0

Pengunjung Pameran Alustista Hari ke-2 Tembus 500 Ribu

Alutsista HUT TNI AD di Monas.yogi (3)

Jakarta – Hari kedua pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD di kawasan Monas, pengunjung makin  berjubel. Lima ratus ribu lebih warga Jabodetabek memadati kawasan Monas hingga lalu lintas macet parah.



“Bahkan untuk berjalan kaki pun sulit di lokasi pameran. Pengunjung hari Minggu ini saya kira mencapai 500 ribu orang,” sebut Kadispenad Brigjen TNI Sisriadi kepada Pos Kota di Jakarta, Minggu sore.

Menurut dia, sejak pagi ribuan pengunjung tua dan muda secara bergelombang ‘menyerbu’ pameran senjata yang bisa disaksikan secara gratis oleh masyarakat.

Meski disesaki ribuan orang, Brigjen Sisriadi membantah berbagai helikopter yang dipamerkan akan mengalami kerusakan. Menurut dia, sejumlah petugas dengan sigap dan ramah siap membantu masyarakat berfoto secara bergantian.



Sisriadi menambahkan, pihaknya tidak menyangka animo masyarakat begitu besar melihat alutsista yang didanai dari uang rakyat tersebut. Pihaknya pun akan mengevaluasi kemungkinan pameran ulang tahun depan, sekaligus memamerkan tank Leopard terbaru buatan Jerman.

 PARKIR MACET

Kepadatan pengunjung juga membuat lokasi parkir di seberang gedung Balaikota DKI stagnan alias tidak bisa bergerak. Kemacetan arus lalu-lintas pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular baik dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan maupun Tugu Tani.



Kemacetan ini  diakibatkan sejumlah kendaraan yang parkir di bahu jalan  lahan parkir di Silang Monas penuh. Puluhan pedagang kaki lima pun tampak berjualan di seluruh kawasan Monas.

Sisriadi mengatakan, melalui pameran ini juga  diharapkan dapat memancing para pemuda untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI yang tangguh.

Sedangkan alutsista yang dipamerkan, yaitu senjata organik, mortir, meriam, tank, peluru kendali hingga roket. Sejumlah pesawat juga dihadirkan, seperti Helikopter MI35, Helikopter MI 17 buatan Rusia, Helikopter Del 412 buatan Amerika Serikat, dan helikopter PO205 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). (aby/dms)

@ PosKota

 Berikut Foto dari formil Kaskus:

Helikopter Mi 35 TNI AD
Helikopter BO 105 TNI AD
Tank Stuart TNI AD
Propad Grom TNI AD
Rantis P2 TNI AD

0

Asal Lambang RI


 Lambang RI Mirip Kerajaan Samudera Pasai

Lambang negara Indonesia ini meniru lambang Kerajaan Samudera Pasai yang duluan eksis.

Lambang Kerajaan Samudera Pasai
Jangan salah duga dua lukisan di atas sekilas mirip. Namun kalau diperhatikan detil sangat berbeda. Keduanya juga merupakan lambang dua negara yang berbeda. Yang pertama Garuda Pancasila lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan yang kedua lambang Kerajaan Samudera Pasai.
Asal muasal penggunaan lambang Garuda Pancasila sebagai lambang negara adalah bermula saat Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II (Sultan Hamid II) memenangi sayembara lambang negara. Sayembara ini diadakan oleh Presiden Soekarno. Sebelumnya ada usulan lambang negara yang diajukan oleh M. Yamin namun ditolak oleh panitia karena masih ada pengaruh Jepang melalui penempatan sinar matahari.

Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, baru pada tahun 1950 kita memiliki lambang negara. Jadi selama lima tahun itu Indonesia nirlambang negara. Garuda Pancasila ditetapkan sebagai lambang Negara RI pada 11 Februari 1950 yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 1951.

Lalu Presiden Soekarno memperkenalkan lambang itu kepada masyarakat pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta. Sebelumnya Garuda juga sudah menjadi lambang kerajaan atau stempel kerajaan di Jawa seperti Kerajaan Airlangga.

Sebelum digunakan secara resmi sebagai lambaga negara RI, Garuda juga sudah dipakai sebagai lambang Kerajaan Samudera Pasai yang dulu kala berpusat di Aceh Utara. Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) pada abad ke 13 atau pada 1267. Seorang petualang Ibnu Batuthah dalam bukunya Tuhfat al-Nazha menuturkan Samudera Pasai sudah menjadi pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara.

Siapa sebenarnya yang merancang lambang Kerajaan Samudera Pasai? “Lambang Kerajaan Samudera Pasai dirancang oleh Sultan Samudera Pasai Sultan Zainal Abidin. Lambang burung itu bermakna syiar agama yang luas, berani dan bijaksana,” sebut R Indra S Attahashi kepada Beritasatu.com, Sabtu (6/10).

Indra menjelaskan, lambang berisi kalimat Tauhid dan Rukun Islam. Rinciannya, kepala burung itu bermakna Basmallah, sayap dan kakinya merupakan ucapan dua kalimat Syahadat. Terakhir, badan burung itu merupakan Rukun Islam.

Pria kelahiran 1974 itu menjelaskan lambang itu disalin ulang oleh Teuku Raja Muluk Attahashi bin bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi yang merupakan Sultan Muda Aceh yang diangkat pasca peristiwa Perang Cumbok pada 1945. Ketika itu di Aceh Tamiang ada kerajaan sendiri bernama Kerajaan Sungai Iyu.

“Bisa saja disebut, lambang negara Indonesia ini meniru lambang Kerajaan Samudera Pasai yang duluan eksis sebelum kaum Nasionalis Marhaenisme merancang NKRI,” ungkap Indra yang juga generasi ketujuh dari Kerajaan Sungai Iyu.

Indra menjelaskan, lambang Kerajaan Samudera Pasai itu sudah ada dalam silsilah keluarganya lebih dari 100 tahun lalu. Dari kakek atau nenek, lambang itu diwariskan dari generasi ke generasi yang selalu dikisahkan bahwa itu lambang Kerajaan Samudera Pasai.

Disebutkan, asal-usul pendiri Kerajaan Samudera Pasai berasal dari keturunan Turki yakni Al Ghazy Syarif Attahashi yang merupakan panglima memimpin utusan Dinasti Usmaniyah (Ottoman) yang membantu Aceh menghadapi serangan Portugis. Kemudian panglima ketujuh itu menikah dengan seorang putri Sultan Iskandar Muda.

