0

Cozy "On-demand Cloud Service" Pertama di Indonesia

PT. Lintas Media Danawa (LMD), anak perusahaan Lintasarta, meluncurkan Cozy (www.cozy.co.id), layanan on demand cloud service pertama di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com
- PT. Lintas Media Danawa (LMD), anak perusahaan Lintasarta, meluncurkan Cozy (www.cozy.co.id), layanan on demand cloud service pertama di Indonesia. Menurut Arief R. Yulianto, Direktur Utama LMD, layanan ini memberikan fleksibilitas biaya yang menarik bagi pelanggan, karena pelanggan hanya membayar sesuai pemakaian (pay as you go).

"Pelanggan membayar sewa server berdasarkan lamanya pemakaian. Jika dalam satu hari hanya memakai selama 1 jam, maka bayarnya juga 1 jam saja. Dengan membayar seperlunya saja, maka biaya IT dapat ditekan," ujarnya.

Layanan berbasis on demand ini juga sangat cocok bagi perusahaan yang butuh kapasitas besar pada saat-saat tertentu saja. Misalnya pada akhir bulan, di mana dibutuhkan banyak pemrosesan data. Pelanggan tinggal melakukan permintaan tambahan kapasitas secara online, dan dalam hitungan menit alokasi resource sudah siap untuk dipakai.

"Kami hanya men-charge sesuai pemakaian, berapa besar RAM terpakai, berapa storage terpakai, dan semuanya dihitung dengan basis per jam," ujar Arief.

Low cost oriented

Layanan on demand cloud Cozy didesain untuk melayani segmen pasar yang sangat mementingkan efisiensi biaya TI tanpa secara drastis mengorbankan kualitas dan performansi. "Seperti halnya Amazon EC2 atau Rackspace - penyedia cloud terbesar di dunia, sistem kami berbasis open source dan commodity hardware sehingga biaya investasinya cukup rendah. Hal ini membuat Cozy cukup ekonomis bagi pelanggan," demikian ujar Arief.

"Walaupun demikian kami memiliki tim yang kuat untuk mendukung platform tersebut, sehingga kualitas dan performansi layanan tetap terjaga," lanjutnya.

Selain itu dalam mengelola layanan cloud ini, LMD bekerja sama dengan Hexagrid (www.hexagrid.com), perusahaan asal Amerika, sebagai penyedia platform dan telah digunakan di banyak negara. VxDatacenter, platform dari Hexagrid ini, adalah layanan manajemen cloud yang terintegrasi (unified solution), yang mencakup virtualisasi, otomasi operasi, high availability, data motion, security, billing integration dan dilengkapi dengan panel dashboard yang sangat informatif bagi pelanggan.

"Kami sangat antusias mendukung LMD memberikan layanan on demand cloud di Indonesia," kata Suresh Mandava, CEO dan founder dari Hexagrid. "Hubungan kami sangat intensif dalam rangka mengembangkan solusi cloud yang cocok buat pasar Indonesia dan kami yakin dengan pengalaman yang dimiliki LMD serta dikombinasikan dg platform kami, Cozy dapat menjadi layanan on-demand cloud terkemuka di Indonesia," sambungnya.

Layanan on demand cloud service Cozy dari LMD ini juga bersinergi dengan layanan cloud Lintasarta, sebagai induk perusahaan, yang sudah diluncurkan sebelumnya. "Kami bermain di segmen pasar yang belum terisi oleh Lintasarta, yaitu di segmen pasar menengah dan kecil, sementara Lintasarta lebih fokus ke korporat. Platform kami juga berbeda mengingat segmen ini lebih ke arah low cost. Secara grup, kami saling mengisi," ujar Arief.

