasi muda Indonesia semakin cerdas.

Dia menjelaskan, akses FlashZone di kampus sudah dapat dinikmati seluruh pelanggan Telkomsel yang ada di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Untuk mendapatkan akses WiFi gratis menggunakan FlashZone, mahasiswa dan civitas akademika di kampus cukup mengakses *363*601# guna mendapatkan password yang dikirimkan melalui SMS.

Selanjutnya pelanggan melakukan koneksi WiFi dari ponsel, komputer tablet, atau laptop dengan jaringan FlashZone.

Kalau aktivasi berhasil dilakukan, FlashZone sudah dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti download/ upload ,transfer file, social media, dan akses informasi bermanfaat lainnya.

Dia mengakui, gratis internetan berlaku selama tiga jam pertama, dimana setelah itu akses WiFi FlashZone bisa diperoleh dengan membeli paket FlashZone dengan harga memadai untuk kantong mahasiswa mulai dari Rp 2.000 per jam sampai dengan Rp 5.000 per hari.

Tersedia pula paket mingguan mulai dari Rp 10.000 sampai dengan Rp 25.000, serta paket bulanan dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 50.000.

Sementara untuk kalangan sekolah, siswa dan guru juga dapat menikmati fleksibilitas akses internet dengan harga terjangkau melalui WiFi Indischool.

Layanan itu merupakan hasil Program Indonesia Digital School (IndiSchool), yang ikut mellibatkan Telkom dalam realisasinya. WiFi Indischool sudah bisa diakses oleh 1.000 sekolah yang tersebar dari Sumatera hingga wilayah timur Indonesia.

"Kehadiran WiFi FlashZone di 100 perguruan tinggi serta WiFi Indischool di 1.000 sekolah merupakan wujud program berkesinambungan yang dilakukan Telkomsel untuk komunitas kampus dan sekolah,"katanya.

Dewasa ini Telkomsel memiliki komunitas kampus yang tergabung dalam Telkomsel Mobile Campus (TMC) yang sudah sebanyak 1.800 perguruan tinggi.

Sedangkan komunitas sekolah yang tergabung dalam Telkomsel School Community (TSC) telah memiliki lebih dari 11.600 sekolah di seluruh Indonesia.

Telkomsel bersinergi dengan Telkom akan terus meningkatkan jumlah titik akses WiFi seiring dengan peningkatan kualitas layanan data berkecepatan tinggi, baik untuk stationary maupun mobile.

Telkom sendiri berupaya menggelar 100.000 titik akses WiFi pada tahun 2012, dan kemudian satu juta pada tahun 2013 serta 10 juta di 2015.


 • Republika 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Penghasil Spam

http://img.okeinfo.net/dynamic/content/2013/02/07/325/758079/4uUvKZIFu5.jpg?w=400

Jakarta  Data Kaspresky Lab sepanjang 2012 menyebutkan bahwa jumlah spam dalam lalu lintas email mengalami penurunan hingga mencapai level terendah dalam lima tahun.

Rata-rata spam pada tahun 2012 secara persentase sekitar 72,1 persen - 82 persen lebih kecil daripada tahun 2011. Penurunan jumlah spam yang berkepanjangan dan substansial seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Alasan utama menurunnya jumlah spam adalah karena peningkatan perlindungan anti-spam secara keseluruhan. Filter spam sekarang dipasang di hampir semua sistem email, bahkan email gratisan sekalipun. Selain itu, tidak sedikit provider email mewajibkan kebijakan signature DKIM (signature digital yang memverifikasi domain pengirim email).

Faktor lain dibalik menurunnya  jumlah spam adalah terjangkaunya harga beriklan di platform legal. Dengan adanya Web 2.0., peluang beriklan di Internet meroket: banner, iklan berdasarkan konteks serta iklan di jejaring sosial dan blog.

Kendati demikian, meski ada penurunan, pada 2012 ada beberapa perubahan besar dalam hal negara penyebar spam. Sebut saja, China, yang pada 2011 bahkan tidak masuk dalam 20 teratas negara penyebar spam, menduduki tempat pertama dengan menyumbang 19,5 persen dari seluruh email spam 2012.

Spam yang berasal dari Amerika Serikat naik 13,5 poin menjadi 15,6 persen dan berada di tempat kedua.

Sedangkan di Asia tetap menjadi daerah pengirim spam terbanyak. Tahun lalu, jumlah email sampah dari Asia naik 11,2 poin menjadi 50 persen dari total email sampah dunia, termasuk Indonesia sendiri berada di sepuluh besar negara penyebar spam di peringkat ketujuh dengan persentasi sebesar 3,1 persen.

Meningkatnya kontribusi spam dari Amerika Serikat menempatkan Amerika Utara di posisi kedua dalam daftar 10 teratas dengan 15,8 persen, naik 2 persen dari 2011. Di saat yang sama, jumlah spam yang berasal dari Amerika Latin turun 8 poin menjadi 11,8 persen.

Eropa juga mengalami penurunan peringkat. Pada 2012, jumlah spam yang berasal dari Eropa Barat dan Timur adalah 15,1 persen, hampir setengah dari jumlah spam pada 2011.(amr)


 ● Okezone  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Mastel: anak muda harus digiatkan ciptakan konten

Jakarta  Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendorong pemuda, terutama dari kalangan mahasiswa teknologi informasi, untuk terus berinovasi menciptakan konten telekomunikasi.

