Showing posts with label Telkom. Show all posts
Showing posts with label Telkom. Show all posts
0

Telkom Gelar Akses Wifi di 100.000 Sekolah

Bandung | PT Telkom Indonesia Tbk menggelar akses Wifi di 100.000 sekolah di seluruh Indonesia pada 2013 yang merupakan bagian dari program Indonesia Digital School atau IndiSchool.

"Program IndiSchool dengan menggelar akses Wifi di 100.000 sekolah di Indonesia, merupakan salah satu dari program besar Telkom menggelar sejuta akses Wifi," kata Direktur Enterprise & Wholesale Telkom Muhammad Awaludin di sela-sela pembukaan Bandung Cloud of Knowledge, Senin.

Saat ini Wifi IndiSchool telah tergelar di hampir 3.300 sekolah di Indonesia, khususnya di Kota Bandung yang akan digelar akses Wifi sebanyak 1.500 sekolah hingga April 2013.

Kota Bandung merupakan kota yang mendapat kesempatan memiliki cloud of knowledge dimana salah satu pilarnya IndiSchool.

Untuk mewujudkan konsep itu, Telkom menggelar infrastruktur teknologi informasi di Kota Bandung dengan berkolaborasi dengan ITB dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Bandung cloud if knowledge merupakan konsep sharing pengetahuan dari komunitas guru dan pendidik, mahasiswa, peneliti, dosen dan masyarakat umum di Bandung dengan berbasis komputasi awan.

"Konten pembelajaran dihimpun pada satu pusat data dan masyarakat pengguna dapat dengan mudah dan mengakses dimana saja dan kapan saja terhadap material yang dibutuhkan," kata M Awaluddin.

ITB mengusung konsep smart city yang dikerja samakan dengan pemerintah kota dan masyarakat Bandung. Salah satu pilarnya Smart Education yang diwujudkan dalam platform Goesmart sebagai ajang berbagi konten edukasi bagi para pengajar, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Sementara itu Guru Besar Teknologi Informasi ITB Prof Suhono H Supangkat menyatakan, Goesmart dikembangkan sebagai suatu platform jejaring sosial pendidikan yang melibatkan guru, siswa, dosen, mahasiswa dan masyarakat umum sehingga menjadi sumber pembelajaran yang mudah.

Ia menyebutkan Goesmart 2.0 akan diluncurkan pada Mei 2013 dengan menambah fitur-fitur yang lebih memungkinkan kolaborasi yang lebih mudah dan baik termasuk knowlegde store.

"Ditargetkan akan diunggah lebih dari 1.000 materi/konten digital dalam tahun 2013 yang dapat dipelajari secara gratis dan online," katanya.(S033/M008)


  ● Antara  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Ikut Tender 10 Negara

JAKARTA | PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berencana lebih gencar mengembangkan sayap bisnisnya di luar negeri. Setelah berhasil masuk ke beberapa negara, Telkom berkomitmen akan mengikuti tender pengelolaan telekomunikasi di 10 negara tahun ini, antara lain Myanmar, Taiwan, Korea Selatan, Saudi Arabia, Macau dan lima lainnya masih dirahasiakan.

"Sekarang kita lagi mau fokus pada proses seleksi pengelola jaringan internet (broadband) di Myanmar yang masih berlangsung sampai saat ini. Prosesnya masih berjalan, tanggal 8 Februari lalu kita sudah mengembalikan formulir Expression of Interest (EoI) dari panitia seleksi tender di Myanmar," ujar Direktur Enterprise And Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin, Jumat (22/2).

Selain Myanmar, empat negara lain yang menjadi incaran Telkom adalah Taiwan, Korea Selatan, Saudi Arabia, dan Macau. Bukan hanya itu, Telkom juga akan masuk ke lima negara lain yang masih dirahasiakan karena masih dalam tahap kajian. Namun dia yakin semuanya bisa berjalan lancar, "Target tahun ini 10 negara, ini sebagai bagian dari program perseroan," tuturnya.

Dia mengaku belum bisa memastikan Telkom bakal menjadi pemenang tender di Myanmar. Tahapan selanjutnya masih terus dipantau karena negara yang dikuasai junta militer itu belum mengumumkan proses lelang berikutnya. Namun pihaknya berharap bisa lolos ke tahap selanjutnya, "Proses (Myanmar) sama seperti lelang kanal broadband yang ada di Tanah Air," katanya

Dia mengaku persaingan dalam tender di Myanmar cukup ketat karena pesertanya perusahaan-perusahaan kelas atas. Selain Telkom, empat perusahaan telekomunikasi multinasional dari beberapa negara ikut andil dalam pelelanggan jaringan internet tersebut. Saingan terberat Telkom dalam seleksi di Myanmar adalah Singapore Telecom (Singtel), "Yang saya inget Singtel ikut juga, itu sepertinya saingan terberat," tukasnya

Namun begitu, Telkom menilai selama proses tender dilakukan secara fair, maka peluang untuk menjadi pemenang cukup besar. Pasalnya Telkom memiliki rekam jejak bagus di industri seluler, terutama melalui anak perusahaan Telkomsel yang handal mengelola ratusan ribu pelanggan seluler, "Kita punya Telkomsel yang terbukti bisa meng-handle ratusan ribu pelanggan," sebutnya

Telkom juga menyerahkan portofolio lain dalam proses pelelangan tersebut seperti ekspansi bisnis hingga ke luar negeri, antara lain di Timor Leste, Malaysia, Singapura, Australia, dan Hong Kong, "Di Timor Leste, PT Telkom menjadi operator mulai Maret mendatang, Hong Kong untuk Mobile Virtual Network Operator (MVNO), dan Australia untuk Contact Center. Sedangkan di Singapura sebagai Business Solution, Malaysia untuk data centre," jelasnya.(wir)


  JPNN   
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Mulai Bangun Fiber Optik di Indonesia Timur

Telkom Mulai Bangun Fiber Optik di Indonesia Timur   Banyuwangi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mulai membangun infrastruktur fiber optic untuk meningkatkan layanan teknologi informasi dan komunikasi di wilayah Indonesia bagian timur.

