0

Inilah Bocoran Taktik Bisnis Biznet di 2012

INILAH.COM, Jakarta- Mengusung kualitas infrastruktur dan pusat data terbesar di Indonesia, Biznet mengaku bersiap diri rebut pelanggan di 2012. Tidak hanya bermain di pasar corporate, Biznet masuk di ranah retail.

Ambisi itu diungkapkan diungkapkan VP Marketing Strategy & Support Endra Leonardy saat ditemui INILAH.COM pada Selasa (19/04) di Starbuck, Kemang Village, Jakarta. Mereka mengaku saat ini mayoritas konsumen adalah perusahaan. Namun, tidak menutup kemungkinan di 2012, pasar retail turut dijajaki.

“Kami sudah memiliki Max3 untuk kalangan retail namun lingkup ini akan lebih dimaksimalkan di 2012 mengingat kami tengah membangun pusat data terbesar di Indonesia yang terletak di Cibubur. Data Center itu akan selesai di akhir 2011,” kata Endra Leonardy.

Selain memasuki pasar retail, Biznet juga mulai gencar mempromosikan komputasi awan bagi perusahaan maupun end user. “Saat ini, pengguna cloud system (komputasi awan) dalam lingkup perusahaan masih sekitar 5%. Namun hingga akhir 2011, kami menargetkan 20% pelanggan kami adalah pengguna komputasi awan.”

Memang dengan keberadaan pusat data di Cibubur, Biznet berambisi tidak hanya memberikan layanan data kepada pelanggan. “Kami ingin di 2012, kami tidak cuma menawarkan layanan data tetapi juga konten. Kalau jual layanan saja, bisnis tidak akan berkembang,” ujar Endra sambil tersenyum.

Meskipun begitu, Endra menolak berikan keterangan konten seperti apa. “Selain game, kami punya konten kejutan lain. Tunggu saja.” [ast]


Inilah

0

Ambisius, Biznet Kejar Keuntungan Naik 80% di 2011

INILAH.COM, Jakarta- Biznet berambisi meningkatkan kesadaran masyarakat atas layanan hotspot gratis dengan menggandeng 6 mitra di empat kota besar. Mereka menargetkan kenaikan keuntungan 80% di 2011.

Pernyataan tersebut diungkapkan VP Marketing Strategy & Support Endra Leonardy saat ditemui INILAH.COM pada Selasa (19/04) di Starbuck, Kemang Village, Jakarta. Keenam mitra tersebut diantaranya Starbuck Coffee, Seven Eleven, dua brand salon yang berbeda, XXI dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat atas akses data, tidak hanya di kantor. Tren saat ini adalah mengakses internet kapanpun dan dimanapun. Karenanya, kami mengembangkan jaringan HotSpot Biznet Networks di berbagai kawasan,” kata Endra Leonardy.

Kawasan yang diimingi layanan hotspot gratis adalah Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Untuk saat ini, Biznet sudah bekerja sama dengan 31 cabang Starbuck di Jabodetabek dan Bali serta 13 cabang Seven Eleven di Jakarta.

“Tapi jangan khawatir. Kami akan terus menambah kemitraan hingga akhir 2011. Selain itu, layanan gratis ke masyarakat ini sangat mudah digunakan. Anda hanya perlu registrasi satu kali dan akun tersebut dapat digunakan di jaringan hotspot Biznet manapun,” tegas Endra.

Sejak diluncurkan Desember lalu, akun pengguna hotspot Biznet yang sudah terdaftar berjumlah sekitar 50 ribu. Ditargetkan, pengguna mencapai 100 ribu hingga akhir 2011. “Baru enam bulan saja, kami sudah menerima respon positif dengan 50 ribu pengguna hotspot Biznet yang terdaftar. Kemungkinan besar, hingga akhir 2011, pengguna mencapai lebih dari 100 ribu.” [ast]


Inilah

0

'Jabal Magnet Madinah' Muncul di Purwokerto

INILAH.COM, Jakarta – Jabal magnet atau bukit magnet Madinah terkenal akan kuatnya daya tarik magnet yang mampu menarik mobil. Serupa, di Purwokerto, bukit ini juga muncul. Benarkah?

Terdapat video YouTube menampilkan sebuah mobil seolah ditarik suatu gaya, mobil itu sendiri berada dalam keadaan mati. Kejadian di Baturaden, Purwokerto, ini sekilas mirip bukit magnet yang ada di Madinah.