"Yang muda-muda itu harus bikin konten. (Mahasiswa) yang di Depok, di Lenteng Agung juga yang di Kebon Jeruk harus digiatkan bikin konten," kata Ketua Mastel Setyanto P Santosa di Jakarta, Rabu.

Menurut Setyanto, jika masalah konten menjadi bagian yang muda, maka tugas pemerintah adalah menyediakan layanan broadband yang bagus.

Dengan layanan broadband yang bagus, konten lokal akan tumbuh signifikan sehingga pendapatan perusahaan telekomunikasi juga bisa meningkat.

Menurut dia, sejak teknologi 3G masuk Indonesia, pendapatan perusahaan telekomunikasi menurun drastis karena penggunaan layanan jasa tradisional berupa voice dan SMS yang mereka tawarkan berkurang.

Pelanggan telekomunikasi seluler mulai beralih ke layanan "messaging" menggunakan akses Internet seperti Yahoo Messenger, Blackberry Messenger, Whatsapp bahkan Twitter dan Facebook karena lebih cepat dan mudah.

"Sejak ada 3G, perusahaan telekomunikasi cuma kebagian 25-30 persen dari total revenue. Padahal saat menggunakan 2G, mereka bisa dapat 90-100 persen pendapatan," katanya.

Tantangan yang ada saat era 3G seperti saat ini, menurut Setyanto, adalah bagaimana Indonesia harus terus meningkatkan konten dalam negeri.

"Rumusnya kalau nanti konten dalam negeri tumbuh, pemakaian konten luar hanya sekitar 40 persen. Sebanyak 60 persen orang akan lebih memilih, istilahnya `opera van java`," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera membangun broadband di kawasan kampus agar bisa segera meningkatkan industri telekomunikasi.

Setyanto menilai pemerintah seharusnya bisa sedikit menaruh perhatian pada industri telekomunikasi sebagai bekal di masa datang. Menurut dia, basis pengetahuan di masa mendatang akan banyak bergantung pada telekomunikasi sehingga perlu menjadi salah satu prioritas pembangunan. (ANT)


 ● Antara 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Akan Pasang 100.000 WiFi di Sekolah-sekolah

http://img.beritasatu.com/images/medium/12122012142504.jpgMahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, sedang menikmati program internet di lingkungan kampus mereka tanpa melalui sambungan kabel. Survei APJII 2012 menyebutkan ada 65 juta pengguna internet di Indonesia.

 Pemasangan WiFi itu rencananya bakal dirampungkan tahun ini.

Jakarta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berencana menggelar 100 ribu titik hotspot di sekolah-sekolah seluruh Tanah Air pada tahun 2013. Hingga kini perseroan telah memasang WiFi di 3.000 sekolah.

“Di sekolah-sekolah tersebut rata-rata di pasang 3 sampai 4 titik hotspot, investasi kami dalam menggelar WiFi sekitar Rp 10 sampai 15 juta per satu sekolah,” kata Direktur Enterprise & Wholase Telkom, Muhammad Awaluddin di Jakarta, Kamis (10/1).

Awaluddin menerangkan, program pembangunan WiFi di sekolah yang bernama IndiSchool ini dimaksudkan untuk memberikan pemerataan akses internet dan penyampaian konten edukasi kepada komunitas pendidikan di sekolah.

“Pada program ini kami tidak fokus kepada laba, Telkom fokus gelar dulu infrastrukturnya,” jelas dia.

Pada tahap awal Telkom bakal memberikan akses internet dengan kecepatan 1 Mbps, untuk digunakan sekolah-sekolah mengakses berbagai konten edukasi. Menurut Awaluddin, Indischool membawa konten edukasi yang sesuai kebutuhan sekolah dan lingkungan pendidikan dengan harga terjangkau.

Adapun, harga paket yang ditawarkan Rp 1000 per hari, Rp 20.000 per 30 hari, dan 100.000 per enam bulan.

“Kami juga menggandeng Microsoft, Intel, dan IBM untuk mengembangkan konten pendidikan, untuk pengembangan konten, paling lambat kita mulai di semester dua 2013,” jelas dia.


0

Facebook dkk Dirayu "Masuk" Indonesia

http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/05/0839111p.jpg?1356591933406SHUTTERSTOCK Data center yang menjadi tempat server internet bekerja 24 jam tanpa henti dan menyedot listrik secara kontinyu.

Jakarta Perusahaan penyedia data center Equinix asal Amerika Serikat telah mengekspansi bisnisnya di Indonesia dengan menghadirkan data center kelas Tier 4. Kehadiran Equinix ini diprediksi dapat merayu perusahaan internet besar macam Google, Facebook, Research In Motion, dan sebagainya, untuk menaruh servernya di Indonesia.

Equinix menggandeng PT Data Center Infrastructure (DCI) sebagai mitra lokal di Indonesia. Mereka mulai beroperasi pada awal 2013, dengan jaminan service level 99,995%.

Menurut Dimitri Mahayana, Chairman lembaga riset Sharing Vision, Equinix adalah salah satu penyedia data center papan atas dunia yang melayani pelanggan lokal dan global dengan layanan co-location atau interkonektivitas.

