0

Lapan Riset Desain Pesawat Tempur

prototype KFX (photo : Militaryphotos)


Serpong, Kompas - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengembangkan riset desain dan teknologi supersonik pesawat tempur untuk menunjang pertahanan dalam negeri. Realisasi produksinya bekerja sama dengan Korea Selatan.

”Riset ini untuk pengembangan keahlian Lapan, sekaligus memanfaatkan potensi industri penerbangan yang sudah dimiliki PT Dirgantara Indonesia,” kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewa Salatun dalam konferensi pers Seminar Penerbangan dan Antariksa 2010 di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Serpong, Tangerang, Senin (15/11).

Lapan saat ini berhasil mengembangkan produksi roket dan satelit, di antaranya roket pengorbit satelit RX 550 yang akan diuji statis pada Desember 2010 di instalasi pengujian Pantai Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

”Untuk mencapai kemampuan mengorbitkan satelit di luar angkasa, roket harus teruji mampu memiliki kecepatan delapan kilometer per detik dalam keadaan meluncur secara horizontal. Kita lihat hasil pengujiannya nanti,” kata Adi.

Lapan juga merancang satelit kembar Lapan-A2 dan Lapan- Orari. Masing-masing berfungsi untuk menunjang pengamatan permukaan Bumi dan komunikasi pada saat bencana alam terjadi. Satelit ini akan diluncurkan pada November 2011 dari stasiun pengorbit di India.

Audit penerbangan

Pada kesempatan itu, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata menekankan pentingnya audit potensi teknologi penerbangan dan antariksa. Selanjutnya, agar didorong kerja sama antarindustri maupun lembaga riset untuk mengembangkan teknologi penerbangan dan antariksa tersebut. ”Pemerintah akan menyediakan panggung kolaborasi,” ujar Suharna.

Suharna mengatakan, panggung kolaborasi tetap berbasis pada kebijakan masing-masing institusi. (NAW)


• KOMPAS

0

RI–China Jajaki Kerja Sama Produksi Rudal

Peluncuran Rudal C-802 dari KRI Layang-805 (Foto : Dispen TNI-AL)

JAKARTA (SINDO) – Indonesia menjajaki kerja sama produksi peluru kendali (rudal) dengan Republik Rakyat China. Pemerintah telah menawarkan kerja sama tersebut dalam pameran pertahanan beberapa hari lalu.

“Misalnya pengadaan misil C 802 dan C 705. Kalau mau perbanyak, kenapa tidak dibangun di Indonesia saja,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kantor Kementerian Pertahanan kemarin. Purnomo mengatakan, kebutuhan akan rudal jenis tersebut cukup besar untuk ditempatkan di kapal-kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Penjajakan kerja sama ini selaras dengan strategi pembangunan industri pertahanan.

Menurut Purnomo, pengadaan alat utama sistem persenjataan yang belum dapat diproduksi di dalam negeri sedapat mungkin diupayakan transfer teknologi untuk meningkatkan content lokal dan substitusi impor. “Yang belum bisa untuk dalam negeri, kita akan joint production dulu pelan-pelan kemudian kita dapat lisensi jadi kita ingin yang kita impor itu kita substitusi pelan-pelan sehingga impornya berkurang, local content-nya naik, pada suatu saat nanti kita bisa ekspor,”katanya.

Namun, lanjut Purnomo, kerja sama produksi bersama rudal tersebut belum dapat dipastikan dalam waktu dekat karena masih cukup banyak tahapan yang harus dijalani.“ Tentunya China pun masih hitung-hitungan investasinya akan seperti apa,”ujarnya. Ketika ditanyakan peningkatan kerja sama militer dengan China apakah muncul tekanan dari negara- negara tertentu, Purnomo menegaskan, Indonesia menjalin kerja sama berdasarkan prinsip bebas aktif.

“Kita lakukan kerja sama militer kepada siapa saja. Prinsip kita million friends zero enemy. Dan saya kira mereka juga mengapresiasi cara-cara kita itu,”ujarnya. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melihat fasilitas pendidikan dan latihan pasukan khusus di negara itu.

