0

2016, Mobil Diesel Lebih Populer di Indonesia

INILAH.COM, Jakarta-Mobil berbahan bakar solar diprediksi akan populer pada 2016 mendatang karena mobil diesel mulai diminati masyarakat tanah air dan diklaim lebih hemat bahan bakar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Jongkie D. Sugiarto, Kamis (6/1), di Jakarta.

"Saya yakin mobil diesel akan menjadi tren di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Lihat saja fenomena mobil bertransmisi matik dulu, orang bilang mobil matik tidak bisa didorong kalau mogok dan seterusnya. Tapi lihat saja sekarang, banyak orang membeli dan mengendarai mobil matik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mobil diesel memiliki sejumlah keunggulan, seperti misalnya teknologi common rail direct injection (CRDi) yang diterapkan pada mobil Hyundai tidak mengeluarkan asap hitam, suara mesin cukup senyap, memiliki torsi yang cukup maksimal, dan hemat bahan bakar.

"Kalau orang bilang mobil diesel asapnya hitam, itu salah. Mobil diesel dengan teknologi terkini sudah lebih canggih dan tidak mengeluarkan asap hitam. Kalau ada mobil diesel dengan teknologi terkini mengeluarkan asap hitam, berarti pemilik atau pengguna mobil tersebut tidak merawat mobilnya dengan benar.

Pada kesempatan yang sama, Hyundai meresmikan dealer terbarunya Hyundai Kebon Jeruk, di Jakarta.

Hyundai Kebon Jeruk adalah penambahan Outlet baru Hyundai yang ke 43, dan merupakan Outlet ke 4 yang dibangun sesuai dengan standard Corporate Identity.

Secara bertahap akan dilakukan perombakan tampilan showroom dan Workshop, pembangunan dan penambahan outlet Hyundai yang sesuai dengan standard CI. Hyundai Kebon Jeruk efektif beroperasi untuk pelanggan di Jakarta Barat dan sekitarnya, dengan alamat di Jl. Panjang No. 57, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.


Inilah
0

Bromo Lebih 'Jinak', Waspadai Lahar Dingin!

INILAH.COM, Jakarta – Aktivitas Gunung Bromo akhir-akhir ini masih tinggi. Namun Bromo dinilai sebagai gunung berapi yang relatif lebih jinak. Hanya saja, banjir lahar dingin masih tetap perlu diwaspadai.

Gunung Bromo masih belum berhenti menunjukkan aktivitasnya berupa letusan disertai asap tebal. Pakar memperingatkan agar warga mewaspadai jika terjadi banjir lahar dingin dari debu-debu vulkanik.

Debu vulkanik Bromo perlu mendapat perhatian karena bisa berdampak signifikan pada kesehatan manusia. Selain itu, debu-debu tersebut bisa merusak lahan pertanian di sekitar gunung karena ikut terbawa angin, seperti yang terjadi di Yogyakarta.

Pada saat hujan, debu bisa berubah menjadi lahar dingin bahkan menjadi banjir lahar. “Hal seperti ini harus diwaspadai, karena bisa terjadi lahar dingin seperti di Merapi,” papar Peneliti Risiko Bencana dan Geolog LIPI Herryal Z Anwar, kemarin.

Pemerintah dan penduduk setempat harus mewaspadai hal ini, tambahnya. Ia menjelaskan bahaya lahar dingin seperti di Sungai Putih dan Kali Code Yogyakarta bisa terjadi juga di sekitar Bromo.

Menurut Herryal, pemerintah harus sejak dini menyiapkan berbagai cara sebagai upaya membuat peringatan dini kapan banjir lahar mulai menyerang. “Sistem peringatan ini harus ada,” paparnya. Ia memperingatkan penduduk waspada ketika ada hujan lebat karena aliran lahar dingin bisa saja terjadi.

Associate Profesor di Jurusan Teknik Geofisika ITB DR. Eng Ir Teuku Abdullah Sanny MSc mengatakan hal sedikit berbeda. Menurutnya, Gunung Bromo tidak terlalu membahayakan.

Gunung Bromo termasuk gunung yang memiliki magma cair. Berbeda dengan Merapi, gunung ini tidak begitu berbahaya. Selain itu, Bromo memiliki tingkat eksplosifitas rendah. “Bromo tidak menghasilkan daya eksplosif seperti Merapi,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa magma Merapi sangat kental dan dapat menghasilkan letusan yang sangat membahayakan. Lebih berbahaya lagi, Merapi juga mengeluarkan Wedus Gembel sementara Gunung Bromo tidak. “Ia hanya sedang bermain saja”. Aktifitas Bromo hanya untuk mengeluarkan energinya dan tidak membayakan.