"Equinix punya 2 data center di Singapura. Sepengetahuan saya, sudah 3 tahun belakangan ini data center Equinix di Singapura sama sekali tidak pernah kedip. Mereka jarang sekali mengalami gangguan," kata Dimitri saat dihubungi KompasTekno, Kamis (27/12/2012).

Equinix juga memiliki sistem daya listrik cadangan yang kuat. Standar daya hidup generator yang mereka miliki bisa bertahan 72 jam.

Karena itu, lanjut Dimitri, 9 dari 10 perusahaan internet raksasa global percaya kepada Equinix. Hal inilah yang membentuk harapan agar Facebook, Google, Twitter, Research In Motion dan lainnya, mau menempatkan data center di Indonesia.

Selain Equinix, pemain data center global yang telah melakukan ekspansi ke Indonesia adalah Cyber Complete Secure Facilities (CSF) asal Malaysia. Mereka menangani lebih dari 200 pengadaan data center di Malaysia, Vietnam, Thailand, dan berencana ekspansi ke China dan India.

Di Indonesia sendiri, ada sekitar 14 perusahaan penyedia data center lokal, antara lain Metrodata, Aplikanusa Lintasarta, IDC, Centrin Online, Cyberindo Aditama, Citra Sari Makmur, Patra Telekomunikasi Indonesia, Indonesia Mesh Networks, SIGMA, Elitery (Data Sinergitama Jaya), Greenlink, IconPLN, Indosat, dan Omadata. Sharing Vision memprediksi bisnis data center di Indonesia tahun 2012 tumbuh double digit (di atas 10 persen) dari tahun ke tahun.

Keharusan membangun data center di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Dalam Pasal 17 Ayat 2 disebutkan, Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data (data center-red) dan pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Fetty Fajriati Miftach, mengatakan, ada beberapa keuntungan jika perusahaan internet besar menempatkan data center di Indonesia. "Langkah ini menjaga agar data lokal tak dimanfaatkan pihak lain, dan membuat akses internet lebih cepat," ujar Fetty dalam diskusi telekomunikasi "Over the Top, Kawan atau Lawan?" pertengahan Desember lalu di Jakarta.

Selain itu, keberadaan data center milik perusahaan internet global di Indonesia juga dapat menekan biaya bandwidth internet ke luar negeri yang harus dibayar penyedia jasa internet lokal (internet service provider/ISP).

Dimitri menjelaskan, biaya bandwidth ISP bisa ditekan kalau Google, Facebook, dan lainnya menempatkan data center di Indonesia. Karena jaringannya langsung berhubungan dengan data center di Indonesia.

Director & Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer mengatakan, 80% trafik data lari ke luar negeri untuk mengakses konten dari situs web dan layanan asing. "Ini sama saja kita menghantarkan uang ke luar negeri," ujar Erik dalam diskusi telekomunikasi.

Pemerintah diharapkan mampu melakukan pendekatan dengan perusahaan internet global agar mau membangun data center di Indonesia. Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga berpendapat, pemerintah perlu memberikan intensif pajak, bantuan dan kemudahan regulasi bagi perusahaan internet global yang ingin membangun data center.

Selain data center dan disaster recovery center, dalam Pasal 17 Ayat 1 juga disebutkan, Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib memiliki rencana keberlangsungan kegiatan (business continuity management-red) untuk menanggulangi gangguan atau bencana sesuai dengan risiko dari dampak yang ditimbulkannya.


Kompas
0

Kominfo Harus Memantau Penipu di Internet

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) harus dapat memantau para pengguna internet yang melakukan penipuan melalui jaringan internet, karena modus operandi tersebut jelas merugikan masyarakat. 

Ilustrasi
Jakarta "Pelaku penipuan yang menggunakan perangkat lunak dan melalui dunia maya ini harus diberantas habis," kata Pakar Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Pedastaren Tarigan, SH di Medan, Minggu (23/12). Hal tersebut diutarakan Pedastren menanggapi pelaku penipuan yang menggunakan jaringan internet.

Sebelumnya, Polda Sumut berhasil mengamankan 47 warga negara asing yang diduga pelaku penipuan melalui jaringan internet di sebuah rumah di Komplek Taman Malibu Indah, Kecamatan Medan Polonia pada Rabu (19/12) malam.


Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian menyita puluhan telepon seluler dan telepon satelit yang diduga digunakan dalam aksi penipuan itu.


Praktik penipuan antarnegara melalui internet tersebut diduga dikoordinir seorang WNA asal China dan dikendalikan dari Jakarta.


Pedastaren mengatakan, penipuan yang menggunakan internet itu harus diberantas, karena bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga meresahkan negara.


Oleh karena itu aparat kepolisian yang bekerja sama dengan Dinas Kominfo harus mengusut tuntas pelaku penipuan lainnya menggunakan internet dan kemungkinan masih banyak bersembunyi di Kota Medan.


"Penipuan menggunakan internet itu, diduga masih banyak beroperasi secara sembunyi-sembunyi di Medan," ucap Kepala Laboratorium Fakultas Hukum USU itu.