Warga lokal pun meyakini adanya magnet yang menarik mobil tersebut. Namun, para ahli mengklaim mobil itu bergerak bukan karena daya tarik magnet melainkan mobil tersebut berada pada jalan menurun, bukan tanjakan.

Berbeda, video Madinah, ketika terdapat bis yang sudah dimatikan dan berada pada permukaan datar, bis tertarik dengan sendirinya oleh gaya magnet. Supir tak perlu menyalakan mesin karena mobil bisa berjalan sendiri berkat gaya aneh ini.

Bukit magnet paling banyak muncul di Amerika Serikat (AS), termasuk Alaska, Alabama, California, Florida dan lainnya. Namun, beberapa sumber AS mengklaim, bukit magnet hanyalah ilusi optik, meski sering kali ditemani klaim adanya medan magnet atau bahkan gaya supernatural. Bagaimana menurut Anda?


Inilah
0

Jadi Kebutuhan Dasar Masyarakat, Saatnya Broadband Menjadi PSO?

Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah perlu melakukan redefinisi mengenai broadband atau jaringan pita lebar. Redefinisi broadband diperlukan karena broadband akan menjadi kebutuhan dasar setelah kebutuhan dasar akan layanan telekomunikasi telah terpenuhi.

Pandangan mengenai redefinisi broadband dilontarkan Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno. Sarwoto yang juga ketua umum asosiasi telekomunikasi seluler Indonesia (ATSI) mengingatkan bahwa redefinisi ulang diperlukan, karena broadband bakal menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

''Kalau kita lihat, kebutuhan dasar telekomunikasi telah terpenuhi. Setelah telekomunikasi terpenuhi, broadband akan menjadi kebutuhan dasar masyarakat,'' kata Sarwoto. Karena itulah perlu redefinisi mengenai broadband, apalagi broadband akan menjadi kebutuhan dasar masyarakat di Indonesia.

Dalam pandangan Sarwoto, Broadband idealnya menjadi public servuce obligation (PSO). Sarwoto menyebut hal ini menjadi salah satu alternatif yang ideal. Di sejumlah negara, telah diterapkan pendekatan ini, seperti Malaysia dan Singapura.

''Singapura misalnya. Setelah berhasil memenuhi kebutuhan 200 Mbps per orang, kini tengah meningkatkan alokasi menjadi 1 GBps per orang. Kita mau tidak mau akan memasuki era seperti ini,'' kata Sarwoto.

Bagaimana dengan universal services obligation (USO). Belajar dari pengalaman telepon yang menggunakan mekanisme USO, PSO lebih cocok untuk broadband. '' Pada USO pemerintah hanya membeli servicenya saja,'' papar Sarwoto. Pada broadband dibutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur berskala besar dan investasi yang sangat besar pula.

Ekspansi operator telekomunikasi dan tuntasnya program universal dervices obligation (USO) telah berhasil menyediakan akses telekomunikasi hingga ke desa-desa. Program USO misalnya, menyediakan infrastruktur telekomunikasi lebih dari 31 ribu titik di desa yang belum memiliki akses telekomunikasi. Sebanyak 25 ribu diantaranya dibangun oleh Telkomsel selaku salah satu pemenang tender USO.

Program USO telah berhasil mengakselerasi penyediaan layanan telekomunikasi di Indonesia. Fenomena ini juga menggambarkan bahwa dari sisi inftrastruktur dan ketersediaan layanan, kebutuhan dasar telekomunikasi di Indonesia telah terpenuhi.

Karena itulah Sarwoto berpendapata bahwa kebutuhan dasar telekomunikasi berhasil dipenuhi. ''Kalau dulu kita selalu berpikir populasi sekian membutuhkan sekian satuan sambungan telepon, sekarang hal itu tidak relevan lagi. Yang dipikirkan sekarang adalah untuk setiap populasi, berapa mega bits data yang harus disiapkan,'' kata Sarwoto.

Realitas seperti ini membutuhkan ketersediaan akses telekomunikasi berkapasitas besar. KIta berbicara soal broadband. Yang menjadi masalah kemudian adalah transmisi. Pasalnya, transmisi untuk mendukung layanan broadband sangat terbatas sekali. Investasi baru harus digelontorkan untuk menutup kebutuhan itu.

