0

Ponsel Rp 16 Ribu Cuma Ada di Jakarta Fair 2011

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bila biasanya orang berpikir dua kali untuk membeli ponsel karena harganya yang melebihi anggaran kantong, maka pada Jakarta Fair 2011 ini ditawarkan ponsel dengan harga yang cukup fantastis murahnya, bukan mahalnya, karena hanya dibanderol Rp 16 ribu.

Hal ini disampaikan Direktur Marketing JIExpo, Ralph Schuenemann, yang mengatakan ponsel Rp 16 ribu tersebut dapat ditemukan pada satu diantara delapan stan Telkomsel yang ada di Jakarta Fair 2011. Promo ponsel yang dilepas seharga Rp 16 ribu ini pun tidak setiap hari, melainkan hanya pada hari Sabtu dan Minggu selama pagelaran Jakarta Fair 2011.

"Jadi orang yang kebetulan melewati stan tersebut akan cukup beruntung karena hanya dengan Rp 16 ribu sudah dapat membawa pulang sebuah ponsel. Untuk jam-jam promo tersebut tentu dirahasikan, agar memberikan surprise pada pengunjung," ujar Ralph, Senin (20/6/2011) sore kemarin.

Ralph memastikan pengunjung akan dibuat shock dengan harga-harga miring yang ditawarkan. Karena selain kejutan ponsel Rp 16 ribu, stan Telkomsel juga menawarkan empat pilihan ponsel qwerty seharga Rp 199 ribu dan satu diantaranya hanya dibanderol Rp 188 ribu. Ralph menambahkan stok ponsel qwerty tersebut terbatas setiap harinya. "Promo ini tanpa embel-embel dan tidak dikenakan pajak tambahan," ucapnya.

Pada Jakarta Fair 2011 ini juga mempromosikan harga Blackberry yang bekerjasama dengan Indosat. Blackberry Gemini 8520 yang biasanya dibanderol Rp 1,92 juta sudah dapat dibawa pulang seharga Rp 1,62 juta. Untuk Curve 9300 3G yang biasa dijual seharga Rp 2,52 juta menjadi Rp 2,295 juta.


Yahoo
0

Habis Limbah Tahu Terbitlah Biogas

Pekerja memproduksi tahu di Desa Kalisari, Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (5/2). Saat ini puluhan pengusaha tahu di desa tersebut berusaha bertahan di tengah naiknya harga bahan baku kedelai dan minyak goreng. Tempo/Budi Purwanto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tumpukan tahu goreng khas Kalisari disuguhkan kepada rombongan Kementerian Riset dan Teknologi serta Bupati Banyumas, yang mengunjungi Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Mei tahun lalu.

Pada hari itu pemerintah daerah meresmikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri tahu yang telah diusahakan secara swadaya sejak 8 bulan sebelumnya.

Dua unit IPAL telah berdiri di perkampungan yang terkenal sebagai sentra penghasil tahu tersebut. "Proyek IPAL industri tahu di Banyumas adalah proyek percontohan untuk Indonesia," kata Arif Rahman, Kepala Bidang Penguasaan dan Pengembangan, Deputi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi, kepada Tempo, dua pekan lalu.

Proyek yang masing-masing menelan biaya Rp 100 juta tersebut membawa misi penting: mengolah limbah air tahu menjadi ramah lingkungan sambil menangguk keuntungan ekonomi.

Selama ini warga Kalisari cemas akan limbah air tahu yang digunakan dalam proses pembuatan tahu. Hasil akhir proses pencucian sampai penumbukan kedelai tersebut mengandung gas berbahaya bagi lingkungan, seperti karbon dioksida, metana, sulfur, dan amoniak.

Air yang terkontaminasi gas beracun ini biasanya dialirkan begitu saja ke Sungai Kalisari, menyebar ke lahan pertanian dan peternakan ikan. Gas beracun tersebut menurunkan produktivitas pertanian dan perikanan warga desa lain.