Jika Merapi memiliki siklus letusan empat tahunan, siklus Bromo jauh lebih panjang dan kekuatannya lemah. “Siklus Bromo sekitar 12 tahun”. Saat ditanya mengenai kemungkinan terburuk jika Bromo meletus, pria yang akrab disapa Sanny ini menegaskan bahwa Bromo termasuk tak berbahaya.

Jika benar meletus, hanya akan menimbulkan debu dengan jarak kurang lebih 30 km dan dampaknya membuat orang batuk-batuk. Seperti diketahui, gunung api yang memiliki magma encer juga terdapat di Hawaii. Magma Gunung Mauna Loa itu terus mengalir dan menarik bagi wisatawan.

Meski tak berbahaya, Sanny mengatakan warga harus mengetahui arah aliran magma Bromo. Direktorat Vulkanologi telah membuat petanya. “Aliran debu telah dipetakan sehingga warga tinggal membaca peta itu”. Tindakan preventif telah dibuat, sehingga Bromo tidak akan berbahaya jika warga mengikuti program yang sudah dibuat para vulkanolog.

Kemenkominfo sendiri juga telah mengeluarkan pengumuman bahwa aktivitas vulkanik Gunung Bromo cenderung menurun. Kegiatan Bromo umumnya dalam kondisi normal, hal ini dilihat dari asap kawah yang berwarna putih tipis hingga putih tebal.

Berdasarkan data aktivitas kegempaan yang dilakukan pengamat menggunakan seismograf PS-2 secara telemetri pukul 00.00-06.00 WIB, gempa tremor dengan amplituda maksimum 5-10 mm.

Erupsi disertai asap kawah putih kelabu tebal dengan ketinggian asap 400-600 meter masih terjadi dan condong ke arah timur-timur laut dengan membawa material abu vulkanik. Suara gemuruh pun masih sering terdengar.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, deformasi, dan potensi bahaya erupsi, status kegiatan Bromo sampai 5 Januari 2011 tetap berada pada status Siaga (Level III). [mdr]


Inilah
0

Diciptakan, Padi Lokal Berumur Pendek

MARABAHAN, KOMPAS - Kabupaten Barito Kuala di Kalimantan Selatan sudah enam tahun ini bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor menyilangkan padi lokal dan padi unggul. Hasilnya sudah ada empat galur silangan yang diajukan ke Kementerian Pertanian.

”Dari empat galur yang diajukan, satu galur di antaranya telah diakui Kementerian Pertanian pada Desember 2010 dan diberi nama IPB2 Batola,” kata Bupati Barito Kuala Hasanuddin Murad di Marabahan, Selasa (4/1).

Kini, IPB2 Batola tengah diuji coba di daerah Dandan Jaya, Kecamatan Rantau Berau, bersama beberapa galur lainnya di lahan seluas 8 hektar. Rencananya, musim tanam Oktober nanti benih padi hasil uji coba itu akan disebar ke masyarakat.

Hasil silangan baru ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain umur tanaman hanya sekitar empat bulan. ”Padahal, umur tanaman padi lokal sebelumnya delapan bulan,” kata Murad.

Berhasil diperpendeknya umur padi ini, lanjut Murad, diharapkan penghasilan petani bisa meningkat karena dalam setahun berarti petani minimal bisa menanam padi dua kali.

Selain umur tanaman lebih pendek, produktivitas padi ini pun lebih tinggi, yakni sekitar 5 ton gabah kering panen per hektar, padahal sebelumnya hanya 3,4 ton gabah kering panen per hektar.

Meski umur tanaman dan produktivitas lebih baik, rasanya tetap seperti padi lokal, yakni pera. Rasa ini lebih disukai masyarakat Banjar yang merupakan penduduk asli Kalimantan Selatan.

”Karena itu, harga beras pera lebih mahal dibanding beras medium asal Jawa,” kata Murad.