Perihal lambang Negara Indonesia yang mirip dengan lambang Kerajaan Samudera Pasai juga dituturkan oleh Ibrahim Qamarius dosen Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Setelah digelar seminar International Conference and Seminar "Malikussaleh; Past, Present and Future di Aceh Utara pada 11-12 Juli 2011, masyarakat mengirim lambang Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan replika.

Lambang itu dilukis oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, keturunan dari panglima Turki Utsmani yang ke Aceh ketika Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis, pimpinan dari Panglima Tujuh Syarif Attahashi.

Ibrahim menjelaskan, walaupun lambang Indonesia mirip dengan Kerajaan Samudera Pasai belum bisa dipastikan Indonesia meniru dari Samudera Pasai. Menurutnya, perlu pengkajian lebih lanjut.

“Panitia melakukan pengkajian konprehensif mengenai lambang atau gambar tersebut dan kemungkinan dibahas pada International Conference and Seminar Malikussaleh kedua pada 2013,” ungkap Ibrahim yang mantan ketua panitia konferensi itu kepada Beritasatu.com, Sabtu (6/10).

Terlepas dari klaim inspirasi Garuda dari lambang Kerajaan Samudera Pasai, sejarawan LIPI Aswi Warman Adam menegaskan kalau klaim itu menunjukkan kecintaan bangsa Indonesia. "Ini bukanlah sebuah klaim yang menjurus ke arah negatif. Ini merupakan sebuah bentuk kecintaan bangsa Indonesia, yang dulu saat proses pemilihan lambang negara memang ikut terlibat," kata Asvi.


 Setneg Tidak Simpan Usulan Lambang Negara

Sekretariat Negara tidak menyimpan data lengkap usulan lambang negara. Semua data telah dilimpahkan ke Lembaga Arsip Nasional.

logo Kementerian Sekretariat Negara
Burung Garuda yang menjadi simbol kebanggaan bangsa Indonesia merupakan hasil akhir dari perumusan yang dilakukan oleh  Panitia Lencana Negara usai masa kemerdekaan, dalam menentukan lambang negara.

Sugiri, Kepala Biro Tata Usaha dan Humas Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia himpun, penentuan lambang negara itu berada di bawah koordinasi Panitia Lencana Negara yang berisikan tokoh-tokoh penting nasional.

"Penentuan ini melalui Panitia Lencana Negara yang dibentuk tahun 1950. Yang menjadi koordinatornya adalah Sultan Hamid II, dengan susunannya Mohammad Yamin sebagai Ketua Panitia, dan beranggotakan Ki Hajar Dewantara, MA Pellaupessy, M Natsir, dan RM Ng Poerbatjaraka," ujarnya, saat ditemui Beritasatu.com di kantornya, Jumat (5/10).

"Panitia ini menyeleksi usulan-usulan yang masuk mengenai rancangan lambang negara, untuk diajukan kepada Presiden Soekarno," lanjut Sugiri. Dia pun menegaskan bahwa Garuda Pancasila resmi menjadi lambang negara Indonesia melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 Tahun 1958.

Menurut Sugiri, Kementerian Sekretariat Negara tidak menyimpan data lengkap mengenai usulan-usulan yang masuk tersebut. Semua data masa lampau telah dilimpahkan ke Lembaga Arsip Nasional. Dia pun mengatakan bahwa Kementerian Sekretariat Negara tidak secara khusus menangani lambang negara.

Ketika Beritasatu.com menunjukkan gambar peninggalan dari Kerajaan Samudera Pasai yang mirip dengan lambang Garuda Pancasila yang dikenal luas sekarang, Sugiri mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya belum pernah lihat. Untuk Garuda sebagai lambang negara, (itu) diatur di dalam UU No. 24/2009," ujarnya.

UU yang dimaksud adalah UU No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Di mana Pasal 46 UU tersebut menyebutkan bahwa: "Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkram oleh Garuda."

Di bagian penjelasan UU ini, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Garuda Pancasila adalah lambang berupa burung garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno yaitu burung yang menyerupai burung elang rajawali.

Penggunaan Garuda Pancasila sebagai lambang negara pun diatur di dalam UU tersebut, yang menyebutkan pemasangan dilakukan di Istana/ Kantor Presiden dan Wakil Presiden, kantor lembaga negara, instansi pemerintah, dan kantor lainnya.

Menurut Sugiri lagi, pengadaan Garuda Pancasila merupakan tanggung jawab dari masing-masing kementerian dan lembaga. Begitu juga halnya dengan Istana Kepresidenan. Dia pun mengatakan, lambang Garuda Pancasila yang terpasang tidak harus secara berkala diganti.

"Jika memang masih bagus, untuk apa membeli lagi. Lagi pula, saya rasa di Istana, Garuda Pancasila-nya yang klasik," tuturnya.


 LIPI: Klaim Lambang Garuda Tidak Negatif

Mitos Garuda sudah terpatri pada candi dan berbagai prasasti sejak abad ke-15. 

Burung Garuda Pancasila
Dalam beberapa bulan terakhir ini, tersebar klaim kemiripan lambang negara RI, Garuda Pancasila dengan lambang salah satu kerajaan di Nusantara. Klaim ini muncul dari R Indra S Attahashi yang merupakan keturunan dari silsilah Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Menurut Indra, lambang Garuda Pancasila meniru lambang Kerajaan Samudera Pasai.

Indra membandingkan gambar yang dimilikinya yang merupakan warisan dari Muluk Attahashi bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi. Teuku Raja Muluk Attahashi bin bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi yang merupakan Sultan Muda Aceh yang diangkat pasca peristiwa Perang Cumbok pada 1945. Ketika itu di Aceh Tamiang ada kerajaan sendiri bernama Kerajaan Sungai Iyu.

Jika diperhatikan sekilas, lukisan lambang peninggalan kerajaan Aceh itu mirip dengan Garuda Pancasila. Gambarnya berwarna keemasan dengan tulisan-tulisan, dengan bentuk seperti seekor burung garuda.

Di bagian tengah badan burung garuda ini, terlihat kotak bertuliskan rangkaian tulisan berwarna merah dan biru.

Indonesia telah memilih burung Garuda sebagai lambang negara. Filosofi keseluruhan Garuda Pancasila mencerminkan dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila.

Di bagian tengah tameng  ada benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna garis khatulistiwa.  Kedua kakinya mencengkeram kuat semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Mitos Garuda sudah terpatri pada candi dan berbagai prasasti sejak abad ke-15.

Sejak tahun 1950-an juga, semua tubuh Garuda punya arti. Sebut saja Indonesia yang proklamasi pada 17 Agustus 1945 tertera lengkap dalam lambang garuda.

