0

RCWS Pussenkav

RCWS Pussenkav

RCWS Pussenkav (Foto kalashnikov777)

KRITERIA REMOTE CONTROL WEAPON SYSTEM (RCWS)

MILITARY SPECIFICATION UNTUK SENJATA BROWNING . 50

1. Umum.
Perbedaan kemampuan antara model Remote Control Weapon System yang telah dibuat pada Program Litbanghan sebelumnya adalah terletak pada desain Hardware penggerak atas yang berupa struktur copula yang terbuat dari High Hardness Steel dan komponen sensor – sensor yang memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi, fitur yang lebih lengkap dan kompleks, dengan ketelitian penginderaan, pembidikan dan hasil penembakan yang lebih presisi serta software yang lebih baik dengan menggunakan standar spesifikasi militer.

2. Kriteria secara umum.
a. Copula dapat dioperasionalkan menggunakan sistem kendali dengan instrumen Remote Control.

b. Putaran azimuth dan elevasi serta penembakan dilakukan oleh penembak secara elektrik dengan instumen Remote Control.

c. Memiliki Optronic Sensor yang terlindung berupa pengukur jarak (Laser Range Finder) dan alat bidik yang dapat mendeteksi dan identifikasi sasaran secara teliti serta pengindraan malam dengan tayangan gambar dan penembakan yang stabil.

d. Alat kendali tembak harus berada di dalam ruang penembak yang terlindung dan leluasa bersama awak Ranpur lain serta dapat mengendalikan seluruh instrumen yang ada.

e. Seluruh Hardware yang berada diatas (sensor-sensor, kotak munisi, bagian senjata kecuali laras dan motor penggerak) terlindung dalam suatu copula yang terbuat dari baja High Hardness Steel.

f. Ukuran, bentuk dan fungsi copula dapat mengakomodir penembak dalam melaksanakan pembidikan, penembakan dan pengisian munisi secara manual pada saat terjadi computer dan electrical malfunction.

g. Memiliki Gratikul bidikan, jarak bidikan dan informasi posisi Ranpur yang nampak di layar dengan jelas dan memiliki ukuran pembesaran yang cukup detil, sehingga dapat digunakan untuk operasi pengintaian.

h. Memiliki ketelitian tembak sampai dengan minimal 1500 m ketelitian alat bidik sampai dengan minimal 2500 m.

i. Memiliki pengaman tembak elektrik

j. Memiliki sumber tenaga cadangan sebagai back up sistem dan pada saat operasional kondisi mesin mati

k. Pemasangan setiap komponen secara aman, rapi dan kokoh serta tidak banyak merubah materiil dan fungsi awal yang ada pada Ranpur.


3. Kriteria perbagian / Spesifikasi.
a. Bagian penggerak senjata, sensor dan pengisian munisi ( Bagian atas ).

1) Rotor penggerak senjata , kemampuan :

a) Azimuth Range/ Elevation Range :

(1) Azimuth : 360 continuous

(2) Elevation minimum : - dan + derajat

(3) Adjustable

b) Azimuth Rate / Elevation Rate :

(1) Azimuth : < 1 rad – 1 rad / detik

(2) Elevation minimum : < 1 rad – 1 rad / detik

(3) Adjustable

c) Manual safety override

2) Memiliki Copula pelindung seluruh Hardware diatas yang presisi dengan copula AMX-13/ APC dengan bahan dasar High Hardness Steel yang tahan terhadap tembakan munisi 7,62 mm jarak 100 m yang dapat mengakomodir penembak dalam melaksanakan pembidikan, penembakan dan pengisian munisi secara manual dari dalam copula.

3) Sensor – sensor yang terpasang :

a) Memiliki kemampuan membidik siang malam, menampilkan jarak sasaran, menampilkan arah dan posisi sasaran dengan resolusi minimal 320 x 240

b) Sensor - sensor yang terintegrasi dalam satu alat dan sistem yaitu Laser Range Finder, GPS, digital compass, Thermal Sight yang dapat merekam dan menampilkan hasil rekaman video pembidikan.

c) Memiliki kontrol penyetelan contrast dan brightness pada layar LCD

d) Eye safe Laser Range Finder (LRF) dengan jarak minimum akurasi 2500 m

e) Stabilized Thermal Sight dengan optikal zooming minimal 26 X dengan jarak minimum 1500 m untuk person recognition dan 2500m untuk vehicle recognition.

f) Military Standart, tahan terhadap pasir/debu, air/hujan, shock, getaran, kelembapan/temperatur kerja -400 C s/d +500 C

4) Pengisian munisi secara otomatis melalui link munisi yang terhubung ke dalam kotak munisi yang berisi min 200 butir munisi.