Ratusan galur

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Barito Kuala Zulkifli mengatakan, awalnya ada ratusan galur yang disilangkan, antara lain dari jenis lokal siam unus dan fatmawati dari jenis padi unggul. Dari proses persilangan itu, kemudian ada delapan galur terbaik yang dipilih. Dari delapan galur itu kemudian ada empat galur yang diajukan ke Kementerian Pertanian dengan mempertimbangkan sisi pertumbuhan, produktivitas, dan ketahanan terhadap serangan penyakit.

”Setelah ada yang diakui Menteri Pertanian, kami mendahului dengan uji coba lapangan untuk diperbanyak. Saat ini sudah tanaman padi yang berumur satu bulan dan siap dibagikan saat musim panen Oktober nanti,” kata Zulkifli.

Dengan penemuan baru ini, diharapkan produktivitas padi di Kalsel, terutama Barito Kuala, bisa meningkat. Barito Kuala merupakan sentra pertanian padi di Kalsel dengan kontribusi sekitar 17 persen, yakni produksi berasnya 351.761 ton pada 2010 dan 323.353 ton pada 2009. (WER)


KOMPAS

0

Telkomsel Layani Internet di Kapal Perang

Surabaya (ANTARA News) - Operator selular PT Telkomsel bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk menyediakan layanan akses Internet di dua kapal perang Indonesia.

Manager Direct Sales Telkomsel Metro Surabaya, Tomy Luxianto, di Surabaya Rabu mengatakan, fasilitas koneksi Internet dipasang pada dua kapal perang, KRI Sultan Nuku dan KRI Sutedi Seno Putra.

"Sebuah kebanggaan bagi kami bisa ikut terlibat dalam mendukung tugas negara dengan terpilihnya Telkomsel-Flash untuk memenuhi kebutuhan layanan Internet bagi dua kapal perang TNI AL tersebut," katanya.

Sebagai penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia, lanjut Tomy, Telkomsel tidak pernah berhenti memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan, mulai perorangan hingga instansi pemerintahan.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemasangan instalasi receiver penguat sinyal di beberapa area tertentu di kedua kapal.

Saat ini, Telkomsel telah meningkatkan kapasitas bandwidth untuk international Internet gateway menjadi 9 Gbps, seiring penggelaran jaringan HSDPA/HSPA+ untuk layanan mobile broadband di 25 kota di Indonesia.

Tomy Luxianto menambahkan program layanan Internet untuk KRI Sultan Nuku dan KRI Sutedi Seno Putra merupakan program percontohan yang segera diterapkan untuk kapal-kapal perang TNI AL lainnya pada tahun ini.

"Kenyamanan awak kapal untuk memaksimalkan kecepatan akses Internet juga didukung lebih dari 7.000 Node B (BTS 3G) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga wilayah Indonesia timur," katanya.(D010/B015/S026)


ANTARAnews
0

ICT Fund, PR Kemkominfo di 2011

ICT Fund menjadi pekerjaan rumah besar Menteri Tifatul yang tersisa di tahun 2011.

VIVAnews - Di tahun 2011, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diberikan anggaran sebesar Rp3,4 triliun, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang senilai Rp2,8 triliun.

Lantas mau diapakan kocek sebesar Rp3,4 triliun itu? Tentu sebagian dipakai menyelesaikan pekerjaan rumah Kemenkominfo yang belum tuntas di tahun 2010: ICT fund.

Dalam acara penyerahan Pagu Definitif yang digelar 4 Januari 2011 lalu, dibahas juga mengenai beberapa hal yang menjadi capaian Kemkominfo yang harus segera dikirimkan kepada Ketua UKP4 (Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan).

Berdasarkan keterangan Plh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto, seluruh kegiatan yang dimonitor, diawasi dan dievaluasi oleh UKP4 tersebut telah diringkas.

Salah satu di antaranya adalah penyusunan konsep ICT Fund untuk membiayai pembangunan jaringan backbone serat optik. Kegiatan ini diklaim telah selesai 90 persen.

"Indikatornya, perubahan tugas pokok dan fungsi BTIP (Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan) telah dilakukan dan disampaikan kepada Menteri Keuangan melalui surat Menkominfo tertanggal 30 November 2010 tentang perubahan nomenklatur dan perluasan BLU BTIP dalam rangka penerapan pengelolaan keuangan BLU," terang Gatot melalui keterangan resminya, Rabu 5 Januari 2011.

"Kini tinggal menunggu pembahasan tingkat tinggi antara Menteri Keuangan, Menteri Kominfo dan Menteri PPN//Kepala Bappenas," imbuhnya.