Direktur Enterprise and Whosale Telkom, Muhammad Awaluddin, mengatakan pemasangan fiber optic tersebut berada di Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, hingga Timika. "Kami targetkan semester kedua 2014 pembangunan infrastruktur selesai," kata Awaluddin di Banyuwangi, Kamis, 14 Februari 2013.

Menurut Awaluddin, selama ini sambungan teknologi informasi dan komunikasi di wilayah Indonesia timur masih mengandalkan satelit. Dengan fiber optic, kata dia, selain akan mengurangi beban satelit, juga akan mempercepat layanan teknologi informasi. Dengan demikian, perseroan berharap dapat mengurangi kesenjangan pemanfaatan teknologi informasi antara kawasan Indonesia timur dan barat.

Selain membangun fiber optic, PT Telkom juga mendirikan infrastruktur 20 juta kompass broadband (pita lebar) di seluruh kota di Indonesia hingga 2017 mendatang.


  • Tempo.Co  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Dorong UMKM Berkembang ke Bisnis Online

http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130211_130349/130349_827281_telkom_logo_kecil.jpgJAKARTA | PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) hari ini (11/2) menggelar IndiPreneur Festival 2013 yang disingkat IndiPreneur Fest 2013. Acara ini juga dihadiri para narasumber yang kompeten di bidang enterpreneurship dan e-commerce untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada 100 pengelola usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin menjelaskan maksud kegiatan ini tak lain untuk membekali para pelaku UMKM dengan pengetahuan mengenai implementasi teknologi dan komunikasi untuk mendukung bisnis.

Hal itu dilakukan sebagai komitmen Telkom untuk meningkatkan potensi 100 ribu UMKM Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang efektif.

"Akan kita bentuk penyediaan koneksi internet broadband serta berbagai infrastruktur, platform dan aplikasi untuk pengelolaan bisnis menggunakan teknologi cloud computing. Karena bisnis online sudah mulai menjamur, maka UMKM juga harus kita fasilitasi," ujar Awaluddin di Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta, Senin (11/2).

Selain itu, Telkom juga memberikan akses internet dan berbagai aplikasi bisnis seperti web hosting, domain name dan e-commerce application secara gratis. "Kami berikan secara gratis, agar pelaku UMKM tidak terbebani biaya yang tidak relevan dengan bisnisnya, namun hanya membayar ketika terjadi transaksi bisnis saja," jelasnya.

Dalam program ini, Telkom telah kucurkan dana Rp 10 miliar untuk pengembangan berbagai aplikasi bisnis serta layanan menyeluruh mencakup penyediaan DNA-P (Device, Network, Application dan Platform).

Intinya, kata Awaluddin melalui serangkaian kegiatan ini, Telkom berharap para pelaku UMKM dapat merasakan langsung penggunaan teknologi secara efektif dan dapat bertemu secara langsung dengan para pakar dan praktisi bisnis online yang telah berhasil berkiprah di pasar global.

Setelah Indipreneur Fest 2013, Telkom juga akan menggelar Indipreneur roadshow di 10 kota besar Indonesia. "Yaitu di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makasar dan Bali,". (chi/jpnn)


  • JPNN  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Lebarkan Sayap Ke 10 Negara

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/11/150309/250x125/telkom-lebarkan-sayap-ke-10-negara.jpgPT Telekomunikasi Indonesia berambisi melebarkan sayap bisnisnya tidak hanya di dalam negeri. Tahun ini, Telkom berencana melakukan ekspansi ke 10 negara.

"Kami menargetkan 10 negara tujuan ekspansi. Telkom sudah menjalin kerja sama dengan lima negara dan sedang menjajaki lima negara lain," ujar Direktur Korporasi dan UKM, Muhammad Awaluddin dalam diskusi bertajuk 'meng-Online-kan UMKM Indonesia, Ciputra Fond & Sarinah' di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (11/2).

Lima negara yang telah dilobi Telkom adalah Timor Leste, Australia, Singapura, Hong Kong, dan Malaysia. Di Negeri Jiran, perseroan sudah memiliki anak usaha. Namun Telkom berencana akan melakukan ekspansi dengan skema yang lain.

Sementara lima negara lain yang tengah dijajaki Telkom adalah Makau, Taiwan, Korea, Arab Saudi, dan Myanmar. Sempat beredar isu bahwa Telkom gagal tender seluler di Myanmar. Awal enggan berkomentar mengenai kabar tersebut.

"Yang jelas Telkom harus ikut proyek tersebut," katanya.

Perseroan sudah memasukkan expression of interest kepada pihak Myanmar. Surat ketertarikan ini maksimal dikirim Jumat (8/2).

Akan tetapi nama Telkom tidak tercantum dalam perusahaan yang menjadi peserta tender. Nama-nama yang masuk diantaranya Axiata (Malaysia), Airtel (India), Singapore Telecommunications (SingTel/ Singapura), Singapore ST Telemedia (STT/ Singapura), dan Telenor (Norwegia).(mdk/noe)


  • Merdeka  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Dukung Bandung Digital Valley

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/11/1611202-bandung-digital-valley-p.jpg
Bandung Digital Valley
Photo: jabar.tribunnews.com
BANDUNG | Guna mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) meluncurkan program Indonesia Digital Enterpreneur (INDIPreneur).

Program ini juga dimaksudkan untuk mendorong munculnya entrepreneur khususnya di industri kreatif melaui program Indigo Fellowship, Indigo Venture serta penyediaan pusat inkubasi bisnis digital yang dikenal dengan Bandung Digital Valley.

"Program-program tersebut memang dimaksudkan untuk membekali para pelaku UMKM maupun mahasiswa dengan pengetahuan mengenai kewirausahaan, khususnya yang terkait industri kreatif digital," ujar Arif Prabowo, Operations Vice President Public Relations di Bandung, Senin (11/2/2013).