Gas juga naik ke udara, menambah kandungan gas rumah kaca yang selama ini dikenal menjadi penyebab pemanasan global.

Pencemaran lingkungan oleh limbah air tahu ini terendus Kementerian. Di Indonesia, terdapat 84 ribu industri tahu dengan kapasitas produksi 2,56 juta ton per tahun.

Limbah yang dihasilkan produksi sebesar ini cukup signifikan mengganggu sektor usaha lain dan menyumbang pada pemanasan global. Delapan puluh persen industri tahu yang berada di Pulau Jawa menyumbangkan 0,8 juta ton CO2 ekuivalen setiap tahun.

Bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian mengembangkan IPAL industri tahu yang bisa menetralkan limbah dan menjadi sumber energi. Kabupaten Banyumas dibidik sebagai proyek percontohan.


Cara Kerja IPAL
Prinsip kerja IPAL industri tahu cukup sederhana. Air limbah dari unit industri tahu dialirkan ke kolam penampungan melalui jaringan paralon. Tempat penampungan diletakkan pada sepetak tanah yang dihibahkan pemerintah daerah. Kolam itu mampu menampung 1,2 ton air limbah setiap hari. Dari kolam, air limbah dipompakan ke bioreaktor.

Bioreaktor pada IPAL industri tahu menerapkan mekanisme "fixed bed reactor". Bioreaktor dibuat dari sebuah tabung penampungan yang sebagiannya ditanam di dalam tanah.

Tabung-tabung bambu kecil sepanjang 10 sentimeter dengan diameter 5-10 sentimeter dijejalkan secara teratur di dalam tabung reaktor. Tabung-tabung ini berfungsi sebagai tempat menempelnya mikroba pengurai gas beracun. Semakin banyak bambu, semakin besar luas permukaan tempat menempelnya mikroba.

Mikroba pengurai yang digunakan berasal dari mikroba pengurai pada kotoran kerbau. Bakteri itu sanggup melakukan proses degradasi anaerobik senyawa organik.

Proses degradasi inilah yang menguraikan gas metana dan karbon dioksida dari air limbah. Air limbah kini bersih dari gas beracun dan aman untuk dialirkan ke sungai.

Perjalanan gas metana belum berakhir. Gas itu dialirkan ke ruang penampungan gas berupa tabung serat karbon yang ringan tapi kuat. Tabung ini bersifat fleksibel sehingga bisa mengembang hingga dua kali lipat jika gas yang dihasilkan lebih besar dari daya tampung awal. Daya tampung tabung penampungan gas mencapai 20 meter kubik.

Dari tabung penampungan, gas metana dialirkan ke rumah warga sehingga bisa dimanfaatkan sebagai biogas untuk keperluan memasak. Setiap hari IPAL Desa Kalisari menampung 625 kilogram air limbah dari 15 unit usaha tahu dan mampu mengalirkan biogas ke 25 rumah di desa tersebut.

Uniknya, pengaliran air limbah dan gas pada keseluruhan proses dilakukan dengan cara alami. "Memanfaatkan prinsip gravitasi dan tekanan," ujar Arif. "Jadi tidak perlu energi listrik."

Minimnya konsumsi energi untuk menghasilkan biogas dari limbah air tahu membuat masyarakat tak lagi mengeluarkan ongkos untuk membeli gas yang setiap bulan bisa mencapai Rp 50 ribu per rumah.

Meski demikian, masyarakat masih memiliki kewajiban menyumbang uang sebesar Rp 10 ribu per bulan guna perawatan IPAL. Uang itu digunakan untuk membayar seorang tenaga pengawas yang menjaga jaringan IPAL bebas dari kerusakan.

Kementerian Riset dan Teknologi juga memberikan pelatihan dan buku panduan kepada warga untuk merawat IPAL. Warga juga diminta membentuk Paguyuban Biolita (Biogas Limbah Tahu) yang bertugas melakukan perbaikan swadaya jika terjadi kerusakan IPAL.