5) Senjata yang digunakan adalah jenis senjata Browning /SMB . 50 USA kaliber 12,7 mm dengan berat senjata kg

6) Kendaraan tempur yang digunakan adalah Ranpur Tank AMX-13 APC.

b. Ruang kendali dan komputer sistem ( Kompartemen dalam Ranpur ).

1) Komputer mini portable core i7 min Ram 4 Gb dan Harddisk min 500 Gb.

2) Tipe Display 10,4 ” dengan resolusi min 1024 x 768 pixels

3) Tipe kendali :

a) Handheld joystik dengan firing button

b) LRF control switch

c) Thermal Sight control switch

d) Camera zoom control switch

e) Manual safety override

f) Brightness, contrast and color display adjuster

g) Cross aimpoint correction adjuster with range grid

h) Safety fire lock switch

4) Sistem Listrik.

a) Konsumsi listrik max 150 W 24 V DC

b) Memiliki sistem pengaman arus.

c) Memiliki power back up dengan waktu kerja min 1 jam

c. Software dan Interface. Seluruh komponen hardware yang ada sudah dilengkapi dengan software program dan interfacenya.

RCWS pussenkav (Foto audryliahepburn)




pussenkav.mil.id

Majulah Bangsaku
0

Macan TNI AU Akan Ditingkatkan Kemampuannya

Perangkat INU F5 buatan Infoglobal (itoday/ipam)

itoday - Untuk mencapai Minimum Essential Forces (MEF), TNI berupaya meningkatkan kemampuan daya tangkal Alutsistanya dengan membeli Alutsista baru guna menggantikan yang lama, dan meningkatkan kemampuan Alutsista yang ada dengan mencangkokan teknologi terkini di Alutsista yang masih laik.
Salah satu Alutsista lama TNI yang masih beroperasi namun perlu peningkatan teknologi, adalah pesawat tempur TNI AU, jenis F-5 E/F Tiger II.

Walau sempat diisukan F-5 E/F TNI AU akan digantikan dengan F-16, namun dengan telah dibukanya embargo militer Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia, pesawat tempur yang dibeli tahun 1980 dapat lebih maksimal menjalankan tugasnya.

Kepada itoday, PT. Infoglobal Teknologi Semesta mengatakan, rencananya perusahaan asal Surabaya inilah yang akan meningkatkan kemampuan avionik sang Macan TNI AU. Sehingga pesawat tempur yang dibeli untuk menggantikan Mig-21 TNI AU ini bisa tetap beroperasi di masa depan.

Pesawat tempur F-5 E/F TNI AU sendiri sebenarnya pernah ditingkatkan kemampuannya di 1995 oleh SABCA, perusahaan asal Belgia dalam proyek Modernization of Avionics and Navigation (MACAN).

Kesempatan yang didapatkan perusahaan lokal untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur TNI AU ini, disebabkan karena SABCA, Belgia yang menjalankan proyek MACAN dahulu sudah tidak ada lagi.

Hal tersebut dianggap sebagai sebuah peluang bagi PT. Infoglobal Teknologi Semesta untuk membuktikan diri, bahwa perusahaan lokalpun mampu meningkatkan kemampuan avionik pesawat tempur TNI AU. Apalagi, Infoglobal sudah berpengalaman mengganti avionik pesawat tempur jenis Hawk TNI AU.

Salah satu avionik F-5 E/F TNI AU yang akan ditingkatkan kemampuannya, adalah perangkat Inertial Navigation Unit (INU). Infoglobal sendiri sudah mampu membuat perangkat INU untuk F-5 yang juga bisa dipasangkan di F-16 milik AU.

Dan perangkat INU buatan Infoglobal sendiri bukanlah produk sembarangan. Alat navigasi lokal ini menyabet penghargaan Indigo Fellow 2010 untuk bidang pengembangan industri kreatif digital nasional.