Sekadar mengingatkan, untuk membangun jaringan transmisi serat optik untuk wilayah Indonesia bagian Timur--dikenal dengan Palapa Ring--, membutuhkan dana tak kurang dari Rp 15 triliun. Program yang dicanangkan sejak beberapa tahun lalu ini realisasinya tersendat-sendat. Konsorsium yang sebelumnya berkomitmen membangun jaringan ini belakangan mundur satu persatu.

Sejauh ini, Telkomsel bersama induknya Telkom, berkomitmen membangun infratsruktur serat optik di wilayah Indonesia bagian Timur. Namun, memperhatikan besarnya investasi, dua operator ini tentu saja tidak bisa membangun transmisi secara masif. Mereka harus menerapkan skala prioritas untuk membangun infrastruktur, karena harus mempertimbangkan return of invesment disamping besaran belanja modal yang dimiliki.

''Investasinya sangat besar sekali, sementara revenue belum tentu sebanding. Namun sudah menjadi komitmen kami menyediakan layanan broadband,'' kata Sarwoto. Telkomsel saat ini tengah mengembangkan broadband city.

Dalam dua tahun terakhir ada 40 kota yang telah berstatus broadband city. Bila dikaitkan dengan jumlah kabupaten/kota, broadband city yang dikembangkan Telkomsel baru sekitar 10 persen saja. Untuk menjadikan 410 kota lain menjadi broadband city, butuh waktu belasan bahkan puluhan tahun.Untuk mempercepatnya, tentu saja membutuhkan program akselerasi, antara lain penyediaan transmisi yang masif.

Dalam konteks inilah peran pemerintah sangat penting. Salah satu pendekatan adalah menjadikan broadband sebagai PSO. '' Kalau ini diterapkan, operator akan dengan senang hati membangun transmisi dan mengembangkan broadband secara masif,'' ujar Sarwoto.

Pendekatan lain adalah melalui mekanisme ICT Funds. Dana yang berhasil dihimpun dimanfatkan untuk membangun transmisi. Transmisi yang ada kemudian digunakan oleh operator dengan mekanisme sewa atau mekanisme lain.

Insentif juga dinilai bisa mendorong operator lebih agresif lagi membangun transmisi dan mengembangkan broadband. Ditanya mengenai kemungkinan Telkomsel dibebaskan membayar iuran USO, tetapi dana itu dialihkan untuk pembangunan transmisi untuk mendukung broadband, Sarwoto sependapat. '' Setahun iuran USO Telkomsel bisa mencapai Rp 75 miliar, kalau dana ini bisa digunakan untuk membangun transmisi broadband kami akan senang sekali,'' kata Sarwoto.

Pengalihan dana USO disebut Sarwoto bisa membantu mempercepat pembangunan transmisi broadband. '' Untuk pengembangan broadband operator butuh dukungan dan insentif dari pemerintah,'' kata Sarwoto.


Republika
0

Lintasarta Tawarkan Solusi Komputasi Awan

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT. Aplikanusa Lintasarta menawarkan solusi komputasi awan yang diklaim mampu menghemat biaya pemeliharaan teknologi informasi hingga 50 persen.

"Dengan biaya operasional yang semakin tinggi, perusahaan semestinya melakukan efisiensi, salah satuny di bidang IT," kata Presiden Direktur Lintasarta, Samsriyono Nugroho dalam peluncuran Lintasarta Cloud Service di Jakarta, hari ini.

Samsriyono mengatakan, mengutip survei yang dilakukan sebuah perusahaan riset internasional tahun lalu, rata-rata perusahaan mengalokasikan dana sampai US$ 2.790 juta per tahun untuk membeli hardware. Namun, setelah mereka beralih menggunakan sistem cloud computing, biaya operasional bisa ditekan 44 sampai 50 persen.

Lintasarta menyediakan tiga jenis komputasi awan, yakni Private Cloud, Dedicated Cloud, dan Public Cloud dengan paket layanan Infrastructure as a Service (IaaS) dan Software as a Service (SaaS). Menurut Samsriyono, Lintasarta adalah satu-satunya perusahaan provider data yang telah memperoleh sertifikat ISO 27001 pada tahun 2005 dari SGS International untuk jaminan keamanan informasi.