17 helai bulu pada sayapnya yang membentang gagah melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan Indonesia, 8 helai bulu pada ekornya bermakna Agustus bulan kedelapn, dan ke 45 helai bulu pada lehernya melambangkan tahun 1945 kemerdekaan Indonesia.

Untuk memahami seputar Garuda Pancasila, Asvi Warman Adam, sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan sudah lama mendengar beberapa klaim dari pihak-pihak yang mengatakan ada lambang lain yang mirip dengan lambang Garuda Pancasila.

Dia menegaskan bahwa jika saat ini muncul klaim yang menyebutkan adanya kemiripan Garuda Pancasila dengan lambang di sebuah kerajaan, ini bukanlah sebuah klaim yang menjurus ke arah negatif.

Justru, menurut Asvi pula, ini merupakan sebuah bentuk kecintaan bangsa Indonesia, yang dulu saat proses pemilihan lambang negara memang ikut terlibat. Meski demikian, mengenai benar-tidaknya klaim itu, terlebih lagi soal apakah lambang negara RI memang berasal dari gambar tersebut, harus ada bukti lebih jauh.

Berikut petikan wawancara singkat Beritasatu.com dengan Asvi Warman Adam, terkait klaim baru kemiripan lambang negara Garuda Pancasila pada Jumat (5/10).

Apakah Anda mengetahui lambang negara Garuda Pancasila terinspirasi dari lambang Kerajaan Samudera Pasai di Aceh?

Jadi sebetulnya, perdebatannya sejak beberapa waktu lalu sudah ada yang mengaku, termasuk yang menginspirasi lambang negara. Dulu memang Mohammad Yamin dan Sultan Hamid dari Kalimantan Barat terlibat dalam kepanitiaan perencanaan negara.

Dulu, namanya saat itu, pengusulan lambang negara. Ada empat orang yang terlibat sebagai kepanitiaan, termasuk dua anggota orang lainnya yaitu Ki Hajar Dewantara dan Muhammad Natsir. Kemudian ada sayembara, dan katanya pelukis yang menang namanya Basuki.

Kalau sekarang muncul lagi klaim, mungkin memang dia terlibat dalam sayembara itu. Tapi pertanyaannya, apa buktinya kalau dia memang berperan penting dalam pengusulan lambang Garuda Pancasila dulu? Sah-sah saja kalau ada yang mengaku ada kemiripan lukisannya dengan burung Garuda Pancasila.

Siapa yang mengusulkan burung garuda (untuk) menjadi lambang negara Republik Indonesia?

Ada empat kelompok yang berperan dalam pemilihan lambang negara. Pertama panitia, kedua peserta yang mengikuti sayembara, ketiga Presiden Sukarno sebagai penentu, dan keempat disebut Dulah yang menyempurnakan pilihan dari Presiden.

Ada kabar yang mengusulkan lambang Indonesia adalah tokoh dari Kalimantan Barat Sultan Hamid. Bagaimana tanggapan Anda?

Iya, Sultan Hamid (itu adalah) salah satu panitia rencana negara. Dulu pun ada klaim di Sintang, Kalimantan Barat, yang juga mengklaim berperan mengusulkan ide untuk lambang negara.

Ada berapa versi burung Garuda sebenarnya yang diusulkan penggunaannya sebagai lambang negara Indonesia?

Bukan versi lebih tepatnya. Dulu itu, entah mengapa, panitia mengadakan sayembara. Kemudian ternyata ada beberapa, ada tiga nama, yang ide lambangnya dibawa ke Soekarno, kalau memang benar ada sayembara, ya. Lalu, Presiden yang memilih. Penentuan tetap dari Presiden.

Apa  ada perdebatan terkait banyaknya versi dengan unsur binatang yang dijadikan lambang negara?

Presiden sendiri dulu tidak puas dengan hasil lambang yang terpilih. Lalu disempurnakan oleh Dullah. Itu adalah sebutan orang-orang asing yang berperan untuk proses pas disempurnakan.

Siapa yang pertama menyatakan 45 itu arti dari bulu Garuda Pancasila, 17 itu arti dari (masing-masing) sayapnya, dan 8 itu arti dari ekornya, sehingga menjadi 17-8-45 ?

Saat Presiden tidak puas, (yang jelas) lalu diproses oleh Dullah. Tapi tidak tahu persis (apakah) saat disempurnakan itu sudah sampai pada arti rujukan 17 Agustus atau belum. Artinya, lambang dari pemenang terpilih pun belum tahu sudah sampai di mana, sehingga Presiden kurang puas dan disempurnakan.

Jadilah sesuai dengan kemerdekaan Indonesia. Tapi perlu diingat, dulu lambang itu untuk RIS (Republik Indonesia Serikat), baru kemudian diubah untuk RI.

Tapi, tidak hanya di Indonesia, di banyak negara lain juga lambang-lambang negara itu identik dengan binatang, seperti burung elang, singa, kanguru, dan lainnya.

Apakah memang betul filosofi dari lambang negara muncul dari hewan?

Sebagian lambang negara lain memang hewan. Paling banyak burung. Elang, garuda, misalkan. Tapi ada juga contoh lambang dari unsur makhluk yang imajiner. Tapi kebanyakan memang hewan. Setiap negara memiliki karakteristik dan pilihan sendiri-sendiri.

Setelah Garuda jadi lambang Indonesia, apakah ada mekanisme pelaporan pengesahan dari pemerintah ke PBB?

Dulu dilakukan penetapan ke dalam. Diproses melalui Peraturan Pemerintah, dan lambang negara ditetapkan di dalam UUD. UUD 1945 ini sifatnya kan mengikat ke negara. Persoalannya, masa iya, ada yang mau mencontek lambang negara orang.

@ Berita Satu
0

★ Senjata SS2-V4 Andalan Baru Prajurit Kostrad

SS2 Pindad (Formil Kaskus)
Mojokerto - Modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI terus dikembangkan. Kali ini, sejata jenis SS2-V4 menjadi kebanggaan Kostrad TNI AD. Senapan serbu ini dapat membunuh musuh dengan sekali tembakan. 

Senapan Serbu 2 Varian 4 atau SS2-V4 bakal menjadi senjata andalan Kostrad. Yang berkesempatan pertamakali memanggul senjata seberat 3,1 Kg ini adalah Yonif Linud 503 Kostrad TNI AD. Senjata ini dapat digunakan di segala medan.