Kerja sama antarpasukan khusus TNI dan militer China itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk di antaranya latihan bersama atau pendidikan perwira. “Kerja sama pasukan khusus antara militer Indonesia dan China juga menyangkut kerja sama pemberantasan terorisme,” katanya. (pasti liberti)


• SINDO
0

Mengapa Idul Adha Ada Dua?

INILAH.COM, Jakarta- Tahun ini hari raya Idul Adha kembali terjadi perbedaan. Lalu mengapa perhitungan hari raya ini menjadi tidak seragam?

Perbedaan jatuhnya hari raya Islam itu terkait dengan penggunaan kalender bulan atau kelender matahari. Peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan sistem kalender yang mapan memiliki tiga syarat yaitu otoritas yang menentukan, batas wilayah dan kriteria.

Seperti kalender matahari, ketiga syarat tersebut dapat dipenuhi. Pertama, otoritas yang menentukan adalah Paus Gregorius XII. Wilayah yang dicakupi adalah seluruh dunia dengan batas yang disepakati berpatokan lautan pasifik. Sedangkan kriterianya berdasarkan tahun kabisat.

Sebaliknya, menurut Thomas kalender bulan memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya otoritas belum ada, meskipun secara nasional dipegang oleh Kementerian Agama.

“Mereka bisa dianggap penentu kalender komariah khusus di Indonesia karena secara internasional yang disepakati bersama belum ada. Keberlakuan juga belum ada, karena garis tanggal kalender komariah selalu bergeser. Kemudian, terkait kriteria, baik nasional maupun internasional belum disepakati,” kata Thomas.

Ketiadaan kesepakatan dan kriteria ini akar dari penyamaan persepsi penentuan tanggal atau perayaan Islam di seluruh dunia. Dalam menentukan penanggalan terdapat dua cara, yaitu metode hisab (penghitungan) dan rukyat (pengamatan) dengan melihat hilal (bulan sabit baru).

Secara astronomi hisab dan rukyat mudah disatukan dengan menggunakan kriteria visibilitas hilal (ketampakan bulan sabit pertama) atau imkanur rukyat (kemungkinan bisa dilihat). Kriteria itu didasarkan pada hasil rukyat jangka panjang yang dihitung secara hisab, sehingga dua pendapat hisab dan rukyat itu dapat terakomodasi. Kriteria itu digunakan untuk menghindari rukyat yang meragukan, dan untuk penentuan awal bulan berdasarkan hisab.

Thomas menjelaskan Muhammadiyah menggunakan kriteria wujud hilal, di mana hilal dilihat apakah muncul di atas ufuk atau belum. Hal itu berdasarkan prinsip wilayatul hukmi, atau wujud di sebagian wilayah diberlakukan untuk seluruh wilayah hukum di seluruh Indonesia.

Meskipun menggunakan prinsip pembacaan hilal yang sama, Persatuan Islam (Persis) menggunakan kriteria wujud hilal berbeda. Sedangkan di kalangan penganut rukyat, Nahdlatul Ulama (NU) misalnya menggunakan prinsip ketinggian hilal minimal dua derajat.

Untuk Idul Adha tahun ini kembali terjadi keraguan karena Arab Saudi telah melakukan wukuf di hari Senin (15/11). Ini berarti di Indonesia, Idul Adha harusnya bertepatan dengan Selasa (16/11).

“Sebenarnya, rukyat di Arab Saudi sendiri cukup kontroversial,” ujar Thomas. Bulan masih terlalu rendah untuk dirukyat. “Apa betul yang dilihat itu hilal atau objek lain? Tapi, secara hukum, pandangan ini sah menjadi dasar pengambilan keputusan.”

Hisab dan rukyat dipakai mestinya tidak dipertentangkan jika kriterianya sama, tegas Thomas. Artinya, walau menggunakan hisab atau penghitungan astronomi, tetapi tetap menggunakan penghitungan yang bisa dirukyat atau kriteria visibilitas bilal.

Akar masalah berupa ketiadaan kesepakatan kriteria juga diakui oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Dr H Rohadi Abd Fatah.

“Perbedaan itu hanya penentuan masuknya bulan. Kalau soal kriteria, sebenarnya memang belum disepakati apakah satu, dua, empat atau enam derajat,” ujar Rohadi.