Mengenai pusat inkubasi bisnis sebelumnya disampaikan Direktur Utama Telkom, Arief Yahya pada Grand Seminar ITB Enterpreneurship Challenge (IEC) 2013 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, Sabtu (9/2/13). Program-program itu, katanya, membuktikan komitmen Telkom untuk terus mendukung pertumbuhan industri kreatif serta pemberdayaan UMKM agar memiliki daya saing global.

Salah satu upaya agar industri kreatif terus maju adalah terus mendorong lahirnya inovasi baru melalui sebuah ekosistem yang terintegrasi. "Ekosistem yang dimaksud adalah industri-industri lokal seperti pengembang aplikasi, penyedia konten, pengembang perangkat lunak hingga industri perangkat telekomunikasi," ujar Arief Yahya.

Khusus Program INDIPreneur, merupakan komitmen Telkom untuk meningkatkan potensi 100.000 UMKM Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang efektif, untuk berbisnis dan berinteraksi secara online (e-commerce).

Melalui Program INDIPreneur, UMKM lokal dapat mengembangkan bisnis dengan solusi TIK berkualitas dan terjangkau, seperti koneksi broadband, web builder, web hosting, domain name dan e-commerce application yang dapat dinikmati secara gratis dan dioperasikan dengan mudah.

UMKM 59 juta

Arief Yahya menjelaskan, Telkom sangat menaruh perhatian terhadap pengembangan UMKM, mengingat UMKM merupakan tulang punggung pertumbuhan perekonomian nasional. Terhitung sekitar 59 juta penduduk Indonesia adalah pelaku UMKM yang memberikan kontribusi positif bagi pendapatan nasional, yaitu 56,5 persen dari total GDP Indonesia. "Sebanyak 3,5 juta di antaranya wirausaha nasional yang telah berbadan hukum" tegasnya.

Arif menambahkan, program INDIPreneur bertujuan memajukan pelaku UMKM dengan konsep layanan menyeluruh mencakup penyediaan DNA-P (Device, Network, Application dan Platform). Program INDIPreneur, Indigo Fellowship, Indigo Venture maupun Bandung Digital Valley merupakan bagian dari mega persembahan "Indonesia Digital Society (INDISO)".

Program ini diluncurkan dalam rangka meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di bisnis global yang siap didukung oleh mega proyek "Indonesia Digital Network (IDN)". Tujuannya meningkatkan martabat bangsa di kancah internasional.


  • Kompas  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Siap Ikut Tender di Myanmar

http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20130111085918340.jpgJakarta | PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan siap untuk melakukan ekspansi usahanya ke Myanmar dengan mengikuti tender lisensi yang diselenggarakan pemerintah negara itu.

"Dokumen kesiapan Telkom mengikuti tender untuk mendapatkan lisensi sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi di Myanmar telah dikirim kepada pemerintah Myanmar," kata Operational Vice President Public Relation Telkom, Arif Prabowo, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (31/1).

Menurut Arif, dokumen yang menyatakan bahwa Telkom menyatakan minat (expression of interest (EoI), telah dilayangkan pada 23 Januari 2013, dan diterima pemerintah Myanmar melalui Telecommunication Operator Tender Evaluation and Selection Committee.

Ia menjelaskan, batas akhir penyerahan EoI pada 25 Januari 2013, namun diperpanjang sampai dengan 8 Februari 2013.

"Melihat perpanjangan masa penyerahan EoI maka Telkom belum terlambat seperti yang diberitakan selama ini. Untuk itu sekarang kita fokus merampungkan persiapan akhir dalam upaya untuk memenangkan proses tender tersebut," katanya.

Kemkoinfo Myanmar mengumumkan, pihaknya akan menawarkan dua lisensi seluler nasional kepada pemenang tender mulai pertengahan 2013.

Pemenang lisensi diberikan masa beroperasi selama 20 tahun dan bisa diperpanjang.

Menurut catatan, selain Airtel (India) sejumlah nama operator besar di Asia Tenggara yang sudah meyampaikan minatnya yaitu Singapore Telecommunications (SingTel/ Singapura), Singapore ST Telemedia (STT/ Singapura), Axiata (Malaysia), dan Telenor (Norwegia).

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Gatot S. Dewa Broto menyambut baik Telkom telah memberikan informasi kepada publik terkait keikutsertaan perusahaan itu dalam tender lisensi di Myanmar.

Terkait rencana ekspansi tersebut, Direktur Masyarakat Telematika (Mastel) Indonesia, Garuda Sugardo mengatakan bahwa Telkom harus percaya diri untuk ekspansi bisnis ke luar negeri yang memang memiliki kompetensi sebagai operator terbesar di Asia Tenggara.

"Telkom merupakan operator terbesar di Asia Tenggara, sehingga harus siap berhadapan dengan pesaing-pesaingnya seperti SingTel (Singapura), maupun Axiata (Malaysia)," kata Garuda.

Menurutnya, perusahaan sekelas Telkom sudah seharusnya lebih berani keluar kandang dan secara yakin bisa mengembangkan bisnisnya di tingkat internasional.

Ia menjelaskan, dalam melakukan ekspansi Telkom setidaknya harus memperhatikan empat hal yaitu, aspek investasi, jaringan, keahlian, dan bisnis.(*/hrb)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgooV1VxZtEsH4vI20hI-r2oQ16VSeAVhaU051orN-_f14Dy4r7Abm-QuaFrw4Y1yHdzPjiTzcgMX9SJi0KfjrQRJwsPhAAscD9wCxqg1CxOhldL5FQjlgoagk76DSQbpmT__OEVvhDSXM/s35/cinta-indonesia.jpg
0

Telkom Rambah Timor Leste

Timor Leste merupakan pangsa pasar telekomunikasi yang menjanjikan.

Jakarta PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), salah satu anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, membuat gebrakan baru dengan ekspansi ke Timor Leste. Ekspansi ke wilayah eks Indonesia itu melalui layanan telekomunikasi seluler dengan nama Telkomcel.

"Program itu ditandai dengan Official Launch Telkomcel di kantor Telin Timor Leste, Jalan Aimutin Dili, Kamis 17 Januari," kata Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, di Surabaya.