Dibandingkan dengan senapan generasi sebelumnya, SS1-V4, yang jarak tembaknya hanya 400 meter, beberapa kelebihannya SS2-V4 adalah, bisa menembak sasaran maksimum 500 meter masih sangat akurat.

Selain itu, para prajurit Kostrad bisa menembak sasaran dengan tepat karena senjata pabrikan PT Pindad ini menggunakan teleskop. Jika automatic diaktifkan, 15 detik bisa memuntahkan 30 butir peluru dalam magazine ke arah sasaran.

Ditemui di Markas Batalyon, Komandan Yonif Linud 503 Kostrad, Letkol Inf. Teguh Pudji mengatakan, rencana senjata ini akan digunakan untuk tugas di perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Atambua NTT pada Januari 2013 mendatang.

"Memang senjata baru ini baru diberikan langsung dari Mabes TNI ke Yonif Linud 503. Semua Batalyon belum memiliki senapan serbu ini," ujarnya kepada detiksurabaya.com di Lapangan Tembak Mayangkara, Minggu (7/10/2012) siang.

Rencananya, sekitar 650 prajurit Yonif Linud 503 Kostrad yang bertugas ke Atambua NTT akan menggukan senjata ini untuk menjaga keutuhan NKRI. "Semoga Alutsista TNI semakin maju untuk mengaja kedaulatan NKRI," pungkasnya.
0

Angkatan Darat Perkuat Alutsista

Meriam Caesar 155 mm (ARC)
Jakarta - Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara sudah menjadi komitmen bersama pemerintah dan DPR.

Bahkan, realisasi untuk tujuan itu pun sudah ada dengan menaikkan anggaran pertahanan hingga lebih 77 triliun rupiah. Khusus di lingkungan TNI AD, modernisasi alutsista sudah direncanakan. Bahkan dalam waktu dekat ini, TNI AD berencana memesan alutsista dari negara Eropa, di antaranya Jerman dan Prancis.

Beberapa prototipe alutsista yang terbaru itu, di antaranya multiple launcher rocket system (MLRS) Astros II dan meriam 155 mm Caesar, juga alat-alat lainnya, diperlihatkan dalam pameran alutsista TNI di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (6/10). Penegasan tersebut dikemukakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Pramono Edhie Wibowo, di sela-sela pameran.

Dalam pameran yang dibuka oleh Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, itu pengunjung yang berasal dari kalangan masyarakat umum diperbolehkan melihat dari dekat, berfoto, bahkan mencoba menaiki sebagian besar alutsista yang dipamerkan. Pramono mengatakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-67 TNI, khusus TNI AD ingin melaporkan diri peralatan apa saja yang digunakan dan akan digunakan dalam waktu segera oleh TNI AD. Pramono Edhie menyatakan melalui pameran ini, dia juga ingin memberikan pertanggungjawabannya selaku KSAD yang diberi amanat oleh Presiden dan rakyat untuk melakukan segala upaya dalam menjaga keutuhan bangsa.

Selain itu, lanjut Pramono Edhie, pihaknya berkenan menerima koreksi dari masyarakat setelah mereka melihat alutsista yang dipamerkan tersebut.

"Masyarakat bisa menilai sendiri melalui pameran ini, apakah kami melakukan langkah yang efisien ataukah hanya menghabiskan anggaran yang dipungut dari pajak mereka. Setelah acara ini, saya berharap masyarakat semakin mengerti bahwa peralatan TNI AD seperti ini sehingga saya mohon dukung terus kepentingan untuk melengkapi alutsista AD sehingga akhirnya kami siap menjaga kedaulatan RI," papar Pramono.


 Teknologi Militer

Senapan Mesin Multi Laras 7,62 mm (ARC)
Sementara itu, melalui Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang), Mabes TNI memperkenalkan sejumlah hasil teknologi alutsista yang berhasil mereka ciptakan, di antaranya senapan mesin multilaras (gatling gun) dan monitor serangan panas (heat stroke monitor).

Kepala Subdinas Materiil Utama TNI AD, Kolonel (Kav) Rihananto, saat ditemui Sabtu, mengatakan pengembangan teknologi dilakukan untuk memenuhi minimum essential force, yakni suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh TNI AD dengan batas minimum yang bisa digunakan untuk pelaksanaan tugas pokok dari TNI AD, baik masalah operasi perang maupun selain perang. Gatling gun diciptakan Dislitbang TNI-AD untuk digunakan oleh satuan-satuan manuver dalam rangka penyerangan maupun pertahanan diri.

"Karena memiliki kemampuan daya tembak besar, dilihat dari segi amunisi yang dimuntahkan itu banyak sekali, yaitu antara 3.000-3.500, maka ini akan cocok menjadi aplikasi dari kecabangan lain di TNI AD," ujar dia.

Rihananto memberikan contoh, untuk satuan Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad), dibutuhkan senjata yang memiliki kemampuan menembak tinggi. Sementara di kesatuan Kavaleri dan Infanteri bisa digunakan untuk pertahanan jarak dekat.


"Ketika mereka menemukan suatu objek yang menunjukkan indikasi untuk melakukan suatu gangguan, bisa langsung dipenetrasi dengan senapan ini. Untuk kaliber yang digunakan bisa dari 5,56 sampe 40 mm. Senjata ini pun dapat digunakan untuk pertahanan kelompok untuk menghadapi serangan dari udara," jelas dia.[idl/AR-3]  

0

★ Senapan Multi Laras

Senapan multi laras 7,62mm. (Foto: Berita HanKam)

Jakarta - Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) dan PT Pindad mengembangkan prototipe senapan mesin multi laras kaliber 7,62mm.

Berat senapan mesin 90 kg dengan panjang 962, 5 mm dan tinggi 320,3 mm. Senapan mempunyai enam laras yang mampu memuntahkan peluru 2500 butir/menit dengan jarak efektif 1000-1500 m. Sistem pengisian peluru disintegrated link. Senapan digerakan sumber arus DC sebesar 24 volt.

Prototipe dibuat selama dua bulan dan direncanakan uji tembak pada waktu dekat.

Senapan mesin multi laras dapat dipasang di helikopter, kendaraan tempur, atau kapal perang.

@ Berita HanKam
0

Mistral Komodo Akan Memperkuat Arhanud

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheMOf4jkq7xqmFqSbZlI3zATGH5bsac3OKHZECfphOzVIssAN7w49RQNuaiBRkMF6avadSujYXLuKouN_kVzwVtmOufP-VvlMXqxqS6wgnqHS5cofe3ZaDEAjbSf0QJS7AD2Z-3YAJy7zT/s1600/P1010967+%25282%2529.jpgRanpur Komodo dipersenjatai rudal Mistral akan diserahkan ke TNI AD pada 2014. (Foto Berita HanKam)

Jakarta - Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD akan dipersenjatai rudal Mistral buatan Perancis. Mistral telah digunakan TNI AL untuk melindungi kapal perang dari serangan udara.

