0

Situs-Situs Pemerintah Indonesia Gampang Diretas

http://www.mediaindonesia.com/mediagadget/spaw/uploads/images/article/image/2012_07_17_04_26_39_hackerD.jpgHINGGA 2011, situs dengan domain berakhiran go.id sudah diretas oleh pihak dari luar Indonesia sebanyak 3 juta kali.

Penyerangan tersebut disebabkan sistem yang digunakan pada tiap situs tidak memiliki pertahanan yang tangguh.

Chairman Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure Coordination Center (ID-Sirti/CC) Rudi Lumanto mengatakan biasanya setelah situs (pemerintah) dibuat, admin yang mengurusnya tidak melakukan pembaruan terhadap sistem keamanan.

''Bayangkan saja tiap harinya ada 10 juta celah terbuka atau sekitar 40 ribu di tiap situs di seluruh dunia dan sebagian diantaranya terdapat di situs pemerintah Indonesia,'' ujar Rudi di Jakarta pada Selasa (17/7).

Ia menambahkan, admin tidak melakukan pembaruan pada sistem keamanan, para penyerang akan dengan mudah menyusup ke dalam sistem dan itu berpotensi merusak atau mencuri data dari database.

Rudi mengaku belum bisa memastikan penyerangnya karena belum melakukan riset.

''Di sistem operasi Windows suka ada notifikasi untuk update security system. Itu harus dilakukan agar celah dapat ditutup,'' tambahnya.

Salah satu contoh dari penyerangan yang dilakukan akibat sistem keamanan yang tidak ketat ialah ketika situs Mabes Polri yang laman utamanya pernah diubah tampilannya. (*/OL-14)

Sumber : Vivanews
0

Dewi Aryani: Negara Ini Lemah Mengelola Potensi Energi Sendiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VII, Dewi Aryani mengatakan, negara ini lemah dalam mengelola potensi energi yang ada, dan impor elpiji menjadi beban tersendiri karena permintaan makin meningkat sementara produksi dalam negeri tidak pernah terpenuhi.

Hal ini terkait rencana PT Pertamina (Persero), yang akan mengimpor 2,08 juta metrik ton elpiji dari sejumlah negara sepanjang tahun ini, atau sekitar 43,78% dari total kebutuhan elpiji domestik sebesar 4,75 juta metrik ton.

"Sebenarnya mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan (tuntutan jaman) semakin meningkat tapi pemerintah belum mampu mengimbangi dengan supply yang sesuai dan berimbang," ungkapnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (17/7/2012).

Menurutnya, total kebutuhan elpiji sebesar 4,75 juta ton, sementara elpiji yang diproduksi di kilang pertamina hanya 765 ribu ton, dan kilang swasta 1,9 juta ton.

Modernisasi peralatan rumah tangga dan semua sektor menjadi amat tergantung dengan penggunaan elpiji. "Seharusnya pemerintah menghitung tren kebutuhan ini," paparnya.

Menurut Dewi, apabila ada rencana menekan impor, harus diimbangi dengan peningkatan produksi dalam negeri. Penambahan kilang mungkin belum perlu.

"Yang penting justru bagaimana memaksimalkan blending plant yang sudah ada dan kapasitas produksinya belum maksimal.jadi memanfaatkan kapasitas yg ada dulu," jelas Dewi.

Sumber : Kompas
0

Adopsi TI sektor kesehatan Indonesia baru dimulai

http://img.antaranews.com/new/2012/07/thumb/20120717idcitkesehatan.jpgJakarta (ANTARA News) - Tingkat adopsi teknologi informasi oleh sektor kesehatan Indonesia masih dalam tahap baru lahir, dengan fokus utama pada investasi peralatan medis.

Pernyataan itu disampaikan lembaga research bisnis IDC melalui IDC Health Insights yang diterima Antara News dari IDC Indonesia di Jakarta, Selasa.

Meski baru dimulai, inisiatif eGovernment untuk meningkatkan daya saing global Indonesia, termasuk fokus pada eHealth, menurut perkiraan IDC bakal mendorong investasi TI alat-alat kesehatan utama dalam beberapa tahun mendatang.

"Dengan menghubungkan eGovernment untuk eHealth, yang dimulai dengan menyimpan data kesehatan pada kartu identitas elektronik untuk setiap warga negera, Indonesia telah mengambil langkah besar ke arah digitalisasi kesehatan," kata analis pasar senior IDC Health Insights Asia/Pacific, Sash Mukherjee.

Karena investasi-investasi infrastruktur dasar berada dalam tahap awal, negara ini memiliki infrastruktur warisan yang lebih sedikit. Oleh karena itu, Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari investasi pada kemampuan canggih seperti repositori data sentral, pertukaran informasi kesehatan, dan analisis terpadu, mulai dari awal.

