0

3.000 Siswa SMP Ikuti Olimpiade Sains

Illustrasi

SOLO--MICOM
:
Sebanyak 3.000 peserta dari 334 sekolah menengah pertama (SMP) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di seluruh Indonesia mengikuti Olimpiade Sains di Kota Solo, Selasa (14/2).

Kegiatan lomba ilmu pengetahuan tingkat SMP RSBI yang terdiri dari bidang studi Matematika, Bahasa Inggris, Biologi, dan Fisika. Setiap sekolah mengirimkan empat siswanya didampingi oleh dua guru, dan kepala sekolahnya.

Kegiatan olimpiade sains tingkat nasional tersebut dibuka oleh Dirjen Pendidikan Dasar, Kemendiknas, Prof Suyanto, dan juga disaksikan oleh Wali Kota Surakarta Joko Widodo, di The Sunan Hotel Solo.

Menurut Prof. Suyanto, kegiatan olimpiade sains tingkat SMP nasional tersebut dilakukan secara spontan di Solo. Kegiatan ini yang ketiga dan sebelumnya yang pertama dilaksanakan di Jakarta, dan kemudian di Surabaya.

"Kami menyambut baik acara ini. Sehingga, RSBI kualitas semakin baik saya kira hal itu bagian dari proses alamiah menuju ke Bertaraf Internasional," katanya.

Menurut dia, RSBI pada hakekatnya adalah instrumen untuk menuju ke arah Bertaraf Internasional yang harus dikondisikan. Pihaknya tidak bisa secara tiba-tiba sekolah dibikin Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Karena, kata dia, hal tersebut juga sesuai amanat Undang-Undang Pasal 50 ayat 3 nomor 32/2004, tentang Pemerintah Pusat dan Daerah. "Kita tidak bisa menargetkan diperlukan berapa lama sekolah menjadi SBI, karena arah RSBI sesuai di level-level internasional". Oleh karena itu, Proses RSBI terus dikawal jika tidak bisa hingga waktu misalnya tujuh tahun, maka sekolah itu harus dikembalikan ke standar nasional.

Menurut dia, jumlah sekolah RSBI di Indonesia masih terhitung kecil sekali. Dari sebanyak 150 ribu sekolah SD, SMP, dan SMA di Tanah Air hanya 1.125 yang RSBI. (Ant/OL-9)


• MediaIndonesia
0

BPPT-Jepang kerjasama kembangkan turbin angin

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Jepang untuk mengembangkan teknologi turbin angin Tomonokaze yang mampu membangkitkan listrik dengan baik dari kondisi kecepatan angin yang rendah seperti di Indonesia.

"Berbeda dengan Eropa yang rata-rata kecepatan anginnya sampai 12 meter per detik, di Indonesia kecepatan anginnya hanya 3-6 m/detik," kata Kepala BPPT Dr Marzan A Iskandar seusai Penandatangana nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Jepang mengembangkan turbin angin Tomonokaze di Jakarta, Rabu.

Dengan kecepatan angin rendah, lanjut dia, turbin angin sulit berputar, atau kalaupun bisa berputar daya listrik yang dihasilkan sedikit, namun teknologi Tomonokaze mampu membuat turbin bisa berputar cepat meski dengan kecepatan angin 3-6 m/detik dan memberi daya yang juga lebih besar.

Karena itu pihaknya bersama Tomo Wind Energy akan menguji kelaikan teknologi tersebut di Taman Teknologi Terbarukan di pantai Baron Yogyakarta sebanyak satu unit dengan kapasitas 4 kW. Saat ini di taman tersebut sudah ada pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) 15 kW, surya 36 kW dan biofuel 25 kW.

"Jika sudah dikembangkan sesuai dengan kondisi di Indonesia, Jepang berminat membangun industri turbin angin di Indonesia dengan material yang juga berasal dari Indonesia," katanya.