Dia mengatakan, Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, Menteri Transportasi dan Komunikasi, Pedro Lay da Silva, dan sejumlah pejabat pemerintah Timor Leste lainnya hadir dalam acara bersejarah itu.

Saat itu, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, hadir mewakili Pemerintah Indonesia didampingi Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, dan Presiden Direktur Telin, Syarif Syarial Ahmad.

Dia mengatakan, beroperasinya Telkomcel di Timor Leste sebagai tekad pengembangan bisnis internasional. Karena, Timor Leste merupakan pangsa pasar telekomunikasi yang menjanjikan, dengan potensi pertumbuhan pelanggan yang besar.

"Telin menargetkan 450 ribu pelanggan pada 2018 atau sekitar 45 persen dari pangsa pasar di Timor Leste," ujar Arief.

Saat ini, sedikitnya 21 ribu calon pelanggan telah mendaftarkan diri menjadi pelanggan.

Sementara, Telin mendapat kesempatan menyediakan jasa telekomunikasi di Timor Leste untuk jangka waktu 15 tahun ke depan dengan investasi layanan GSM dan 3G sebesar US$ 50 juta hingga 2015. (art)


© VIVA.co.id
0

Telkom Akan Pasang 100.000 WiFi di Sekolah-sekolah

http://img.beritasatu.com/images/medium/12122012142504.jpgMahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, sedang menikmati program internet di lingkungan kampus mereka tanpa melalui sambungan kabel. Survei APJII 2012 menyebutkan ada 65 juta pengguna internet di Indonesia.

 Pemasangan WiFi itu rencananya bakal dirampungkan tahun ini.

Jakarta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berencana menggelar 100 ribu titik hotspot di sekolah-sekolah seluruh Tanah Air pada tahun 2013. Hingga kini perseroan telah memasang WiFi di 3.000 sekolah.

“Di sekolah-sekolah tersebut rata-rata di pasang 3 sampai 4 titik hotspot, investasi kami dalam menggelar WiFi sekitar Rp 10 sampai 15 juta per satu sekolah,” kata Direktur Enterprise & Wholase Telkom, Muhammad Awaluddin di Jakarta, Kamis (10/1).

Awaluddin menerangkan, program pembangunan WiFi di sekolah yang bernama IndiSchool ini dimaksudkan untuk memberikan pemerataan akses internet dan penyampaian konten edukasi kepada komunitas pendidikan di sekolah.

“Pada program ini kami tidak fokus kepada laba, Telkom fokus gelar dulu infrastrukturnya,” jelas dia.

Pada tahap awal Telkom bakal memberikan akses internet dengan kecepatan 1 Mbps, untuk digunakan sekolah-sekolah mengakses berbagai konten edukasi. Menurut Awaluddin, Indischool membawa konten edukasi yang sesuai kebutuhan sekolah dan lingkungan pendidikan dengan harga terjangkau.

Adapun, harga paket yang ditawarkan Rp 1000 per hari, Rp 20.000 per 30 hari, dan 100.000 per enam bulan.

“Kami juga menggandeng Microsoft, Intel, dan IBM untuk mengembangkan konten pendidikan, untuk pengembangan konten, paling lambat kita mulai di semester dua 2013,” jelas dia.


0

Dahlan berambisi 'kuasai' Timor Leste

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/01/03/133934/250x125/dahlan-berambisi-039kuasai039-timor-leste.jpgMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan berkunjung ke Timor Leste pada 18 Januari 2013. Dalam kunjungannya nanti, Dahlan akan melihat dan menjajaki potensi bisnis yang bisa dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN di negara yang pernah menjadi bagian dari wilayah Indonesia tersebut.

Dahlan berambisi 'menguasai' Timor Leste. Dia menyebut, salah satu potensi yang yang bisa dijajaki perusahaan pelat merah di sana adalah pengadaan listrik.

Dahlan akan mendorong perusahaan BUMN ekspansi ke Timor Leste. "Nanti saya ke sana melihat peluang bisnis yang bisa diambil BUMN. Apalagi BUMN akan bisa masuk ke Timor Leste secara besar besaran. Dan pengembangan listrik sangat bagus dilakukan di sana," ucap Dahlan di Kementerian BUMN, Kamis (3/1).

Pengembangan bisnis BUMN ini merupakan lanjutan pembangunan yang pernah dilakukan Indonesia di Timor Leste yang dahulu bernama Timor Timur. Selain pengadaan listrik, bisnis penyaluran minyak di Timor Leste juga dinilai memiliki prospek yang cukup cerah.

"Dulu kita bangun banyak, kita akan teruskan itu. Sehingga misalnya penyaluran minyak. Tapi kita akan berjuang di kelistrikan dulu. Nanti saya lihat ke sana dan kita ingin berperan secara ekonomi di Timor Leste," tegasnya.

Tidak sampai di situ, Dahlan bermimpi membangun pelabuhan dan perkebunan karena potensinya yang cukup menjanjikan. Namun, untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Timor Leste, BUMN harus bersaing dengan negara lain dalam tender Internasional.

"Listrik, pelabuhan, perkebunan, sama penyaluran BBM nanti akan saya lihat. Kita juga bisa jual BBM ke sana dengan harga komersial. Pertamina juga sudah siap. Tapi kita harus bersaing dengan Portugal, Australia, Singapura," tutur Dahlan

Dahlan menyebut, salah satu perusahaan BUMN yang sudah menancapkan kuku di Timor Leste adalah Bank Mandiri. Bahkan, bank pelat merah tersebut sudah cukup sukses di Timor Leste. "Mandiri sudah terbesar di sana," tutupnya.(mdk/noe)

Dahlan pede Telkom akan kuasai telekomunikasi Timor Leste

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/01/03/133928/250x125/dahlan-pede-telkom-akan-kuasai-telekomunikasi-timor-leste.jpgMenteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan akan meresmikan gerai Telkom pertama di Timor Leste pada 18 Januari 2013. Pembukaan gerai ini disebut-sebut sebagai langkah Telkom untuk menguasai telekomunikasi di negara yang melepaskan diri dari Indonesia pada 1999 tersebut.