Pedastaren menambahkan, penipuan dengan menggunakan internet yang memiliki jaringan internasional, tidak hanya beroperasi di Kota Medan berpenduduk 2,5 juta jiwa itu, tetapi juga di kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Bali dan lainnya.


Para sindikat penipuan melalui internet yang dikoordinir orang asing itu, diduga memiliki backing atau orang kuat, karena kegiatan mereka sulit terpantau aparat kepolisian.


"Kegiatan penipuan yang dilakukan orang asing itu, juga memiliki jaringan yang cukup rapi, dan sulit untuk ditembus. Petugas kepolisian yang berhasil menangkap 47 orang asing itu, setelah melakukan kerja keras dan pamantauan yang cukup lama," ucap Pedastaren.


Dia mengatakan, menangkap orang asing itu, tidaklah mudah dan memerlukan kesabaran yang cukup tinggi. Disamping itu, juga perlu kerja sama dengan masyarakat.


Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan jaringan penipuan internasional menggunakan internet itu, diduga telah berlangsung cukup lama, namun baru kali ini aparat berhasil mengamankan dan "menggulung" puluhan orang asing tersebut.


"Keberhasilan yang dilakukan Polda Sumut mengamankan 47 warga negara asing tersebut, perlu diberikan apresiasi dan penghormatan dengan pemberian kenaikan pangkat kepada personel polisi yang berjasa itu," kata Pedastaren.

0

Mimpi Indonesia Punya 10 Juta Free Wi-Fi

Mimpi Indonesia Punya 10 Juta Free Wi-FiJakarta Indonesia akan menjadi negara dengan jumlah akses poin jaringan nirkabel atau Wi-Fi terbesar di Asia. Program Indonesia Wi-Fi, yang digagas PT Telekomunikasi Indonesia, menargetkan pemasangan 10 juta akses poin di seluruh Tanah Air pada 2015. Pada tahun depan, program ini akan berfokus pada pemasangan 2 juta hotspot.

Oki Wiranto, Senior Manager Business Planning & Infrastructure Development PT Telekomunikasi Indonesia, mengatakan, sasaran utama pemasang akses poin Internet melalui Wi-Fi adalah bidang pendidikan, usaha kecil dan menengah, serta layanan publik.

Sayangnya, Oki menolak menyebutkan nilai investasi Telkom untuk pemasangan 10 juta akses poin Wi-Fi ini. Telkom memiliki program IndiShcool, yang akan memasang akses poin Wi-Fi di 100 ribu sekolah--dari total 360 ribu sekolah--pada 2013. "Harganya sangat terjangkau untuk anak sekolah," ujar dia di sela acara Global Youth Forum di Nusa Dua, Bali, dua pekan lalu.

Telkom sangat yakin Wi-Fi bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di Cina dan Korea, Wi-Fi merupakan alternatif pengalihan jalur komunikasi dari GSM. Program ini akan melengkapi teknologi lain, seperti GSM, 3G, dan Wimax. "Jadi, sejuta Wi-Fi berjuta kemajuan. Kami ingin Indonesia menjadi surganya Wi-Fi," ujar Oki.

Angka pemakaian Wi-Fi di Indonesia semakin pesat seiring dengan penggunaan Internet yang kian meluas. Rata-rata angka akses data mencapai sekitar 1 gigabita per pengguna setiap bulan. Masyarakat juga sudah sangat familiar dengan Wi-Fi. Oki pun yakin tak akan ada kendala edukasi. Misalnya, Indonesia Wi-Fi tak perlu menjelaskan bila kecepatan akses Wi-Fi melambat saat dipakai banyak orang. Sebab, sebagian besar masyarakat sudah tahu hal itu.

Program Indonesia Wi-Fi diyakini akan mengubah predikat Indonesia sebagai negara terburuk dalam penyediaan fasilitas Internet. Untuk mengejar target 10 juta titik Wi-Fi, Telkom akan menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan operator lain. "Dari 10 operator dan penyedia layanan Internet, ada lima yang siap bekerja sama," kata Oki.

Indonesia Wi-Fi menggandeng Cisco sebagai mitra penyedia perangkat keras akses poin. Ichwan F. Agus, Direktur Sales Telco PT Cisco System Indonesia, mengatakan, Cisco akan mendukung penuh program Indonesia Wi-Fi. Menurut dia, Wi-Fi sangat potensial untuk berkembang karena sistem layanannya di semua negara sama. Berbeda dengan 3G, yang spektrum frekuensinya berbeda di setiap negara. "Wi-Fi akan saling melengkapi dengan teknologi pita lebar lain," ujar dia.

Istilah Wi-Fi sebenarnya merupakan merek dagang milik Wi-Fi Alliance, yang merupakan sebuah asosiasi perusahaan jaringan dan komputer. Saat ini, jumlah anggotanya mencapai 375 perusahaan, seperti Cisco, Motorola, Nokia, Apple, dan Microsoft. Asosiasi ini lantas membuat standar teknis, yang membuat peranti dengan teknologi Wi-Fi bisa saling terkoneksi dan berkirim data secara stabil.