ICT Fund diusulkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai lembaga pembiayaan bagi pengusaha kecil dan menengah di bidang telekomunikasi dan informatika (telematika).

Menurut Anindya Bakrie, Wakil Ketua Kadin Bidang Telekomunikasi, Teknologi Informasi, dan Penyiaran, dalam roadmap lima tahun ke depan sejak 2009, ICT Fund diharapkan rampung.

"Lembaga ini sangat diperlukan untuk membantu pengusaha UMKM di bidang telematika bisa berkembang. Pendanaan modal merupakan salah satu hambatan terbesar bagi pengusaha kecil. Biasanya perusahaan baru kaya akan ide namun miskin modal. Padahal mereka tidak bisa menjaminkan ide mereka kepada bank untuk memperoleh pinjaman modal," tutur Anindya setahun lebih silam.

Menurut Basuki Yusuf Iskandar, Sekretaris Jenderal Depkominfo, ICT Fund dikumpulkan untuk membangun jaringan broadband. “Seperti yang kita ketahui, kondisi backbone tanah air sekarang ini sangat menyedihkan,” katanya beberapa waktu lalu.

Secara ekonomi dan politik, Basuki menyebutkan, infrastruktur telekomunikasi di Indonesia belum terintegrasi secara domestik dan itu menjadi masalah yang cukup serius.

"The Power of Broadband akan benar-benar terwujud jika infrastrukturnya di Indonesia bagian Barat dan Timur terintegrasi," kata Basuki.

Menurutnya, untuk menyiasati hal itu, pembangunan backbone perlu dibiayai dari pungutan USO nantinya. "Saya kira ini tidak akan membebani industri telekomunikasi," ucap Basuki. "Kita hanya mengambil jatah satu persen dari total estimasi Rp1,2 triliun per tahun untuk backbone,"ujarnya.


VIVAnews
0

Nano Biology Ciptakan Rokok Kretek Sehat

Surabaya (ANTARA News) - Asap rokok kretek yang mengandung kadar racun berbahaya, ternyata bisa dimodifikasi menjadi asap yang menyehatkan bagi manusia dengan menggunakan pendekatan nano biology.

Demikian hasil sebuah penelitian yang dilakukan Guru Besar Biologi Sel Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Prof Dr Sutiman B. Sumitro, kepada wartawan, Selasa.

"Pendekatan nano biology sangat mungkin bisa menjinakkan asap kretek dan dimanfaatkan untuk kesehatan manusia, menyuburkan dan meningkatkan kualitas tanaman pangan," ujarnya.

Ia menjelaskan divine cigarette sebagai salah satu prototipe perlakuan terhadap rokok kretek menggunakan pendekatan nano biology, sudah mulai dirintis dan dikembangkan di Unibraw dan Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas di Malang, Jawa Timur.

"Ternyata asap divine cigarette tidak menimbulkan efek sama sekali pada kelompok tikus percobaan. Bahkan, tikusnya menjadi lebih lincah dengan ransum makanan lebih sedikit dibandingkan tikus kontrol tanpa divine cigarette," jelasnya.

Selain itu, asap divine juga terbukti memacu pertumbuhan akar kecambah kedelai dan mendorong pertumbuhan lebih cepat, serta mampu menjadi penyedia elektron pada sistem transfer listrik dalam proses fisiologi normal.

Menurut Sutiman, perlakuan nano biology juga membuat asap kretek menjadi tidak berbau dan menjadikan udara bersih sehingga sangat ramah lingkungan.

"Sayangnya, fakta ilmiah semacam ini tidak pernah diperhatikan pemerintah dan industri rokok kretek Indonesia, karena mereka tidak punya unit riset dan pengembangan produk yang memadai," katanya.

Ia mengemukakan, dari segi aset dan volume perdagangan rokok di Indonesia yang nilainya sangat besar, sebenarnya riset semacam ini cukup mudah untuk direalisasikan.

"Riset semacam ini bisa menghilangkan stigma negatif rokok kretek dan tentunya jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk lobi dan iklan yang konon anggarannya mencapai lebih dari 60 persen biaya produksi," ujar Sutiman.

Menurut dia, rokok kretek merupakan salah satu produk kearifan lokal yang masih tersisa, sebagai pemberi konstribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

Namun, ia menilai, rokok kretek terlanda isu sebagai produk tidak sehat tanpa didukung data hasil riset memadai. Isu tersebut berhembus dari luar negeri dan dibangun melalui kegiatan riset asing.