Dahlan mengakui langkah Telkom menguasai Timor Leste tidaklah mudah. Sebab, harus bersaing dalam tender kelas dunia.

"Telkom harus kuasai Timor Leste yang sekarang di kuasai oleh Portugal," ungkap Dahlan ketika ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/1).

Gerai Telkom ini nantinya akan berbentuk anak usaha yang telah memperoleh izin dari pemerintah negara tersebut. Telkom akan mengembangkan telekomunikasi dalam berbagai bentuk wireless internet.

"Telkom harus all out, dan dalam kurun waktu waktu tertentu Telkom harus kuasai. Targetnya pokoknya Telkom menguasai telekomunikasi Timor Leste," tambahnya.

Dalam pengoperasiannya, Telkom akan menggandeng Bank Mandiri dalam hal penyimpanan keuangan. Mandiri, lanjut Dahlan, saat ini sudah menjadi salah satu bank terbesar di Timor Leste.

"Mandiri sudah terbesar di sana. Keuangan Telkom nanti dipegang sama Mandiri," tutup Dahlan.(mdk/noe)


0

Telkom Targetkan 60 Ribu Hotspot di Bali  

http://statik.tempo.co/data/2012/11/29/id_153425/153425_275.jpgNusa Dua, Bali � PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menargetkan akan membangun jaringan nirkabel di seluruh Bali sebanyak 60 ribu titik. Sejak Oktober tahun ini, Telkom telah membangun 3.600 hotspot di lokasi umum di Bali.

IBK Suryadiningrat, Officer 2 Dialer Telkom Bali, mengatakan fasilitas internet gratis bisa diakses melalui komputer serta telepon seluler pintar dengan identitas Free@wifiID. Menurut dia, setiap hotspot itu akan berkapasitas minimal 10 megabita per detik. Telkom bekerja sama dengan Cisco untuk pengadaan perangkat keras dan instalasinya.

Indonesia WiFi merupakan jaringan akses yang digagas Telkom untuk berinternet dengan kecepatan tinggi dan menikmati layanan multimedia. Telkom menargetkan 1 juta hotspot di seluruh Indonesia yang bisa diakses gratis dan sebagian berbayar. Di Bali, menurut Suryadiningrat, terdapat 3.600 hotspot dan sebagian besar gratis. "Hampir di semua sekolah. SMA sudah terpasang," katanya.

Di pusat belanja Galeri Bali misalnya, terdapat 35 hotspot yang bisa memanjakan pengunjung. Hotspot di area publik bisa diakses langsung. Sedangkan di beberapa gerai, pengunjung cukup meminta kata sandi ke penjaga gerai. "Cepat sekali," ujar Aloy, pengunjung di Galeri Bali.

Program Indonesia WiFi di Bali diuji dalam ajang internasional Global Youth Forum di Nusa Dua Convention Center, Bali, 4-6 Desember 2012. Global Youth Forum merupakan konferensi internasional yang dihadiri 900 perwakilan pemuda di seluruh dunia. Ribuan pemuda juga akan turut serta di negara lain melalui konferensi jarak jauh, sehingga ketersediaan internet menjadi sangat penting. "Kami ingin memperlihatkan ke dunia bahwa Indonesia siap dengan acara berskala internasional," kata Suryadiningrat.

Ketua Panitia Global Youth Forum, Rishita Nandagiri, mengatakan peserta dijaring melalui internet dan media sosial. Menurut dia, teknologi sangat membantu terselenggaranya forum berskala internasional ini. Setiap peserta bisa mengakses aplikasi mPowering melalui telepon seluler pintar mengenai pengembangan kepemudaan. "Ke depan, mudah-mudahan semua pemuda bisa berpartisipasi," kata Rishita.


 Tempo
0

Telkom bakal luncurkan satelit baru

Telkom bakal luncurkan satelit baru
Ilustrasi Satelit
PT Telkom Indonesia (persero) berencana kembali meluncurkan satelit baru yang direncanakan mulai mengorbit pada 2016. Satelit baru ini diberi nama Telkom 3 R (Replace) merupakan satelit pengganti satelit Telkom 3 yang gagal mengorbit pada 7 Agustus lalu.

"Kalau toh pelaksanaan kontraknya itu 2013, tender prosesnya itu baru akan selesai 3 tahun kemudian. Jadi sekitar 2016 dan baru peluncuran," ucap Dirut Telkom Arief Yahya di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (28/11).

Saat ini, kata Arif, pihaknya masih menyewa dari pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit jangka pendek. Saat ini, Telkom membuka opsi menyewa ke pihak China atau Jepang.

Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan slot transponder jangka pendek ini. Untuk mendukung rencana peluncuran satelit baru, Telkom akan menggelontorkan investasi hingga USD 30 juta setara Rp 270 miliar selama 1 tahun yang mulai direalisasikan tahun depan.

"Kita butuh itu sekitar total 30 transponder atau hampir 1 satelit lebih atau kalau satelit yang baru 3,4 nya lah. Operator untuk Telkom 3 bisa nyewa dimana saja," tambahnya.

Satelit sewa ini, nantinya hanya akan diperuntukan untuk keperluan komersial atau mitra bisnis Telkom.

"Nah, kalau untuk kebutuhan yang strategis harus Telkom sendiri dan itu harus dioperasikan di satelit Telkom 1 dan Telkom 2," jelasnya.

Sebelumnya, pada 7 Agustus lalu, satelit Telkom-3 milik perusahaan telekomunikasi Indonesia PT Telkom Tbk gagal mengorbit saat diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan. Menurut pernyataan resmi Badan Antariksa Rusia Roscosmos, satelit itu tidak berhasil mengorbit lantaran bagian atas roket Briz-M gagal melepaskan diri.