Mistral dipasang di ranpur Komodo produksi PT. PINDAD. Sistem rudal Mistral yang dibeli oleh TNI AD dari tipe Atlas, dimana penembakan rudal dilakukan oleh seorang prajurit yang duduk di sistem peluncur dan dibantu tiga prajurit.


Sistem peluncur dapat dicopot dari ranpur, jika medan operasi tidak dapat dijangkau oleh ranpur pembawa sistem peluncur.


Peluncuran rudal dipandu oleh radar MCP, dimana mampu mendeteksi sasaran awal 30 km dan menangkap 20 sasaran pada waktu bersamaan. Radar dirancang berkemampuan anti-jamming, penindaan teman atau musuh dan dapat dioperasikan siang dan malam di segala medan serta cuaca. Radar MCP dioperasikan oleh tiga prajurit.


Sistem peluncur rudal Mistral (Foto Berita HanKam)

Rudal Mistral mempunyai jarak tembak effektif 6,2 km dan ketinggian 4 km. Kecepatan rudal mencapai 2,5 mach dan diklaim probabilitas melumat sasaran hingga 97%.

Arhanud juga akan dipersenjatai rudal Starstreak yang mempunyai jarak tembak effektifnya lebih jauh dari Mistral. Kedua jenis rudal ini akan menggantikan peran rudal RBS-70 dan Rapier dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Mistral Komodo (Foto Enongmu)

@ Berita Hankam
0

Menristek: Industri Alutsista Indonesia Maju Pesat

Menristek Gusti Muhammad Hatta (ANTARA)
Yogyakarta - Pengembangan industri alat utama sistem persenjataan di Indonesia maju pesat, kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta. 

"Buktinya, salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi dalam negeri Panser Anoa, kini telah dipesan oleh Malaysia," katanya usai memberikan kuliah umum di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat.

Selain itu, menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) juga akan mengembangkan pesawat tanpa awak atau nir-awak yang kegunaannya sangat mendesak di Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia memiliki banyak gunung berapi serta luas lahan dan daerah pegunungan yang tidak bisa dijangkau manusia untuk melakukan sebuah penelitian.

Oleh karena itu, menurut dia, dalam waktu dekat akan diproduksi pesawat tanpa awak. "Pembuatan pesawat tanpa awak juga sejalan dengan pengembangan pesawat tempur yang bekerja sama dengan Korea selatan, termasuk pengembangan pesawat yang nanti dapat digunakan oleh Polri," katanya.

Menurut dia, sebelumnnya pengembangan teknologi dan industri alutsista seperti pesawat dan senjata di Indonesia terkesan tertinggal dari negara lain.

"Hal itu disebabkan perusahaan yang ada belum diberi kesempatan. Setelah presiden memerintahkan pengembangan alutsista produk dalam negeri, maka terlihat perkembangan yang sangat pesat," kata Menristek.

Saat ditanya tentang pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia, ia mengatakan banyak potensi energi tersebut yang dapat dikembangkan, di antaranya tenaga surya, panas bumi atau geothermal, mikrohidro, dan pemanfaatn limbah atau biogas.

"Pengembangan energi baru terbarukan itu sesuai dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi dampak lingkungan berupa pengurangan emisi gas rumah kaca pada 2020. Emisi gas rumah kaca ditargetkan turun hingga 26 persen," katanya.(B015*H010/M008)

@ Antara
0

Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid

 Menristek tinjau workshop pembangkit listrik tenaga hibrid

http://img.antaranews.com/new/2012/10/ori/20121005PLTneaga_Hibrid_Pandansimo_Yogya.jpgBantul - Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, Jumat siang meninjau Workshop Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid di Desa Trimurti, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Ditemani sejumlah pejabat Kementerian Ristek (Kemenristek) dan pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat, Menteri melihat-lihat aktivitas para teknisi yang ada di workshop pembuatan kincir angin dan panel surya bantuan Kementrian sejak dua tahun lalu.

"Saya kaget juga, ternyata di sini berkembang sekali, karena kalau misalnya ada kerusakan dalam kincir angin bisa diperbaiki sendiri, seperti dinamo maupun baling-baling itu kan bisa dibuat di sini," kata Menteri disela kunjungannya.

Menteri berharap, setelah mendapat kunjungan dapat semakin berkembang, sehingga bisa menjadi bengkel bagi keberadaan kincir angin yang terdapat di Pantai Pandansimo Baru atau sebelah selatan sekitar satu kilometer dari workshop ini.

"Ini juga akan menjadi bahan saya agar dapat dikembangkan ditempat lain, dan saya maunya beda-beda seperti kalau disini bisa berguna untuk nelayan karena menghasilkan es untuk pengawetan ikan, jadi itu terserah anda nantinya," kata Menristek.

Menurut menteri, Kemenristek menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan energi hibrid yang berbasis pada potensi panas matahari dan kekuatan angin.

Sebagai pilot project beberapa lokasi di Kabupaten Bantul juga dijadikan tempat pengembangan energi baru dan terbarukan ini, antara lain di Pantai Pandansimo, dengan seluas 37 hektar.

Saat ini pembangkit listrik energi hibrid atau kincir angin sudah terpasang di Pantai Pandansimo yakni di blok timur enam unit berkapasitas 1 KW, dua unit berkapasitas 2 KW, dua unit berkapasitas 2,5 KW, satu unit berkapasitas 5 KW, dua unit berkapasitas 10 KW sedangkan di blok barat ada 21 unit dengan kapasitas 1 KW.

Dalam kesempatan itu Menteri juga mengunjungi lokasi kincir angin di Pantai Pandansimo dan menyempatkan berdialog dengan perwakilan masyarakat, petani dan nelayan yang merasa terbantu dengan keberadaan kincir itu.(ANTARA)

 Menristek apresiasi energi hibrid di Bantul

http://img.antaranews.com/new/2012/10/ori/20121006Tinjau-Workshop-Tenaga-Hibrid-051012-SK-1.jpgBantul - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, memberikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) melalui kincir angin. 

"Ide awalnya hanya sederhana, yakni dengan niat ingin menolong nelayan agar bisa mengawetkan ikan melalui tenaga hibrid, namun saat ini telah dampaknya berkembang macam-macam," katanya usai berkunjung ke Workshop PLTH di Desa Trimurti, Bantul, Jumat.