Kementerian Agama telah menyepakati aturan 2 derajat. Saat Sidang Isbat awal November lalu, Rohadi mengaku belum melihat jarak bulan dengan matahari sebesar minimum dua derajat.

“Saat 33 provinsi melihat posisi bulan, belum ada,” kata Rohadi. “Boro-boro dua, satu derajat saja belum,” katanya.

Ia menambahkan berdasarkan pertemuan Majelis Ulama se-Asia Tenggara, disepakati bahwa 10 Zulhijah bertepatan pada 17 November. Mereka menggunakan teknologi dan ilmu falak. Rohadi mengatakan bahwa batasan spesifik sulit diberikan.

Menurutnya, beberapa organisasi masyarakat masih tetap berpegang teguh dengan rumusan masing-masing. “Belum ada kesepakatan dari ormas. Ketika dirapatkan, sama-sama memperkuat pendapat masing-masing,” ujar Rohadi menyayangkan.

Meskipun begitu, Rohadi mengembalikan kepercayaan soal ini ke masyarakat sendiri. Pemerintah Indonesia sendiri dengan tegas mengatakan 10 Zulhijah bertepatan pada 17 November.[ito]


• Inilah
0

Penetrasi Komputer di Indonesia Hanya 9,2 Juta Unit

JAKARTA - Tingkat kepemilikan komputer di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain di Asia Pasific. Data dari Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menyatakan bahwa penetrasi komputer (PC dan laptop) di Indonesia baru 4% dari populasi penduduk atau sekitar 9,2 juta unit. Jauh dari rata-rata kepemilikan komputer di negara-negara Asia Pasifik lainnya.

Karena itu, untuk meningkatkan penetrasi komputer di Indonesia khususnya untuk dunia pendidikan, Toshiba sebagai produsen PC Notebook ternama asal Jepang bekerjasama dengan Microsoft ikut berpartisipasi dalam program corporate social responsibility Carrefour 1 Nusa Bangsa, 1 Netbook untuk Semua Anak Bangsa, sebuah program penjualan Netbook Toshiba berseri NB-250 dengan harga yang terjangkau dan potongan diskon khusus bagi pelajar.

Toshiba seri NB-250 ini dibandrol hanya seharga Rp3.299.000 dan tambahan diskon Rp 100.000 jika menunjukkan kartu pelajar saat pembelian. Netbook Toshiba ini hanya bisa didapatkan di 60 gerai Carrefour di seluruh Indonesia.

"Program gelombang pertama ini telah berlangsung mulai 1 hingga 19 Oktober 2010 dan berjalan sukses. Rencananya program ini akan dilanjutkan di bulan November mendatang sebagai gelombang kedua," kata Glenn Batchelor, Senior Manager-Distributor Business, South & Southeast Asia Computer System Division for Toshiba Singapore dalam keterangannya, Senin (15/11/2010).

Tujuan dari partisipasi Toshiba menyediakan Netbook, kata Batchelor adalah untuk memajukan pendidikan Indonesia dengan mengenalkan komputer sejak dini. Toshiba menyadari betapa pentingnya mengenalkan komputer sejak dini pada anak bangsa karena kelak kemampuan komputer ini akan menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Meskipun harganya lebih terjangkau, namun Toshiba tidak mengesampingkan kualitas yang prima, desain yang bagus serta kemajuan teknologi dalam netbook terbarunya ini. Netbook mungil berwarna hitam premium ini sudah terpasang Windows 7, OS teranyar dari Microsoft, processor Intel Atom N455 yang didukung dengan RAM 1GB dan HDD 160 GB.

Untuk kenyamanan, netbook berbaterai 3 cell ini menggunakan layar monitor 10'1 inch Wide Screen dengan webcam VGA yang nyaman untuk membaca e-book, video streaming, maupun browsing dengan menggunakan WIFI yang semuanya telah built in di dalamnya. (ugo)



• Okezone
0

Sub Skimmer Karya Anak Bangsa

Subskimmer Angkatan Laut (Foto Defense Studies)

Dalam pameran industri pertahanan yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) juga memajang hasil karyanya sendiri yakni sebuah kendaraan tempur laut, speedboat Sub Skimmer.