Selama ini, ujarnya, untuk memenuhi kebutuhan energi yang dibangkitkan dari angin, Indonesia mengimpor turbin, karena BPPT (laboratorium aerogasdinamika dan getaran) dan Lapan hanya memenuhi pesanan-pesanan kecil saja dimana investasi yang diperlukan 8 dolar AS per Watt.

Saat ini Indonesia baru memanfaatkan energi angin sebesar kurang dari 2 MW, padahal potensinya 9.300 MW. Hanya saja potensi itu diakuinya tersebar di lokasi-lokasi terpencil misalnya di tepi pantai selatan Jawa dan Indonesia timur.

Sementara itu Deputi teknologi informasi energi dan material BPPT Dr Unggul Priyanto mengatakan keunggulan teknologi Tomonokaze terletak pada disainnya yang dilihat dari "blade" dan motornya, serta terletak pada materialnya yang ringan dan kuat dari bahan yang seluruhnya komposit.

Sementara itu, CEO Tomo Wind Energy Kazuki Nomoto mengatakan, pihaknya sudah mengembangkan teknologi turbin angin sejak 20 tahun lalu, sedangkan teknologi terbaru Tomonokaze adalah yang keempat.

"Teknologi ini sudah dicoba dan terpasang di Kyusu yang kondisi kecepatan anginnya sangat rendah, hanya 1 meter/detik, setinggi 6 meter. Namun turbin ini bisa berputar dengan cepat," katanya sambil memperlihatkan foto.

Daya listrik yang dihasilkan dari PLTB ini, jelasnya, tergantung dari kecepatan anginya. Jika kecepatan angin hanya 4-5 m/ detik daya yang dihasilkan sekitar 10 kW per hari.(D009)


• ANTARA News
0

Nirmana award, ajang kompetisi designer muda

Jakarta (ANTARA News) - Para desainer grafis muda punya satu lagi ajang unjuk kemampuan yaitu di Nirmana Award.

"Kompetisi ini untuk bisa menjadi salah satu wadah yang memberikan keleluasaan bagi para desainer untuk berkreasi terutama di industri desain," ujar ketua panitia Nirmana Award, Anang Pradipta pada jumpa pers yang digelar di Jakarta pada Kamis pagi.

Kompetisi yang pertama kali ini mengusung tema "Warna Kreasi Indonesia" dengan memiliki enam kategori yaitu ilustrasi, digital imaging, comic strip, desain t-shirt, typography, serta video grafis.

"Melalui kompetisi ini kami bisa menunjukkan bahwa Indonesia memiliki desainer-desainer keren, bukan hanya di Jakarta, namun di seluruh Indonesia," kata Anang.

Pendaftaran untuk mengikuti Nirmana Award dimulai pada Februari hingga April. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 26 Mei. Sasaran kompetisi ini adalah menjaring para desainer muda usia 17 hingga 25 tahun.(M048)


• ANTARA News
0

Koneksi cepat akan tunjang industri konten Internet

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia memiliki potensi dan peluang yang sangat besar untuk mengembangkan industri konten Internet, namun diperlukan broadband atau koneksi internet transmisi data berkecepatan tinggi.

"Broadband atau koneksi Internet transmisi data berkecepatan tinggi sangat penting, dan sangat berpotensi untuk mengembangkan industri konten Internet di Indonesia," kata Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Setyanto Santosa, di Jakarta Rabu.

Setyanto mengatakan bahwa industri konten Internet merupakan industri yang memiliki peluang besar di masa sekarang, dan bisa dikatakan, untuk memulai industri tersebut tidak perlu mencari pekerjaan.

"Untuk menjalankan industri ini, seperti membuat game di Internet hanya perlu duduk dan bekerja di depan komputer dengan koneksi Internet berkecepatan tinggi, dan bisa langsung menjual konten tersebut," tambah Setyanto.

Setyanto mengatakan bahwa pentingnya broadband tersebut, sudah dia suarakan sejak lima tahun yang lalu karena dia beranggapan bahwa dengan adanya broadband tersebut industri konten internet bisa hidup.