Satelit Telkom-3 seharga USD 200 juta atau setara Rp 1,8 triliun dibuat oleh perusahaan asal Rusia, ISS-Reshetnev. Kelengkapan komunikasinya dibikin oleh pabrik Thales Aleniaspace. Rencananya, satelit itu bakal digunakan buat menambah kapasitas transponder untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi di tanah air.
[noe]


0

Telkom-3 Gagal Orbit, Telkom Siapkan Satelit Pengganti

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1429328p.jpgJakarta - Setelah satelit Telkom-3 gagal mengorbit dan tak dapat digunakan lagi, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) akan tetap meluncurkan satelit pengganti Telkom-3. Namun, untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, Telkom bakal menyewa satelit.

Complaine Risk Management Telkom Ririk Ardiansyah mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menyewa satelit atau membuat satelit baru. "Butuh 4 juta dollar AS untuk sewa satelit dalam jangka waktu 90 hari," katanya usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Kamis (18/10/2012).

Telkom telah mengasuransikan sepenuhnya Satelit Telkom-3. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penjamin, siap membayar dana klaim asuransi tersebut.

Berdasarkan data yang dipaparkan Telkom kepada Komisi VI DPR, Telkom dan Jasindo telah mengeluarkan rilis kesepakatan, dan dana asuransi itu keluar selambat-lambatnya pada pertengahan November 2012.

Ririk menambahkan, satelit Telkom-1 secara operasional bisa digunakan sampai 2016, sedangkan Telkom-2 sampai 2020.

Sebelumnya, Direktur Utama Arief Yahya mengatakan kepada KompasTekno, bahwa Telkom tetap harus membuat satelit Telkom-3 demi keamanan nasional. "Bangsa ini butuh keamanan nasional. Militer dan finansial harus kita sendiri yang pegang," tegasnya.

Perlu waktu 2 tahun untuk memanufaktur satelit. Sementara, waktu yang dibutuhkan untuk mendesainnya lebih kurang 6 bulan. "Kalau Telkom menggunakan pemanufaktur yang sama, maka hanya perlu waktu 2 tahun. Sebab, tidak butuh waktu lagi untuk mendesainnya," jelas Arief.

Satelit Telkom-3 gagal mengorbit setelah diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, 7 Agustus 2012. Kala itu, Telkom menggandeng perusahaan kontraktor satelit ISS Reshetnev asal Rusia. Biaya pembuatan hingga peluncuran Satelit Telkom-3 ini membutuhkan dana 200 juta dollar AS (sekitar Rp 1,9 triliun).

Satelit Telkom-3 memiliki kapasitas 42 transponder, yang terdiri dari 24 transponder Standard C-band 36MHz, 8 transponder Extended C-band 54MHz bandwidth, 4 transponder KU-band 36MHz bandwidth, dan 6 transponder KU-band 54MHz bandwidth.

Cakupan geografis Standard C-band adalah Indonesia dan negara Asia Tenggara lain, Extended C-band mencakup Indonesia dan Malaysia, dan KU-band mencakup seluruh Indonesia.

0

Telkom Akuisisi "Data Center" Milik IBM

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengakuisisi data center milik IBM di Sentul, Jawa Barat. Aksi korporasi itu diharapkan dapat memperkuat bisnis teknologi informasi (TI). "Kita sudah beli data center milik IBM pada Agustus 2012. Soal nilainya tak bisa disebut," ungkap Direktur IT Solution & Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo, seusai menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (10/8.

Dia menjelaskan langkah perseroan membeli data center seluas empat ribu meter persegi milik IBM sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis TI. "Kita punya rencana memperbesar kapasitas data center menjadi 24 ribu meter persegi. Salah satu caranya dengan akuisisi ini," kata dia.

Dia mengatakan untuk akuisisi tersebut, perseroan menggunakan dana yang telah dialokasikan untuk pengambilalihan tersebut. "Alokasi untuk akuisisi itu sekitar satu triliun rupiah. Untuk membeli data center IBM, tidak semua kita gunakan," kata dia.

Berdasarkan catatan, pada awal 2012, Telkom telah memiliki rencana membangun dua data center dengan kategori Tier III plus yang akan dikelola TelkomSigma dengan investasi 700 miliar rupiah. Data center milik IBM dikabarkan masuk kategori Tier III-plus karena memiliki suplai listrik dua tempat berbeda.[dni/E-7]

0

TelkomSigma dan LKBN Antara Kembangkan Layanan Pusat Data

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/president-director-telkomsigma-judi-achmadi-_120926083705-423.jpgJakarta - PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma)  melakukan penandatanganan nota kerjasama dengan LKBN Antara  dalam hal pemanfaatan secara bersama fasilitas data center services dan pengembangan Cloud solutions.

Melalui kerjasama ini Telkomsigma dan LKBN Antara akan bersama-bersama mensosialisasikan mengenai pentingnya Datacenter ke berbagai industri yang ada di Indonesia dan mengembangkan solusi-solusi bisnis berbasis cloud computing yang dapat mendukung berbagai aktifitas operasional perusahaan diantaranya adalah solusi document management dan email services.

“Kerjasama telkomsigma dengan LKBN Antara merupakan sebuah langkah  yang strategis dan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada keduabelahpihak. Telkomsigma melalui pengalaman serta struktur dan kesiapan dari sisi struktur dan infrastruktur yang telah dimiliki saat ini, akan memberikan berbagai manfaat dari ICT solutions & services kepada LKBN Antara dan para kliennya”, ujar Judi Achmadi, President Director Telkomsigma dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/9/2012)

Bukan hanya solusi yang akan ditawarkan kepada para pengguna namun juga manfaat ICT itu sendiri. ''Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam hal pengelolaan dan penyimpanan data krusial yang dimiliki LKBN Antara dan para kliennya, adalah manfaat utama yang ditawarkan oleh Telkomsigma,'' papar Judi

Untuk mendukung IT operation ini Telkomsigma telah didukung oleh 2 datacenter dengan lokasi aman di Indonesia. Telkomsigma juga didukung sepenuhnya oleh Telkom dalam penyediaan network yang handal. Sehingga masalah konektivitas merupakan hal yang dapat dieliminir.