"Departemen Kesehatan mengklaim rokok kretek merugikan kesehatan lewat rancangan peraturan pemerintah (RPP) tanpa upaya menakar dampaknya pada aspek lain secara seksama," ujar Sutiman.

Ia mengatakan, RPP itu bisa memperlemah industri rokok dan mengingkari kenyataan bahwa merokok dan bercocok tanam tembakau merupakan budaya bangsa yang tidak mudah diubah.

Selain itu, RPP itu juga berisiko melemahkan sendi-sendi perekonomian dan sosial budaya bangsa.

"Rokok kretek sifatnya sangat kompleks, sarat kepentingan dan melibatkan nasib 24 juta orang, serta aset yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun," kata Sutiman.(T.D010/I007/P003)


ANTARAnews
0

Menguak Hebatnya Aspal Buton

Aspal alam hanya ditemukan di dua tempat di dunia ini, yaitu Trinidad dan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Keberadaan sumber tambang ini telah diketahui pada 1920, tetapi tak tergali dengan baik. Inovasi lalu dilakukan untuk mengolahnya secara efisien hingga mampu menyaingi aspal dari minyak bumi yang mulai langka dan mahal.

Aspal merupakan salah satu material penting dalam pembuatan jalan di Indonesia. Namun, karena kelemahannya, yaitu mudah hancur akibat beban berat dan panas matahari serta genangan banjir, mendorong pihak pengelola menggunakan beton berangka besi. Padahal, beton relatif lebih mahal serta sulit pengerjaan dan perbaikannya.

Di antara dua material itu ada aspal alam yang lebih optimal dibandingkan keduanya. Aspal alam yang dikenal di dunia saat ini adalah Trinidad Lake Asphalt (TLA). Padahal, selain dari Pulau Trinidad di Laut Karibia itu ada aspal alam di Pulau Buton (Asbuton) yang sesungguhnya lebih unggul.

Dari segi cadangan, Asbuton jauh lebih besar dari TLA. Cadangannya mencapai 163,9 juta ton. Bahkan, perkiraan lain menyebutkan 450 juta ton, berarti tergolong terbesar di dunia. Usia pemanfaatan cadangannya ditaksir 200 tahun ke depan.

Meski kandungan aspal masih melimpah, sejak 1970-an, tambang ini mulai ditinggalkan karena tingginya biaya operasi yang tidak lagi sebanding dengan pendapatannya.

”Masalah sesungguhnya karena penerapan teknik ekstraksi atau pemurnian konvensional yang tak efisien,” kata Lisminto, penemu teknik baru pemurnian aspal Buton.

Dipisahkan

Pada proses lama, bitumen aspal lebih dulu dilarutkan dalam pelarut organik, lalu dipisahkan dari unsur pelarutnya dengan cara destilasi.

Dengan cara ini sulit menarik bitumen atau material aspal yang tersembunyi dalam matrik batuan induk. Karena itu, diperlukan ekstraktor bertahap banyak. Ini artinya perlu investasi besar.

Lisminto, lulusan S-1 Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, berhasil menemukan teknik baru. Pada teknik baru itu, pelarutan aspal menggunakan kimia khusus dan proses pemurnian dilakukan dalam media air laut.

Saat batuan induk pecah, bitumen akan keluar dengan sendirinya dan mengapung di air asin. Karena itu, bitumen dengan mudah dapat dipisahkan dari larutan. Proses ini dilakukan pada suhu dan tekanan atmosfer sehingga memperkecil terjadinya pembakaran material. Sederhana, mudah, dan murah, itulah kelebihan teknik yang disebutnya ”pemurnian aspal Buton dengan teknologi ekstraksi terbalik”.

Inovasi ini sesungguhnya bukan lagi tergolong baru karena telah dipatenkan di lembaga paten Indonesia, Jepang, dan Australia pada 1996.

Aplikasi teknik ini, menurut dia, bisa menghemat devisa 75 juta dollar AS karena investasi total hanya 25 juta dollar AS dengan fabrikasi di dalam negeri. Sementara teknologi lain bisa mencapai 100 juta dollar AS.