Ketika itu menjadi perhatian bisnis kunci, maka akan mendorong investasi TI kesehatan di Indonesia dalam periode 2012-2013.

Dalam mewujudkan perbaikan dalam standar penyediaan layanan kesehatan, penting untuk dapat mempertahankan pasien dalam negeri, sehingga mereka dapat berkontribusi terhadap pendapatan kesehatan, kata IDC.

Pasien bagaimana pun akan terus berusaha mencari pengobatan di luar negeri sampai mereka melihat perbaikan pelayanan kesehatan di dalam negeri.

"Ini adalah area pemerintah berjuang untuk mengurangi jumlah warga Indonesia yang mencari pengobatan di luar negeri," demikian menurut IDC.

Sumber : Antara
0

Menristek canangkan program iptek koridor enam

http://img.antaranews.com/new/2011/08/thumb/2011082312573833.jpgAmbon (ANTARA News) - Peningkatan kemampuan SDM dan Iptek nasional ini merupakan salah satu langkah strategis utama karena pada era ekonomi berbasis pengetahuan, mesin pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kapitalisasi hasil penemuan menjadi produk inovasi.

"Dalam kaitan dengan pengembangan SDM, kita berharap agar pemerintah daerah, lembaga penelitian dan perguruan tinggi dapat secara bersama memberi perhatian terhadap penyiapan SDM dan Iptek, baik dari sisi kuantitas, kualitas, produktivitas maupun kesejahteraan sesuai kebutuhan Iptek daerah," Menristek Gusti Muhammad Hatta saat mencanangkan program ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) koridor enam di Ambon, Selasa.

Program ini dimaksudkan untuk mendukung implementasi dari masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).

Menurut Menristek, untuk peningkatan kapasitas SDM Iptek di daerah, Ristek dapat menyediakan intensif secara kompetitif sebagai stimulan dan akan diberikan bagi lembaga yang ikut terlibat dalam penguatan sistem inovasi yang digagas kemengterian ini.

"Intensif tersebut berupa program pendidikan gelar strata dua (S2) dan S3, program non gelar berupa pembiayaan training (pelatihan) atau kurus baik yang tailor-mode maupun kursus yang sudah tersedia, magang, kerjasama riset ke luar negeri dan program pendukung seperti pembiayaan presentasi makalah dalam ajang pertemuan internasional," katanya.

Upaya peningkatan kemampuan ilmu pengetahuan dab teknologi nasional menjadi bagian penting dari salah satu strategi MP3EI 2011-2915, yakni dalam hal penguasaan iptek untuk mendukung peningkatan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi bangsa.

Berdasarkan dokumen MP3EI yang telah ditegaskan melalui Perpres nomor 32 tahun 2011, pengembangan program pembangunan Indonesia dibagi menjadi enam koridor ekonomi yang mencakup koridor Sumatera, Jawa, Kalimantan, sulawesi, Bali-Nusa Tenggara dan koridor ekonomi Papua-Kepulauan Maluku.

Menurut Menristek, saat ini pemerintah bermaksud mencanangkan program iptek pada koridor ekonomi enam yang terdiri dari Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua serta Provinsi Papua Barat.

"Kesediaan para kepala daerah yang meluangkan waktu menghadiri kegiatan ini mencerminkan dukungan dan komitmen kita semua dalam penelitian, pengembangan dan penerapan iptek di wilayah koridor enam ini sekaligus merealisasikan berbagai target dalam program MP3EI," katanya.

Strategis pelaksanaan MP3EI dilakukan dengan memadukan tiga pilar utama yakni mengembangkan potensi ekonomi wilayah di enam koridor ekonomi Indonesia, memperkuat konektivitas nasional yang terpadu secara lokal dan terhubung secara global, serta memperkuat kemampuan SDM dan Iptek nasional guna mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi.

Sumber : Antara
0

Pemerintah Berharap UU Tindak Pidana TI Rampung Tahun Ini

http://assets.kompas.com/data/photo/2010/06/15/1002566p.jpgIllustrasi (Foto : shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengharapkan Undang-Undang Tindak Pidana Teknologi Informasi (UU TPT) selesai pada 2012.

"Itu (Undang-Undang TPT) di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sekarang, setelah mereka selesai ya kita uji publikkan karena ini penting," kata Tifatul selepas Seminar dan Kompetisi Jawara Cyber Indonesia 2012 di Jakarta, Selasa.

Menkominfo mengatakan Undang-undang TPT akan melengkapi aturan-aturan yang tidak termuat dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronika seperti kejahatan dunia maya (cyber crime).

"Yang penting kesadaran terlebih dahulu, bahwa serangan internet itu berarti penting, karena banyak yang menganggap angin lalu," kata Tifatul.