Judi menambahkan bahwa MOU Telkomsigma dan LKBN Antara untuk berbagai ICT solutions dan services berbasis cloud computing, diharapkan dapat menjadi pilot project bagi industri media sehingga sosialisasi dari pemanfaatan ICT berbasis cloud computing  tersebut dapat diikuti pula oleh perusahaan media lainnya.

''Telkomsigma selalu siap menjadi mitra teknologi perusahaan ataupun industri yang membutuhkan ICT solutions and services dalam melakukan kegiatan operasional dan bersama sama dalam membangun keunggulan kompetitif agar dapat bersaing dalam kompetisi bisnis yang selalu bertumbuh,'' kata Judi.

0

Ini Penyebab Roket Rusia Gagal Bawa Telkom-3

 Roscosmos rilis investigasi kegagalan Proton-M bawa satelit ke orbit

Peluncuran roket
Penyebab kegagalan roket Rusia, Proton-M, mencapai orbit dua satelit yang dibawanya sempat misterius. Setelah investigasi mendalam, Kepala Roscosmos, Vladimir Popovkin, secara resmi menyatakan bahwa roket tersebut tak bisa mencapai orbit karena malfungsi booster Briz-M.

Sama seperti pemberitaan selama ini, Popovkin menyatakan bahwa kesalahan terdapat pada pipa bahan bakar peluncur itu. Butuh 10 hari bagi komisi khusus untuk mencari penyebab kegagalan ini, seperti diberitakan kantor berita Rusia, RIA Novosti, baru-baru ini.

Seorang sumber di komisi tersebut mengatakan tekanan di bagian atas Briz-M merosot tajam setelah pembakaran mesin kedua. Akibatnya, roket Proton-M lepas kontrol.

Roket Rusia tersebut diluncurkan beberapa waktu lalu dari Baikonur di Kazakhstan untuk membawa dua satelit, yakni Telkom-3 dan Express MD2. Tapi booster dan dua satelit gagal mencapai orbit yang dituju.

Akibat kegagalan itu, Roscosmos membekukan semua peluncuran Proton-M sampai diketahui penyebab kegagalan. Satelit Telkom yang gagal mengorbit tersebut sedianya akan mendukung jasa telekomunikasi dan penyiaran televisi di Indonesia. (ren)
 
© VIVA.co.id
0

Satelit Hilang, Ini Langkah Telkom

 Diluncurkan roket Rusia, kemungkinan satelit itu sudah tidak berguna

VIVAnews - PT Telkom Indonesia saat ini tengah mengambil langkah-langkah penanganan emergency dan urgency untuk menjamin pelayanan dan operasional telekomunikasi kepada pelanggan tidak terganggu.

"Sehubungan dengan hasil preliminary calculation dari pihak ISS Reshetnev maka Telkom juga menetapkan langkah-langkah kontingensi yang terkait dengan Telkom-3," kata Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Jumat 10 Agustus 2012.

Slamet mengakui, Telkom sudah mendapatkan laporan dari pihak ISS Reshetnev bahwa Satelit Telkom-3 saat ini melayang di ketinggian maksimum 5.014 kilometer, masih jauh dari ketinggian orbit yang diharapkan yaitu 36.000 km. Dengan demikian kemungkinan besar satelit tersebut sama sekali tidak akan dapat dipergunakan.

Menurut Slamet, rencana kontingensi merupakan prosedur operasional baku di Telkom. Tidak terkecuali untuk transponder satelit. Untuk Satelit Telkom-3 langkah-langkah kontingensi sudah dilakukan sebelum satelit diluncurkan.

"Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang sudah mendaftar, kami melakukan penyewaan satelit yang cakupannya kurang lebih sama dengan Satelit Telkom-3," jelasnya.

 Diasuransikan Penuh

Selain itu, dari sisi keuangan, menurut Slamet, peristiwa ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap Telkom. "Karena telah diasuransikan secara penuh," ujarnya.

Roket Proton-M yang membawa satelit Telkom, diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada Minggu 5 Agustus 2012, malam. Badan Ruang Angkasa Rusia, Roscosmos, menjelaskan kegagalan itu disebabkan oleh kerusakan fungsi pendorong Briz-M pada roket.

Mulanya, roket pendorong Briz-M bekerja sesuai jadwal. Namun, hanya menyala selama 7 menit. Padahal, untuk mendorong satelit hingga ke orbit, mesin itu harus menyala 18 menit.

Pejabat Roscosmos mengatakan pada tahap awal, pendorong berfungsi dengan baik. Namun, pada tahap selanjutnya, untuk dorongan terakhir satelit ke ruang angkasa, Briz-M mati sebelum waktunya. (ren)

© VIVA.co.id
0

Sejarah Kegagalan Satelit Indonesia

 Sebelum Telkom-3, dua satelit Indonesia juga pernah gagal beroperasi.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/05/25/156333_spacex-yang-berisi-kapsul-dragon-diluncurkan_209_157.JPG
Peluncuran roket
Satelit Telkom-3 milik PT Telkom Indonesia yang dibawa oleh roket Proton-M, Rusia, gagal mencapai orbit. Hingga kini, keberadaan satelit itu belum diketahui keberadaannya.

Roket Proton-M diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada Minggu 5 Agustus 2012, malam. Selain Telkom-3, Proton-M juga membawa satelit milik Rusia, Express MD2.

Badan Ruang Angkasa Rusia, Roscosmos, menjelaskan kegagalan itu disebabkan oleh kerusakan fungsi pendorong Briz-M pada roket. Sebenarnya, pembakaran mesin pendorong Briz-M bekerja sesuai jadwal. Namun, hanya menyala selama 7 menit. Padahal, untuk mendorong satelit hingga ke orbit, mesin itu harus menyala 18 menit.

Pejabat Roscosmos, sebagaimana dilansir Red Orbit, mengatakan pada tahap awal, pendorong berfungsi dengan baik. Namun, pada tahap selanjutnya, untuk dorongan terakhir satelit ke ruang angkasa, Briz-M mati sebelum waktunya.