Menurut Arif, IPAL industri tahu juga memiliki keuntungan daripada tabung gas. Gas yang dialirkan ke rumah melalui IPAL industri tahu memiliki tekanan kecil sehingga lebih aman dari potensi ledakan. Kemungkinan terburuk, seperti kebocoran pipa, bisa diatasi dengan menyertakan katup yang bisa mengisolasi kebocoran gas.

Dalam dua tahun terakhir, Kabupaten Banyumas telah memiliki tiga unit IPAL industri tahu yang dibangun di Desa Kalisari dan Ciroyom hasil binaan Kementerian dan BPPT. Kesuksesan pembangunan IPAL menarik minat pemerintah kabupaten. Rencananya, pemerintah daerah juga membangun unit pengolahan limbah ini di sentra industri tahu lain di Kabupaten Banyumas.

Arif mengatakan semangat pembangunan IPAL limbah tahu ini akan terus disebarkan ke sentra tahu di daerah lain, mengingat masih banyak industri tahu yang belum mengolah limbahnya, seperti di Tegal, Pekalongan, Semarang, Cilacap, Sumedang, dan Bandung.

"Membangun IPAL akan mengurangi racun yang beredar di air dan udara sambil menikmati energi murah meriah yang aman," ujar Arif.[ANTON WILLIAM]


TEMPOInteraktif
0

Empat Mahasiswa UNY Ciptakan Kamus Digital Fisika

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Empat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil membuat kamus digital fisika yang praktis dan mudah dipahami siswa sekolah menengah pertama.

"Keempat mahasiswa itu adalah Elisabeth Pratidhina Founda Noviani, Ruth Evrilia Oka Mahastri, Atut Reni Septiana, dan Lourensius Dwi Ardi Ranedyo," kata Humas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Witono di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, karya mereka itu berhasil meraih dana Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2011 dalam bidang teknologi.

Elisabeth mengatakan pelajaran fisika mulai dikenalkan saat siswa menginjak jenjang sekolah menengah pertama (SMP), meskipun di sekolah dasar para siswa juga sudah dikenalkan dengan prinsip-prinsip fisika pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Namun, banyak siswa yang tidak tertarik pada mata pelajaran fisika, karena umumnya mereka menganggap fisika itu sulit dan membosankan.

Salah satu penyebabnya adalah mereka sudah dihadapkan dengan berbagai istilah fisika yang kurang dapat mereka pahami.
"Melihat fenomena itu kami berinisiatif membuat kamus fisika yang praktis dan mudah dipahami siswa SMP yang disebut kamus digital fisika," katanya.

Menurut dia, gagasan membuat kamus itu adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Saat ini di setiap sekolah sudah ada mata pelajaran TIK, sehingga program tersebut akan semakin menunjang perkembangan TIK.

Selain itu, hal yang "berbau" TIK ternyata lebih menarik bagi siswa SMP. Mereka lebih menyukai penjelasan yang disertai dengan gambar atau animasi yang menarik. "Oleh karena itu, kami membuat sebuah program kamus fisika yang disertai dengan gambar atau animasi agar siswa lebih tertarik pada fisika," katanya.

Ia mengatakan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi kamus itu adalah microsoft visual basic (MVB) dan didukung oleh beberapa aplikasi lain seperti microsoft acces, corel draw, dan adobe flash.

"Kami telah mengujikan kamus tersebut di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 4 Klaten, Jawa Tengah. Siswa cukup tertarik dan mengapresiasi dengan baik adanya kamus digital itu," katanya.


Republika
0

Mahasiswa UMY Ciptakan Alat Pemantau Ketinggian Air

YOGYAKARTA--MICOM: Mahasiswa Jurusan Elektro Universitas Muhammadiyah berhasil menciptakan alat pemantau ketinggian permukaan air dengan sistem Gray Code dengan jangkauan ukur yang lebih luas.

Karena itu, alat itu bisa diaplikasikan untuk mengantisipasi bencana banjir, mengukur ketinggian muka air pada kawasan bendungan atau yang lainnya.