"Namun, syaratnya hanya satu, broadband tersebut harus tersedia di rumah-rumah dan saya yakin dengan tersedianya broadband di tiap-tiap rumah, maka generasi muda akan mulai berkreasi untuk menghasilkan konten Internet tersebut," kata Setyanto.

Untuk membangun broadband, lanjut Setyanto, telah ada konsep ICT Fund yang merupakan skema penggalangan dana yang dihimpun dari 1,25 persen pendapatan kotor seluruh penyelenggara telekomunikasi di Indonesia untuk program Universal Service Obligation (USO).

"Dana dari ICT Fund tersebut bisa dipergunakan untuk membangun broadband di daerah-daerah yang belum bisa dibangun oleh para operator," lanjut Setyanto.

Namun, kata Setyanto, untuk segera melaksanakan pembangunan tersebut cenderung lama pada proses tender, dan sudah seharusnya ada langkah khusus agar tender bisa dipercepat.

Dalam kesempatan yang sama, konsultan senior Frost & Sullivan, Iwan Rachmat, mengatakan bahwa pada tahun 2016 mendatang, pertumbuhan broadband di Indonesia diproyeksikan mencapai 60 persen yang didorong oleh penggunaan dan turunnya harga telepon genggam, meningkatnya pengguna sosial media dan jual beli online.

"Pertumbuhan broadband di Indonesia akan mencapai 60 persen pada tahun 2016, dan hal tersebut didorong oleh penggunaan dan turunnya harga telepon genggam, meningkatnya pengguna sosial media dan jual beli online," kata Iwan.

Iwan mengatakan bahwa penggunaan internet akan tumbuh kurang lebih sebesar 29,7 persen pada tahun 2010-2015, sementara untuk penggunaan koneksi data juga akan tumbuh sebesar 21,9 persen di tahun 2011-2016.

"Baik peningkatan penggunaan internet ataupun koneksi data tersebut didorong oleh meningkatnya pengguna sosial media dan segala sesuatu yang tersedia di internet," tambah Iwan.(V003)


• ANTARA News
0

5 Fotografer Indonesia Lolos ke Sony World Photography

JAKARTA - World Photography Organisation kembali mengumumkan fotografer-fotografer yang berhasil lolos seleksi dan menjadi finalis dalam 2012 Sony World Photography Award, ajang internasional yang memberikan apresiasi pada hasil karya fotografi dari seluruh penjuru dunia.


Lima fotografer Indonesia berhasil lolos dalam tahap seleksi 2012 Sony World Photography Award pada kelas Open Photographers dan menjadi finalis dalam beberapa kategori: Tan Nono Rahardian untuk Kategori Seni dan Budaya, Handri Fitrido untuk Kategori Alam dan Kehidupan Liar, Zulkifli Thalib untuk Kategori Masyarakat, Ricky Alexander untuk Kategori Senyuman, dan Suprijanto untuk Kategori Perjalanan.

“Kami sangat mendukung para fotografer nasional di Indonesia untuk berkiprah dalam acara-acara penghargaan foto internasional seperti Sony World Photography Awards ini. Kompetisi ini mengapresiasi berbagai foto yang menakjubkan dari seluruh penjuru dunia untuk kemudian dipilih yang terbaik,” kata Presiden Direktur Sony Indonesia Satoru Arai.

Satoru Arai juga menyatakan bahwa dukungan Sony pada ajang ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk selalu terdepan dalam dunia digital imaging. “Foto-foto memikat yang lolos dalam kompetisi ini merupakan gambaran atas kemampuan menampilkan realitas dari sisi yang menarik yang juga dapat dihasilkan dengan rangkaian produk digital imaging dari Sony.”

Kelima fotografer Indonesia tersebut, bersama-sama dengan seluruh finalis dari 2012 Sony World Photography Awards dapat memamerkan karya-karya mereka pada kegiatan pameran utama yang akan diakadan di Somerset House London, bersamaan dengan penyerahan penghargaan Sony World Photography Awards.