IndonesiaToday
0

Avionik Pesawat Tempur Buatan Lokal Dilirik Asing

Avionik buatan surabaya (itoday/ipam)

itoday - Anak Indonesia kembali mencetak prestasi di luar negeri. Kali ini sebuah perusahaan avionik pesawat tempur, PT. Infoglobal Teknologi Semesta (Infoglobal) asal Surabaya, berhasil mengekspor produknya ke negara tetangga, Malaysia.

Ditemui itoday di acara Rapat Pimpinan TNI 2012 di Mabes TNI, Cilangkap, perwakilan Infoglobal mengatakan bahwa perusahaan asal Kota Pahlawan ini mendapatkan kepercayaan dari Malaysia, untuk mengganti avionik Digital Video Recorder (DVR) dan Radar Monitoring Unit (RMU)18 pesawat tempur Hawk milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM).

DVR adalah alat perekam video, radar dan audio di kokpit pesawat dalam format digital. DVR merekam video dari kamera pesawat, simbologi data-data penerbangan, view yang disaksikan pilot serta suara percakapan di kokpit pesawat.

Sedangkan RMU adalah perangkatavionik yang berfungsi menampilkan informasi hasil tangkapan radar yang ada di pesawat tempur tipe Hawk 200.

Berita diliriknya produk lokal oleh asing ini menjadi kebanggaan tersendiri, dimana situasi sekarang, masyarakat dan juga pemerintah masih menganggap produk pertahanan dalam negeri masih kalah bersaing dengan produk luar, hanya karena dianggap belum terbukti kualitasnya, alias belum battle proven.

Infoglobal sendiri sudah berpengalaman memasarkan produknya ke klien luar negeri, dimana beberapa klien asingnya adalah Total, Exxon Mobil dan Bank Brunei Darussalam.


IndonesiaToday
0

Rapim TNI 2012 Gelar Alutsista Produk Indonesia

APC Amphibi buatan PT. Wirajayadi Bahari (foto : Wirajayadi Bahari)

[JAKARTA] Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2012 yang berlangsung di Markas Besar (Mabes) TNI diwarnai acara gelar Static Show Alat Perlengkapan Pertahanan (Alpahan) Produksi Industri Dalam Negeri. Di dalam tenda, terdapat 38 stand yang menampilkan sejumlah peralatan dan perlengkapan militer.

Sementara di luar tenda, memamerkan berbagai kendaraan tempur serta alat berat militer. APC Amphibi merupakan kendaraan tempur untuk mengangkut pasukan pendarat marinir produksi TNI Angkatan Laut (AL) dan PT Wirajayadi Bahari.

APC Amphibi buatan PT. Wirajayadi Bahari (fhoto : Wirajayadi Bahari)

"Hasil produksi telah diuji coba dan memenuhi standar dan keselamatan TNI AL serta ergonomis sebagai kendaraan tempur amphibi, yang memenuhi standar operasional TNI AL," kata Owner PT Wirajayadi Bahari, Bintoro, di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/1).

Dia menjelaskan, proses pembangunan dilakukan di Denhar Lanmar Surabaya. APC Amphibi yang diproduksi juga dapat disejajarkan dengan produk sejenis dari negara lain. "APC Amphibi ini tidak kalah dengan negara luar," jelas Bintoro.

Dia berharap, alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri dapat diandalkan di kemudian hari. "Alutsista dalam negeri harus jadi andalan dan kebanggaan Indonesia," tandasnya. [CKP/L-8]


SuaraPembaruan

Majulah Bangsaku
0

Rantis, Mobil Tempur Besutan Kopassus

Desain interior jok mobil dirancang oleh PT Pilar Mas Kursindo.
Mobil rakitan Kopassus, Rantis 4x4 (VIVAnews/Dedy Priatmojo)
VIVAnews - Di tengah maraknya kebangkitan mobil nasional, Tentara Nasional Indonesia juga tidak mau ketinggalan. TNI sudah rampung merakit kendaraan taktis untuk segala medan perang.

Mobil ini dipamerkan pada gelar kekuatan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) dalam Rapat pimpinan TNI tahun 2012. Mobil kekar ini dinamakan Rantis 4x4, bertenaga 4000 cc dengan spesifikasi mesin diesel.