Menjajal Wi-Fi Gratisan di Jalur Busway
 
Menjajal Wi-Fi Gratisan di Jalur Busway  Eka Santhika ingat betul pengalaman pertamanya mengakses Internet melalui jaringan Wi-Fi di halte Transjakarta koridor I rute Blok M-Kota. Pada September lalu, program ini baru diluncurkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Cepat banget. Aplikasi 20 megabita bisa diunduh dalam hitungan detik," kata karyawati berumur 27 tahun ini.

Di halte Bundaran Hotel Indonesia, layanan Wi-Fi gratis juga masih berfungsi dengan baik. Ketika Tempo menjajal titik ini dengan aplikasi SpeedTest, kecepatan unduh mencapai 3,8 megabita per detik dan kecepatan unggah 1,4 megabita per detik.

Hanya, di lokasi lain, seperti halte Dukuh Atas, Gelora Bung Karno, dan Bundaran Senayan, layanan ini tidak berfungsi mulus. Ada yang memancarkan sinyal kuat tapi tidak bisa digunakan untuk mengakses Internet, ada pula yang tidak memancarkan sinyal sama sekali seperti di halte Bundaran Senayan.

"Sering eror memang, maklum gratis," kata seorang petugas Transjakarta sembari tertawa. Karena itu, banyak pengguna Transjakarta yang kembali mengakses Internet melalui jaringan pribadi berbayar.

"Konsepnya bagus, membantu pengguna Transjakarta. Tapi pengelolaannya harus diperhatikan," kata Iwan Setiadi, wiraswasta yang setiap hari memakai bus Transjakarta. Ia mengusulkan agar layanan ini tidak hanya dipasang di halte, tapi juga di dalam bus.

Selain di halte Transjakarta koridor I, layanan ini dapat dinikmati di halte Transjakarta koridor IX rute Pinang Ranti-Pluit serta di taman kota, seperti Monas, Taman Ayodya, Taman Suropati, Taman Langsat, Taman Situ Lembang, dan Taman Menteng.

Titik akses untuk setiap lokasi memiliki nama yang mengikuti format DKI_Free_Hotspot_nama lokasi untuk halte Transjakarta. Cara mengakses Wi-Fi cukup mudah karena pengguna tidak perlu memasukkan password.

Radius sinyal Wi-Fi yang dipancarkan pun tidak terlalu jauh, yakni hanya 20-30 meter. Bahkan, di Taman Ayodya, yang dikunjungi Tempo, lebih banyak area tidak mendapat sinyal Wi-Fi yang bagus.

Saat ini, layanan tersebut diteruskan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melalui konsep Smart City. Dia menargetkan akses Internet gratis tersedia di berbagai taman kota di Jakarta.

Mengejar Target 10 Juta Titik Free Wi-Fi
 
Mengejar Target 10 Juta Titik Free Wi-Fi  Rencana pemerintah membangun jutaan jaringan Wi-Fi publik disambut positif perusahaan penyedia jasa Internet. Semuel A. Pangerapan mengatakan, hal ini membuka peluang bagi mereka untuk menjadi kontraktor yang membangun jaringan ini.

"Perusahaan saya membangun jaringan milik Kementerian Komunikasi dan Informasi di beberapa provinsi di Sumatera," kata Semuel, yang juga Presiden Direktur PT Jasnita Telekomindo, kepada Budi Riza dari Tempo, pekan lalu.

Jaringan Wi-Fi ini juga berfungsi mendongkrak mutu pendidikan lewat akses buku digital secara gratis.

Bagaimana Asosiasi melihat rencana ini?
Bagus sekali. Saya melihat ini perlu dilakukan karena harga frekuensi Wi-Fi mahal dan kapasitasnya terbatas. Frekuensi Wi-Fi itu tidak memakan spektrum 3G, jadi dia mensubsitusi jaringan data di daerah-daerah tertentu yang padat pemakaiannya. Biayanya juga murah.

Apakah target pemasangan 10 juta titik dalam tiga tahun realistis?
Ini memang lebih mudah dilakukan dibanding membangun jaringan GSM. Operator telekomunikasi bisa memasang router-nya di menara-menara telekomunikasi yang sudah dia bangun sebelumnya.

Apa kekurangan dari layanan ini?
Keanehan dari Wi-Fi adalah jika antara frekuensi yang satu dan yang lain berbenturan, sehingga akan melemahkan jangkauan.

Apa tanggapan Anda soal pembatasan pemakaian per pengguna hingga 20 menit?
Kalau itu hotspot yang free (gratis), ya, terserah operatornya. Kita harus bersyukur sudah dikasih. Ini supaya kita bisa berbagi dengan yang lain.

Penyedia routers yang bagus untuk Wi-Fi?
Yang bagus itu ada Cisco, Motorola, dan lainnya. Yang penting satu sama lain bisa terkoneksi dengan stabil.

Apa dampak layanan Wi-Fi publik ini untuk pengajaran di sekolah?
Kalau kita bicara sekolah, berarti itu pada bagian kontennya. Manfaatkanlah. Bagaimana cara menumbuhkan konten Indonesia? Pendidikan punya bujet besar, jadi arahkan dan bikin konten yang sesuai. Digitalisasi buku-buku sekolah sangat penting.

Seperti apa?
Misalnya, Kementerian Pendidikan bisa membeli hak properti intelektual buku lalu melakukan digitalisasi dan menyebarkannya secara gratis. Belinya pakai dana masyarakat yang sudah dianggarkan.