LMD (Lintas Media Danawa) adalah anak perusahaan Lintasarta (www.lintasarta.net), perusahaan ICT terkemuka di Indonesia saat ini. LMD didirikan tahun 2008 dengan mengusung visi untuk menjadi pemain terkemuka di bisnis software, cloud dan outsourcing. Walaupun baru menginjak tahun ke-3, sebenarnya LMD sudah mempunyai pengalaman dan expertise yang sebelumnya berada di Lintasarta. Semua infrastruktur cloud Cozy (www.cozy.co.id) juga berada di Data Center Lintasarta yang didukung sertifikasi ISO 27001 tentang security. LMD didukung oleh kombinasi tenaga-tenaga ahli berpengalaman yang berasal dari Lintasarta dan antusiasme tenaga muda profesional yang kami rekrut dari industri TI Indonesia. (*/KSP)


KOMPAS

0

Nusantara Online Gunakan Engine Open Source

"Tidak mudah membuat sebuah game MMORPG."

Ilustrasi game Nusantara Online (Nusantara Online)

VIVAnews -
Game online berlatar sejarah kerajaan nusantara, Nusantara Online ternyata dibangun di atas beberapa software engine berbasis open source oleh beberapa pengembang lokal.

Menurut Creative Director Nusantara Online Victor Junaidy, Nusantara Online menggunakan engine bernama ANother Game Engine Library atau disingkat ANGEL. "Kami mulai membangun ANGEL sejak 2006. Saat itu kami mengembangkannya dengan kawan-kawan di Sangkuriang Studio Bandung," kata Victor kepada VIVAnews, Senin 9 Mei 2011.

ANGEL, kata Victor, dibuat dengan engine-engine open source, antara lain engine grafis tiga dimensi (3D) OGRE, dan engine audio OpenAL (open Audio Library).

Dengan engine ini, game Nusantara Online diklaim sebagai game MMORPG pertama dengan 100 persen konten lokal, yang memiliki kemampuan setara dengan game-game Massively Multiplayer Online Role-Playing (MMORPG), game kelas dunia.

Direktur Utama Nusantara Online Heru Nugraha memisalkan, bila World of Warcraft adalah 'Mercedez'-nya MMORPG, sementara Nusantara Online seperti 'Kijang Innova'-nya MMORPG. "Bisa diklaim kita sudah di memenuhi standar sebuah game MMORPG," katanya.

Pada proses pengembangannya, Heru mengakui bahwa Nusantara Online sempat mengalami kendala-kendala. Pada 2009 dan 2010, Nusantara Online sempat melakukan ujicoba ke publik, dan mengalami kegagalan karena banyak dijumpai bug (cacat program). Saat itu, game mereka 'ngadat' ketika dimainkan oleh begitu banyak pemain, dalam waktu yang sama.

"Kami menyadari bahwa membuat game MMORPG memang bukan hal yang mudah," kata Heru. Namun, Heru berjanji, kali ini game mereka sudah banyak mengalami perbaikan. Ia optimistis bahwa Nusantara Online tetap stabil walau dimainkan oleh sekitar 100 ribu pengguna dalam saat bersamaan (concurrent user).

Nusantara online adalah game yang mengambil latar cerita dari sejarah kerajaan-kerajaan nusantara. Pada game yang sempat meraih penghargaan di INAICTA itu pemain bisa memainkan karakter seorang ksatria, resi, atau pedagang, di zaman kerajaan Sriwijaya, Majapahit, atau Pajajaran.

Kini, Nusantara Online didukung oleh sekitar 45 orang pengembang yang menangani engine dan gameplay. Untuk pendalaman cerita sejarah, Nusantara Online didukung oleh didukung oleh Tim Wacana Nusantara.

Untuk menelusuri kebenaran sejarah, kata Heru, mereka bahkan seringkali melakukan penelusuran dan riset ke berbagai negara, misalnya ke Tibet, atau ke peninggalan kerajaan Champa di Vietnam.

Hal itu, Heru mengaku, dilatari oleh keprihatinannya atas semakin kaburnya identitas bangsa. Pada suatu hari, Heru menguji pengetahuan anaknya atas tokoh sejarah bernama Prabu Siliwangi. Ternyata anaknya mengenal Siliwangi hanya sebatas sebagai sebuah nama jalan di Bandung.