Creative Director World Photography Organisation Astrid Merget mengatakan foto-foto yang telah lolos seleksi dan menjadi finalis pada 2012 Sony World Photography Awards kali ini sangat memuaskan.

“Untuk professional awards, karya-karya foto yang lolos seleksi menampilkan obyek secara utuh secara unik, sementara pada open categories obyek tunggal yang disajikan sangat beragam dan menunjukkan skil yang sangat tinggi,” jelasnya. Pada penyelenggaraan 2012 Sony World Photography Awads kali ini, lebih dari 112,000 hasil karya didaftarkan dari 171 negara seluruh dunia. (adv) (tyo)


• Okezone

0

Fakultas Biologi UGM Kembangkan Gama Anggrek

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan Gama Anggrek, yang merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis anggrek alam di Indonesia.

"Salah satunya adalah persilangan anggrek jenis Vanda tricolor yang ada di lereng Gunung Merapi dengan Vanda limbata yang bisa dijumpai di Nusa Tenggara," kata Kepala Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Indrianto di Yogyakarta, Selasa (14/2).

Menurut dia, pengembangan Gama Anggrek itu akan dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi dan Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM. Pengembangan persilangan jenis anggrek tersebut dilakukan dengan model botolan maupun kompotan.

"Hal itu dilakukan karena Indonesia kaya dengan berbagai jenis anggrek alam seperti jenis Vanda tricolor dan Vanda limbata," katanya.

Ia mengatakan sebagian masyarakat tidak tertarik dengan pengembangan anggrek alam karena kurang indah. Padahal, anggrek alam memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan anggrek hibrida yakni baunya yang lebih wangi dan perhiasan bunganya yang tebal, sehingga lebih awet dan tidak mudah layu.

"Sebagian kalangan menilai anggrek alam bentuk dan warnanya tidak indah. Padahal, jenis anggrek itu memiliki keunggulan seperti pada perhiasan bunga dan baunya yang wangi," katanya.

Menurut dia, pembuatan bibit anggrek alam dalam botol belum mendapat perhatian khusus di masyarakat, padahal kebutuhannya sangat mendesak. Kondisi itu menghasilkan suatu peluang agrobisnis yang menggiurkan.

Di sisi lain penyediaan bibit anggrek alam hasil budi daya dapat menurunkan ketergantungan masyarakat pada anggrek alam di habitatnya, sehingga akan mempertahankan kelestarian anggrek alam.

"Pembuatan kemasan sebagai wadah bibit anggrek botolan yang dirancang secara menarik namun tetap mempertimbangkan faktor-faktor utama penunjang kehidupan bibit anggrek diharapkan semakin meningkatkan ketertarikan masyarakat awam pada bibit anggrek alam botolan," katanya.

Ia mengatakan tumbuhan anggrek yang tergolong dalam familia Orchidaceae telah lama dikenal masyarakat luas, baik sebagai tanaman hias maupun bunga potong. Di dunia diperkirakan terdapat sekitar 20.000 jenis anggrek, dan sebagian tersebar di daerah tropis.

"Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 5.000 jenis anggrek yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, Indonesia sebagai negara tropis merupakan negara yang mempunyai jenis anggrek terkaya di dunia," katanya.


• REPUBLIKA.CO.ID
0

LAPAN Pantau Jatuhnya Roket H2A

Roket pengangkut satelit GSAT-5P meledak di udara tak lama setelah diluncurkan di Srikarikota, India, Sabtu (25/12/2010).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terus memantau lokasi jatuhnya sampah antariksa roket Jepang, H2A, yang saat ini dalam perjalanan menuju Bumi.

"Bekas roket Jepang H2A berupa tabung ditaksir berdiameter empat meter dan panjang sekitar lima meter kini sedang melayang jatuh," ujar Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Prof Dr Thomas Djamaludin melalui akun jejaring sosial Facebook miliknya, Senin.

Deputi Lapan Thomas Djamaludin mengatakan sampah antariksa yang akan jatuh itu hanya berupa logam kosong dan diperkirakan akan jatuh di suatu wilayah antara lintang 83 LU - 83 LS pada 14-17 Februari.