Kegagalan ini bukan yang pertama bagi satelit milik Indonesia. Sebelumnya, dua satelit Indonesia juga gagal beroperasi. Berikut catatan dari berbagai sumber:

1. Satelit Palapa B2

Satelit ini memiliki panjang 22 kaki 10 inci. Beratnya mencapai 1.525 pound. Dua panel sel surya pada satelit ini menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal mengorbit.

Satelit ini generasi ke dua buatan Boeing Satellite Development Center. Satelit ini diluncurkan Februari 1984. Namun, gagal mencapai orbit geosynchronous karena adanya kerusakan roket.

Sattel Technologies (California) membeli satelit yang mengelilingi bumi pada orbit yang tak semestinya ini dari pihak asuransi. Kemudian membuat kontrak dengan NASA untuk mengambilnya.

Pencarian satelit B2 dimulai pada November 1984 dalam misi ruang angkasa STS-51A. Sattel juga membuat kontrak dengan Hughes Aircraft (produsen asli) dan McDonnell Douglas (penyedia layanan peluncuran) untuk membarui.

Kemudian, satelit ini diluncurkan kembali pada April 1990. Peluncuran sukses dan dibeli kembali oleh pemerintah Indonesia. Diberi nama Palapa B2-R.

2. Satelit Palapa C1

Satelit ini dibuat oleh perusahaan Boeing Satellite System di El Segundo, California. Diluncurkan pada 31 Januari 1996, dengan roket pendorong Atlas, dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral.

Satelit Palapa C1 direncanakan memiliki masa operasi selama 7 tahun. Menggantikan Satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113 derajat Bujur Timur. Namun, pada 24 November 1998, terjadi kegagalan pengisian baterai. Sehingga Satelit Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi. (eh)

 VIDEO: Rekaman Amatir Hilangnya Telkom-3

Pengamat satelit amatir di Kanada berhasil merekam Telkom-3.

Satelit Telkom-3 milik Telkom dikabarkan hilang akibat gagal mengorbit, setelah diluncurkan dari Cosmodrome Baikonur di Kazakhstan. Satelit ini hilang setelah terjadi kerusakan pada pendorong roket (booster) milik Proton-M di tahap pengoperasian Briz-M.

Proses pasca lepasnya Telkom-3 dan Ekspress-MD2 dari roket Proton-M pun terekam sebuah video. Adalah pengamat satelit amatir di Kanada, Kevin Fetter, yang merekam video lepasnya Telkom-3 dan Ekspress-MD2 dari Proton-M, sekitar pukul 04.08.

Dalam video terlihat empat benda bergerak di langit. Masing-masing terlihat sedang menarik benda lain, sehingga seperti ada dua kereta yang melintas. Kevin Fetter pun kemudian mengunggah video itu di situs video-sharing YouTube.

Empat benda itu diperkirakan merupakan dua satelit, Briz-M, dan Auvilliary Propellant Tank milik Briz-M. Keempatnya diduga melayang bebas setelah terjadi kegagalan pelepasan satelit.

Lihat videonya di :
http://us.video.news.viva.co.id/read/20373-video-amatir-rekam-satelit-hilang-telkom_1

Adapun kerusakan yang dialami Briz-M menyebabkan mesin utama roket pendorong yang siap mendorong dua satelit itu hanya berfungsi selama 7 detik. Padahal, seharusnya mesin diprogram berjalan selama 18 menit 5 detik.

Ini menyebabkan proses pelepasan dua satelit berlangsung lebih cepat dari yang direncanakan. Baca detail mengenai kerusakan itu di tautan ini. (eh)

 5 Bulan Lagi Satelit Telkom Masuk Atmosfer?

Saat ini ada empat obyek dengan orbit yang mirip peluncuran Proton-M.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/01/11/139583_phobos-grunt--satelit-milik-rusia-yang-rusak-di-orbit-bumi_209_157.jpgBagian dari Proton-M diperkirakan akan masuk atmosfer beberapa bulan ke depan

Roket milik Rusia Proton-M gagal membawa dua satelit, termasuk milik Telkom asal Indonesia, mencapai orbit. Bagian dari roket ini, Briz-M booster, diperkirakan tetap terbang di luar angkasa selama lima bulan.

Seorang sumber di industri roket Rusia mengatakan kepada Kantor Berita Rusia, RIA Novosti, booster tersebut akan mendekati dan masuk ke lapisan atmosfer, setelah lima bulan 'mengambang' di angkasa raya.

Senin lalu, Rusia meluncurkan roket Proton-M dengan peluncur Briz-M. Roket ini membawa satelit Telkom-3 and the Express MD2 dari Baikonur Space Center, Kazakhstan. Tapi, peluncuran ini gagal menyusul malfungsi mesin.

Menurut Strategic Command Amerika Serikat, saat ini ada empat obyek dengan orbit yang mirip peluncuran Proton-M. Sumber RIA Novosti menduga keempat obyek itu adalah booster Briz-M, sebuah tangki tambahan, dan dua satelit yang dibawa Proton-M.

"Mereka terpisah, tapi sistem kontrol berfungsi," kata sumber tersebut sambil menambahkan bahwa sistem kontrol satelit sudah diaktifkan. "Mereka seharusnya merespons komando."

Akibat kegagalan ini, Badan Antariksa Rusia Roscosmos membekukan sementara waktu peluncuran Proton-M dengan Briz-M booster. Kedua satelit yang gagal dibawa tersebut sedianya akan melayani TV broadcast di Indonesia.

Satelit Telkom-3 dibangun perusahaan roket Rusia, Reshetnev, dengan peralatan telekomunikasi dari Thales Alenia Space. Sementara Express MD2 merupakan satelit kecil yang didesain oleh Khrunichev State Research and Production Space Center untuk Russian Satellite Communications Company (RSCC). Kedua satelit ini masuk asuransi Russian Ingosstrakh and Alfa Strakhovanie. (umi)

© VIVA.co.id