Kementerian Riset dan Teknologi menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sejak tiga tahun lalu guna mengembangkan energi hibrid yang berbasis pada potensi panas matahari dan kekuatan angin dengan memilih Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai tempat pengembangan energi baru dan terbarukan ini.

Menurut dia, setelah berkembang selama tiga tahun setidaknya sampai saat ini bisa untuk mengangkat air untuk membantu pertanian di lahan pasir, bahkan menjadi tempat pariwisata dan memunculkan kesempatan kerja seperti jualan aneka kuliner.

"Saya tidak menyangka menjadi begini luasnya, yang mendukung keberhasilan ini karena kemauan masyarakat yang tinggi sekali, karena di awal kita serahkan dan selanjutnya terserah masyarakat, jika masyarakat kurang menerima, maka programnya cepat bubar," katanya.

Ia berharap, suatu program bersama juga dapat dikerjakan secara bersama-sama baik itu oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, sehinggaa nantinya bisa berkembang dan menjadi contoh atau model bagi pengembangan di daerah lain.

"Seperti di Aceh itu, sebelumnya masyarakat jual biji kopi, supaya bisa meningkat pendapatan, maka kita kasih alat-alat, lalu kita latih terus, dan sampai saat ini tidak menjual biji kopi lagi melainkan jual serbuk. Harapan saya disini Bupati terus meneruskan," katanya.

Saat ini kincir angin sudah terpasang pesisir Pantai Pandansimo Bantul yakni di sebelah blok timur ada enam unit berkapasitas 1 KW, dua unit berkapasitas 2 KW, dua unit berkapasitas 2,5 KW, satu unit berkapasitas 5 KW, dua unit berkapasitas 10 KW, sedangkan di blok barat ada 21 unit dengan kapasitas 1 KW.

Selain itu, di Bantul juga terdapat Workshop PLTH yang memproduksi kincir angin dan panel surya sebagai bengkel, jika kincir angin yang terpasang di pantai selatan Bantul mengalami kerusakan baik baling-baling, kumparan maupun tiang penyangganya.(*)

@ Antara
0

Akhirnya, Anak Jalanan Bisa Menikmati Internet Gratis

HENDRIK, 7 tahun, terlihat serius berselancar di dunia maya. Siswa kelas 3 ini tidak perduli walaupun ruang kelas di Sekolah Anak Jalan (SAJA), Penjaringan Jakarta Utara bersuhu sekitar 37 derajat celcius. Panas dan pengap ruangan yang berukuran 4x5 meter persegi ini tidak menjadi penghalang untuk dirinya menikmati koneksi internet gratis.

"Dengan adanya internet gratis dari Smartfren kami tidak hanya bisa bermain internet akan tapi juga memperdalam pelajaran yang selama ini hanya dapat kami banyang saja tanpa praktik secara langsung," kata bocah yang tinggal dijalan Petak Asam, Penjaringan, Jakarta Utara ini, Selasa (27/9).

Tidak mau kalah dengan Hendrik, Syifa, 10 tahun, sangat gembira dengan ada intenet gratis ini. Siswa kelas 5 ini yang mengaku sangat jarang bermain dengan dunia maya tersebut, hal ini dikarenakan ketidakmampuan dirinya membayar sewa internet yang perjamnya mencapai lima ribu rupiah.

Sedangkan Kepala Sekolah (SAJA), Reinhard Hutabarat mengatakan bantuan internet gratis ini nantinya tidak hanya digunakan untuk memberikan pengajaran komputer dan internet kepada anak-anak jalan akan tapi nanti berwirausaha dengan membuka warung internet (warnet) yang diperuntukan bagi masyarakat sekitar yang bukan siswa dari SAJA.

"Warnet ini nanti akan kami kelola oleh para alumnus. Kami yakin usaha yang kami buat ini akan banyak menarik perhatian warga sekitar selain memberikan tarif 2000 rupiah per jam sehingga lebih murah jika dibandingkan warnet yang berada dua km dari lokasi sekolah kami ini," katanya.

Reinhard juga mengucapkan terimakasih kepada Smartfren yang telah memberikan kontribusi dan juga tambahan penghasilan bagi sekolah mereka.

Seperti yang diketahui SAJA merupakan sekolah yang dikhususkan bagi anak jalanan yang tidak memungut biaya sekolah. Sebagian besar orangtua dari peserta didiknya berasal dari golongan tak mampu yang bekerja di sektor invormal seperti pedagang asongan, kuli angkut barang, dan penarik becak.

Diawal berdirinya SAJA menampung 70 orang murid dengan dua tenaga pengajar. Seiring perjalanan waktu SAJA berkembang dengan 133 perta didik, empat orang guru dan seorang kepala sekolah.

Sementara itu, Head of Brain Corporate Smartfren, Henky S. Chahyadi mengatakan bahwa pembangunan Warnet di SAJA merupakan bagian dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) melalui program yang Smartfren untuk Indonesia yang sebelumnya pernah mereka lakukan di Parung Panjang Bogor, Tambelang Bekasi dan Kampung Pulo Citeureup Bogor.

"Dengan program ini kami ingin membagi rasa bahwa layanan telekomunikasi yang handal tidak hanya dapat dinikmati oleh sebagaian orang saja, dengan harga yang terjangkau selayaknya makin banyak masyarakat yang dapat menggunakannya terutama mereka yang kurang mampu," katanya.

Ditambahkan Henky dalam pelaksaan program ini selain memberikan koneksi gratis internet tanpa batas selama setahun, Smartfren juga memberikan peralatan yang diperlukan untuk instalasi warnet termasuk tiga buah laptop dan juga beberapa unit handphone yang nantinya akan digunakan sebagai alat komunikasi pendukung bagi tenaga pendidik.[mza] 
0

Ingin Mendunia, Pertamina Jual Oli Sampai ke Jepang

Pertamina mengaku sudah menguasai 60% pasar produk pelumas Indonesia.



Perusahaan minyak nasional, PT Pertamina (Persero) mulai serius menggarap pasar internasional sebagai bagian dari upayanya go global. Kali ini bidikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut adalah negara penghasil otomotif dunia, Jepang.

“Pertamina memiliki visi menjadi world class energy company yang mengintegrasikan bisnis upstream dan downstream termasuk bisnis pelumas. Tentunya bisnis pelumas kami juga harus berstandar world class,” kata Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiwan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 6 Oktober 2012.