"Perlu waspada, tetapi tidak perlu khawatir, karena kemungkinan besar jatuh di lautan," tambah dia.

Thomas mengatakan sejumlah wilayah di Tanah Air sudah pernah mendapatkan kiriman sampah roket milik Rusia yang jatuh di Gorontalo dan Lampung, kemudian milik China di Bengkulu.

"Mungkin sekian banyak lagi yang jatuh di wilayah Indonesia, tetapi tidak kita ketahui karena jatuh di laut atau hutan. Lapan terus memantaunya," kata dia.

Saat ini, lanjut Thomas, terdapat lebih dari 6.000 sampah antariksa berupa badan roket atau pecahan satelit atau roket yang masih melayang di angkasa.

Roket H2A merupakan roket komersial milik Jepang yang diluncurkan pertama kali pada 2001. Peluncuran roket itu dimaksudkan untuk mengintai aktivitas di Semenanjung Korea.


• REPUBLIKA.CO.ID
0

Ini Dia 12 Tren Teknologi Informasi Tahun 2012

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Seperti apakah wajah teknologi informasi dunia tahun 2012? Sebuah riset yang dilakukan Fujitsu menemukan ada 12 tren yang diperkirakan akan muncul dan mendorong terjadinya sebuah perubahan di segala aspek.

"Teknologi mobile, layanan Cloud, dan media sosial akan mendatangkan perubahan. Tren-tren itu akan mengubah cara bisnis masyarakat," kata Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad Sofwan memberi ilustrasi.

Perubahan itu, kata Sofwan, antara lain terjadi di ranah bisnis. Ia mengambil ilustrasi delivery order Pizza melalui telepon. "Nantinya delivery pizza bukan saja lewat ponsel, tapi juga Internet," kata Sofwan.

Riset itu sendiri melibatkan Global CTO Community Fujitsu, yang terdiri dari para Chief Technology Officer (CTO) dan timnya dalam organisasi Fujitsu di seluruh kawasan dunia. Hasil riset menemukan satu kecenderungan yang menarik. Perspektif yang lebih luas berhasil dihimpun.

Temuan ini, lebih luas dibandingkan apa yang pernah diprediksikan Moore’s Law yang menyatakan bahwa prosesor akan semakin canggih dua kali lipat dari sebelumnya setiap dua tahun. Prosesor hanya satu elemen pendorong perubahan.

Tahun 2012, dalam pandangan Fujitsu, akan terjadi banyak perubahan yang diakibatkan oleh kekuatan-kekuatan yang ada di ranah teknologi informasi. Kekuatan dimaksud antara lain teknologi mobile, layanan Cloud, media sosial untuk berbisnis dan ledakan data.

Perubahan yang diakibatkan diprediksi akan berlangsung secara disruptif dan membongkar aturan yang berlaku saat ini. Tren ini akan mengubah bagaimana cara bisnis, kota-kota bahkan masyarakat, beroperasi. Ketika semua tren ini berjalan, dunia akan terlihat sama sekali berbeda. Setidaknya, ada 12 trend yang akan mengemuka tahun ini.

Real-time insight

Real-time insight akan menjadi salah satu tren. Ini terjadi karena suatu pandangan bahwa manusia hidup dalam dua dunia sekaligus, yakni dunia fisik dan dunia digital. Dunia fisik adalah tempat di mana kita hidup yang terdiri atas jaringan-jaringan komputer dan peranti mobile.

Dunia fisik ini didukung oleh dunia digital yang memiliki kekayaan informasi dan kekuatan analisis. Kini kedua dunia itu semakin menyatu dan tersinkronisasi sehingga mampu menghantarkan wawasan-wawasan baru berbasis data dengan kecepatan tinggi.