Jumlah serangan siber ke domain internet .go.id, menurut Tifatul, mencapai lebih dari tiga juta pada 2011 termasuk halaman muka situs Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

"Motifasi terbesar peretas yang negatif itu adalah ekonomi. Mereka belum tentu merusak  tapi bisa saja sekedar meraba, membaca, meng-copy, sampai kepada merusak dan mengubah angka," kata Tifatul.

Menkominfo mengatakan serangan siber dari luar negeri paling banyak berasal dari China, yang diikuti Rusia dan Eropa.
0

2012, Kominfo Tambah 1.200 Layanan Internet Kecamatan

Belum sampai pemberdayaan, malah ada yang menganggap tidak penting

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), telah membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) atau jaringan Internet di setiap kecamatan sejak 2010.

Tahun ini, 1.200 PLIK baru bakal dibangun lagi di seluruh wilayah Tanah Air.

“Kominfo sudah membangun sekitar 5.973 PLIK di seluruh Indonesia. Kali ini, Kominfo akan menambah 40 PLIK baru di setiap provinsi, sehingga akan ada 1.200 PLIK baru hingga akhir 2012,” kata Kasubdit Kewajiban Pelayanan Universal Service Obligation (USO) Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kominfo Marvel Situmorang, usai acara konferensi pers Penganugrahan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) 2012 di Jakarta, akhir pekan lalu.

Marvel menjelaskan, berbeda dengan pembangunan PLIK sebelumnya, kali ini Kominfo dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), akan membangun PLIK di pusat-pusat produktif dan pusat keramaian.

Pembangunan PLIK akan berdasarkan potensi ekonomi sebuah wilayah kecamatan.

“Misalnya kami menerima usulan dari beberapa Kementerian teknis terkait,
seperti Kementerian Perikanan, yang mengusulkan untuk membangun PLIK di pusat lelang ikan dan lain sebagainya,” kata Marvel.

Sebagai informasi, penyediaan perangkat PLIK dilakukan oleh empat perusahaan pemenang tender sejak Maret 2010.

Keempat perusahaan tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Jastrindo Dinamika, PT Sarana Insan Muda Selaras, serta PT Aplikanusa Lintasarta.

Pemenang tender itu menyediakan akes jaringan di seluruh kecamatan di Indonesia yang terbagi atas 11 zona. Anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 1,4 trilliun.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto mengatakan, pembangun 1.200 PLIK yang direncanakan hingga akhir tahun tersebut, merupakan kelanjutan dari program yang sudah berjalan sejak 2010.

 “Jadi tidak ada tender PLIK baru. Program tersebut meneruskan yang sudah ada,” kata dia kepada Investor Daily.

Marvel mengungkapkan, saat ini secara umum kinerja operasional PLIK dirasa perlu lebih dioptimalkan.

Selain karena hambatan operasional, faktor dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu hambatan pemberdayaan PLIK. Selain itu, sosialiasasi kepada masyarakat dan keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan PLIK perlu ditingkatkan.

 “Menurut pantauan kami, di beberapa wilayah masyarakatnya hanya sampai penggunaan Internet, belum sampai pemberdayaan, malah ada yang menganggap tidak penting,” terang dia.

Guna memotivasi kinerja pelayanan pengelola PLIK dan meningkatkan dukungan pemerintah baik kabupaten, maupun provinsi dalam pengembangan PLIK, lanjut Marvel, Kominfo menyelenggarakan program pengukuran kinerja PLIK.

Program tersebut berlangsung dari Juni hingga Oktober 2012. Selanjutnya penganugrah pengukuran kinerja PLIK akan diselenggarakan pada minggu kedua Oktober 2012.

“Pengelola PLIK akan dinilai berdasarkan kesiapan perangkat, pelaksana pelatihan, sosialisasi program, pengoperasian fasilitas, pemeliharaan dan pentarifan, sedangkan untuk pemkab dan pemprov berdasarkan kreativitas penerapan gagasan,” jelas Marvel.

Sumber : BeritaSatu
0

Lestarikan Budaya dengan Teknologi Canggih

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/17/0409207p.jpgGamelan Toetoel untuk OS Android.(Photo: RESPATI LOY AMANDA)

Gamelan sudah pasti bukan istilah asing di telinga kita. Apalagi, kini, kita sedang gempar-gemparnya pelestarian budaya Indonesia agar tidak dicuri oleh orang asing. Alat musik yang dikembangkan sejak zaman kerajaan Majapahit ini merupakan serangkaian dari beberapa alat musik tradisional, seperti kendang, bonang, bonang penerus, demung, saron, peking, kenong dan kethuk, slenthem, gender, gong, gambang, rebab, siter, suling, serta kempul yang dibunyikan secara bersamaan.