Apa semua operator telekomunikasi perlu dilibatkan untuk Wi-Fi publik ini?
Semua dilibatkan, tapi pelaksanaannya cukup satu konsorsium saja untuk pemasangan Wi-Fi publik ini supaya tidak tabrakan. Dana investasi bisa dari berbagai perusahaan telekomunikasi. Dengan begitu, jaringannya terbuka dan bisa digunakan lintas pengguna dari perusahaan telekomunikasi yang berbeda.

Berlomba Menabur Free Wi-Fi di Nusantara
 
Berlomba Menabur Free Wi-Fi di Nusantara  Mengakses Internet lewat jaringan nirkabel sudah dianggap sebagai kebutuhan banyak orang, mulai pelajar hingga karyawan. Jenis perangkat yang digunakan beragam, tapi yang paling banyak dipakai adalah telepon seluler cerdas.

Harga ponsel cerdas yang semakin murah membuat orang kian akrab dengan Internet. Mahendri, mahasiswi Universitas Warmadewa, Bali, misalnya. Ia lebih banyak memakai ponsel cerdasnya untuk membuka Facebook.

Yang menarik, Mahendri tak perlu pusing memikirkan soal pulsa yang bakal tersedot. Sebab, di kampusnya kini telah terpasang 31 hotspot yang memberinya akses Internet gratis.

Ternyata layanan hotspot tak hanya tersedia di kampus. Di Bali, tersebar sekitar 3.600 hotspot yang bisa diakses secara gratis dengan identitas Free@WiFiID. Menurut Suryadiningrat, petugas Telkom Bali, setiap titik berkapasitas 10 megabita per detik.

Secara umum, Indonesia tertinggal dibanding beberapa negara Asia dalam urusan layanan Wi-Fi gratis. Saat ini, baru terpasang sekitar 100 ribu titik Wi-Fi. Sedangkan Cina, misalnya, memiliki sekitar 6 juta hotspot.

Korea Selatan memiliki 2 juta titik Wi-Fi, sementara Singapura telah lebih dulu memasang sekitar 500 ribu hotspot. Padahal jumlah penduduk Negeri Jiran itu kurang dari setengah jumlah penduduk DKI Jakarta, yang mencapai 12 juta orang.

Korea Selatan memang dikenal maju dalam urusan penyediaan akses jaringan Internet bagi warganya. Saat ini, Negeri Ginseng itu telah memiliki sekitar 8,4 juta pengguna jaringan tercepat, yakni Long Term Evolution.

Dengan jaringan tersebut, kecepatan akses Internet bisa mencapai 40-100 megabita per detik. Indonesia mungkin baru akan menyediakan layanan ini pada tahun depan, setelah pemerintah melakukan lelang tender.

Di Jepang, kondisinya sedikit berbeda. Untuk mengakses Internet, warga negara itu cenderung menggunakan layanan vendor telekomunikasi alias membayar dengan membeli kartu atau membawa router Wi-Fi.

Namun, maraknya peranti mobile, seperti tablet dan ponsel cerdas terbaru, membuat beberapa perusahaan mulai menawarkan layanan Wi-Fi gratis. Imbalannya, mereka mendapat pemasukan dengan menampilkan iklan pada layar ponsel, tablet, atau laptop dari pengakses Internet lewat jaringan mereka.


Vivanews
0

2013, Domain .id Ingin Kalahkan .sg dan .my

Jakarta Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memprediksi pendaftaran domain .id akan mengalami pertumbuhan pesat di tahun 2013, setelah prestasi gemilang yang diraih pada 2012.

Domain .id sepanjang 2012 meningkat jadi 103.882 domain, atau tumbuh 62,5% dibandingkan tahun 2011. Kenaikan domain .id tahun 2012 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Melihat prestasi itu, PANDI optimis domain .id bisa tumbuh 170% atau mencapai 300.000 domain di tahun 2013. “Kami berharap dalam satu tahun ke depan domain .id dapat melewati jumlah domain negara-negara lain di Asia Tenggara,” ujar Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (21/12/2012).

Penggunaan domain .id masih kalah jika dibandingkan Singapura (.sg) dan Malaysia (.my). Hingga akhir 2012, domain .sg yang terdaftar berjumlah 144.591, sedangkan .my mencapai 206.663.

Optimistis ini didasarkan atas perubahan sistem pendaftaran domain .id yang diklaim jauh lebih mudah dari sebelumnya. “Masyarakat juga sudah mulai paham kalau menggunakan domain .id lebih aman ketimbang menggunakan domain internasional, “ jelas Andi.

Pada 31 Desember 2012, sistem pendaftaran domain .id dari Single Point Registry System (SPRS) sepenuhnya diubah menjadi Shared Registry System (SRS).

SPRS adalah sistem yang menggabungkan fungsi registri dengan fungsi registrar. Nah, dengan perubahan ke sistem SRS ini, PANDI tidak lagi melakukan fungsi registrar untuk menjual domain.

“Pendaftaran nama domain saat ini dilakukan oleh dua belas mitra registrar PANDI. Sejak 19 Oktober 2012, PANDI tidak lagi menerima pendaftaran nama domain, terkecuali untuk go.id, mil.id, dan net.id,” ungkap Andi.