Asep Nurdiansyah mengatakan, alat ciptaannya itu memiliki kemampuan yang lebih baik ketimbang peralatan yang sudah ada selama ini seperti potensiometer ataupun ultrasonik yang dianggap masih kurang efektif dan berkemampuan lebih terbatas. Penerapan teknologi Gray Code (encoder gray) akan memperkecil kemungkinan alat mudah aus seperti pada potensiometer.

Ia menambahkan, alat ciptaannya itu juga berkemampuan untuk mengukur perubahan ketinggian air yang lebih dalam dibanding peralatan ultrasonik yang hanya mampu sampai dengan jarak 160 cm. "Alat ini mampu mengirim sinyal adanya perubahan ketinggian muka air langsung ke ponsel sehingga pemantau tidak perlu berada di lokasi," katanya.

Secara rinci, alat itu terdiri dari empat bagian utama, yakni sensor, pengolah, penampil, dan media transmit. Sensor yang digunakan berupa rotary encoder yang biasa digunakan pada sistem pengendali robot dan motor drive.

Pengolah berupa unit microcontroler ATMega162. Media penampil menggunakan LCD. Transmit menggunakan teknologi SMS berbasis GSM. (AU/OL-5)


MediaIndonesia
0

Hebat, Dokter Indonesia Buat Bor Gigi Dilengkapi Musik

drg Dhanni Gustana -- MI/Sumaryanto/wt

LONDON--MICOM:
Seorang dokter gigi dari RS Dr Sarjito Yogyakarta, drg Dhanni Gustana, memperlihatkan bor gigi yang dilengkapi musik sehingga bisa memperdengarkan musik guna mengurangi atau menghilangkan rasa takut pasien terutama anak-anak saat
operasi.

Dokter gigi Dhanni Gustana menyampaikan penemuannya itu dalam presentasi The Singing Dental Drill And The Finger Dental Drill, An innovative approach in dealing with dental anxiety pada International Association of Paediatric Dentistry 23rd Congress (IAPD2011) di Yunani baru-baru ini.

Kongres yang digelar di gedung Megaron Athens International Conference Centre, Yunani, dari 15 Juni itu diprakarsai The International Association of Paediatric Dentistry (IAPD), organisasi dunia yang mendedikasikan diri terhadap promosi kesehatan gigi untuk anak, dewasa, dan pasien dengan kebutuhan khusus.

Sekretaris Satu KBRI Athena, Yunani, Jani Mediawati Sasanti, Minggu (19/6), menyebutkan kongres yang dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun ini bertema Interdisciplinary Approach to Paediatric Dentistry. Jani Mediawati Sasanti menjelaskan hasil kongres diharapkan dapat menunjukkan betapa pentingnya kerja sama berbagai ahli dari disiplin ilmu kesehatan lainnya untuk menunjang kesehatan anak.

Kongres diikuti oleh 1600 peserta, mewakili 79 negara, antara lain Yunani, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Italia, Belanda, Belgia, dan Indonesia. Sebanyak 15 dokter gigi anak dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali ikut hadir dalam kongres yang diadakan menjelang penyelenggaraan Special Olympics World Summer Games 2011 untuk atlet tuna grahita dari seluruh dunia. (Ant/OL-5)


MediaIndonesia
0

Selamat Tinggal Abang Tambal Ban

TEMPO Interaktif, Jakarta - Arifuddin menunggangi sepeda motornya membelah aspal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Surabaya, tujuannya ke Yogyakarta, sejauh 267 kilometer, mengunjungi teman. Tiba-tiba ban belakangnya ogel-ogelan karena kehabisan udara. "Kena paku," ujarnya. Celingak-celinguk mencari bantuan, hanya gelap yang ia dapati. Sendirian di tengah malam, dia menuntun Honda Megapro, yang berbobot lebih dari 100 kilogram, melewati hamparan sawah serta kebun sampai keringat mengucur deras dan napasnya "Senin-Kamis". Lajang 23 tahun ini memutuskan bermalam di sebuah pom bensin, baru meneruskan misi mencari tukang tambal ban keesokan harinya.