Samsriyono menambahkan, untuk mambangun jaringan komputasi awan, Lintasarta bermitra dengan IFS, Cisco dan VMWare. Saat ini, baru dua perusahaan yang menggunakan layanan tersebut. Tahun ini, Lintasarta menargetkan 200 perusahaan supaya menggunakan komputasi awan ini.[Rini K]


TEMPOInteraktif
0

Telin Bangun Kabel FO Sepanjang 8.900 KM

JAKARTA - PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin) bersama anggota konsorsium global South-East Asia Japan Cable (SJC) lainnya.
Perusahaan ini mulai membangunan kabel bawah laut yang akan menghubungkan negara-negara Brunei, China Daratan, Hong Kong, Filipina, Jepang dan Singapura dengan opsi diperpanjang sampai ke Indonesia dan Thailand.

Konsorsium SJC telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua perusahaan pemasok (supplier) yakni TE SubCom (Subcom) dan NEC Corporation (NEC) untuk menyediakan dan memasang sistem kabel bawah laut tersebut, yang diharapkan akan siap beroperasi pada semester kedua tahun 2013.

Kabel bawah laut tersebut awalnya direncanakan memiliki panjang 8.300 kilometer (km) dan menghubungkan 5 negara/teritori. Namun saat ini panjang kabel bawah laut SJC menjadi 8.900 km dan dapat diperpanjang sampai dengan 10.700 km, menghubungkan 8 negara/teritori yang didukung oleh kapasitas awal lebih dari 15 terabit per detik.

Terkait dengan bergabungnya Telin dalam konsorsium global SJC ini, Presiden Direktur Telin Ririek Adriansyah mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bukti keseriusan Telin untuk memperkuat infrastruktur internasional guna meningkatkan layanan Telin. “Bergabungnya Telin ke dalam konsorsium ini memungkinkan jaringan internasional Telin menjadi lebih bervariasi. Ini berarti Telin menawarkan lebih banyak manfaat bagi klien dan konsumen serta lebih menjamin kehandalan layanan yang kami sediakan.”

Ririek menambahkan, “Melalui pembangunan jaringan baru ini, Telin melebarkan akses layanannya ke kawasan Asia bagian utara seperti Jepang dan Hong Kong. Selain itu, dengan kapasitas milik Telin dalam SJC yang mencapai 1,4 Terra bps, maka Telin lebih menjamin ketersediaan layanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk akses internet dan data service, termasuk kebutuhan layanan konten pita lebar seperti IP TV dan Video Streaming.”

Sebagai perusahaan dengan sejarah panjang kesuksesan di bidang telekomunikasi dan konektivitas, Telin berkomitmen untuk menjembatani dunia bersama Indonesia. Sarat dengan pengetahuan dan pengalaman, Telin menyediakan layanan komunikasi informasi dan jaringan internasional di bawah 2 portofolio bisnis; yaitu jalur dan layanan telekomunikasi internasional serta investasi dan kemitraan strategis. Potensi dan kekuatan inilah yang mendorong Telin kepada ekspansi global.(tyo)


Okezone
0

Nusantara Super Highway Bentangkan Serat Optik 47.099 Km


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah boleh punya mimpi bernama Palapa Ring yang akan menyatukan seluruh wilayah nusantara dengan serat optik untuk mendukung komunikasi data kecepatan tinggi. PT Telkom pun punya visi serupa yang akan diwujudkannya sebagai penyedia jaringan telekomunikasi terbesar dengan proyek "Nusantara Super Highway".

"Nusantara Super Highway merupakan kelanjutan dari cita-cita Telkom untuk menyatukan Nusantara melalui visi 'Nusantara 21' yang sudah dimulai sejak 2001 dengan teknologi berbasis satelit," jelas Direktur Network and Solutions Telkom, Ermady Dahlan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (18/4/2011).

Namun, sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, basis teknologi Visi Nusantara 21 disesuaikan menjadi optical network platform. Pembangunan Nusantara Super Highway dibagi ke dalam enam Ring untuk menghubungkan berbagai gugusan kepulauan di Indonesia. Enam Ring tersebut sejalan dengan penetapan "Enam Koridor Ekonomi' oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Keenam Ring dari Nusantara Super Highway tersebut sebagai berikut:

1. Ring Sumatera sepanjang 9.981 km, terbentang dari kota Banda Aceh hingga kota Bandarlampung; Ring terakhir diselesaikan adalah pembangunan Ring yang menghubungkan kota Banda Aceh hingga Medan;

2. Ring Jawa sepanjang 11.524 km, terbentang dari kota Merak hingga kota Banyuwangi;

3. Ring Kalimantan sepanjang 6.664 km, terbentang dari kota Pontianak hingga Tarakan;

4. Ring Sulawesi dan Maluku Utara sepanjang 7.233 km, terbentang dari kota Makasar, Manado, Ternate hingga Sanana.

5. Ring Bali dan Nusa Tenggara sepanjang 3.444 km, terbentang dari kota Denpasar, Mataram, Kupang hingga Atambua.

6. Ring Kepulauan Maluku dan Papua sepanjang 8.254 km, terbentang dari kota Ambon, Fak-Fak, Sorong, Manokwarihingga Jayapura dan Merauke.