Untuk merayu konsumen Negeri Sakura, Pertamina bahkan sengaja mengundang Presiden Director of Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Masahiro Nanomi. Bos produsen mobil tersebut diminta memberikan penjelasan dan pengalaman Toyota selama menggunakan produk Pertamina.

Selama ini, untuk pelumas retail, Pertamina telah menjalin kerjasama dengan Inoa Shouji sebagai exclusive country distributor. Bersama-sama dengan country distributor-nya, Pertamina sudah memasok 10 cabang department store NAFCO yang berlokasi di selatan Jepang.

Karen mengklaim, Pertamina telah menjadi pemimpin pangsa pasar di dalam negeri dengan menguasai 60 persen pasar produk pelumas. Dengan kondisi itu, perusahaan kini tengah bergerak agresif ke luar negeri.

Selain Jepang, pelumas Pertamina telah tersebar ke 22 negara, seperti Australia, Uni Emirat Arab, China, Singapura, Myanmar, dan Pakistan.

"Berdasarkan pengalaman kami selama dua tahun terakhir, pasar Jepang sangat menjanjikan untuk produk pelumas Pertamina,” kata Karen.
0

BNPB: Gunung Lokon Meletus Tiga Kali

Ilustrasi Gunung Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara Meletus

Letusan Gunung Lokon eksplosif dengan tinggi kolom abu letusan 1.500 meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gunung Lokon yang terletak di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, terus menunjukkan aktivitasnya.

"Hingga saat ini sudah terjadi tiga kali letusan Gunung Lokon," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, dinihari ini.

Sutopo menjelaskan, sejak 5 Oktober malam telah terjadi tiga kali letusan Gunung Lokon. "Letusan Gunung Lokon bersifat eksplosif dengan tinggi kolom abu letusan 1.500 meter diikuti lontaran material pijar dengan tinggi 350 meter," katanya.

Dia juga menambahkan, suara dentuman terdengar kuat di pos pengamatan Gunung Lokon. "Abu letusan tertiup ke arah Timur dan Utara," katanya.

Dia mengatakan, peringatan dini peningkatan aktivitas Gunung Lokon telah disampaikan kepada semua yang berkepentingan sejak 4 Oktober 2012.

Masyarakat di sekitar Gunung Lokon hingga saat ini diminta tetap siaga karena status gunung api tersebut tetap siaga. "Masyarakat hingga saat ini belum perlu mengungsi,"  kata dia.

Sutopo juga mengatakan bahwa BNPB terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang berkepentingan terkait dengan peningkatan aktivitas Gunung Lokon.

0

Indonesia Kembangkan Pesawat Nirawak

Yogyakarta - Indonesia terus mengembangkan teknologi kedirgantaraan. Salah satu yang tengah diteliti adalah teknologi pesawat nirawak. 

Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta saat di Yogyakarta, Jumat (5/10), mengungkapkan pengembangan pesawat nirawak dinilai sangat mendesak karena daerah di Indonesia memiliki banyak gunung berapi.

Dengan daerah yang luas dan punya topografi pegunungan, kata Gusti, banyak wilayah yang sulit dijangkau manusia, terutama untuk melakukan sebuah penelitian. Sebab itu pesawat nirawak diperlukan.

Selain itu, lanjut dia, pembuatan pesawat tanpa awak sejalan dengan pengembangan pesawat tempur yang bekerja sama dengan Korea Selatan. "Pesawat ini nantinya juga dapat digunakan oleh Polri," jelas Gusti.

Gusti mengakui, secara keseluruhan pengembangan teknologi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Indonesia tertinggal dari negara lain. Itu terjadi lantaran perusahaan yang ada belum diberi kesempatan.

Namun, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan membeli alutsista produk dalam negeri, terlihat perkembangan yang sangat pesat. Salah satu yang membanggakan, sambung dia, adalah panser Anoa buatan PT Pindad yang antara lain telah dipesan oleh Malaysia.

"Itu suatu kemajuan yang cukup pesat bagi industri alutsista di Indonesia," tegasnya.(MI/ICH)

0

Rompi SAKTI, Modernisasi Agus Yudhoyono di TNI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9owJKBq4PstY6x4yirNUsmAX-Lm-V_NzDXHyvpckpnn2LlvobohAsDng7KY5O52qyecVEs3nySX4PrJZTANGekiGdW5ps6GGtuL_J_ljXhyphenhyphenbE4sYFBlljkdMv8xfpfGlGLWHUaVo51lI/s1600/44855_okezone+kostrad.jpg
Paukan Linud Kostrad dengan Rompi S.A.K.T.I
PARA kesatria (knight) di awal abad pertengahan telah mengenal baju zirah sebagai alat pelindung dalam peperangan. Perkembangan teknologi persenjataan membuat baju zirah menjadi usang sehingga ditinggalkan dan berganti dengan 'body armor' yang lebih fleksibel dan ringan.

Act of Velor (2012), film buatan Hollywood yang skenarionya ditulis oleh Kurt Johnstad dan dibintangi oleh Alex Veadov, Nestor Serrano, menampilkan pasukan khsusus Amerika Serikat (AS) yang sedang melakukan operasi di darat, laut, dan udara. Sepanjang film ini akan terlihat setiap anggota pasukannya mengenakan rompi antipeluru dalam setiap aksinya. Bahkan rompi antipeluru itu terlihat dapat memuat segala jenis peralatan taktis tempur.

Tuntutan alat tempur yang fleksibel dan efektif dibenarkan oleh Kasi 2 Brigif Linud 17/ Kostrad, Mayor (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono. Agus menerangkan bahwa khusus untuk rompi anti peluru, pihaknya telah melakukan proses modernisasi dan pembaharuan untuk kelengkapan alat tempur ini.


“Kita menyadari bahwa dunia itu mengalami perubahan cepat, situasi yang terjadi di negara lain,” ujar Agus saat berbincang dengan detikcom saat mempersiapkan Pameran Alutsista dalam rangka HUT ke-67 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2012).

http://farm9.staticflickr.com/8033/8055687909_ee3583d438_c.jpg
Rompi S.A.K.T.I (gunge32)
Dari semangat untuk melakukan perubahan dan modernisasi di tubuh TNI, selain dukungan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang meminta untuk dilakukan modernisasi kelengkapan prajurit tempur lintas udara, Agus bersama rekan-rekannya membuat rompi antipeluru yang khusus bagi tentara Indonesia.

“Kebetulan waktu itu kami yang mengawaki dan mendapatkan angin segar dan kesempatan yang luar biasa untuk berbuat sesuatu,” kata Agus.