Dia ingin melupakan pengalaman pahit tahun lalu itu. Bersama dua rekannya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, dia menciptakan mesin tambal ban elektrik, yang dinamai Tab-Trik Portable. "Konsepnya sangat sederhana," ujar Arifuddin kepada Tempo pekan lalu. Komponen utamanya adalah pemanas dari baja tahan karat atau stainless steel bergaris tengah lima sentimeter. Seperti di tukang tambal ban, pemanas berguna merekatkan tambalan pada karet ban. Daya panas datang dari listrik. Mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah, ini memasang dua kabel, lengkap dengan pentolannya, sehingga pengguna bisa memilih sumber setrum-dari colokan rumah atau aki sepeda motor. Dari aki berdaya 5 ampere dan 12 volt, inverter mengubah setrum DC jadi AC.

Panas berasal dari lilitan kawat pemanas solder, yang menghasilkan suhu 150 derajat Celsius pada lempengan baja. Arus listrik yang masuk juga melewati unit pengatur waktu, yang mati dalam 13 menit. "Kurang dari itu tambalan tidak merekat maksimal. Tapi, kalau lebih, ban bisa meleleh," kata mahasiswa jurusan teknik elektro tingkat akhir itu.

Arifuddin, Rizal Daus, 26 tahun, dan Sugianor, 22 tahun, merancang alat ini tahun lalu. Rekan satu rumah kos di Jalan Arif Rahman Hakim, Keputih, Surabaya, ini mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa yang diadakan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional pada Oktober 2010. Arifuddin dkk. termasuk di antara 5.000 kelompok yang terpilih mendapat dana penelitian. Pada April lalu, mereka kebagian Rp 6 juta untuk mewujudkan rancangannya.

Karena konsepnya sudah matang, tiga sekawan itu tak menemui banyak kesulitan. Bongkar-pasang dilakukan di laboratorium. Kadang dilanjutkan di tempat kos, yang hanya berjarak sepelemparan batu dari kampus. Mereka mengaku kesulitan membentuk casing dari aklirik. Desain beberapa kali berubah untuk menyesuaikan pembungkus dengan jeroannya. Hampir sebulan, mesin tercipta. Berbentuk kotak berukuran sepuluh sentimeter persegi, dilengkapi laci imut untuk menyimpan lem, karet penambal, pembuka pentil ban, dan aluminium foil.

Belum sempurna memang. Dosen pembimbing mereka, Joko Susila, mengatakan tampilan perangkat itu masih acakadut. "Desainnya masih perlu diperhalus," kata pengajar teknik pengaturan ini.

Tab-Trik Portable ibarat kios tambal ban yang bisa dibawa ke mana-mana. Tapi ini tak akan berguna tanpa mekaniknya. Karena tidak bisa diwakili mesin, penambalan mesti dipelajari dan dikerjakan sendiri. Ibaratnya belajar jadi abang tambal ban. Menurut Arifuddin, menambal ban bukan perkara sulit. "Lihat saja, banyak anak kecil yang jadi tukang tambal ban," katanya.

Arifuddin dkk. telah menyiapkan cara ganti ban dalam manual book alatnya. Ban kempis karena ban dalam sobek biasanya terkena benda tajam. Setelah menghentikan sepeda motor di tempat terang dan aman, hal yang harus dilakukan adalah membuka sekrup pentil dan melepaskan ban luar dari pelek. Permukaan ban dalam yang sobek dibersihkan, lalu bubuhi lem, klep penambal, dan alumunium foil. Nah, mulailah Tab-Trik bekerja. Setelah alat tersebut dicolokkan ke listrik atau aki, bagian yang akan ditambal ditempelkan pada lempeng baja pemanas, lalu ditutup. Tiga belas menit kemudian, tambalan akan melekat sempurna, dan ban siap digunakan kembali, setelah dipompa tentunya.