12 mitra registrar itu meliputi Rumahweb (Yogyakarta), IDwebhost/Jogjacamp Indonesia (Yogyakarta), Core Mediatech (Jakarta), Jetcom Netindo (Jakarta), Jasnita Registri Indonesia (Jakarta), Melsa/PT. Melvar Lintasnusa (Bandung), Jatis Mobile/PT. Informasi Teknologi Indonesia (Jakarta), CBN/PT. Cyberindo Aditama (Jakarta), Garuda Internet/PT. Jupiters Network Indo Teleglobal (Jakarta), Gemilang Ananta (Jakarta), Radnet/PT. Rahajasa Media Internet (Jakarta), dan IM2/PT. Indosat Mega Media (Jakarta)

Selanjutnya, mulai 1 Januari 2013, PANDI tak lagi menerima perpanjangan nama domain yang habis masa berlakunya. Domain yang habis masa berlakunya harus ditransfer dulu ke salah satu registrar sebelum bisa diperpanjang.

Di penghujung 2012, PANDI juga merilis dua Second Level Domain (SLD) baru, yaitu biz.id, dan my.id. Domain biz.id ditujukan untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan my.id untuk pengguna personal atau blogger.

Satu bulan sejak dirilis, pendaftaran domain biz.id berjumlah 216 dan 586 untuk domain my.id.


Kompas
0

Stasiun KA Bogor Dilengkapi Wifi

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/penumpang-kereta-api-_121130103746-566.jpgBogor Stasiun Kereta Api Besar Bogor, Jawa Barat ternyata telah dilengkapi dengan koneksi internet wifi gratis yang bisa diakses penumpang kereta di stasiun tersebut.

“Jaringan internet gratis ini bisa diakses oleh calon penumpang saat menunggu kereta di sekitar peron, dan ini gratis,” kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor Enjang Syarif Budiman di Bogor, Sabtu (15/12).

Enjang mengatakan, Stasiun Besar Bogor telah dilengkapi jaringan jaringan internet gratis sejak beberapa bulan yang lalu.

Selain di peron, jaringan internet gratis juga terdapat di ruang operasional Stasiun Besar Bogor dan di sekitar stasiun.

Pengadaan jaringan internet gratis, lanjutnya, merupakan salah satu upaya manajemen Stasiun Besar Bogor dalam memberikan pelayanan kepada penumpang.

“Untuk peningkatan layanan agar pada saat penumpang menunggu kereta tidak bosan, mereka bisa mengakses internet secara gratis di stasiun,” papar dia.

Para penumpang dan pengunjung stasiun Bogor bisa dengan gampang melakukan koneksi wifi karena jaringan tidak membutuhkan kata sandi.

Namun, koneksi tersebut masih dibatasi hanya selama 20 menit. Setelah itu, pengguna harus mengkoneksikan lagi untuk tetap bisa menggunakannya.

Menurut Enjang, ini sengaja dilakukan untuk tetap mempertahankan kecepatan akses.

“Seru juga bisa internetan gratis dengan jaringan wifi di stasiun. Jadi menunggu kereta tidak membosankan karena bisa menelusuri internet dengan gratis,” papar Fadila (26), penumpang kereta di Stasiun Besar Bogor.


0

Internet Membuat Anak Mudah Depresi

Jakarta Penggunaan teknologi informasi seperti internet, jejaring social dan teknologi lain telah menghasilkan orang-orang yang mudah depresi. Mereka merasa kesepian, terisolasi dari pergaulan dan mulai menemui banyak masalah di keluarga, sekolah juga dunia kerja.

“Anak-anak juga mengalami kondisi serupa. Mudah depresi yang pada akhirnya mengarah pada gejala psikosomatis,” ujar Rustika Thamrin SPSi, Direktur Representative School of Emphaty (SOE), Sabtu (15/12).

Diakui saat ini banyak anak-anak yang kecanduan internet. Mereka tak segan-segan menghabiskan waktunya beselancar di dunia maya, meski harus melakukannya di warnet dengan biaya sewa yang tak sedikit.

Tak hanya itu, menurut Rustika, anak dan remaja tumbuh menjadi pribadi yang individualis, tidak peka, memilih bunuh diri, mogok sekolah, hingga maraknya bullying, tawuran dan bersemainya bibit-bibit korupsi. Mulai nampak gejala generasi yang memiliki banyak pengetahuan, namun miskin dalam kemampuan membangun interaksi sosial, tidak mampu berempati terhadap perasaan dan permasalahan diri sendiri serta orang lain.

Padahal, lanjut Rustika, kesuksesan dan kebahagiaan seseorang terbukti lebih ditentukan oleh kecerdasan emosi, sosial dan spiritual dibandingkan dengan kecerdasan intelektualnya. Sayangnya, nyaris tak ada mata pelajaran di sekolah yang khusus mengasah bentuk-bentuk kecerdasan tersebut.