Implikasinya bagi kita adalah:
• Kemunculan sistem-sistem yang mampu “merasakan dan bereaksi” dan tidak hanya bisa melakukan transaksi.
• Kita akan menjadi lebih proaktif ketimbang reaktif –misalnya di bidang kesehatan yang akan lebih fokus menjaga kesehatan daripada mengobati penyakit.
• Kecepatan sangat penting, dan semuanya akan semakin cepat.

Bsnis Tanpa Batas
Selanjutnya, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, memungkinkan timbulnya konsep bisnis tanpa batas. Fenomena ini, antara lain dipicu oleh kehadiran cloud computing.

Layanan Cloud memungkinkan pengguna umum untuk membangun, melakukan konfigurasi dan mengoperasikan sendiri teknologi. Untuk pertama kalinya, pelaku bisnis bisa menggunakan layanan teknologi secara langsung tanpa perlu menunggu waktu lama dan mengeluarkan investasi di muka yang besar.

Hasilnya, pelaku bisnis bisa lebih mudah dan cepat berinteraksi dengan konsumennya. Akhirnya, batasan-batasan yang menghambat bisnis tradisional akan menghilang, batas-batas tradisional seperti pasar, lokasi, organisasi, bahasa atau teknologi akan lenyap.

Implikasinya bagi kita adalah :
• Pergerakan organisasi akan dimulai dari Cloud dan akan berbasiskan Cloud.
• Perusahaan teknologi akan menjadi penyedia utilitas.
• Kosakata bisnis akan menggantikan kosakata teknologi, dan bisnis akan selalu menjadi aktivitas yang lingkupnya global.

Komputasi Human Centric

Komputasi yang berpusat pada manusia (human-centric) dan paham konteks akan menghantarkan layanan dan konten secara langsung, walaupun tanpa diminta. Kemampuan ini menjadi jembatan untuk masuk ke dunia digital dan memanfaatkan semua kelebihan dari dunia digital ke dunia fisik.

Melalui kemampuan menambahkan konteks, sistem akan menjadi lebih cerdas untuk membantu manusia berinteraksi dengan lingkungan, teman-teman dan komunitasnya. Konteks akan memperkaya pengalaman manusia menjalani kehidupan sehari-hari.

Implikasinya bagi kita adalah:
• Skema loyalitas konsumen akan berbalik ikut memberikan manfaat bagi bisnis.
• Privasi bukan lagi pertimbangan utama–manusia harus memilih keluar (opt-out) sendiri dari layanan otomatis untuk menjaga informasi pribadinya.
• Peranti akan lebih mengenal pemiliknya secara lebih dalam daripada pemilik mengenal perantinya.

Informsi Lebih Penting Daripada Teknologi

Kecenderungan lain yang akan mengemuka adalah informasi lebih utama daripada teknologi. Ketika kita membicarakan “Revolusi Informasi” di dunia TI, selama ini kita lebih memperhatikan “T” dari Teknologi daripada “I” atau Informasi. Padahal informasi ini ada di mana-mana.

Setiap pergerakan kita menghasilkan data dan selanjutnya meninggalkan apa yang disebut “jejak digital” ke mana pun kita pergi. Jejak digital ini semakin nyata seiring dengan semakin maraknya teknologi sensor dan benda-benda yang terhubung ke Internet. Hasilnya, kita bisa bisa lebih dalam mengeksploitasi informasi.

Implikasinya bagi kita adalah:
• Informasi, bukan teknologi yang mendorong kita.
• Kompetitor akan memahami pelanggan kita atau jauh lebih paham dibandingkan kita.
• Kita akan hidup di tengah “perlombaan senjata informasi.”

Internet telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Bila kemudian muncul pertanyaan, berapa peranti di dunia ini yang terhubung dengan internet.