Speedboat Sub Skimmer adalah kendaraan operasi tempur di laut yang sangat efektif dan praktis, karena mempunyai kemampuan bermanuver di permukaan laut sekaligus dapat menyelam di dalam air.

Sub Skimmer, perahu karet buatan PT Prima Maritim, rekanan TNI untuk pembuatan alutsista. Sekilas Sub Skimmer memang seperti perahu karet biasa lainnya. Namun peralatan dan teknologi cukup canggih yang dipasang, membuat perahu karet yang ini lebih luar biasa.

Menurut Toto Wirawan dari PT Prima Maritim selaku produsen sub skimmer mengatakan, kendaraan tersebut merupakan hasil kerja keras perusahaannya. Dan kini TNI Angkatan Laut berniat memproduksi massal kendaraan perahu karet tersebut. Sub skimmer mampu menyelam hingga kedalaman 4 meter.

“Waktu yang dibutuhkan untuk pindah dari atas permukaan ke bawah permukaan air hanya sekitar satu menit,” kata Serda Wika dalam bincang-bincang dengan maiwanews di lokasi pameran, Jumat, 12 November 2010 sore.

(Foto: Berita HanKam)

Sub Skimmer yang dipajang di area out door Indo Defence 2010 tersebut, merupakan hasil pengembangan dan rekayasa Dislitbangal TNI-AL. Dalam proses rancang, pembangunan dan uji coba, Dislitbangal hanya butuh waktu setahun untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Dengan ditopang kekuatan mesin utama 85 horse power (HP), speedboat yang berdimensi 5,5 x 2 meter ini mampu melaju dengan kecepatan 20 knot di atas permukaan air dan 2-4 knot saat berada di bawah permukaan air.

Kendaraan ini cukup ringan karena menggunakan bahan dasar fiber-glass reinforced polyester (FRP). Namun Wika belum bisa menjelaskan berapa biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi satu buah speedboat itu.


(Foto: Berita HanKam)

Untuk memproduksi secara massal, Wika mengatakan, tinggal menunggu keputusan pimpinan dalam hal pendanaan. Menurutnya, beberapa negara menyatakan tertarik dengan produk pertahanan berpenumpang 4 orang itu, diantaranya Singapura.

Pihak Singapura, lanjut Wika, juga sebelumnya sudah berupaya mengembangkan produk serupa, namun hingga memakan waktu tiga tahun, mereka belum juga berhasil dalam uji coba. “Mereka antusias minta diundang jika TNI-AL melakukan uji coba Sub Skimmer itu,” kata Wika.


• Kompasiana , MetroTV

0

Pemerintah Belum Siapkan Petani Beradaptasi

Petani memasang jaring untuk mencegah hama burung yang memangsa padi miliknya di desa Ujung Tanjung, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat, (21/9). Para petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan hingga ratusan ribu rupiah untuk membeli jaring guna melindungi padi dari hama burung. ANTARA/Irwansyah Putra

TEMPO Interaktif, Denpasar -- Kementrian Pertanian dinilai belum cukup mempersiapkan petani beradaptasi terhadap perubahan iklim. "Situasi ini dapat menjadi ancaman pada pasokan pangan nasional," kata Presiden International Society for Southeast Asian Agricultural Sciences (ISSAAS) Dewa Ngurah Suprapta di sela seminar ISSAAS di Denpasar, Senin (15/11).

Dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia kalah jauh. Soal dana riset, kata Dewa Suprapta, anggarannya bisa seperseratus dibanding Malaysia. Akibatnya, pemerintah belum mempunyai informasi yang cukup mengenai tindakan yang harus dilakukan petani.

Suprapta menjelaskan tahun ini perubahan iklim terlihat dari musim hujan yang berkepanjangan. Termasuk sejak Mei hingga September. Mestinya, kata dia, pemerintah memberikan penjelasan mengenai pola tanam serta jenis tanaman yang sesuai dengan situasi itu.

Perubahan iklim membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dengan mengasumsikan tindakan jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek, Suprapta, menjelaskan harus ada daftar tanaman atau varietas yang tahan terhadap situasi tertentu sesuai dengan pengamatan di lapangan.