"Bukannya kami terpaku dengan masa lalu. Tapi, sejarah kita membuktikan bahwa masyarakat kita tidak pernah belajar dari sejarah. Dengan Nusantara Online, kami ingin agar kita bisa belajar dari sejarah," kata Heru. (eh)


VIVAnews

0

Game Nusantara Online Siap Meluncur

Dengan 14 server di tahap awal, Nusantara Online siap meluncur komersial Juni mendatang.

Seorang gamer memainkan Nusantara Online (m.chandrataruna/VIVAnews)

VIVAnews -
Setelah melakukan perbaikan di sana-sini, akhirnya Nusantara Online, game online bertema sejarah lokal, akan segera diluncurkan.

"Nusantara Online akan meluncur secara komersial pada bulan Juni mendatang," ujar Direktur Utama Nusantara Online Heru Nugroho, dalam acara softlaunch yang digelar di Digital Lounge Mall of Indonesia, Kelapa Gading Jakarta, Senin 9 Mei 2011.

Nusantara Online menggandeng Telkom sebagai pihak yang menyediakan infrastruktur dan membantu sosialisasi dan pemasaran game online ini. "Kami melakukan bagi hasil dengan Nusantara Online," ujar Joddy Hernadi, Executive General Manager Divisi Multimedia Telkom pada kesempatan yang sama.

Menurut Joddy, ini merupakan langkah pengembangan Telkom ke bisnis edutainment (edukasi dan hiburan) yang diharapkan bisa mencerdaskan pengguna dengan cerita game yang berlatar belakang sejarah kebudayaan nusantara.

Heru mengatakan, di tahap awal, Telkom telah menyiapkan 14 server yang 10 di antaranya didedikasikan khusus untuk online game ini. Heru memperkirakan, dengan server yang tersedia, Nusantara tetap bisa dimainkan oleh sekitar 100 ribu pengguna secara bersamaan (concurrent user).

Ia juga menjelaskan bahwa Nusantara Online adalah game online Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG) pertama yang 100 persen menggunakan konten lokal, termasuk engine game lokal bernama ANother Game Engine Library (ANGEL). Kebanyakan game-game online lain, biasanya menggunakan engine game besutan Korea.

Karakter-karakter Majapahit di Nusantara Online

Selain itu, game ini juga mengambil latar cerita dari sejarah kerajaan-kerajaan nusantara. Pemain bisa bermain sebagai karakter seorang ksatria, resi, atau pedagang, di zaman kerajaan Sriwijaya, Majapahit, atau Pajajaran.

Saat ini, game ini sudah bisa dicoba secara gratis melalui www.nusol.web.id. Pada saat peluncuran komersial nanti, game itu juga bisa dimainkan secara gratis, namun para pemain bisa membeli berbagai item dan aksesori virtual yang akan membantu pemain dalam permainan, dengan poin yang bisa dibeli melalui pembelian voucher.

"Bila seseorang ingin membeli sebuah keris, pakaian, atau jamu yang bisa mendukungnya dalam permainan, mereka bisa mendapatkannya dengan membeli voucher," kata Heru.

Bagi para pelanggan layanan internet Telkom Speedy, Telkom menyediakan gratis voucher Nusantara Online selama 3 bulan, poin token sebesar 5000, dan diskon voucher berikutnya sebesar 50 persen.


VIVAnews

0

Konektivitas ASEAN Perlu Bebas Roaming

Konektivitas ASEAN tak mungkin terlaksana tanpa melibatkan swasta.

Ilustrasi telepon (clear2talk.com)

VIVAnews
- Industri telekomunikasi harus memiliki terobosan khusus dalam rangka konektivitas ASEAN. Salah satunya dengan layanan bebas roaming ASEAN.

Direktur Utama PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi, mengatakan, dengan tidak adanya roaming, biaya telepon menjadi murah dan jumlah pengguna pun akan meningkat. "Ini tidak hanya roaming telepon, tapi juga data," kata dia pada ASEAN Leadership Forum di Hotel Nikko, Jakarta, Senin 9 Mei 2011.

