0

Merpati Airlines Borong 20 Pesawat CN-212 Buatan PT DI

CN212
PT Merpati Nusantara Airlines (MNA)memesan 20 unit pesawat jenis CN 212 kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan harga per unit berkisar 6-7 juta dolar AS.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) jual beli dilakukan antara Dirut PT DI Budi Santoso dan Dirut Merpati Rudi Setyoputro yang disaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (19/7).

"Dari 20 unit yang dipesan Merpati itu, sebanyak 4-5 unit pesawat akan diserahkan pada tahun ini juga (2012), selebihnya diserahkan bertahap pada tahun-tahun berikutnya," kata Budi Santoso.

"Kerja sama ini merupakan langkah awal dan kembangkitan kembali kedua perusahaan, sebagai perwujudan dari sinergi di antara BUMN," ujar Budi Santoso.

Sementara itu, Dirut Merpati Rudi Setyoputro mengatakan, pengadaan pesawat dengan pola sewa beli ("leasing purchase") tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kegiatan operasional Merpati secara berkesinambungan.

Ia menjelaskan, dengan penambahan pesawat tersebut maka jumlah pesawat Merpati akan menjadi sekitar 50 unit dari saat ini sebanyak 30 unit pesawat.

"Kami proyeksikan penambahan 20 unit pesawat baru akan memberi kontribusi paling tidak 20 persen terhadap total pendapatan," ucapnya.

Meski begitu, Rudi yang baru menjabat Dirut Merpati sejak pertengahan Mei 2012 ini tidak merinci lebih lanjut perkiraan pendapatan perusahaan pada tahun 2012.

"Yang pasti pada tahun depan (2013) Merpati tidak lagi menderita defisit. Saat ini Merpati mengalami kerugian sekitar Rp300 miliar per hari, namun dengan pembenahan di sana-sini kita harapkan ekuitas perusahaan juga menjadi positif," tegas Rudi.

Terkait pembiayaan pesawat pesanan dari PT DI tersebut, ia mengutarakan bahwa Merpati tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar karena akan didanai oleh perusahaan pembiyaan kemudian disewa oleh sejumlah Pemda.

"Setidaknya sebanyak 10 kabupaten di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua termasuk NTT sudah menyatakan minat menggunakan pesawat Merpati. Sedangkan yang sudah menandatangani kerja sama penggunaan Merpati yaitu Pemda Sampit dan Merauke," paparnya.

Ia menambahkan, Merpati sedang melakukan pembenahan internal dari aspek manajemen "airline" dimulai dengan pembenahan di proses bisnis yaitu "marketing", penjualan, "services", operasi, teknik yang didukung pembenahan infrastruktur, SDM, dan budaya perusahaan serta teknologi dan informasi.

"Hasil dari pembenahan tersebut sudah tampak dengan dicapainya 'load factor' rata-rata mencapai 90 persen saat ini, dari sebelumnya hanya kurang dari 60 persen," ujar Rudi. (Ant)

Sumber : TvOnenews
0

Aplikasi Antisadap Telepon Kini Bisa Diunduh Gratis

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/antisadap-android-_120719124825-758.jpgREPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Aplikasi pengenkripsi panggilan telepon berbasis sistem operasi Android dari Whisper Systems, RedPhone, menjadi aplikasi bersumber terbuka (open source) dan dapat diunduh secara gratis.

"Kami berharap (setelah) menjadikan RedPhone sebagai peranti lunak bersumber terbuka (OSS) akan memungkinkan akses pada keamanan komunikasi untuk lebih banyak orang di seluruh dunia," sebut tim pengembang dari Whisper Systems dalam situs resmi mereka.

Tim pengembang Whisper Systems juga berharap akan lebih banyak pengembang yang berkontribusi pada RedPhone untuk membuat aplikasi itu lebih baik.

Whisper System menyediakan sumber aplikasi RedPhone dan penjelasan teknis di situs GitHub serta daftar alamat surat elektronik untuk pengguna yang ingin terlibat dalam pengembangan aplikasi itu.

Aplikasi RedPhone menyediakan mekanisme enkripsi pada panggilan telepon untuk keamanan pembicaraan agar tidak ada pihak lain yang mendengarkan.