Terkoneksinya aneka peranti ke internet merupakan perspektif ke lima versi Fujitsu yang akan menjadi tren dan mengubah teknologi informasi sepanjang 2012. Mengutip berbagai studi, Fujitsu memperkirakan bahwa tahun ini ada sekitar 4 miliar peranti yang terhubung dengan internet. Jumlah perangkat yang terkoneksi dengan internet akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Diperkirakan jumlah ini akan melonjak menjadi 15 miliar pada 2015 dan 20 miliar pada 2020 seiring dengan turunnya biaya prosesor dan pemancar nirkabel. Kemampuan koneksi bukan lagi monopoli komputer, tetapi semua mesin seperti vending machine, meteran parkir bahkan tempat sampah- akan mampu memancarkan informasi tentang status lingkungan di sekitarnya baik secara pasif, responsif bahkan secara otonom.

Hasilnya adalah dunia yang penuh dengan benda cerdas. Implikasi bagi kita atas fenomena itu adalah:
• Mayoritas benda yang terkoneksi ini tidak memiliki pengguna manusia sehingga tidak memiliki antar muka pengguna manusia.
• Adalah mesin, bukan manusia yang akan lebih banyak memproduksi data di Internet.
• Hidup kita akan tergantung dari aliran informasi dari benda-benda dan mesin-mesin ini.

Bussines to Consumer (B2C)

Koneksi internet yang semakin meluas dan masif banyak dimanfatkan berbagai kalangan, termasuk diantara para pebisnis. Tidak mengherankan jika dalam lima tahun terakhir ini tumbuh pesat toko online.

Seiring dengan menjamurkan toko online konsep B2C atau bussines to consumer makin marak pula. Secara sederhana B2C adalah suatu usaha atau bisnis yang menjual produk atau layanan secara langsung kepada end user.

Toko online dan B2C, merupakan gelombang baru dalam berbisnis antara lain karena mampu menyediakan mekanisme yang sederhana untuk berjualan produk dan layanan. Untuk pertama kalinya, organisasi bisa bertukar layanan dengan sesamanya. Model transaksi akan mendorong nilai dan efisiensi secara lebih besar.

Implikasinya bagi kehidupan kita:
• Adalah pasar yang mendefinisikan layanan dan kualitas layanan tersebut.
• Pilihan aplikasi akan berubah secara berkala.
• Hubungan bisnis yang dinamis akan menjadi norma (tidak lagi aliansi statis).

Tak Lagi Terikat Teknologi Tertentu

Sebagian besar perubahan yang terjadi hari ini telah mendorong organisasi menembus batas-batas tradisionalnya. Misalnya dalam hal media sosial, Cloud (dan layanan Cloud personal) serta peranti mobile di mana data tidak lagi terikat pada satu teknologi tertentu.

Komputasi semakin menjadi sebuah hubungan antara manusia dan informasi dan bukan lagi teknologi sebagai pengelola informasi. Implikasinya pada kehidupan kita:
• Data-data pribadi akan memiliki nilai uang dan menjadi mata uang yang mapan.
• Keamanan akan berfokus pada manusian dan informasi, bukan kepemilikan dan pengendalian.
• Organisasi akan lebih sering melihat ke luar daripada ke dalam.

One Size Fits All.

Ada pandangan bahwa pilihan ibarat pedang bermata dua –di satu sisi ada nilai dari tersedianya pilihan, di sisi lain ada biaya yang timbul. Di masa lalu, organisasi mengelola biaya ini dengan membatasi pilihan dengan solusi-solusi satu untuk semua ukuran –“one size fits all.”

Namun inovasi membawa transformasi ke pasar, dan dengan perubahan yang semakin cepat, pendekatan ini mulai ditinggalkan. Organisasi harus bisa menghadirkan banyak pilihan. Ke depan, organisasi akan menghilangkan batasan-batasan teknologi seperti fat client dan aplikasi yang terpisah dalam banyak silo.

Implikasinya bagi kita:
• Standarisasi menciptakan lingkungan yang dinamis, tidak statis.
• Manusia akan menggunakan teknologinya sendiri di tempat kerjanya.
• “Information supply chain” akan menggantikan Reference Architecture.

Seiring dengan meluasnya layanan internet, jejaring sosial dan media sosial , menjadi semakin populer. Dari fenomena itulah, riset yang dilakukan Fjitsu menemukan sebuah perspektif baru tentang pemanfatkan media sosial untuk kepentingan yang lebih luas laggi.