Rompi itu kemudian diberi nama SAKTI (Sistem Angkut Kelengkapan Tempur Individu). Rompi ini didesain khusus untuk keperluan tempur TNI AD. Agus menyebutkan bahwa rompi ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama adalah Rompi Angkut Sakti (RAS) dan yang kedua adalah Rompi Balistik Sakti (RBS). Dengan Rompi ini, Agus ini berharap keselamatan prajurit di lapangan dapat ditingkatkan.


“Karena kita tidak punya nyawa cadangan,” ujar anak pertama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.


Lalu apa yang membedakan rompi SAKTI ini dengan rompi yang lain? Agus menjelaskan, secara keseluruhan rompi ini mirip dengan rompi yang dimiliki oleh negara-negara lain. Pembuatan rompi ini disesuaikan dengan kebutuhan prajurit TNI di lapangan seperti kondisi alam Indonesia dan kelompok yang bertugas.


“Ciri khasnya kan warna kita yang sesuai dengan vegetasi kita,” ucapnya.


Butuh setengah tahun untuk mendesain rompi SAKTI ini. Bahkan untuk desainnya saja, Agus menyebut timnya melakukan perombakan sebanyak sepuluh kali. Agus juga tidak segan-segan melibatkan tim dari luar untuk meminta masukan.


“Saya punya prinsip kita tidak bisa maju sendiri dan butuh masukan dari luar dan berdiskusi dengan teman-teman dan itu saya rasakan sangat baik,” terangnya.


Warna rompi SAKTI terlihat berbeda dengan warna seragam TNI pada umumnya. Warnanya mirip hijau muda dengan dasar agak putih. Setiap Rompi Balistik Sakti (RBS) dengan posisi setiap prajurit yang berbeda-beda semisal prajurit medis, prajurit telekomunikasi. "Warnanya akan mengarah ke sini nantinya,” ujarnya.(yid/nrl)

0

Tebus Kesalahan, KAI Sebar Tiket Commuter Line Gratis

Ilustrasi. (Foto: Koran SI)Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) memberikan layanan tiket gratis pada pengguna KRL Commuter Line hari ini. Tiket gratis tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 07.15 WIB di Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut. 

Manager Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek Eva Chairunisa mengatakan, kompensasi diberikan sebagai bentuk pelayanan atas musibah yang menimpa KA 435 di Stasiun Cilebut sehingga perjalanan KRL pada Kamis 4 Oktober 2012 terhambat dan kenyamanan perjalanan para pengguna KRL terganggu.

"Kompensasi juga telah diberikan mulai Kamis 4 Oktober 2012 karena perjalanan KRL dari Stasiun Bojong Gede menuju Stasiun Bogor belum dapat dilakukan hingga pukul 20.00 WIB," demikian disampaikan dalam laporan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (5/10/2012).

Eva menambahkan, PT KCJ memberikan pelayanan angkutan gratis menggunakan sarana angkutan publik lainnya. Tercatat 182 angkot telah disewa dan mengangkut sekira 2.184 penumpang KRL dari Stasiun Bojong Gede menuju Kota Bogor. Menurut Eva, musibah ini akan menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki layanan KRL Commuter Line.

"Pada pagi hari sebelumnya para pengguna kartu commet di Stasiun Bogor telah mendapatkan refund sebesar Rp 9.000, sedangkan penumpang yang telah membeli tiket dapat menukarkan kembali tiketnya," ungkap Eva.(mrt)

0

RIM dan ITB Resmikan BlackBerry Innovation Center

Bandung - Research in Motion (RIM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi membuka BlackBerry Innovation Center di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Bandung, Kamis (4/10/2012). 

Peresmian dilakukan Vice President and Managing Director, South Asia RIM, Hastings Sings, Rektor ITB Akhmaloka, Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB Suhono H Supangkat, dan Dirjen Aplikasi dan Telematika Kominfo Aswin Sasongko.
 
BlackBerry Innovation Center merupakan hasil kerja sama ITB dengan perusahaan smartphone asal Kanada itu. Program ini terbuka bagi mahasiswa ITB sehingga mereka bisa mengikuti program pendidikan dan riset yang fokus pada pengembangan aplikasi mobile yang ada di BlackBerry Innovation Center.

Hastings mengatakan, BlackBerry Innovation Center bertujuan untuk mempercepat industri komputasi mobile di Indonesia dengan memberikan pendidikan dan pengalaman yang dibutuhkan mahasiswa untuk mendapat pekerjaan dan membangun bisnis di sektor ini.

"RIM terus berkomitmen untuk membangun BlackBerry Innovation Center, untuk menumbuhkan dan mempercepat perkembangan aplikasi mobile dari para mahasiswa berbakat di Indonesia. Acara ini menandai keberhasilan kolaborasi pemerintah, ITB, dan RIM," kata Hastings, dalam sambutan peresmian BlackBerry Innovation Center di ITB, hari ini.

Lanjutnya, BlackBerry Innovation Center di ITB menawarkan berbagai dukungan, keahlian teknis, dan pengalaman praktis yang memungkinkan mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan di bidang komputing mobile.

Sebagai bagian dari kerja sama antara RIM dan ITB, mahasiswa ITB juga mendapat beasiswa untuk riset. Dalam tiap tahunnya untuk lima tahun ke depan, ada 30 mahasiswa yang akan diberi beasiswa riset dengan topik komputasi mobile.

Tahun ini, RIM telah memberikan 16 beasiswa untuk mahasiswa tingkat master (S2) dan sebanyak 14 mahasiswa pascasarjana.

Mahasiswa penerima beasiswa juga akan memperoleh uang kuliah, uang saku penelitian selama masa studi mereka di BlackBerry Innovation Center.

Selain itu, mahasiswa juga menerima pelatihan mendalam pengembangan aplikasi BlackBerry, dan mempersiapkan mereka untuk melakukan sebuah proyek penelitian berjangka waktu satu sampai tiga tahun.

Sementara Suhono H Supangkat menambahkan, para mahasiswa yang mengikuti program BlackBerry Innovation Center dipilih melalui proses wawancara dan evaluasi.

Dia berharap, kerja sama tersebut diharapkan bisa segera terwujud manfaatnya, khususnya bagi ITB.

"Mahasiswa ITB cukup antusias dengan adanya program BlackBerry Innovation Center. Lewat program tersebut, mahasiswa bisa mengalami banyak aplikasi smarphone BB hingga terdorong terus untuk berkreasi," paparnya.

Dia juga berharap BlackBerry Innovation Center dapat menghasilkan wirausahawan di bidang industri komputing mobile di Indonesia.(amr)

@ Okezone