RedPhone, sebagaimana disebut dalam penjelasan resmi Whisper System, menggunakan nomor seluler sebagai acuan sehingga sehingga pengguna tidak perlu menggunakan identifikasi lain atau nama akun.

Pada akhir 2011, Whisper System juga telah menjadikan aplikasi pengenkripsi teks, TextSecure, sebagai program bersumber terbuka. Pesan-pesan teks yang dikirim dengan TextSecure disimpan dalam basis data terenkripsi di telepon pengguna.

Sumber : Republika
0

Mahasiswa PENS ciptakan mesin pendeteksi uang palsu

http://img.antaranews.com/new/2011/05/thumb/20110503121203upal020511-1.jpgSurabaya (ANTARA News) - Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya atau PENS Andy Vebby Setiawan menciptakan mesin pendeteksi uang palsu kertas nominal Rp2.000 dan Rp5.000 berdasarkan benang pengaman dan hologram.

"Masing-masing pecahan uang kertas itu memiliki tanda hologram yang berbeda sehingga asli-palsunya dapat dideteksi melalui vending machine," ujarnya di sela-sela `Final Project Competition` (FPC) 2012 di kampus setempat, Rabu.

Mahasiswa tingkat akhir D4 Jurusan Teknik Informatika PENS itu menjelaskan cara kerja mesin itu sederhana, yakni uang kertas cukup dimasukkan ke dalam "vending machine" yang akan mendeteksi asli atau palsu, lalu penutup dibuka untuk diambil uangnya lagi.

"Ke depan, saya akan menyempurnakan dengan sistem mekanik vending machine, sebab pengambilan uangnya sekarang masih secara manual dengan membuka tutup mesin," katanya.

Selain itu, berbagai macam karya mahasiswa lainya juga menarik, seperti game `Shaun the Sheep` dan `Angry Bird` ala mahasiswa PENS, serta berbagai software dan aplikasi berbasis Android.

Tak ketinggalan pula aplikasi robotika dan karya inovatif lainnya, seperti Alat Perekam Suara Paru-paru yang cukup digunakan mirip stetoskop yang ditempelkan dada untuk memberikan informasi paru-paru normal dan tidak.

Ada pula, Alat Bantu Huruf Hijaiyah Braile yang terinspirasi dari perilaku penyandang tuna netra. Caranya, pengguna yang tuna netra cukup menekan huruf-huruf braile yang tersambung dengan sensor suara yang akan membunyikan ejaan dari huruf-huruf Hijaiyah.

"Ada 187 peserta dari berbagai jurusan dalam kompetisi tugas akhir tahun ini, tapi jumlah peserta FPC tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu, karena FPC bersamaan dengan demo tugas akhir dan jadwal revisi TA," kata seorang panitia FPC, Samsul Huda.

Tahun lalu, jumlah peserta memang jauh lebih banyak hingga panitia harus menyiapkan meja pamer di selasar lantai 2 dan lantai 3 Gedung D4, namun tahun ini hanya di gedung pertemuan lantai 1.

Menurut Direktur PENS, Dadet Pramadihanto, acara yang selalu ditunggu-tunggu oleh civitas akademika itu tidak hanya sebagai unjuk kebolehan mahasiswa, tetapi lebih pada proses transformasi riset antara kakak kelas kepada adik kelasnya.

"Teknologi akan selalu berkembang, jadi alangkah lebih baiknya jika sejak awal riset yang dilakukan oleh kakak kelasnya ini diketahui oleh adik kelasnya, sehingga ke depan diharapkan PENS dapat lebih berkontribusi kepada masyarakat melalui riset aplikatif yang berkesinambungan," katanya.

Pada akhir acara pada sore hari diumumkan empat karya terbaik dari masing-masing jurusan yang memperoleh penghargaan seperti uang penghargaan Rp800.000,- untuk juara pertama; juara kedua sebesar Rp600.000,-; juara ketiga senilai Rp400.000,-; dan juara keempat hanya Rp200.000.

"Kemenangan dan hadiah hanya merupakan sebuah bonus, sebab hal yang terpenting adalah semangat belajar dan kemauan untuk terus maju dan berkembang. Proses itu yang penting, sedangkan hasil adalah bonus itu," katanya. (E011/M008)

Sumber : Antara
0

Peluncuran Telkom-3 mundur karena roket rusak

Ilustrasi Satelit
Jakarta (ANTARA News) - Peluncuran satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kembali mundur dari jadwal semula pada pertengahan Juni 2012.