Karena itu, Rustika melihat perlunya program yang menyenangkan yang bisa sekaligus mengembangkan empat bentuk kecerdasan, yaitu kecerdasan fisik, emosi, sosial dan spiritual. "Dalam konteks masyarakat kota Jakarta, diperlukan teknik intervensi berupa aktivitas kelompok, untuk melengkapi teknik konseling perorangan yang selama ini biasa dilakukan,” ungkap Rustika Thamrin Program School of Empathy (SOE) yang diinisiasi oleh YASEHATI Foundation, merupakan sebuah program pendidikan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan emosi, social, spriritual bahkan kesehatan tubuh.

Ditambahkan oleh Tika, pendekatan yang dilakukan oleh School of Empathy, khususnya melalui teknik intervensi biodanza adalah pendekatan yang unik karena mengutamakan ekspresi diri dan auto regulasi dengan menggabungkan berbagai kekuatan antara lain kekuatan musik, kekuatan gerak/tari, dan kekuatan interaksi kelompok. Yang dikuatkan, dengan begitu adalah keterhubungan dan empathy antar individu, satu hal yang mulai mengalami problem dalam keseharian masyarakat kita. (inung)


Poskota
0

Jumlah Pengguna Internet Indonesia Terus Melonjak

http://statik.tempo.co/data/2012/05/10/id_119256/119256_275.jpgJakarta Jumlah pengguna Internet di Indonesia bertambah tahun ini menjadi sekitar 63 juta orang dari sebelumnya 55 juta orang pada tahun lalu. Ini mencapai 24, 23 persen dari total populasi saat ini. Pengguna Internet terbanyak saat ini masih berada di Pulau Jawa. Posisi kedua diikuti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Kalimantan.

Sedangkan secara provinsi, pengguna terbanyak ada di Jawa Barat. Lalu, diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Menurut Semuel A Pangerapan, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, ini menunjukkan penyebaran yang relatif bagus.

"Saat ini tingkat pengguna dibandingkan populasi per pulau mencapai sekitar 20-30 persen," kata dia pada paparan outlook industri Internet 2013, Rabu, 12 Desember 2012. Tiga tahun lagi, jumlah pengguna Internet Indonesia diharapkan bisa mencapai setengah dari total populasi.

Dilihat dari klasifikasi umur, pengguna terbanyak Internet masih berusia 12-34 tahun, yang mencapai 64 persen dari total pengguna. Dari jumlah ini, "Pengguna paling aktif merupakan kalangan yang baru bekerja," kata Valens Riyadi, pengurus APJII yang menangani survei ini.

Meningkatnya jumlah pengguna Internet ini menyebabkan melonjaknya jumlah pengguna layanan beli, yaitu online sebanyak 22,8 persen dari total pengguna. Ini setara dengan 13 juta pengguna. "Ini pasar yang besar," kata Samuel.

Valens Riyadi menambahkan, kebanyakan pengguna mengakses Internet lewat ponsel cerdas, yaitu sebanyak 65 persen. Ini didorong dengan semakin banyaknya ponsel cerdas berharga murah.

Untuk pilihan layanan Internet service provider, para pengguna internet kebanyakan mengutamakan kecepatan akses, biaya murah, dan koneksi yang stabil. "Apalagi, biaya akses ke luar negeri juga semakin murah, sehingga harga jual ke masyarakat dalam negeri semakin murah."


Tempo
0

Telkomsel gandeng Google tawarkan akses gratis

http://img.antaranews.com/new/2012/11/thumb/2012112823.jpgMakasar � Operator selular PT Telkomsel menjalin kerja sama dengan Google untuk menyediakan Free Zone, layanan akses gratis Google Search, Gmail, dan Google+ bagi pengguna Telkomsel melalui telepon seluler mereka.

Corporate Communication Sulawesi And Papua PT Telkomsel, Hasrina, di Makassar Kamis mengatakan, Free Zone hanya dapat dinikmati pada jaringan Telkomsel sebagai mitra operator ekslusif penyedia layanan ini di Indonesia selama enam bulan.

Pelanggan harus mempunyai akun email Google untuk bisa menikmati layanan ini.

Dengan membuka www.telkomsel.com/freezone melalui browser di ponsel, pelanggan bisa mengakses layanan-layanan Google seperti mesin pencari, Gmail, maupun jejaring sosial Google+ tanpa dikenai biaya pulsa.

Namun, jika pelanggan ingin berselancar ke halaman web lain, termasuk melalui link hasil pencarian yang ditampilkan Google Search, mereka akan dikenai tarif data normal.

Telkomsel akan menampilkan pilihan paket berlangganan TelkomselFlash, bagi pengguna yang belum berlangganan, sesaat setelah mengakses salah satu website hasil pencarian.

Akses gratis Gmail juga hanya sebatas membaca atau mengirimkan pesan email, sedangkan untuk membuka dan mengirim file via attachment, juga dikenai tarif data normal.

Demikian juga ketika mengakses Google+, pelanggan akan dikenai tarif data normal saat mengklik link ke website eksternal.

Project Director Service, Content, Application, and Portal Task Force Telkomsel Gideon Edie Purnomo mengatakan, kerja sama strategis dengan Google itu merupakan salah satu wujud komitmen Telkomsel membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses Internet gratis.

"Free Zone menghadirkan kemudahan akses internet serta memberikan pilihan bagi pelanggan untuk terhubung ke World Wide Web," jelas Google Indonesia Country Head Rudy Ramawy.(KR-RY/S006)

Antara