Kata gamelan berasal dari bahasa Jawa ”gamel” yang berarti memukul/menabuh, diikuti akhiran ”-an” yang menjadikannya kata benda.

Meskipun hanya dikembangkan di Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok, tidak sedikit masyarakat di dunia ingin memainkan gamelan. Terbukti di negeri Paman Sam terdapat American Gamelan Institute. Lembaga itu didirikan tahun 1981 di California, Amerika Serikat, khusus untuk mendokumentasikan pertunjukan seni gamelan.

Namun, gamelan bukanlah alat musik favorit masyarakat yang dapat dimainkan di mana saja dan kapan saja, seperti gitar, harmonika, dan pianika. Kisaran harga Rp 85.000.000 untuk satu set gamelan kuningan dengan berat lebih kurang 3 ton menjadikan alasan mengapa sedikit orang yang memiliki dan memainkan gamelan. Dewasa ini gamelan hanyalah sebuah nama dan budaya yang tercatat, tetapi secara aplikasi sudah punah di telinga kita.

 Ide kreatif

Era modernisasi merupakan era di mana teknologi yang berkembang pesat dapat mengatasi kesulitan manusia dalam melakukan banyak hal, termasuk memudahkan masyarakat memainkan alat musik yang kurang praktis.

Pada 2011, munculah ide kreatif dan inovatif dari Reza Hadafi, Afrizal, Aang Pamuji, Farandi Kusumo, dan Respati Loy Amanda. Mereka adalah mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, yang dapat memperkenalkan gamelan kepada masyarakat luas secara praktis, efisien, dan ekonomis, yaitu dengan menciptakan software Gatoel (Gamelan Toetoel) pada OS Android.

Hanya bermodalkan perangkat telepon pintar, dengan Gatoel kita dapat memainkan tujuh macam alat musik gamelan, yaitu demung, saron, peking, slentem, kempul, bonang penerus, dan bonang barung dengan dua macam tangga nada, yaitu pelog dan slendro. Cara memainkannya adalah dengan mengeklik gambar macam alat musik yang kita inginkan, kemudian akan muncul suara dari alat musik yang kita tekan tersebut.

Peranti lunak (software) yang dikembangkan oleh Laboratorium B201 Computer and Telematics Engineering Teknik Elektro ITS ini memiliki tampilan berupa gambar tiga dimensi yang menyerupai gamelan asli agar menarik banyak pengguna.

”Jadi, para pengguna bisa merasakan bermain gamelan yang sebenarnya memainkan Gatoel ini,” tutur Aang. Sangat menarik. Kita bisa memainkan alat musik tradisional tanpa harus memiliki alatnya. Cukup memiliki Peranti lunaknya saja

Untuk inovasi selanjutnya, program yang menjadi finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Ke-25 yang diselenggarakan Juli ini akan dibuat aplikasi berupa game. ”Kalau sekarang ada Guitar Hero, selanjutnya mungkin akan ada Gatoel Hero,” lanjut Aang.

Dengan mudah dan tanpa dipungut biaya, kita dapat mencicipi aplikasi Gatoel dengan mengunduhnya pada alamat http://bit.ly/OIjFMj.

Pastikan tidak ada yang menghalangi kita dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. (RESPATI LOY AMANDA, Mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jawa Timur)

Sumber : Kompas
0

Seragam sukarelawan Olimpiade buatan Indonesia

http://img.antaranews.com/new/2012/03/small/2012031584.jpgLondon (ANTARA News) - Para relawan yang direkrut setelah London diumumkan sebagai kota penyelenggara Olimpiade 2012, mendapat satu set seragam berwarna merah muda keunguan lengkap dengan tas punggung bertuliskan voluntir dan sepatu merk terkenal buatan Indonesia.

"Waktu saya mencoba uniform-nya saya merasa kaget dan bangga. Ternyata jaket, celana panjang, kaos, kaos kaki semua buatan Indonesia. Wah jauh juga perjalanan uniform olimpiade London 2012, " kata Tiwi Price, salah satu sukarelawan yang ditemui di London, Senin.

 Tiwi akan bertugas di cabang olahraga bola voli.

Selain Tiwi, beberapa warga Indonesia yang tinggal di Inggris dan  menjadi tenaga sukarelawan juga terkejut ketika mengetahui seragam dan travel card yang disediakan oleh panitia.

Seragam tersebut cukup menarik warna dan kelengkapannya, seperti jaket, topi, botol air minum, tas, sepatu, kaos serta celana panjang termasuk buku panduan selama Olimpiade.

Olimpiade London akan diikuti 10.500 atlet dari 205 negara yang akan bertanding dalam 26 cabang olahraga terdiri atas 29 nomor pertandingan di 34 arena berbeda.(H-ZG)

Sumber : Antara