Penggunaan sumber tambang di dalam negeri juga dapat menekan impor aspal sebesar satu juta ton per tahun sehingga tercipta swasembada aspal nasional. Sebab, teknologi ekstraksi terbalik ini dapat menghasilkan aspal berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

Hal ini memungkinkan jaringan jalan kelas satu sebagai infrastruktur industri juga berkembang. Dan, terbukanya industri di Buton akan membuka lapangan kerja penduduk sekitar.

Hasil samping

Meski inovasi itu memiliki prospek bisnis dan sosial yang baik, rupanya kemudian kurang mendapat sambutan pemerintah dan perusahaan pertambangan. Hal ini tak membuatnya patah semangat. Secara konsisten, Lisminto terus berkutat dengan riset aspal hingga pengembangan pabrik.

Pabrik percontohan berkapasitas satu ton per jam berhasil dibangun dengan dana Rp 200 juta. Produknya telah diuji Puslitbang Jalan Binamarga dan dinyatakan sebagai aspal bermutu. Uji laboratorium dan uji lapangan menunjukkan, sifat produknya setara dengan Trinidad Lake Asphalt.

Teknologi proses ini bahkan menghasilkan produk samping yang sangat potensial, yaitu gipsum dan karbon dioksida. Gipsum adalah bahan baku semen yang masih diimpor 2 juta ton per tahun. Adapun oksida karbon dapat dikonversi menjadi es kering guna mengawetkan ikan. Dari setiap ton produk aspal itu dihasilkan 1,45 ton gipsum dan 0,47 ton es kering.

Pengembangan baru

Melalui pengembangan aspal yang terus-menerus sejak 15 tahun lalu di laboratorium dan pabrik yang dijuluki ”Rumah Teknologi Aspal”, berhasil diatasi lima masalah yang ditemukan pada aspal Buton yang dibuat selama ini, yaitu soal adesivitas, kesulitannya dalam pengolahan, pemadatan, fleksibilitas, dan hambatan distribusinya.

Hasil olahan aspal Buton terbaru ini diberi nama BNA (Buton Natural Asphalt), yang didesain sebagai ”cloning” TLA.

Produk ini kemudian mulai menarik perusahaan lain untuk bermitra, antara lain Adhi Jaya, Pertamina, dan PT Timah (Persero).

Pertamina juga tertarik untuk ikut terlibat dalam pengembangan aspal Buton.

Pengembangan BNA diharapkan dapat mengikuti ”kisah sukses TLA” yang sudah terbukti sebagai bahan konstruksi andal selama lebih dari 100 tahun.[YUNI IKAWATI]


KOMPAS

0

#StartupLokal Meetup V.9 Akan Bicarakan Akuisisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komunitas #StartupLokal akan kembali menggelar pertemuan rutin kesembilan #StartupLokal Meetup V.9, Kamis (6/1/2011) di Bloeming, FX Plaza, Jakarta, mulai pukul 18.00. Di acara kali ini akan dibahas tema "Acquisition: Take It or Leave It".

"Bagi startup, mendapat investasi atau akuisisi oleh perusahaan Silikon Valley adalah ibarat mimpi yang menjadi kenyataan. Namun, apa terjadi setelah diakuisisi. Model akuisisi seperti apa yang pas bagi investor lokal dan investor asing. Mettup kali ini akan mengungkap semua fakta dari para pembicara," demikian pengantar tema mettup kali ini.

Sesuai tema yang diusung, akan hadir tiga pembicara. Pembicara pertama, Satya Witoelar, Koprol Desaign and Community Manager Yahoo! Koprol. Koprol merupakan perusahaan startup lokal yang belum lama diakuisisi Yahoo!

Selain itu, Antonny Liem, COO PT Merah Cipta Media, BoD Kaskus Networks, dan Managing Director Klix Digital. Dengan bendera Meraha Putih Inc, ia telah melakukan akuisisi dan berinvestasi di beberapa statup lokal di Indonesia.

Jika tak berhalangan Wilson Cuaca, CEO Apps Foundry dan investor di East Venture VC. Beberapa startup mendapat suntikan investasi dari East Venture antara lain Urbanesia, Tokopedia, Scraplr, PriceArea, Foound, dan Apps Foundry.

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Namun, #StartupLokal hanya akan menyediakan 150 buffet dinner saja bagi peserta yang paling awal hadir. Untuk informasi pendaftaran klik http://eevent.com/startuplokal/startuplokal-meetup-v9.


KOMPAS