"Peluncuran satelit Telkom-3 terpaksa mundur lagi karena ada kerusakan pada roket peluncurnya," kata Direktur Keuangan Telkom, Honesti Basyir, di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu.

Menurut Honesti, kepastian kerusakan roket peluncur diketahui pada awal Juni 2012 setelah roket yang dimaksud akan digunakan oleh salah satu perusahaan.

"Ada perusahaan yang mau meluncurkan satelit sebelum kami (Telkom). Tapi ternyata roketnya mengalami kerusakan. Perusahaan dari negara mana, saya tidak tahu," ujar Honesti.

Untuk itu ia menjelaskan, Telkom masih menunggu hasil investigasi sampai semua "clear" sekaligus memastikan kapan satelit tersebut dapat diluncurkan.

Diketahui sejak tahun 2008, Telkom bersama dengan perusahaan satelit Rusia, Retshesnev, membangun satelit Telkom-3 dengan investasi sekitar 200 juta dolar AS.

Sedianya ditargetkan meluncur pada Agustus 2011, namun mengalami penundaan menjadi akhir 2011 meskipun terpaksa diundurlagi menjadi akhir sekitar Juni 2012.

Satelit Telkom-3 berkapasitas 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext, C-band, dan 4 transponder @36 MHz, 6 transponder @54 MHz Ku-Band.

Dari 42 transponder satelit Telkom-3 tersebut, sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersilkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.

Adapun cakupan geografis satelit Telkom 3 mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext C-band (Indonesia dan Malaysia), serta Ku-Band (Indonesia).

Menurut Honesti, penundaan pengorbitasn satelit merupakan hal yang biasa dalam industri satelit. "Bahkan menit-menit terakhir bisa dibatalkan baik karena teknis maupun karena masalah cuaca."

Meski demikian ia mengakui, akibat penundaan tersebut tetap mengalami kerugian meskipun dalam jumlah kecil.

"Pasti ada kerugian, Tapi kita kan masih memiliki satelit yang saat ini beroperasi yaitu Telkom-2," ujarnya.

Ketika ditanya mengapa Telkom memilih perusahaan Rusia untuk membangun satelit Telkom-3, Honesti mengatakan, bahwa Rusia memiliki teknologi ruang angkasa yang sudah bagus namun harganya murah.

"Pemilihan perusahaan Rusia dilakukan melalui "bidding", bukan penunjukan langsung," kilahnya.(R017)

Sumber : Antara
0

Pabrik biodiesel akan kurangi pemakaian solar

Banjarbaru (ANTARA News) - Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto mengatakan pembangunan pabrik biodiesel mampu menghasilkan energi alternatif yang mengurangi pemakaian solar.

"Pabrik biodiesel mampu menghasilkan bahan bakar alternatif sehingga mengurangi pemakaian solar, terutama alat berat yang beraktivitas di kawasan pertambangan," ujarnya di Banjarbaru, Rabu.

Ia mengatakan hal itu di sela sosialisasi penerapan teknologi informasi, energi, dan material di Aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru yang diikuti unsur dinas dan instansi terkait lingkup pemerintah setempat.

Menurut dia, BPPT sudah menjadi konsultan pembangunan pabrik biodiesel di Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar di daerah kaya hasil tambang itu.

"Kebutuhan bahan bakar khususnya solar di Kalsel tinggi, terutama di kawasan yang banyak aktivitas tambang, sehingga keberadaan pabrik biodiesel itu diharapkan mampu memenuhi bahan bakar di daerah setempat," ungkapnya.

Dijelaskan Unggul Priyanto, biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dari hasil pengolahan minyak kelapa sawit maupun solar bekas sehingga penggunaannya tidak berdampak pada lingkungan.

"Penggunaan biodiesel bisa disesuaikan dengan jenis kendaraan, baik kendaraan ringan yang biasa beraktivitas di areal pertambangan maupun kendaraan berat untuk mendukung kegiatan pertambangan," ujarnya.

Dikatakan Unggul, selain di Kabupaten Balangan, BPPT juga diminta menjadi konsultan pembangunan pabrik biodiesel di PT Freport Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di perusahaan pertambangan internasional itu.

Penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif, menurut dia, sudah saatnya dilakukan karena bahan baku utama mineral minyak bumi terus berkurang sehingga harus dicari sumber energi baru sebagai penggantinya.

"Salah satunya melalui pembangunan pabrik biodiesel yang mampu mengolah energi dari hasil perkebunan kepala sawit yang diolah menjadi bahan bakar dan sumber energi baru," katanya.(KR-SYO/D007)

Sumber : Antara
0

BATAN hasilkan 20 varietas benih padi unggul

Jepara (ANTARA News) - Para peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menghasilkan 20 varietas benih padi unggul untuk mendukung produkvititas tanaman padi di tanah air.

"Puluhan varietas benih padi tersebut, dihasilkan dari penggunaan teknologi nuklir untuk mengubah sifat dari benih padi tertentu menjadi lebih berkualitas," kata Deputi Kepala Batan Bidang Pendayagunaan hasil Litbang dan Pemanfaatan Iptek Nuklir Ferhat Aziz di Jepara, Rabu.

Ia menjamin, benih padi yang dihasilkan dengan radiasi nuklir tidak membahayakan kesehatan karena saat proses sinar radiasi nuklirnya tidak tinggal pada benih.

Hingga kini, kata dia, sebanyak 20 varietas padi yang dihasilkan lewat rekayasa teknologi nuklir sudah mendapatkan sertifikat, sehingga sudah bisa ditanam secara massal.

Sebanyak dua puluh varietas padi tersebut, yakni varietas atomita 1, atomita 2, atomita 3, atomita 4, situ gintung, silo sari, kahayana, binongo, merauke, dian suci, mira 1, bestari 1, inpari, sultan insulat 1, sultan insulat 2, sultan unsurat 1, sultan unsurat 2, inpari mugibat, wella, dan yuwono.

Saat ini varietas padi tersebut, penanamannya telah mencapai 2,5 juta hingga 3 juta hektare di seluruh Indonesia.

Sebelum ditanam, katanya, varietas padi tersebut telah melalui pengujian berupa kegenjahan (umur), ketahanan terhadap hama, produksi, dan rasa.

Ia mengklaim, benih padi yang dihasilkan tersebut, memiliki keunggulan, seperti memiliki usia tanam yang lebih pendek, tahan terhadap penyakit, tahan serangan hama, berasnya lebih pulen, serta produktivitasnya tinggi. 

Dengan dihasilkannya varietas benih padi unggul tersebut, diharapkan teknologi nuklir tidak mendapatkan asumsi yang negatif dari masyarakat.

"Dengan teknik nuklir pula, kami juga bisa menghasilkan benih tanaman kapas, kacang hijau, serta kacang tanah," ujarnya.

Untuk mendapatkan sertifikasi atas benih tersebut, katanya, harus melalui pengujian seperti halnya benih padi yang sudah lebih dahulu mendapatkan sertifikat pengakuan dari Kementerian Pertanian.

Anggota DPR RI Komisi VII Daryatmo Mardiyanto memberikan apresiasi terhadap para peneliti Batan yang menghasilkan 20 varietas benih padi serta benih tanaman lainnya di bidang pertanian.

"Mudah-mudahan, hal ini bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap teknologi nuklir yang dianggap negatif dan membahayakan," ujarnya.

Ia mengakui, anggaran yang diterima oleh Ristek cukup kecil, karena diperkirakan hanya Rp1,3 triliun.

Bahkan, lanjut dia, persentase dari APBN cukup kecil dan belum mencapai angka 1 persen.

"Kami akan berupaya mendorong agar anggarannya bisa ditingkatkan, minimal 1 persen dari APBN, serta peningkatan kualitas SDM," ujarnya. (AN/I007)

Sumber : Antara
0

PT DI rekrut 1.500 karyawan baru

Bandung (ANTARA News) - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menargetkan perekrutan sebanyak 1.500 karyawan baru hingga 2015 dalam rangka revitalisasi industri kedirgantaraan nasional itu.

"Perekrutan dilakukan mulai 2012 ini, ditargetkan peremajaan SDM akan dilakukan hingga 2015 dengan target 1.500 karyawan baru, semuanya tenaga ahli di bidang manufaktur dan kedirgantaraan," kata Direktur Umum dan SDM PT Dirgantara Indonesia, Sukatwikanto, di Bandung, Rabu.