Menurut Arifuddin, orang awam butuh 30 menit untuk mengerjakan itu. Hampir sama dengan waktu menambal ban di kios pinggir jalan. Ini dengan catatan tidak ada antrean.

Mesin itu menelan modal sekitar Rp 250 ribu. Bagian terbesar adalah membeli inverter, yakni Rp 100 ribu. Arifuddin memperkirakan biayanya bisa ditekan jika alat itu diproduksi massal, menjadi sekitar Rp 150 ribu. Dia berencana mematenkan karyanya tersebut ke Kantor Hak Kekayaan Intelektual di Tangerang, Banten. "Tapi, urung karena belum ada duit," katanya sembari nyengir. Menurut dia, untuk pendaftaran saja butuh Rp 1 juta.

Dengan ukuran mungil, Tab-Trik bisa masuk di hampir semua bagasi sepeda motor, juga ransel. Ditambah pompa dan besi pencungkil ban berukuran 15 sentimeter, mesin ini bisa jadi perangkat wajib untuk sepeda motor, layaknya ban cadangan dan dongkrak untuk mobil, terutama untuk perjalanan jauh. Dengan mesin ini, Arifuddin dkk. sudah mengucapkan selamat tinggal kepada tukang tambal ban.[REZA M., FATKHURROHMAN TAUFIQ]



TEMPOInteraktif
0

Merombak Lintasberita.com

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sudah delapan bulan terakhir situs Lintasberita.com masuk ruang "perawatan" di Merah Putih Incubator. Memiliki 5 juta pengunjung setiap bulan dan 2,1 juta konten sepertinya tak cukup untuk membuat posisi Lintasberita menjadi portal agregator berita yang patut diperhitungkan. Perusahaan inkubasi ini ingin "menyulap" situs yang cukup populer di Tanah Air itu supaya lebih atraktif dan dekat dengan penggunanya.

Perubahan pertama dimulai dari nama menjadi Lintas.me. Merah Putih menghapus kata "berita" karena terkesan terlalu serius dan formal. Sebutan itu juga seolah-olah menekankan bahwa situs ini adalah portal berita, padahal sebenarnya bukan.

Kendati sudah berganti nama, domain Lintasberita.com masih dipertahankan. Chief Executive Officer Lintas.me, David Wayne Ika, mengatakan tidak bisa langsung menghapus Lintasberita karena situs itu sudah memiliki pamor di mesin pencari Google. "Dari Lintasberita kami memberikan link ke Lintas.me," kata David dalam peluncuran Lintas.me di Jakarta, Kamis pekan lalu, 16 Juni 2011.

Selain berganti nama, David menjelaskan, ada tiga perubahan mendasar dari Lintasberita ke Lintas.me. "Yang unik adalah desain, personalisasi, dan sosial," ujarnya. Mengenai desain, ia menyulap tampilan Lintas.me menjadi lebih semarak dengan aneka gambar. Ide ini, kata David, diperoleh dari masukan pengguna yang menginginkan berlimpahnya foto di setiap halaman.

Pengunjung Lintas.me bisa melakukan personalisasi atau menentukan jenis berita yang diinginkan untuk tampil di halaman utama dengan cara memilih saluran. Di dalamnya, tersedia kumpulan informasi bisnis, kesehatan, teknologi, olahraga, hobi, gaya hidup, otomotif, dan sebagainya. "Pengguna dapat membuat saluran sendiri dengan memasukkan kata kunci," katanya.

Situs yang didominasi warna putih-biru ini juga terintegrasi dengan Facebook dan Twitter. Di timeline Twitter dan dinding Facebook akan tertera informasi terhangat yang paling banyak ditengok pengunjung. David mengatakan, pada intinya, Lintas.me sama seperti situs agregator lainnya, seperti Reddit.com. "Yang membedakan adalah tampilan dan kontennya," katanya.