Menariknya, kendaraan tempur roda empat ini hanya dirakit 10 prajurit Kopassus di PT Pindad, Bandung. Pengerjaannya membutuhkan waktu setahun.

Komponennya pun sebagian besar diambil dari dalam negeri, hanya saja mesin berjenis Land Cruiser 4,2 L Turbocharger didatangkan Autocar Power Pack Development Ltd asal Cina.

Untuk rangka baja, mobil prototipe Hummer ini dipesan langsung ke PT Krakatau Steel. Suspensi dan transmisi baik matik maupun manual diproduksi oleh PT Petrodrill. Sedangkan ban menggunakan Gajah Tunggal.

Desain interior jok mobil dirancang oleh PT Pilar Mas Kursindo, untuk karet dan packing dibuat oleh PT Indo Pulley Perkasa. Sementara untuk rancangan sistem aplikasi diproduksi oleh PT Alam Indomesin Utama.

Kemudian pasokan aksesoris militer, aplikasi sistem militer, seperti radar dan senjata laras panjang yang berada di bagian atap mobil dipesan khusus ke PT Pindad.

Mobil ini rencananya akan melalui uji kelayakan sertifikasi pada akhir Mei 2012. Nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan TNI. Usai menilik pameran industri pertahanan dalam negeri, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyambut baik kreativitas anak negeri.

"Ternyata industri ketahanan nasional kita juga sudah cukup maju. Saya menyatakan apresiasi kepada teman-teman industri pertahanan dari BUMN dan swasta," kata Purnomo di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 18 Januari 2012.

"Saya terima kasih kepada Panglima dan Kepala Staf Angkatan yang telah banyak menggunakan produk ini." (umi)

VIVAnews
Maju Bangsaku ...
0

Giliran SMK Banyuwangi Menggebrak dengan Pembuatan Kapal

Ratusan kapal penangkap ikan merapat di kawasan cold storage Pulau Tarakan, Kalimantan Timur. Jaminan ketersediaan listrik membuat kota pulau itu memiliki penampungan ikan dengan pendingin dan pabrik pengalengan ikan. TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO
, Banyuwangi - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Banyuwangi, Jawa Timur, tengah membuat kapal penangkap ikan modern. Kapal senilai Rp 1,45 miliar ini akan diluncurkan pada April mendatang.

Kepala SMKN 1 Banyuwangi, Yuskardiman, mengatakan seluruh bodi kapal terbuat dari bahan kayu jati dan mahoni, namun dilengkapi dengan navigasi modern seperti GPS, radio, dan radar. Kapal yang memiliki ukuran 20m x 4,8m x1,8m tersebut dirancang dengan kecepatan 10 knot. "Kapal akan dapat memuat 20 awak," katanya, Rabu, 18 Januari 2012.

Dengan peralatan yang modern, jelas Yuskardiman, penangkapan ikan tidak lagi bergantung pada musim, seperti yang dilakukan nelayan tradisional saat ini. Hal itu karena alat navigasi kapal akan bisa langsung mendeteksi keberadaan ikan.

Kapal tersebut saat ini dikerjakan sedikitnya 90 siswa dari Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan dan Teknika Kapal Penangkap Ikan. Proses pembuatannya dilakukan di galangan kapal milik PT Fiber Glass Perkasa di pantai Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Seluruh biaya pembuatan kapal, kata Yuskardiman, berasal dari Kementerian Pendidikan Nasional. Kapal pertama ini nantinya akan dipakai untuk latihan siswa SMK sendiri. Namun, tidak menutup kemungkinan, bila didukung penuh oleh pemerintah daerah ke depannya bisa dikembangkan secara massal dan komersial. "Apalagi Banyuwangi punya pelabuhan ikan terbesar di Indonesia," katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bangga pada kemampuan siswa SMK yang mampu berkarya membuat kapal. Pemerintah Banyuwangi, kata dia, siap mendukung semua kebutuhan yang diperlukan siswa SMK untuk merealisasikan karya.

"Tahun ini kita libatkan siswa SMK menjadi tenaga harian lepas Pemkab untuk membantu sejumlah program pembangunan," katanya usai meninjau proses pembuatan kapal siswa.
(IKA NINGTYAS)


TEMPO.CO

0

Menkominfo: Penjarakan Pencuri Pulsa!

KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES - Tifatul Sembiring

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyatakan, pelaku pencurian pulsa harus mendapat hukuman setimpal atas kasus pencurian pulsa seperti yang terjadi belakangan ini. Hingga saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri) .

"Kami menargetkan pelaku pencurian pulsa harus dipenjara. Jangan sampai lolos. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Bareskrim," ujar Tifatul dalam Rapat Kerja DPR di Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Hingga saat ini pihak Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) terus berkoordinasi dengan pihak terkait atas kasus pencurian pulsa tersebut. Misalnya, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), content provider (CP), operator seluler, hingga Bareskrim Polri.

Untuk mengantisipasi kasus tersebut berulang, BRTI telah mengeluarkan Surat Edaran No 177 Tahun 2011 tanggal 14 Oktober 2011 tentang langkah teknis operator untuk menangani tindak pencurian pulsa. Tifatul menyatakan, para operator dan CP sempat berteriak karena pendapatannya hilang atas moratorium jasa CP tersebut.

"Ini harus dilakukan sebagai ketegasan pemerintah dalam menangani sebuah kasus," tambahnya.

Menurut Tifatul, pihaknya menerima laporan dari Telkomsel bahwa mereka telah melakukan unreg massal kepada 43 juta pelanggannya. Dalam dua pekan setelah unreg massal tersebut, pelanggan Telkomsel yang melakukan registrasi jasa premium hanya sekitar 350.000 pelanggan. Oleh karena itu, moratorium tersebut cukup berdampak pada pendapatan CP dan operator.

Selain menyebarkan surat edaran, pemerintah saat ini sedang melakukan revisi terhadap Peraturan Menteri No 1/Tahun 2009 tentang Jasa Pesan Premium dan SMS Broadcast. Hingga saat ini, aturan tersebut masih dalam judicial review di Mahkamah Agung (MA).

"Namun setelah surat edaran tersebut dikeluarkan, pengaduan masyarakat terhadap kasus pencurian pulsa sudah mulai menurun, dari tadinya 57 persen menjadi 29 persen," ungkapnya.

Hingga saat ini, pemerintah telah meminta kepada BRTI untuk menyurati operator dan CP agar tidak menghapus data server sejak tahun 2009. Selain itu, operator dan CP juga diminta lekas mengganti pulsa masyarakat yang telah dicuri sesuai bukti yang ada.


KOMPAS.com

0

Para Ahli Siap Bantu Pengguna Ngoprek BlackBerry

Staf toko BlackBerry (fyk/inet)

Jakarta - Dua markas BlackBerry baru saja diresmikan di ITC Roxy Mas, Jakarta. Tentu ada beberapa perbedaan dari toko biasa, seperti keberadaan para staf yang menjadi pakar BlackBerry.

Ya, di tiap toko selain disediakan unit demo smartphone yang lengkap dan tablet BlackBerry PlayBook, juga ada staf yang berpengalaman menerangkan segenap fitur BlackBerry. Jadi konsumen yang belum tahu bisa minta bantuan.

"Pelanggan yang datang ke toko BlackBerry di Roxy akan menerima pelayanan dari staf berpengalaman selagi mencoba maupun saat membeli produk BlackBerry," ucap Agus Pranata, Direktur Selular Group.

Menurut Djatmiko Wardoyo selaku Director Marketing Erajaya, staf tersebut berasal dari pihak RIM maupun distributor. Mereka diklaim akan sigap membantu konsumen mencoba produk sebelum membeli.

Toko BlackBerry baru ini sendiri dibangun oleh Selular Group dan Erafone dengan bantuan penuh dari pihak RIM. RIM antara lain membantu konsep dan desain toko. Toko BlackBerry semacam ini kabarnya baru ada di Indonesia dan Thailand.

"Setahu saya baru di Thailand dan kini Indonesia karena pasar BlackBerry bagus," kata Hasan Aula, Direktur Teletama Artha Mandiri.

Ke depannya, sudah ada rencana toko BlackBerry akan menyambangi daerah-daerah di luar Jakarta. Sebab memang patut diakui, pasar BlackBerry masih besar di Indonesia.( fyk / rns )


detik,com