Untuk jangka panjang, penelitian mesti menghasilkan varietas baru yang tahan terhadap perubahan cuaca. "Misalnya tembakau yang tahan terhadap hujan," ujar Suprapta yang menjadi Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana.

Peneliti dari Universitas Putra Malaysia Ghizan Saleh menjelaskan negaranya memberi perhatian khusus pada riset pertanian yang mengdaptasi perubahan iklim. Padi MR 220 yang tahan perubahan iklim dan tidak terlalu membutuhkan air banyak disarankan untuk mengganti jenis MR 84.

Pemerintah Malaysia juga mewaspadai strain hama akibat perubahan cuaca, sehingga dapat menyiapkan penangkalnya. Langkah itu dilakukan, kata Ghizan, dengan melibatkan kalangan universitas dan peneliti pertanian. [ROFIQI HASAN]


• TEMPOInteraktif
0

Kabadan Ranahan : Kemhan Siap Bangun Kapal Perusak Kawal Rudal

Kapal PKR-105 kerjasama bareng PAL - Damen Schelde (Foto Defense Studies)

Indonesia akan membangun kapal perang canggih Perusak Kawal Rudal (PKR) yang akan menghabiskan biaya sebesar 220 juta. Pendanaan pembangunan kapal milik TNI Angkatan Laut itu menggunakan skema kredit ekspor.

"Kita semua harus memahami bahwa project ini merupakan political will pemerintah," ujar Kepala Badan Sarana Prasarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabadan Ranahan Kemhan) Laksda TNI Susilo, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, untuk mengerjakan satu unit kapal PKR, akan membutuhkan waktu empat tahun. Kemhan mewakili pemerintah Indonesia sebagai investor sekaligus pembeli, dijadwalkan telah menerima PKR pada Agustus 2014.

Laksda TNI Susilo mengatakan, pembangunan kapal perang PKR di PT PAL merupakan langkah awal dari komitmen pemerintah untuk membangun industri pertahanan di dalam negeri.

Bahkan, keberhasilan pembangunan PKR akan dijadikan pemerintah sebagai jembatan untuk membangun kapal selam canggih yang memiliki kecanggihan teknologi serta kemampuan tempur tingkat tinggi.

Oleh karena itu, pihak-pihak yang punya kepentingan dan terlibat langsung dalam kapal PKR agar mendukung dan menyatukan sikap mulai dari persiapan perencanaan hingga pelaksanaan pengerjaan.

"Semua stakeholder, terutama yang ada dalam manajemen ini diharapkan mendukungnya, mulai dari awal hingga akhir pengerjaan. Kemenhan, PAL TNI AL bagian pengawakan harus memiliki kesatuan pemahaman dan sikap," ujarnya.

Selain itu, Kabadan Ranahan mengingatkan, pengerjaan proyek PKR harus tetap berjalan, meskipun kelak di tengah jalan akan menemukan satu dinamika ataupun kendala yang bisa memengaruhi pengerjaan proyek tersebut. Dinamika itu, dicontohkan Laksda TNI Susilo, seperti kesiapan hanggar, dermaga ataupun factor lainnya sehingga paralel dengan proses administrasi.

Dengan kesiapan itu, menurut dia, pengerjaan PKR masih menyisakan waktu yang banyak, meskipun mengalami kendala dari dinamika yang tak diharapkan itu. "Kita punya waktu cadangan yang akan dicapai agar bila terjadi dinamika itu tidak terpengaruh. Kita harus memenangi waktu. Kita perlu siasat untuk menyiapkan lebih awal," ujarnya.

Kabadan Ranahan mengatakan, pembangunan PKR di bawah satu manajemen di bawah Kementerian Pertahanan. KKIP yang diketuai Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro telah menunjuk Staf Khusus KSAL Laksma TNI Rahmat Lubis sebagai Ketua Project Officer yang bertanggung jawab langsung ke Menhan.

Kabadan Ranahan mengatakan, porsi pengerjaan PKR dilakukan oleh PT PAL dan DSNS dari Belanda sebagai pemenang tender. PAL mendapatkan porsi pengerjaan 25-40 persen dan selebihnya dilakukan DSNS, seperti yang telah disepakati kedua belah pihak dalam joint operation agreement (JOA) pada 2 Maret 2010.