Dia mengatakan, saat ini, bebas roaming hanya dilakukan sesama grup besar. XL Axiata misalnya, memotong biaya roaming 80-100 persen sesama grup. Sayangnya, roaming ini belum bisa diterapkan lintas operator non-grup.

"Ini susah, karena roaming bisa menyokong 10 persen pendapatan," katanya. "Ini yang perlu dipikirkan bersama."

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk, Anindya N Bakrie, mengatakan, konektivitas ASEAN tidak mungkin bisa terlaksana tanpa melibatkan swasta.

Konektivitas ASEAN, menurut dia, merupakan keterhubungan secara fisik, ekonomi, emosional, dan digital. "Karena itu membutuhkan infrastruktur transportasi, energi, dan digital," katanya.

Untuk konektivitas digital, menurut dia, nantinya dibutuhkan jaringan internet yang besar. Saat ini saja, menurut Anin, penggunaan jejaring sosial sudah sangat besar, terutama Indonesia. Kondisi ini akan terus berkembang pada masa mendatang.

Sebelumnya, para pemimpin ASEAN sepakat memprioritaskan pembangunan konektivitas regional. Keterhubungan kawasan ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian serta meningkatkan mobilitas barang, jasa, dan manusia di Asia Tenggara.

Konektivitas regional merupakan salah satu dari 10 isu utama yang dibahas dalam KTT Ke-18 ASEAN.

Isu utama lainnya adalah ketahanan pangan dan energi, konflik Thailand-Kamboja, arsitektur regional guna meningkatkan peran ASEAN dalam forum global, perubahan ASEAN menjadi organisasi yang berbasis pada masyarakat, dan kerja sama penanganan bencana alam.

Berikutnya, pembahasan tentang kerja sama di antara sub-ASEAN seperti Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina --materi yang akan dibawa pada KTT Asia Timur di Bali, November 2011. Lalu, permohonan Timor Leste menjadi anggota ASEAN, serta proposal Myanmar menjadi ketua ASEAN pada 2014. (art)


VIVAnews

0

Perlu Peningkatan Revolusi Teknologi

Gita Wirjawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia dan pendiri Yayasan Ancora Gita Wirjawan, mengatakan, Indonesia perlu meningkatkan keterlibatannya dalam hal revolusi teknologi dan mencari kesempatan untuk mendapatkan basis pendidikan yang kuat serta kemampuan penting agar dapat meraih sukses di era digital.

"Saat ini, Indonesia mempunyai tingkat pertumbuhan internet tertinggi di Asia Tenggara. Dari 2009 hingga 2010, pertumbuhan pengguna internet meningkat 32 persen sejak Desember 2009," ungkap Gita dalam Community Townhall bagi para pengguna antusias dari Yahoo! Koprol dan Flickr, belum lama ini.

Perkembangan pertumbuhan internet, menjadi kesempatan untuk menjadi bagian perekonomian digital dan menciptakan gebrakan teknologi di masa mendatang. Digital sudah menjadi bagian besar dari kehidupan keseharian bangsa Indonesia.

Mereka kini dapat memanfaatkan kekuatan dari internet dan Yahoo! untuk berkolaborasi membangun komunitas dan memotivasi pengguna web lain untuk belajar, berhubungan dan berbagi hal-hal yang paling penting bagi mereka.

Dalam kesempatan ini, Country Manager Yahoo! Indonesia, Pontus Sonnerstedt mengatakan, Yahoo! berkomitmen untuk menjadi bagian dari struktur bangsa Indonesia dan membantu mendorong tidak hanya pengalaman digital namun disaat yang bersamaan juga memastikan bahwa online menjadi sebuah pengalaman yang aman bagi generasi Indonesia.

"Yahoo! sebagai perusahaan media digital terdepan menciptakan pengalaman digital pribadi yang mendalam, sehingga membuat lebih dari setengah milyar orang terhubung ke apa yang menurut mereka paling penting, melintasi perangkat dan dunia," ungkapnya.