Sumber informasi yang dimuat dalam Lintas.me, kata David, berasal dari blog, situs-situs berita media massa, dan microsite. Untuk dapat mengirimkan konten di Lintas.me, pengunjung diwajibkan mendaftar terlebih dulu. David mengingatkan, jangan coba-coba mem-posting konten yang melanggar hukum karena sudah ada mesin penyaring yang otomatis memblokirnya.

Bulan depan, situs yang sudah profit ini berencana menyediakan platform untuk perangkat bergerak, seperti di telepon seluler BlackBerry, Android, Symbian, Windows Mobile, dan iOS. Sembari menunggu aplikasi Lintas.me di ponsel, untuk sementara pengguna dapat mengakses http://m.lintas.me melalui mesin browser ponsel. [RINI KUSTIANI]


TEMPOInteraktif
0

Raih Peluang di Industri Digital, Sekarang!

KOMPAS.com - Lahirnya berbagai peluang di dunia digital tidak lepas dari pertumbuhan pengguna internet yang demikian pesat. Ketika semakin banyak orang menggunakan internet, semakin banyak pula hal yang bisa dihasilkan dan dimanfaatkan. Orang dari tempat yang berjauhan saling terhubung untuk berbisnis dan bekerja sama. Ketika orang-orang mulai melakukan transaksi jual beli online, berbagai peluang muncul. Pada perkembangannya, tumbuh situs-situs online shopping serta sistem pembayaran online yang semakin mudah.

Jika Anda sudah pernah dengar tentang Koprol, jejaring sosial asli Indonesia yang diakuisisi oleh Yahoo!, maka Anda tentunya tahu bahwa masih banyak lagi kisah sukses semacam itu yang sudah dan akan muncul. Bukankah mereka sukses karena mampu memanfaatkan peluang dengan tepat?

Seberapa sering sudah kita mendengar mengenai teknologi digital yang mempermudah hidup? Seberapa sering juga kita mendengar kisah sukses mereka yang bergelut di dunia digital? Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung dan bergabung dalam semua hal ini?

Jawabannya adalah mindset atau pola pikir. Langkah untuk mencapai tujuan yang diinginkan harus dijalankan dengan pola pikir yang sesuai pula.

Salah satu pola pikir yang bisa diterapkan adalah dengan memposisikan digital sebagai sebuah industri. Tidak berbeda dengan industri lain yang telah lahir jauh sebelumnya, industri digital menjanjikan banyak peluang besar. Namun peluang ini tidak akan membuahkan apa-apa jika tidak ada tindakan nyata dari para pelakunya.

Digital tidak akan pernah menjadi sebuah industri bagi orang yang hanya bertindak sebagai konsumen. Untuk mengambil bagian dalam industri digital ini, mari ambil langkah untuk menjadi produsen. Hasilkan karya lokal yang nantinya menjadi kebanggaan bangsa ini dengan menembus dunia internasional.

Sebagai bagian dari komitmen untuk ikut memajukan industri digital di tanah air, IDBYTE membantu menjembatani mereka yang ingin berperan aktif dalam membidik peluang di dunia digital. IDBYTE akan menghadirkan para pembicara dari perusahaan digital kelas dunia seperti Google, Facebook, dan LinkedIn dalam sesi Conference yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2011 di Ritz Carlton Ballroom, Pacific Place, Jakarta. Kesempatan ini merupakan ajang mencari pengalaman dan belajar tentang bagaimana mengembangkan industri digital di Indonesia dari perusahaan-perusahaan global tersebut.

Pengalaman dicari dan dijadikan pijakan untuk mencapai hasil yang lebih besar. Sekarang juga, ubah pola pikir Anda dan jadilah bagian dari nama-nama besar dalam industri digital.

Penulis: Yansen Kamto, Executive Director IDBYTE, dengan latar belakang dari industri digital advertising; saat ini juga menjalankan bisnis digital di bidang gaming dan sepakbola.


KOMPAS