Pembangunan semua Ring ICT Nusantara Super Highway dimaksud mempergunakan konfigurasi Palapa Ring. Proyek-proyek tersebut dibiayai oleh dana pembangunan Telkom sendiri. Pembangunan infrastruktur ICT tersebut akan diselesaikan secara bertahap hingga 2014 dengan fokus di Kawasan Timur Indonesia karena pembangunan infrastruktur ICT di Kawasan Barat Indonesia sudah diselesaikan. Bagian proyek yang diselesaikan hingga 2010 adalah Ring Aceh, Ring JaKa2LaDeMa (Jawa-Kalimantan-Sulawesi-Denpasar-Mataram), dan Ring MKCS (Mataram-Kupang Cable System).

Pada 2011 ini, Telkom sudah mulai membangun backbone fiber optic yang akan menghubungkan Manado, Ternate, Ambon, Fak Fak, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Fak Fak ke Timika. Diharapkan pada 2012 proyek tersebut sudah dapat dioperasikan untuk daerah Ternate dan Ambon serta selesai keseluruhan pada 2014. Sehingga pada 2015, jaringan Nusantara Super Highway akan memiliki panjang tidak kurang dari 47.099 km yang membentang dari Sumatera hingga Papua dan meliputi 421 kota/kabupaten atau 85 persen dari kota/kabupaten yang ada.


KOMPAS

0

Perang Tarif, Indosat Mentari Turunkan Banderol Telepon-Sms Rp50

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Operator Indosat Mentari memasang tarif layanan baru untuk telepon dan SMS Rp50 ke semua operator di Indonesia. "Kami menawarkan layanan terbaru, Mentari Obral Obrol Langsung. Pelanggan Mentari bisa menikmati layanan Telepon dan SMS hanya dengan Rp.50 ke semua operator se-Indonesia sepanjang hari selama 24 jam," kata Group Head Segment Management Indosat, Insan Prakasa, di Jakarta, Senin (18/4).

Pengguna nomor Indosat bisa langsung menikmati layanan itu tanpa syarat dan tanpa registrasi," Menurut dia, tarif itu sangat sederhana dan mudah diingat untuk menelpon dan SMS ke Semua Operator seharian. Ia mengatakan, program itu akan berlaku mulai 24 Maret 2011.

"Program ini dapat langsung dinikmati pelanggan Mentari Paket 50 (berlaku juga untuk kartu perdana yang aktif sejak 24 Maret 2011) tanpa syarat dan tanpa registrasi," katanya.

Sementara untuk pelanggan prabayar selular Indosat lainnya, termasuk pelanggan Mentari yang sudah aktif, dapat mengikuti program itu dengan melakukan pindah paket melalui menu *777*1*1# lalu pilih Mentari 50.

Tarif menelpon ke sesama Indosat lokal dalam program ini dibagi menjadi 4 periode waktu. Mulai dari pukul 00.00-05.59 pelanggan dikenakan tarif cuma Rp 50/menit untuk 5 menit pertama dan menit selanjutnya gratis.

Pukul 06.00-10.59 berlaku tarif cuma Rp 50/menit untuk 5 menit pertama dan gratis untuk 5 menit berikutnya (berulang).

Dari pukul 11.00-16.59, tarif yang berlaku cuma Rp 50/30 detik, dan pukul 17.00-23.59 berlaku tarif cuma Rp 50/15 detik.

Untuk menelpon ke sesama Indosat SLJJ dan Operator lain, tarif yang berlaku cuma Rp 50/3 detik selama 24 jam. Untuk layanan SMS ke semua operator, berlaku tarif cuma Rp 50/sms selama 24 jam.

"Kami berharap program ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan komunikasi bagi pelanggan sekaligus semakin mendekatkan pelanggan dengan teman maupun keluarga seiring dengan intensitas komunikasi yang meningkat," katanya.


Republika