Tribunnews
0

Light Radio Bakal Geser Keberadaan BTS

Salah satu menara BTS milik operator Telkomsel

TRIBUNNEWS.COM, PARIS
- Kemacetan yang mulai meningkat pada komunikasi seluler akan dapat dicegah seiring dengan diluncurkannya teknologi perintis yang dapat mengatasi kemacetan-kemacetan (bottlenecks) pada jaringan seluler dan membantu penyampaian liputan broadband universal.

Alcatel-Lucent, grup teknologi jaringan terkemuka, telah menggalang kekuatan dengan rekanan industri untuk menciptakan light Radio™, sebuah sistem baru yang akan mengakhiri ketergantungan industri pada tiang-tiang menara dan base station di seluruh dunia.

Ben Verwaayen, Chief Executive Officer Alcatel-Lucent, mengatakan: “Permintaan akan jangkauan dan kapasitas saat ini dan di masa datang membutuhkan terobosan di komunikasi seluler.”

Menurut Ben “lightRadio akan mengakhiri keberadaan base station and menara seluler yang kita kenal sekarang.”

Pemerintah dan badan pengawas diharapkan akan menyambut baik perkembangan teknologi yang akan membantu memenuhi target untuk akses broadband universal dengan meletakkan dasar untuk mengatasi apa yang disebut “kesenjangan digital”.

Manfaat besar lainnya dari lightRadio™ : Mengurangi jejak karbon jaringan-jaringan seluler hingga lebih dari 50%, selain itu juga dapat menurunkan Total-Cost-of-Ownership operator seluler hingga 50%.

Diutarakan Wim Sweldens, President Alcatel-Lucent divisi Wireless “lightRadio akan membantu para operator seluler meng-evolusi jaringan-jaringan mereka untuk mengatasi 'banjir' broadband seluler.”

LightRadio mewakili cara pendekatan baru di mana base station, yang biasanya berlokasi di dasar menara seluler, akan dipecah menjadi elemen-elemen komponen dan kemudian didistribusikan ke antena dan ke seluruh jaringan serupa ‘cloud’.

Bukan hanya itu, namun LightRadio juga bakal memperkecil 'kekacauan' antenna saat ini dalam melayani 2G, 3G dan sistem LTE menjadi sebuah antena tunggal yang penuh daya rintisan Bell Labs, yang dapat dipasangkan pada tiang, sisi gedung atau di manapun asalkan tersedia daya dan koneksi broadband.

Inovasi ini bertepatan dengan meningkatnya permintaan jaringan seluler dan perangkat-perangkat generasi ke-tiga dan ke-empat, di antaranya adopsi masal dari layanan televisi nirkabel dan bentukbentuk lain dari konten broadband.

Pasar yang dapat disasar oleh teknologi Light radio antara lain untuk melayani permintaan jaringan dan perangkat-perangkat tersebut diharapkan dapat melebihi 100 milyard Euro ¹ dalam kurun waktu tujuh tahun ke depan.


Tribunnews

0

Robot PENS ITS Juarai KRI Regional IV

Surabaya (ANTARA News) - Tim robot "P-Next" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya akhirnya menjuarai Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 Regional IV (Jawa Timur dan Bali) di Gedung Pusat Robotika, Kompleks Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Minggu.

"Tim robot P-Next (PENS-ITS) mendapatkan nilai 182, karena mampu merangkai krathong (karangan bunga) dalam posisi Sala dan meletakkan petal krathong dan flower ke river, sedangkan lawannya Harm-Vy dari ITS Surabaya hanya meraih nilai 70," kata Ketua Dewan Juri KRI, Prof Wahidin Wahab. (*)



ANTARAnews
0

Koprol, Sebelum dan Sesudah Akuisisi dengan Yahoo!

Salah satu pendiri Koprol, Satya Witoelar, hadir sebagai pembicara dalam Startuplokal Meetup ke-9 Blacksteer, FX Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com
- Satya Witoelar dan kawan-kawannya di Koprol tak pernah menyangka bahwa Koprol akan menjadi sebesar sekarang. Berawal dari proyek iseng-iseng sekelompok karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan bernama Skyeight, Koprol kini diakuisisi Yahoo! dan akan online di beberapa negara.