"Porsi PAL 40 persen bisa saja berkurang menjadi 25 persen, apabila industri dalam negeri yang terlibat tidak maksimal memberikan dukungan dalam proyek ini. Karena itu, pengerjaan PKR membutuhkan sumber daya yang punya kualifikasi dan keseriusan dari industri pendukung dalam negeri," ujarnya.

Pengerjaan PKR akan melibatkan 35 ahli desain dan 435 produksi/pegerjaan. PKR akan dilengkapi dengan kekuatan empat mesin dan alat pendeteksi serta rudal yang berteknologi tinggi.

Kinerja Badan Ranahan

Laksda TNI Susilo menjelaskan, Badan Sarana Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan, merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang sarana pertahanan.

Lembaga ini menyelenggarakan fungsi antara lain, penyiapan perumusan kebijakan Kemhan di bidang sarana pertahanan; penyusunan standar, norma pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang sarana pertahanan.

Badan Ranahan memiliki sejumlah direktorat. Pertama, Direktorat Teknologi dan Industri, yang bertugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan serta standarisasi teknis dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan.

Direktorat ini menyelenggarakan fungsi penyiapan rumusan kebijakan di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan; penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan; pemberian bimbingan, supervisi di bidang pengembangan teknologi, industri, pendayagunaan industri, serta administrasi teknologi dan industri pertahanan; serta ketatausahaan dan kerumahtanggaan Badan Ranahan.

Selanjutnya, Direktorat Standardisasi dan Kelaikan. "Tugasnya menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis serta evaluasi di bidang standarisasi dan kelaikan sarana dan prasarana pertahanan," ujarnya.

"Selain itu juga ada Direktorat Konstruksi yang bertugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis serta evaluasi di bidang konstruksi pertahanan," katanya

Untuk Direktorat Pengadaan bertugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis serta evaluasi di bidang pembinaan sistem dan pelaksanaan pengadaan sarana pertahanan.

Laksda TNI Susilo mengatakan, Badan Ranahan Kemhan mempunyai visi, yaitu "terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung kekuatan, serta kemampuan komponen pertahanan negara, dengan mendayagunakan sumber daya nasional menuju kemandirian". Dan misinya, menyelenggarakan pembinaan serta pendayagunaan teknologi dan industri pertahanan, yang didukung sumber daya nasional menuju kemandirian untuk kepentingan pertahanan negara.


• SuaraKarya
0

Telematika Pastikan Gayus ke Bali

Sampai hari ini masih banyak hal yang menimbulkan banyak pertanyaan tentang ”foto mirip Gayus di lapangan tenis indoor Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, pada kejuaraan Commonwealth Bank” (berhubung terlalu panjang, untuk selanjutnya pada artikel ini agar mudah dicerna saya namakan saja FotoGayus).

Namun, untuk fokus ke FotoGayus itu saja perlu suatu penguatan bukti agar tidak dimentahkan ”oleh yang berkepentingan untuk menyembunyikan fakta tersebut”.

Seperti telah diberitakan Kompas, 13 November 2010, di halaman 1, saya meyakini bahwa FotoGayus (yang menghadap ke kamera) sangat mirip Gayus. Secara kasatmata tanpa metode apa pun mungkin yang pernah melihat foto Gayus di banyak media atau di internet akan berpendapat sama. Namun, sebagai praktisi telematika, kami perlu melakukan pengungkapan dengan metode yang laik karena suatu saat bisa saja diminta kepolisian untuk kembali jadi saksi ahli, maka kami perlu menyampaikan analisis berdasarkan data, bukan kata.

Di dunia telematika tidak dikenal istilah ”katanya”, tetapi harus berdasarkan ”datanya”. Adapun analisis saya tersebut berdasarkan teknik morphing (dari kata morphe dalam bahasa Yunani yang artinya bentuk), yaitu dengan mencocokkan foto Gayus yang saya ambil dari internet dengan FotoGayus, lalu dilakukan pemetaan obyek wajah, seperti mata, hidung, mulut, pipi, pelipis, dahi, dan lain-lain. Yang tidak boleh dilakukan adalah merekayasa bagian dari gambar, misal dengan stretching (peregangan) atau shrunk (penciutan) karena itu berarti kita telah terpengaruh dan ada kecenderungan mencocokkan hasil ke arah ”katanya”.