Menurut Sukatwikanto, peremajaan karyawan itu juga dalam rangka regenerasi SDM di lingkungan PT DI dimana jumlah karyawan yang memasuki masa pensiun 2013 - 2015 cukup besar.

"Pada 2013 hingga 2015 banyak karyawan yang memasuki masa pensiun, sehingga harus dilakukan regenerasi dan saat ini sudah mulai dilakukan, mempersiapkan mereka cukup hingga setahun," katanya.

Ia mengakui sejumlah insinyur atau ahli di bidangnya mempunyai peluang diperpanjang hingga usia 60 tahun. Renegerasi sumber daya manuia yang dilakukan PT DI, kata dia merupakan kebutuhan bagi perusahaan untuk tetap mempertahankan performance dan kinerja.

Dengan regenerasi SDM ini, maka diharapkan pada 2020 bisa siap mendukung PT DI menjadi menufactur sesuai dengan rencana kerja perusahaan.

"Ke depan program dan proyek yang akan ditangani PT DI semakin besar dan berkembang dengan mengoptimalkan jejaring bisnis kedirgantaraan yang terus digenjot," katanya.

Regenerasi SDM itu juga merupakan bagian dari revitalisasi PT DI yang juga dilakukan di sektor mesin produksi, revitaliasi bisnis serta revitaliasi modal kerja.

Khusus untuk revitalisasi permesinan untuk mendukung produksi pembuatan komponen pesawat, PTDI menganggarkan dana sebesar Rp500 miliar untuk pengadaan mesin-mesin produksi yang baru.

"Mesin-mesin baru itu akan menggenjot kinerja dua kali lipat dalam pengerjaan proyek pembuatan komponen, namun mesin-mesin lama tetap digunakan," katanya.

Tahun 2011 hingga 2012 sudah dilakukan pengadaan mesin baru, namun angkanya masih kecil. Namun setelah adanya Penyertaan Modal Negara program revitalisasi mesin-mesin PT DI akan digulirkan.

"Mesin-mesin baru itu akan meningkatkan kinerja dan penyelesaian pesanan komponen dari sejumlah perusahaan kedirgantaraan dunia," katanya.

Salah satunya, kata Sukatwikanto, untuk proyek N-295, A-235 serta sejumlah komponen lain. Khusus untuk N-295, PT DI ditunjuk untuk menangani di kawasan Asia Pasifik.

"Saat ini tidak ada satupun perusahaan kedirgantaraan dunia yang membuat pesawat sendirian, semuanya dilakukan dengan memanfaatkan grup dan jaringan dengan perusahaan kedirgantaraan lainnya," katanya.

Begitu juga dengan PT DI selain membuat pesawat juga menjadi bagian dalam proyek pengadaan komponen pesawat dari sejumlah pabrikan pesawat dunia," katanya. (*)

Sumber : Antara
0

Mahasiswa UNY Promo Wayang Lewat Software

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/wayang_kulit_110208142131.jpgfREPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan "software" atau perangkat lunak yang berisi berbagai seri cerita wayang, dan penokohannya.

"Perangkat lunak yang dinamakan 'puppet comics mobile' itu mengombinasikan perkembangan software aplikasi pada java dan aspek budaya wayang," kata Koordinator Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fera Zulkarnain, di Yogyakarta, Rabu (18/7).

Menurut dia, perangkat lunak itu menyediakan dua menu bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Karya tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal untuk sarana promosi dan pengembangan media wayang dan bukan justru mematikan pentas pewayangan yang telah ada.

"Aplikasi itu mudah digunakan karena proses instalasi yang tidak rumit. Setelah pengguna memasukkan file instalasi program ke dalam perangkat telepon seluler, program akan terpasang, dan sudah siap digunakan," katanya.

Ia mengatakan aplikasi tersebut memberikan fasilitas kepada pengguna untuk mendapatkan informasi mengenai cerita wayang. Selain itu, pengguna juga dapat mengenal tokoh-tokoh wayang yang ada pada cerita tersebut.

"Ke depan akan terus dikembangkan dan diperbaiki, khususnya dalam interaktivitas agar dapat menghasilkan produk yang lebih baik lagi," kata Fera.

Sumber : Republika