Banyak organisasi yang kemudian memanfaatkan layanan ini dan terus mencari cara untuk mengeksploitasi saluran baru ini sebelum kompetitor mendahuluinya. Tantangan disini adalah ketika memasuki media sosial, organisasi dihadapkan kepada tata nilai yang sama sekali berbeda dari nilai tradisional. Misalnya di dalam bisnis, kita ingin semua hal berlangsung rutin dan bisa diprediksikan. Namun sosial media adalah kebalikannya.

Sosial media dikendalikan oleh keinginan dan kepentingan masing-masing orang di dalamnya. Implikasinya bagi kita:
• Media sosial akan menjadi sarana utama untuk berkolaborasi.
• Batas-batas antara pelanggan dan pemasok akan semakin kabur.
• Peranti, aplikasi dan layanan akan bisa mendukung media sosial dan akan membuat kita online secara terus menerus.

Komunitas yang Makin Berpengaruh

Pada sisi lain, Web tidak hanya menyediakan akses informasi. Web mampu menghubungkan jutaan, bahkan miliaran orang. Crowdsourcing –alihdaya kepada kerumunan- memungkinkan kita menyerap pool sumber daya manusia dan menggerakkan mereka sebagai angkatan kerja dengan berdasarkan penugasan namun tanpa biaya tetap.

Seiring dengan perkembangan Web, nilai kontribusi dari grup dan komunitas tersebut semakin tinggi. Seperti halnya peranti lunak open source, kontribusi ini digerakkan kesamaan kepentingan dan minat.

Crowdsourcing memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia. Pendekatan ini tidak akan menggantikan pola rekrutmen pada umumnya, namun menawarkan alternatif. Implikasinya bagi kita:
• Crowdsourcing akan menyediakan berbagai manfaat sumber daya manusia (dengan skala yang bisa diperbesar atau diperkecil) seperti halnya Cloud computing meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi dari sumber daya teknologi.
• Crowd (kerumunan) akan menjadi sumber daya manusia utama.
• Model bisnis berbasis kerumunan akan muncul.

Organisasi Berubah Bentuk
Perubahan yang sifatnya disruptif yang terjadi di industri teknologi (misalnya melalui Cloud computing, big data, mobile dan media sosial) berpotensi mengubah cara bisnis beroperasi. Akses kepada teknologi tidak lagi membutuhkan investasi besar dalam hal kompetensi, modal atau waktu.

Di dalam organisasi sendiri, fungsi-fungsi bisnis mengharuskan pemanfaatan teknologi karena tanggung jawabnya semakin besar. Implikasinya bagi kita:
• Organisasi akan bertindak sebagai konsumen dan penyedia dalam ekosistem digital.
• CAPEX dan depresiasi akan hilang dari neraca keuangan.
• Bisnis dan individu harus mengelola rantai pasok informasi dan mendapatkan nilai dari aktivitas tersebut.

Mobilitas semakin alamiah

Kita sudah memasuki era pascaPC yang mengubah sama sekali komputasi di tingkat pengguna akhir. Didorong lonjakan pertumbuhan jaringan mobile dan nirkabel, bentuk dan ukurannya semakin bervariasi. Peranti mobile sudah dipakai untuk banyak hal, namun jenis yang digunakan berbeda-beda, bukan satu peranti yang mampu melakukan segalanya.

Personal Cloud akan menyatukan keragaman peranti tersebut –satu-satunya fasilitas online yang menyimpan data dan konteks seseorang, yang bisa diakses dari peranti apapun yang mereka gunakan. Implikasinya bagi kita:
• Kata “mobile” akan kehilangan maknanya (dalam konteks teknologi) karena sudah dianggap sebagai kelaziman.
• PC dan aplikasi berbasis PC akan menjadi kuno.
• Manusia akan menggunakan banyak komputer dalam kehidupan sehari-harinya.


• REPUBLIKA.CO.ID