Hal yang boleh dan harus dilakukan adalah scaling, yaitu pembesaran/pengecilan gambar secara proporsional untuk menyamakan titik dasar gambar (misal cukup dengan menyesuaikan jarak mata). Setelah itu dengan teknik morphing ini akan terjadi tahapan transisi perlahan dari foto Gayus ke FotoGayus. Hasilnya: tidak terlihat perubahan pada posisi dan bentuk mata, hidung, dan mulut, terkecuali pipinya yang sedikit menjadi lebih gemuk, dan itu menyatakan kedua orang pada gambar tersebut identik (karena pada orang yang telah berumur untuk rentang waktu yang tidak begitu jauh tidak ada perubahan tulang terkecuali mengalami kecelakaan dan lain-lain).

Namun, dengan berdasarkan gambar itu saja, saya (dan siapa pun) secara telematika dapat meyakini kebenaran lokasi pengambilan FotoGayus itu karena belum kelihatan fakta lokasi yang spesifik (tak ada gambar pembanding, lapangan, banner, dan lain-lain) jadi bisa saja foto itu terjadi di tempat lain sehingga perlu mencari wajah-wajah yang ada di sekitar orang yang ”mirip” Gayus untuk memastikan apakah betul foto tersebut di lapangan tenis atau tidak.

Bahkan, pada FotoGayus yang aksinya sedang mengambil gambar menggunakan ponsel, terhadap beberapa media saya sempat meragukan keaslian gambar tersebut karena pada file yang saya terima terlihat garis potongan pada bawah kuping dan dekat V-neck T-shirt kaus yang dikenakan. Namun, itu bisa saja terjadi sebagai efek saat pengurangan resolusi dari gambar aslinya menggunakan peranti low-grade sehingga mengurangi kualitas yang dilakukan sebelum gambar tersebut sampai ke saya.

Kebetulan untuk melakukan image reviewing saya memang menggunakan layar model dan merek tertentu yang sensitif atas warna. Pembuktian sahnya adalah memeriksa metadata file gambar tersebut (bahkan kalau perlu langsung melihat memory card yang berisi data tersebut, di mana untuk itu perlu memegang gambar aslinya, sebelum mengalami editing/resizing).

Keabsahan lokasi foto

Investigasi telematika selalu teratasi dengan dua cara, yaitu Good Way dan God Way (maaf ini istilah saya sendiri). Good Way adalah dengan mengerahkan kemampuan dan skill yang dimiliki, sedangkan God Way (Yang Mahakuasa) yang acap kali membukakan kita menemukan clue dan pembuktian.

Alhamdulillah upaya pencarian menemui titik terang karena ketemu gambar pembanding di internet (ini sangat perlu untuk counter check dan klarifikasi pernyataan wartawan yang membuat FotoGayus tersebut).

Pada gambar terlampir jelas sekali terlihat di acara tersebut (ditandai kotak biru) kursi dan pagar yang bentuknya sama persis dengan kursi dan pagar pada FotoGayus. Dengan demikian, keabsahan lokasi foto tidak lagi dapat dimungkiri.

Kita tahu Milana (istri Gayus) telah ditanyai polisi. Untuk bukti lain berdasarkan fakta telematika ini, hal termudah adalah mencari wanita berkerudung kuning untuk dimintai keterangan karena dari posisi tubuhnya terlihat wanita tersebut tak sungkan duduk menempel pada orang yang bukan muhrim dan tidak dikenalnya, sementara kursi di sebelahnya kosong. Jadi, bisa dipastikan orang ini kenal dengan pria mirip Gayus itu.

Demikian ulasan temuan sampai saat ini. Tentu investigasi telematika lanjutan dapat dilakukan, seperti menganalisis CCTV dan membandingkan data. Saya sangat yakin, semakin banyak telematika digunakan, semakin banyak yang terungkap. Semoga ulasan ini bisa membantu menguak fakta.

Abimanyu Wachjoewidajat Dosen Mata Kuliah Technopreneurship di UIN Syarif Hidayatullah


•
KOMPAS