"Koprol adalah proyek sampingan yang dibuat karyawan Skyeight. Kami terbiasa membuat software untuk proyek-proyek perusahaan luar negeri, tapi tidak banyak yang tahu. Saat membuat Koprol kami hanya ingin coba buat Social Network dengan gaya kami sendiri," kenang Satya Witoelar saat ditemui KOMPAS.com usai berbagi cerita kepada para peserta Yahoo! Community Town Hall di @america, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Jumat (6/5/2011) kemarin.

Satya dan teman-temannya tak menyangka Koprol berkembang dan membentuk komunitas dengan sendirinya. "Awalnya publik tahu dari stasiun televisi Nasional, lalu orang-orang mulai ngomongin dan mulai gabung di Koprol. Kami nggak menyangka, produk yang awalnya hanya iseng-iseng saja, hanya untuk kepuasan kami para developer, ternyata justru yang paling sukses, bukan hanya diketahui banyak orang," ungkap lelaki kelahiran 19 Oktober 1975 ini.

Setelah mulai dikenal banyak orang, pada akhir 2009 para pendiri Koprol bertemu dengan Yahoo di sebuah acara. Dalam acara tersebut Yahoo! bertemu berbagai komunitas start up lokal Indonesia. "Saat itu Yahoo belum ada di Indonesia. Yahoo sedang mencoba menggaet komunitas start up yang ada di Indonesia. Selama dua hari bertemu developer Internasional, kami merasa kok bisa nyambung. Kami kira tidak akan ada pertemuan lagi, karena setelah itu tidak ada kontak sama sekali. Tiba-tiba Mei 2010 kami langsung ditawari akuisisi," jelas penyuka bola Basket dan Tennis ini.

Tahun 2010, sebelum akuisisi jumlah pengguna Koprol hanya 75.000. Setelah akuisisi, jumlah pengguna Yahoo! Koprol bertambah hingga 1,5 juta orang dan menghasilkan 80 komunitas baru berbasis lokasi. Dalam waktu dekat, Yahoo! Koprol akan mulai online di Filipina, sebelum merambah ke negara-negara lainnya.

"Ini tantangan buat kami, bisa nggak sih Koprol dipakai di negara lain?" ujar putera Wimar Witoelar ini dengan bersemangat. Ia menambahkan, ada perbedaan yang terasa setelah Koprol diakuisisi Yahoo! yakni dalam hal pendanaan dan fasilitas. "Sekarang nggak boleh ada lagi keluhan 'adoh ga ada duit'. Sekarang mau ngapain aja bisa. Makanya sekarang tim kami harus bisa membuktikan Koprol akan bisa digunakan di negara-negara lain," tambah Satya.

Koprol sebelum akuisisi lebih fokus pada aplikasi mobile, sedangkan format website hanya sebagai pendukung. Kini, setelah akuisisi, Koprol memiliki full website juga pengembangan untuk berbagai aplikasi di perangkat bergerak.

"Kini ada aplikasi Java Network untuk BalckBerry, lalu nanti menyusul Android, iPhone, Playbook. Kami bukan mengikuti teknologi tapi lebih melihat Indonesia senangnya menggunakan apa, itu yang dikembangkan," papar Satya.

Dengan akuisi dengan Yahoo! kini Satya dan teman-temannya dalam tim Koprol otomatis berpindah kantor ke kantor PT. Yahoo Indonesia di Pacific Place. "Mulai minggu depan kami pindah kantor," ujar Satya.

Untuk jumlah karyawan, Satya mengaku telah menambah staf yang semula 11 orang kini menjadi 22 orang. Sebelum mengakhiri wawancara, Satya mengucap satu hal yang menarik. "Koprol adalah produk anak bangsa yang besar karena pers dan komunitasnya. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan pers yang sudah membantu sosialisasi Koprol hingga bisa dikenal banyak orang dan kini bisa membentuk banyak komunitas," tutup Satya.


KOMPAS